• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • (Page 2)
Arsip:

Rilis Berita

FTP UGM dan Kementan–BRIN Bahas Teknologi Pascapanen untuk Perluas Hilirisasi Hortikultura

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 14 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Direktorat Hilirisasi Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membahas pemanfaatan teknologi freeze drying dan iradiasi fitosanitari untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka akses pasar ekspor komoditas hortikultura. Pembahasan berlangsung di Operation Room FTP UGM, Kamis (10/9/2026).

Freeze drying menjadi salah satu teknologi yang dapat mengubah komoditas segar menjadi produk dengan umur simpan lebih panjang dan nilai tambah lebih tinggi. Dr Joko Nugroho Wahyu Karyadi, dosen dan peneliti FTP UGM, menjelaskan bahwa teknologi tersebut telah dikembangkan untuk berbagai komoditas, seperti sirsak, alpukat, nangka, buah naga, mawar, dan bunga telang. Sistem manifold umumnya digunakan pada skala laboratorium, sedangkan sistem tray dapat dikembangkan untuk skala yang lebih besar sesuai kapasitas dan desain.

Peluang tersebut telah terlihat dari produk freeze dried yang dipasarkan ke luar negeri. Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan biaya produksi, investasi peralatan, harga bahan baku yang dipengaruhi musim, serta persyaratan pengujian dan pelabelan di negara tujuan. Karena itu, penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan komoditas, skala produksi, dan pasar yang dituju.

Di sisi lain, iradiasi fitosanitari dibahas sebagai salah satu teknologi untuk mendukung ekspor komoditas hortikultura segar. Bimo, peneliti Organisasi Riset Teknologi Nuklir BRIN, menjelaskan bahwa iradiasi dapat digunakan sebagai perlakuan karantina dengan merusak DNA organisme hidup pada komoditas. Indonesia saat ini memiliki fasilitas iradiasi berupa enam fasilitas gamma Cobalt-60, 12 electron beam hingga 10 MeV, dan satu fasilitas X-ray hingga 5 MeV.

Penerapan iradiasi fitosanitari untuk ekspor masih memerlukan kesiapan regulasi, fasilitas, dan protokol yang sesuai dengan persyaratan negara tujuan. Salah satu kebutuhan yang dibahas adalah penyusunan dokumen dan SOP bersama Badan Karantina Indonesia, termasuk pengujian electron beam menggunakan protokol IAEA dan penyesuaian dengan persyaratan USDA APHIS untuk pasar Amerika Serikat. Vietnam menjadi salah satu contoh negara yang telah menggunakan iradiasi fitosanitari dalam ekspor tujuh jenis buah pada 2022.

Dekan FTP UGM, Prof Eni Harmayani, menekankan pentingnya membangun sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan teknologi pascapanen tidak cukup hanya menghasilkan teknologi, tetapi perlu terhubung dengan ketersediaan bahan baku, mutu produk, regulasi, pengujian, hingga kebutuhan pasar. Freeze drying dapat menjadi salah satu alternatif ketika pemasaran produk segar menghadapi keterbatasan sekaligus menjawab kebutuhan produk yang praktis dan bernilai tambah.

Freddy Lumban Gaol, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, menyampaikan bahwa ketatnya persyaratan ekspor menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui penguatan teknologi dan sistem pascapanen. Karena itu, kolaborasi pemerintah, BRIN, perguruan tinggi, dan industri diperlukan untuk menentukan komoditas serta negara tujuan prioritas dan mengkaji kelayakannya dari aspek teknologi, ekonomi, regulasi, hingga pasar.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menghubungkan pengembangan teknologi pascapanen dengan kebutuhan nyata industri dan pasar ekspor. Kolaborasi lintas lembaga selanjutnya diarahkan pada pengembangan protokol, penguatan fasilitas, serta pemilihan komoditas dan negara tujuan yang paling potensial.

Menanam Harapan di Lahan Tadah Hujan Merauke, Dosen FTP UGM Pimpin Pengembangan Demplot Terpadu

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi LayakSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Senin, 14 September 2026

Di Kampung Boewer, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kawasan Transmigrasi (KT) Muting, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM yang diketuai oleh Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengembangkan demplot konservasi terpadu seluas 2.500 m² yang menggabungkan konservasi tanah dan air, tanaman pangan padi varietas Gamagora UGM, dan tanaman pakan ternak rumput Gama Umami.

Tidak hanya soal tanaman, demplot ini juga menjadi bagian dari upaya konservasi air melalui pemanfaatan air hujan dan pembangunan embung konservasi. Budidaya tanaman pangan padi Gamagora dilakukan dengan metode SRI (System of Rice Intensification), di mana pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman. Melalui integrasi tanaman pangan, pakan ternak, dan pengelolaan air, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan yang lebih optimal serta menjaga ketersediaan air di KT Muting dengan menerapkan konsep ekonomi hijau untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan dan air.

Pengembangan demplot konservasi terpadu tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan lahan di KT Muting yang masih mengandalkan curah hujan. Dalam kondisi tersebut, ketersediaan dan pengelolaan air menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan budidaya. Karena itu, demplot tidak hanya dirancang sebagai area budidaya, tetapi sebagai model yang mengintegrasikan pengelolaan air dengan pemanfaatan lahan untuk berbagai kebutuhan.

Salah satu komponen yang dikembangkan adalah embung konservasi sebagai bagian dari sistem pemanfaatan air hujan. Air yang tertampung kemudian dapat mendukung kebutuhan budidaya tanaman pada lahan demplot. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia sekaligus mengurangi ketergantungan kegiatan budidaya terhadap pola hujan.

Pengelolaan air pada tanaman padi Gamagora juga dilakukan dengan pendekatan berbasis kebutuhan tanaman melalui metode SRI. Pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman, sehingga pengelolaan air dapat disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan tanaman. Penerapan tersebut memperlihatkan bagaimana aspek pengelolaan sumber daya air dan teknologi budidaya dapat dipadukan dalam pengembangan pertanian di lahan tadah hujan.

Demplot juga mengintegrasikan tanaman pakan ternak berupa rumput Gama Umami. Kehadiran tanaman pakan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pemanfaatan lahan yang diarahkan untuk mendukung sistem pertanian dan peternakan masyarakat di KT Muting. Ketersediaan pakan menjadi salah satu tantangan bagi peternak setempat yang selama ini masih banyak mengandalkan sistem penggembalaan.

Potensi peternakan tersebut cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke, Distrik Elikobel memiliki populasi sapi potong sekitar 4.078 ekor pada 2024. Masyarakat umumnya memelihara sapi Bali secara individual dengan jumlah sekitar 3–4 ekor per peternak. Pola pemeliharaan yang masih didominasi sistem umbaran membuat ketersediaan hijauan di area penggembalaan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan usaha peternakan.

Untuk merespons kondisi tersebut, TEP 1 UGM melaksanakan penanaman rumput Gama Umami pada 2 September 2026 di Kampung Boewer. Penanaman dilakukan melalui demplot (demonstration plot) sebagai lokasi percontohan agar masyarakat dapat melihat secara langsung proses pengembangan sumber hijauan pakan yang dapat diterapkan pada lahan lain di sekitar kampung.

Gama Umami merupakan rumput unggul yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber hijauan pakan ternak dan dikembangkan oleh tim peneliti Fakultas Peternakan UGM yang diketuai Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Pengembangan tanaman ini selanjutnya diarahkan menuju konsep Bank Pakan Ternak sebagai sistem penyediaan dan penyimpanan cadangan pakan yang dapat dimanfaatkan ketika ketersediaan hijauan di lapangan menurun.

“Pengembangan Gama Umami tidak hanya diarahkan pada penanaman rumput, tetapi juga bagaimana pakan tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan dan mudah dimanfaatkan oleh peternak,” ujar Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc., anggota TEP 1 UGM yang berfokus pada bidang peternakan.

Integrasi embung konservasi, tanaman pangan, dan tanaman pakan dalam satu demplot menunjukkan pendekatan yang dikembangkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di KT Muting. Pengelolaan air menjadi penopang budidaya tanaman pangan, sementara pemanfaatan sebagian lahan untuk tanaman pakan mendukung kebutuhan peternakan. Dengan pendekatan tersebut, satu sistem lahan dapat memberikan manfaat bagi beberapa aktivitas masyarakat secara bersamaan.

Pendekatan terpadu ini didukung oleh keberagaman latar belakang keilmuan anggota TEP 1 UGM yang terdiri atas Tri Ariani, S.T.P., Khulaimi, S.P., Ilham Mubarok, S.T.P., Ariqonitahanif Putri Rahim, S.Si., dan Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc. Lintas keilmuan dalam tim mencakup pertanian, agronomi, sumber daya air, pemetaan wilayah, ekonomi, hingga peternakan, sehingga pengembangan program dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling berkaitan.

Bagi Chandra dan tim, demplot konservasi terpadu tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan model pengelolaan lahan yang sesuai dengan kondisi lokal. Pemanfaatan air hujan melalui embung, pengaturan air berdasarkan kebutuhan tanaman, budidaya padi Gamagora, serta penyediaan hijauan pakan dirancang untuk membangun sistem yang lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya lahan dan air.

Ke depan, pengembangan demplot diharapkan dapat menjadi model percontohan yang sederhana dan aplikatif bagi masyarakat KT Muting. Melalui pengelolaan lahan dan air secara terpadu, pendekatan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat penerapan konsep ekonomi hijau dalam pemanfaatan sumber daya di Kawasan Transmigrasi Muting, Merauke, Papua Selatan.

Perdalam Riset di Wageningen, Mahasiswa Magister Teknik Pertanian UGM Ikuti International Joint Supervision Program

MahasiswaPendidikanPenelitianRilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Minggu, 13 September 2026

Kesempatan mengasah kemampuan riset di perguruan tinggi mitra internasional turut membuka wawasan akademik lintas negara bagi mahasiswa Magister Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kesempatan tersebut dijalani Muhammad Athala Fawwaz Dzaky, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Pertanian FTP UGM sekaligus bagian dari Smart Agriculture Research Center (SARC), Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM, melalui kegiatan student mobility di Wageningen University & Research (WUR), Belanda, yang berlangsung pada 1-12 September 2026 sebagai bagian dari International Joint Supervision Program (IJSP) program pembimbingan bersama yang memberi mahasiswa kesempatan memperoleh pengalaman akademik dan penelitian di perguruan tinggi mitra internasional.

Selama program berlangsung, Athala memperoleh pembimbingan dari Dr. Andri Prima Nugroho sebagai pembimbing dari UGM, yang turut mendampingi langsung pelaksanaan kegiatan di Wageningen, serta Dr. Joseph Peller sebagai pembimbing dari WUR. Ia juga berkesempatan berkonsultasi dengan Prof. Gerrit Polder mengenai teknologi spectral imaging dan penerapannya dalam penelitian pertanian. Rangkaian pembimbingan penelitian, praktik laboratorium, diskusi ilmiah, hingga pendampingan penulisan manuskrip untuk jurnal internasional dirancang untuk memperkuat kualitas riset Athala sekaligus memberi pengalaman menjalankan penelitian sesuai standar akademik level global.

Di Laboratorium Vision + Robotics WUR, Athala mempelajari teknologi spectral imaging dan penerapannya untuk plant phenotyping, memanfaatkan peralatan dan sistem yang tersedia untuk memahami langsung cara mengamati karakteristik tanaman secara objektif dan akurat teknologi yang dinilai berpotensi besar mendukung pengembangan pertanian presisi dan sistem pertanian cerdas. Sesi supervisi bersama turut menjadi ruang baginya mendiskusikan perkembangan penelitian, meninjau metode yang digunakan, serta memperbaiki cara menyajikan hasil riset secara ilmiah, sementara pendampingan penulisan manuskrip membantunya menyusun hasil riset lebih sistematis sebagai persiapan publikasi jurnal internasional.

Di luar kegiatan akademik dan penelitian, Athala turut merasakan langsung kehidupan sebagai mahasiswa di WUR dengan mempelajari lingkungan kampus, fasilitas pendidikan dan penelitian, budaya akademik, hingga pola interaksi antara mahasiswa dan peneliti, yang memberinya gambaran langsung mengenai ekosistem pembelajaran dan penelitian di salah satu universitas terkemuka dunia di bidang pertanian.

Kesempatan belajar di WUR merupakan salah satu impian Athala, mengingat WUR dinilai berada di garis depan pengembangan pertanian modern, khususnya indoor farming yang didukung teknologi mutakhir. Pembimbingan langsung dari para peneliti profesional, baik dalam praktik penelitian di laboratorium maupun proses penulisan ilmiah yang sistematis, turut memberikan kesan mendalam sepanjang program berlangsung.

Bagi FTP UGM, pelaksanaan IJSP ini memperkuat kerjasama akademik dengan WUR, khususnya di bidang teknologi pertanian, spectral imaging, dan plant phenotyping, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa membangun jejaring internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah, dan memperluas wawasan pendidikan serta penelitian di tingkat global. Keikutsertaan Athala diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Teknik Pertanian UGM lainnya untuk aktif mencari pengalaman akademik internasional dan mempersiapkan diri melanjutkan studi di perguruan tinggi terkemuka dunia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui perluasan pengalaman akademik dan riset internasional bagi mahasiswa, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi pertanian presisi seperti spectral imaging dan plant phenotyping, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama akademik antara UGM dan Wageningen University & Research.

Penulis: Shella Herdanti

Perkuat Riset Pertanian Cerdas, FTP UGM Jalani Staff Mobility di Wageningen University dan Research

PendidikanPenelitianRilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Minggu, 13 September 2026

Upaya memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi riset internasional membawa Dr. Andri Prima Nugroho, dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus peneliti Smart Agriculture Research Center (SARC), menjalani program staff mobility di Wageningen University & Research (WUR), Belanda, pada 1-12 September 2026, sebagai bagian dari International Joint Research Academy (IJRA).

Sepanjang kunjungan, digelar sejumlah diskusi untuk menjajaki peluang kerja sama antara UGM dan WUR, mulai dari penelitian kolaboratif, perencanaan publikasi bersama, hingga penyusunan proposal riset bersama. Diskusi turut melibatkan sejumlah mitra peneliti WUR, yaitu Dr. Joseph Peller di bidang spectral imaging for plant phenotyping, Prof. Dr. Gerrit Polder di bidang teknologi pencitraan spektral, serta Assoc. Prof. Gert Kootstra di bidang robotika pertanian. Salah satu fokus pembahasan mengarah pada pengembangan riset yang mengintegrasikan teknologi robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, pendekatan yang diharapkan mampu mendukung pengamatan karakteristik tanaman secara lebih objektif, cepat, dan akurat, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi pertanian cerdas yang sesuai dengan kondisi pertanian Indonesia.

Kunjungan ke Laboratorium Vision + Robotics WUR turut memberi wawasan langsung mengenai teknologi dan riset yang tengah dikembangkan di sana, termasuk diskusi bersama Arjan Vroegop mengenai simulasi plant phenotyping dan keterkaitannya dengan rencana penelitian kolaboratif ke depan. Di sela agenda staff mobility ini, turut dilakukan pendampingan terhadap pelaksanaan International Joint Supervision bagi salah satu mahasiswa magister UGM yang tengah menjalani praktik riset di laboratorium yang sama.

Dalam pertemuan dengan bagian kerja sama WUR, disampaikan usulan rencana penelitian bersama mengenai robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, sekaligus diidentifikasi peluang pendanaan dan langkah strategis agar gagasan tersebut dapat berkembang menjadi proposal riset bersama dan publikasi ilmiah kolaboratif.

Andri menilai kesempatan belajar dan berdiskusi langsung dengan para peneliti WUR menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menyaksikan kemajuan teknologi di bidang pencitraan spektral, plant phenotyping, dan robotika pertanian, kunjungan ini turut memberi pembelajaran dari etos kerja serta budaya belajar dan bekerja sama yang tumbuh di lingkungan penelitian WUR dari budaya diskusi terbuka, kerja kolaboratif lintas bidang, dan kedisiplinan dalam menjalankan penelitian menjadi kesan mendalam yang dibawa pulang dari kunjungan tersebut.

Bagi FTP UGM, kunjungan ini turut memberi pemahaman mengenai cara institusi riset membangun dan mengelola kerja sama dengan mitra industri, sekaligus menegaskan pentingnya membangun ekosistem inovasi agar hasil riset memberi manfaat yang lebih luas. Sebagai salah satu universitas terkemuka dunia di bidang pertanian, WUR diharapkan menjadi mitra strategis bagi pengembangan riset pertanian masa depan, dan kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih konkret antara UGM dan WUR, baik dalam penelitian, publikasi, penyusunan proposal bersama, maupun pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset pertanian cerdas yang relevan bagi pertanian tropis, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi robotika dan plant phenotyping, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi riset antara UGM dan Wageningen University & Research.

Penulis: Shella Herdanti

FTP UGM, Ada Apa Sih? Siswa MAN 1 Magetan Mengenal Dunia Perkuliahan, Program Studi, hingga Laboratorium FTP UGM

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 9 September 2026

Yogyakarta, 9 September 2026 — Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan 90 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Magetan pada Rabu (9/9) di Auditorium Kamarajani Soenjoto FTP UGM. Dalam kegiatan tersebut, Sri Markumningsih, S.T.P., M.Sc., Ph.D. hadir sebagai pembicara untuk mengenalkan Universitas Gadjah Mada dan FTP UGM, sekaligus memberikan gambaran mengenai dunia perkuliahan, bidang keilmuan teknologi pertanian, serta lingkungan akademik kepada para siswa.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Magetan, Dra. Anna Zuhrufiyah Nurany, M.Pd., menyampaikan antusiasme para siswa ketika pertama kali tiba di lingkungan UGM. “Kami masuk kampus paling tua di Indonesia, dan juga kualitasnya sudah teruji. Tadi baru datang anak-anak sudah teriak-teriak, ‘wah kita ketemu masa depan’, itu ada kakak-kakak kelas, nanti kita akan seperti mereka,” ujarnya.

Pengenalan mengenai FTP UGM kemudian diperkuat melalui sesi yang disampaikan Sri Markumningsih, S.T.P., M.Sc., Ph.D., serta Nur Cahyati Wahyuni, S.Ant., M.Sc. dan Hendra Muhamad Fajar, S.E. sebagai perwakilan bidang akademik FTP UGM. Para pembicara memberikan informasi mengenai UGM dan FTP, termasuk lingkungan akademik, karakteristik pendidikan, serta bidang keilmuan yang dapat dipelajari siswa ketika melanjutkan pendidikan tinggi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing bersama mahasiswa FTP UGM, yaitu Emanuel Bagus Armindo, Vincentia Lamdagati Kirana, dan Fadya Qais Amani. Ketiganya berbagi pengalaman mengenai kehidupan perkuliahan di UGM, tips mempersiapkan diri untuk masuk UGM, hingga gambaran prospek kerja setelah menempuh pendidikan di FTP UGM. Emanuel juga membagikan pengalamannya memperoleh beasiswa hingga mendapatkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), memberikan gambaran kepada peserta mengenai salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menempuh pendidikan di UGM.

Pemaparan dan sharing tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi interaktif antara siswa, pemateri, dan mahasiswa. Berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta mencakup perbedaan karakteristik FTP dengan Fakultas Pertanian (Faperta), bidang keilmuan Teknologi Industri Pertanian (TIP), Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB), serta Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP). Diskusi juga membahas kegiatan yang dilakukan selama kuliah, prospek karier setelah lulus, strategi mempersiapkan diri untuk masuk UGM, serta gambaran biaya pendidikan.

Setelah sesi pemaparan, sharing, dan diskusi, peserta diajak mengenal FTP UGM secara lebih dekat melalui kegiatan tour fakultas. Sebanyak 90 siswa dibagi menjadi tiga kelompok yang secara bergantian berkeliling di lingkungan FTP UGM dan mengunjungi sejumlah laboratorium yang terdapat di fakultas. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung fasilitas yang digunakan dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan keilmuan teknologi pertanian.

Bagi FTP UGM, penerimaan kunjungan siswa menjadi salah satu bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam memperluas akses pengetahuan dan pengalaman pendidikan kepada masyarakat.

Kontributor : Fadli Fitriandi

1234…155

Berita Terakhir

  • Nggak Cuma Soal Enak, Pelatihan Roti FTP UGM Bongkar Fakta Gizi di Balik Setiap Gigitan
  • Langkah Karya, Jejak Makna 1 Dekade: Evolusi Ilmu Pangan Jadi Sorotan di Dies Natalis ke-63 FTP UGM
  • Apresiasi Prestasi Mahasiswa, FTP UGM Gelar Harfest 2026 di Penutup Dies Natalis ke-63
  • Satu Dekade Kerja Sama; FTP UGM dan Osaka Metropolitan University Gelar Student Exchange 2026
  • Rayakan Kebersamaan, FTP UGM Gelar Family Fun Day dalam Rangka Dies Natalis ke-63

Berita UGM

  • Dorong Kemandirian Ekonomi Kulon Progo, UGM Inisiasi Program Ekonomi Sirkular Berkelanjutan 25 September 2026
  • Mandiri Finansial, Kampus Diimbau Gali Potensi Aset dan Riset 25 September 2026
  • Jawa Barat Dilanda Kekeringan, Pakar UGM Duga Ada Kerusakan Sistem DAS 25 September 2026
  • UGM Gandeng Blue Alliance Perkuat Pengabdian Pesisir dan Konservasi Ekosistem Laut 25 September 2026
  • Korpagama Serahkan Piagam Penghargaan ke 14 Pegawai Punatugas 25 September 2026

Agenda

  • 30Sep Kuliah Tamu Departemen TPHP UGM bersama Regis Machdy, M.Sc.
  • 29Okt Wisuda Pascasarjana
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju