Ketertarikan masyarakat untuk membuat roti sendiri di rumah maupun mengembangkannya menjadi peluang usaha terus tumbuh, mendorong Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan wadah belajar yang memadukan keterampilan praktik dengan pemahaman ilmiah melalui “Pelatihan Pembuatan Roti” yang digelar Selasa (22/9) di Laboratorium Inkubator Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) FTP UGM, diikuti lima peserta dari luar FTP UGM.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Dr. Rini Yanti, S.T.P., M.P., dosen Laboratorium Rekayasa Proses, Program Studi S1 TPHP FTP UGM, dan diikuti peserta dengan latar belakang yang beragam mulai dari mereka yang baru pertama kali mencoba membuat roti, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memperdalam keterampilannya.
Alih-alih sekadar membagikan resep, pelatihan ini turut mengupas sisi ilmiah di balik roti yang dibuat, mulai dari proses yang terjadi selama pengolahan hingga kandungan gizi yang ada di dalamnya. Pendekatan ini memberi peserta pemahaman yang lebih utuh bukan hanya tahu cara membuat, tetapi juga memahami apa yang sebenarnya terjadi pada bahan-bahan yang diolah.
Sepanjang pelatihan, peserta mempraktekkan pembuatan beragam olahan roti dengan berbagai teknik pengolahan, mulai dari dipanggang, dikukus, hingga digoreng, menghasilkan aneka produk mulai dari donat dan roti tawar.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung, dengan sebagian di antaranya bahkan beberapa diantaranya menantikan pelatihan roti berikutnya untuk terus mengasah keterampilan mereka.
Bagi FTP UGM, pelatihan semacam ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran berbasis riset yang aplikatif bagi masyarakat umum, sekaligus membuka peluang pengembangan keterampilan yang dapat dimanfaatkan baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai kandungan gizi dalam roti, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan berbasis riset kepada masyarakat umum, serta SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan keterampilan bagi pelaku UMKM yang berpotensi memperluas peluang usaha.
Penulis: Shella Herdanti
Dalam satu dekade kepemimpinannya di FTP UGM yang sekaligus menjadi tahun terakhir masa jabatannya, Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menegaskan pentingnya menjaga semangat untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata. Perjalanan FTP UGM selama 63 tahun, menurutnya, bukan sekadar catatan capaian, melainkan pijakan untuk terus memperkuat peran fakultas dalam menjawab tantangan pangan dan agroindustri Indonesia, semangat yang diwujudkan melalui penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi agar FTP UGM mampu terus menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat dan masa depan.
Sebagai penutup, Harfest 2026 menghadirkan penampilan spesial dari Olski, band lokal ternama asal Yogyakarta, yang turut membuka pintu acara bagi masyarakat umum, tidak hanya bagi mahasiswa FTP UGM. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang malam, menjadikan Harfest 2026 sebagai penutup yang meriah bagi rangkaian panjang Dies Natalis ke-63.
Program ini juga membawa mahasiswa belajar langsung dari pelaku industri lokal Yogyakarta pada 16 September, dengan mengunjungi tiga tempat yang menawarkan pengalaman berbeda. Di Bakpia Wong, salah satu produsen bakpia di Yogyakarta, mahasiswa tidak hanya menyaksikan proses produksi, tetapi juga turut mencoba membuat bakpia secara langsung. Kunjungan dilanjutkan ke Sweet Sundae, industri olahan susu Yogyakarta yang produknya telah menjangkau pasar mancanegara, di mana mahasiswa mempelajari proses produksi es krim dan produk olahan susu lainnya sekaligus mencicipi hasil produksinya. Kunjungan industri hari itu ditutup di Batik Pertiwi, salah satu produsen batik tulis dan cap di Bantul, tempat mahasiswa belajar membatik menggunakan canting, mengamati keseluruhan proses membatik yang merupakan pengalaman membatik pertama bagi mahasiswa Jepang.
Deputy Vice-Chancellor for Teaching and Learning NUST, Ms. Teresia Kaulihowa, menyampaikan ketertarikan NUST untuk membangun hubungan dengan UGM. Kedua institusi dinilai memiliki perhatian yang serupa pada research, education, dan community engagement, khususnya dalam mendorong perguruan tinggi agar dapat memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.