• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • (Page 3)
Arsip:

Rilis Berita

Pati Sagu Naik Kelas, FTP UGM Bersama Pertamina dan BRIN Kembangkan Drilling Starch Tahan Suhu Tinggi

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Selasa, 8 September 2026

Yogyakarta, 8 September 2026 — Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Technology Innovation Upstream & Low Carbon PT Pertamina (Persero) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pengembangan inovasi berbasis sumber daya hayati melalui riset High-Temperature Drilling Starch (HT Starch) berbasis pati sagu. Pengembangan tersebut dibahas dalam Workshop Termin I Riset dan Pengembangan High-Temperature Drilling Starch Berbasis Pati Sagu dengan Modifikasi Kimia untuk Aplikasi Fluid Loss Reducer, Selasa (8/9). Riset ini diketuai oleh Prof. Dr. Mohammad Affan Fajar Falah, S.T.P., M.Agr., dan melibatkan Yanuar Sigit Pramana, S.T., M.Si., mahasiswa Program Doktor Teknolog Industri Pertanian UGM.

Riset ini diarahkan untuk menghasilkan material berbasis pati yang dapat digunakan sebagai fluid loss reducer dalam formula lumpur untuk kebutuhan teknologi pengeboran, khususnya pada kondisi bersuhu tinggi. Pengembangan dilakukan melalui serangkaian proses penelitian dan pengujian untuk memperoleh karakteristik HT Starch yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi industri. Hasil pengembangan pada tahap awal ini selanjutnya menjadi dasar untuk menuju tahapan pengujian yang lebih luas.

Kolaborasi tersebut menjadi gambaran penerapan konsep triple helix, yaitu model kolaborasi dan sinergi antara tiga pilar utama—pemerintah (government), akademisi atau universitas (academia), dan industri (industry)—dalam mendorong inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan sosial. Dalam riset ini, FTP UGM merepresentasikan unsur akademisi, BRIN sebagai lembaga riset pemerintah, serta PT Pertamina (Persero) sebagai mitra industri yang membawa perspektif kebutuhan teknologi di lapangan.

Workshop Termin I menjadi ruang untuk melihat perkembangan riset sekaligus mempertemukan hasil pengembangan akademik dengan kebutuhan industri. Pembahasan mencakup perkembangan karakterisasi pati sagu, modifikasi bahan, karakterisasi HT Starch, hingga pengujian awal sebagai fluid loss reducer. Pertukaran perspektif antara peneliti dan pihak industri menjadi bagian penting untuk memastikan teknologi yang dikembangkan memiliki arah penerapan yang jelas.

Pengembangan HT Starch direncanakan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun, mulai dari pengembangan produk, produksi untuk kebutuhan field test, hingga pengujian lapangan. Tahapan tersebut menunjukkan bagaimana riset berbasis bahan hayati dapat diarahkan dari proses pengembangan di laboratorium menuju inovasi yang berpotensi menjawab kebutuhan teknologi industri.

Melalui pengembangan HT Starch berbasis pati sagu, FTP UGM bersama PT Pertamina (Persero) dan BRIN turut memperkuat kontribusi terhadap Sustainable Development Goal (SDG) 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui riset dan pengembangan inovasi teknologi untuk kebutuhan industri. Kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam riset ini juga mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset pemerintah, dan sektor industri dalam mendorong inovasi yang berkelanjutan.

Kontributor : Fadli Fitriandi

Beyond Curriculum 2026: Menyusun Arah Baru Keilmuan Teknologi Pertanian FTP UGM

Rilis BeritaSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 4 September 2026

Yogyakarta, 4 September 2026 — Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) meneguhkan komitmennya untuk memastikan keilmuan Teknologi Pertanian tetap relevan menghadapi perubahan zaman melalui Workshop Keilmuan Bidang Teknologi Pertanian “Beyond Curriculum 2026”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Senat FTP UGM di Operation Room FTP UGM, Jumat (4/9), ini mempertemukan pimpinan fakultas, senat, pimpinan departemen, dosen perwakilan bidang keilmuan, serta Tim Pengembang Kurikulum untuk bersama-sama memetakan arah keilmuan Teknologi Pertanian di masa depan.

Mengusung tema “Meneguhkan Arah Bidang Keilmuan Teknologi Pertanian untuk Masa Depan Sistem Pangan dan Agroindustri Indonesia yang Berkelanjutan”, workshop ini menjadi langkah awal untuk melihat kembali arah keilmuan yang telah dibangun FTP UGM. Dinamika teknologi yang semakin cepat menuntut pendidikan tinggi tidak hanya mempertahankan apa yang telah berjalan, tetapi juga mampu mengenali bidang-bidang baru yang perlu dikembangkan.

Diskusi dalam Beyond Curriculum 2026 diarahkan pada tiga pertanyaan utama: apa yang perlu dilanjutkan, diperkuat, atau dikembangkan dari arah keilmuan sebelumnya; bagaimana disruptive science and technology akan memengaruhi Teknologi Pertanian dan proses pembelajarannya; serta kompetensi apa yang perlu dimiliki lulusan FTP UGM agar future-ready.

Untuk menjawab tantangan tersebut, setiap departemen terlebih dahulu melakukan diskusi internal melalui tahap pre-workshop. Hasilnya kemudian dibawa ke forum tingkat fakultas untuk menemukan berbagai irisan, kekhasan, kesenjangan, serta isu strategis yang perlu menjadi perhatian bersama. Proses partisipatif ini menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk melihat perkembangan Teknologi Pertanian dari berbagai perspektif sekaligus menyusun prioritas pengembangan keilmuan.

Hasil dari Beyond Curriculum 2026 selanjutnya akan menjadi working document bagi Senat Fakultas dan Tim Pengembang Kurikulum untuk melanjutkan rangkaian tinjauan keilmuan. Proses tersebut tidak berhenti pada workshop ini, tetapi akan berlanjut melalui tahapan pendalaman body of knowledge, penyusunan roadmap keilmuan, penguatan kapasitas akademik, hingga penerjemahan arah keilmuan ke dalam kurikulum, riset, pengabdian, dan kolaborasi.

Melalui Beyond Curriculum 2026, FTP UGM turut memperkuat kontribusinya terhadap Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education, melalui upaya menghadirkan pendidikan Teknologi Pertanian yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang relevan untuk menghadapi kebutuhan masa depan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi pendidikan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi pada pembangunan sistem pangan dan agroindustri Indonesia yang berkelanjutan.

Kontributor : Fadli Fitriandi

Padukan Riset dan Praktik, TPHP FTP UGM Gelar Pelatihan Pembuatan Soft Sourdough

Rilis BeritaSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 2 September 2026

Di tengah tren roti sourdough yang belakangan digemari masyarakat karena nilai jual tinggi sekaligus manfaat kesehatannya, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) menghadirkan cara membuat roti tersebut secara lebih mendalam melalui “Pelatihan Pembuatan Soft Sourdough” yang digelar pada 1-2 September 2026 di Laboratorium Inkubator FTP UGM, yang diikuti lima peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga hingga pelaku usaha yang tengah merintis bisnis di bidang bakery. 

Didampingi langsung oleh Dr. Rini Yanti, S.T.P., M.P., dosen Laboratorium Rekayasa Proses, Program Studi S1 TPHP FTP UGM, yang menghadirkan pendekatan berbeda dari pelatihan roti pada umumnya. Alih-alih sekadar membekali peserta dengan resep, pelatihan ini turut mengulik proses fermentasi dan kandungan yang ada di dalam soft sourdough. 

“Tidak hanya belajar membuat, tetapi kita juga mempelajari apa sih yang terjadi. Jadi sambil kita belajar membuat roti sourdoughnya kita juga mengedukasi peserta ciri-ciri sourdough dan mana roti yang bisa kita klaim sebagai roti sourdough,” ujar Rini. 

Pemilihan soft sourdough sebagai materi pelatihan bukan tanpa alasan. Selain sedang digemari dan memiliki nilai jual tinggi di kalangan masyarakat menengah ke atas dan menjadikannya peluang bisnis yang menjanjikan bagi peserta yang tengah merintis usaha. Sourdough juga turut dikenal sebagai produk ini dinilai lebih ramah bagi pencernaan dan tidak mudah membuat perut kembung. 

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Sebagian peserta bahkan baru pertama kali mencoba membuat roti sourdough, sehingga rasa penasaran turut mewarnai jalannya pelatihan. Meski begitu, proses pembuatan soft sourdough menyimpan tantangan tersendiri, terutama dalam hal waktu yang menuntut kesabaran, sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran mengenai karakter unik sourdough itu sendiri. 

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai manfaat kesehatan dari proses fermentasi pangan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan berbasis riset kepada masyarakat umum, serta SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi produk pangan yang berpotensi menjadi peluang usaha baru. 

 

Penulis: Shella Herdanti

Susuri ‘Rute Kucing’ Sejauh 5 Km, TraktoRun 2026 Kembali Gelorakan Semangat Kebersamaan

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Senin, 31 Agustus 2026

Semangat hidup sehat dan kebersamaan mewarnai kawasan Universitas Gadjah Mada lewat TraktoRun 2026, lomba lari tahunan yang untuk kedua kalinya digelar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Kementerian Pengembangan Olahraga dan Seni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP UGM, pada Minggu (30/8), sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63th FTP UGM. Lebih dari 100 peserta lintas kalangan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, karyawan, hingga masyarakat umum yang menempuh rute kucing sejauh 5 kilometer mengelilingi kawasan UGM. 

Kehadiran Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menandai dimulainya rangkaian TraktoRun 2026, sebelum peserta bergerak menyusuri “rute kucing” yang tengah viral di kalangan pelari begitu flag off dikumandangkan pukul 05.30. Bagi FTP UGM, kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan untuk mendorong gaya hidup sehat dan aktif di kalangan civitas akademika, sekaligus mempererat rasa kekeluargaan dan kebersamaan di antara keluarga besar fakultas. 

Kemeriahan TraktoRun 2026 turut dihadirkan lewat kehadiran sejumlah bintang tamu. Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M., akademisi Fakultas Hukum UGM sekaligus pakar hukum tata negara yang akrab disapa Prof Uceng, turut ambil bagian bersama Muhammad Ilham Fajarudin, konten kreator sekaligus pelopor komunitas lari asal Klaten. Kehadiran keduanya menambah semarak suasana lari sore yang juga dimeriahkan oleh partisipasi sejumlah pelaku UMKM, serta rangkaian doorprize dengan hadiah utama sepeda listrik.

Selain menjadi ajang olahraga bersama, TraktoRun 2026 turut menjadi acara pembukaan bagi Sparcology 2026, yang dibuka langsung oleh Ketua Pelaksana Sparcology 2026, Santiaji Putraning Tawang. Sparcology merupakan rangkaian perlombaan dengan tiga kategori, yaitu olahraga, seni, dan e-sport, yang terbuka bagi keluarga besar FTP UGM.

Melalui TraktoRun 2026, FTP UGM berharap semangat hidup sehat dan kebersamaan yang terbangun sepanjang rangkaian Dies Natalis dapat terus mempererat solidaritas di lingkungan fakultas, sekaligus menjadi ruang temu antara civitas akademika dan masyarakat sekitar UGM.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dorongan gaya hidup aktif di kalangan civitas akademika, SDG 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui pemanfaatan ruang publik kawasan UGM sebagai sarana kebersamaan yang inklusif bagi sivitas akademika dan masyarakat umum, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi FTP UGM dengan komunitas lari, pelaku UMKM, dan berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan ini.

Penulis: Shella Herdanti

Bahas Penerapan Teknologi Pascapanen, Bappenas dan FTP UGM Dukung Penguatan Ekonomi Hijau

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa Kelaparan Senin, 31 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian PPN/Bappenas membahas rencana kajian penerapan teknologi pascapanen untuk mendukung penguatan ekonomi hijau di Indonesia. Diskusi yang berlangsung di FTP UGM, Kamis (27/8), tersebut membahas identifikasi teknologi alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sekaligus rencana penetapan tiga wilayah sebagai pilot project penerapan teknologi.

Koordinator Tim Ekonomi Hijau Direktorat Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik (P4T) Bappenas, Aropando Goklas Sibarani, mengatakan kajian akan dilakukan dengan melihat karakteristik masing-masing daerah atau desa. Pendekatan tersebut diperlukan agar teknologi yang direkomendasikan sesuai dengan kebutuhan wilayah dan dapat meningkatkan produktivitas.

“Identifikasi karakteristik masing-masing daerah atau desa diperlukan untuk merekomendasikan alat dan mesin pertanian yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas,” jelas Aropando.

Rencana kajian ini sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan susut pangan. Melalui penguatan sarana dan teknologi pascapanen, intervensi pemerintah diharapkan tidak hanya mengurangi kehilangan hasil pertanian, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani, menjaga stabilitas pasokan pangan, dan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.

Dalam diskusi tersebut, FTP UGM turut memaparkan kapasitas Laboratorium Teknologi Pangan dan Pascapanen (TPP) dalam pengujian serta pengembangan alat dan mesin pertanian. Laboratorium TPP telah ditunjuk Kementerian Pertanian sejak 2007 sebagai salah satu laboratorium pengujian alat dan mesin pertanian di Indonesia dan telah terakreditasi ISO 17025:2017. Kompetensi laboratorium mencakup pengujian alat pertanian dari tahap prapanen, pascapanen, hingga pengolahan pangan.

Berbagai alat telah menjadi bagian dari pengujian Laboratorium TPP, antara lain mesin pengering, combine harvester, mesin penepung kelapa, pengupas sabut kelapa, dan mesin perontok. Selain pengujian, FTP UGM juga memiliki kompetensi dalam pengembangan alat dan mesin pertanian dari tahap on farm hingga off farm.

Selanjutnya, kajian akan diawali dengan analisis sejumlah wilayah menggunakan data sekunder melalui scoring, pembobotan, pemetaan GIS, dan analisis spasial. Hasil analisis akan digunakan untuk menentukan wilayah prioritas yang selanjutnya dapat disurvei sebagai calon lokasi pilot project. Penetapan wilayah pilot project ditargetkan dapat dilakukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Melalui penjajakan ini, Bappenas dan FTP UGM diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi penerapan teknologi pascapanen yang sesuai dengan kebutuhan wilayah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penurunan susut pangan, peningkatan produktivitas petani, serta penguatan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

12345…155

Berita Terakhir

  • Nggak Cuma Soal Enak, Pelatihan Roti FTP UGM Bongkar Fakta Gizi di Balik Setiap Gigitan
  • Langkah Karya, Jejak Makna 1 Dekade: Evolusi Ilmu Pangan Jadi Sorotan di Dies Natalis ke-63 FTP UGM
  • Apresiasi Prestasi Mahasiswa, FTP UGM Gelar Harfest 2026 di Penutup Dies Natalis ke-63
  • Satu Dekade Kerja Sama; FTP UGM dan Osaka Metropolitan University Gelar Student Exchange 2026
  • Rayakan Kebersamaan, FTP UGM Gelar Family Fun Day dalam Rangka Dies Natalis ke-63

Berita UGM

  • Intip Keseruan Mahasiswa Jepang Timba Ilmu Pertanian Tropis di UGM 24 September 2026
  • PSPD UGM Dorong Peran Perempuan Pengusaha dalam Pertumbuhan Ekonomi Global 24 September 2026
  • Ramai Demam Maraton, Pakar UGM Tekankan Persiapan dan Kebugaran Fisik 24 September 2026
  • Hadapi Perubahan Zaman, Rektor UGM Bagikan Jurus Transformasi Organisasi Perguruan Tinggi 24 September 2026
  • UGM Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional Pedometrics, Dorong Inovasi Ilmu Tanah dan Teknologi Pemetaan 23 September 2026

Agenda

  • 30Sep Kuliah Tamu Departemen TPHP UGM bersama Regis Machdy, M.Sc.
  • 29Okt Wisuda Pascasarjana
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju