Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Upacara Pelepasan Wisudawan Program Sarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Kegiatan ini berlangsung khidmat dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, wisudawan, orang tua dan keluarga wisudawan.
Pada periode ini, FTP UGM meluluskan sebanyak 34 wisudawan yang berasal dari tiga program studi, yaitu 8 lulusan Program Studi S1 Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB), 9 lulusan Program Studi S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), serta 17 lulusan Program Studi S1 Teknologi Industri Pertanian (TIP).
Dalam periode ini, sejumlah wisudawan berhasil meraih predikat pujian sekaligus mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di masing-masing program studi. Dari Prodi TPB, Kevin Ezekiel Manik meraih IPK 3,55. Dari Prodi TPHP, Evelyn Gabriella Suliantoro mencatatkan IPK 3,79. Sementara dari Prodi TIP, Hanum Mafanardha Putri juga meraih IPK 3,79.
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian para wisudawan yang telah menyelesaikan studi dengan penuh ketekunan dan semangat. Beliau menegaskan bahwa para lulusan FTP UGM diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai keilmuan, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sektor pangan dan pertanian yang berkelanjutan.
Perwakilan wisudawan, Evelyn Gabriella Suliantoro dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian angkatan 2022, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para dosen, tenaga kependidikan, orang tua, serta rekan-rekan seperjuangan yang telah mendukung perjalanan studinya.
“Di balik toga yang kita kenakan hari ini, terselip cerita tentang kekhawatiran akan masa depan, air mata yang jatuh diam-diam, dan secercah harapan dalam doa yang selalu dipanjatkan. Dinamika sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian mengajarkan arti proses yang sesungguhnya. Tidak selalu indah, tetapi layak untuk dilakukan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa proses belajar di FTP UGM tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan ketangguhan dan karakter. Kegagalan dalam praktikum, tantangan dalam penelitian, hingga perjuangan menyelesaikan tugas akhir menjadi bagian penting dari proses pendewasaan. “Kegagalan bukanlah tanda ketidakmampuan, melainkan bagian dari pertumbuhan,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan orang tua wisudawan, Bapak Rizaldi, S.E., turut menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada pimpinan fakultas, dosen, serta seluruh tenaga kependidikan atas dedikasi dan bimbingan yang telah diberikan kepada para mahasiswa.
“Hari ini adalah hari yang sangat membanggakan bagi kami para orang tua. Menyaksikan putra-putri kami mengenakan toga dan berdiri sebagai wisudawan merupakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pendidikan yang mereka peroleh di fakultas ini akan menjadi fondasi kuat dalam perjalanan mereka ke depan,” ujarnya.
Beliau juga berpesan agar para wisudawan menjadikan gelar yang diraih sebagai awal untuk terus berkembang, memberi manfaat bagi masyarakat, serta menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
Upacara pelepasan ini menjadi penanda berakhirnya satu fase perjalanan akademik dan awal dari babak baru kehidupan para lulusan. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama masa studi, para wisudawan FTP UGM diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi pertanian, industri pangan, dan sistem pertanian berkelanjutan demi kemajuan bangsa.
Dalam diskusi program double degree, kedua institusi membahas skema umum pelaksanaan program, mekanisme mobilitas mahasiswa, serta prinsip penyelarasan akademik yang mendukung kelancaran studi lintas negara. Pembahasan difokuskan pada perancangan alur studi yang fleksibel dan adaptif guna memastikan mahasiswa dapat menjalani proses akademik dan penelitian secara optimal di kedua universitas mitra.
Acara pelantikan diawali dengan agenda resmi tingkat universitas yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Gadjah Mada, kemudian dilanjutkan dengan prosesi internal FTP UGM di Auditorium Kamarijani Soenjoto. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, para dosen, pejabat departemen dan program studi, serta sivitas akademika FTP UGM.
Pada sesi pemaparan materi, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua PUI-PT Gastronomi Indonesia menjelaskan bahwa PUI-PT Gastronomi Indonesia lahir dari Pusat Kajian Gastronomi Indonesia yang dibentuk sejak tahun 2020 sebagai bentuk keprihatinan sekaligus perhatian terhadap kekayaan sejarah, budaya, dan filosofi gastronomi Indonesia. PUI-PT Gastronomi Indonesia dikembangkan sebagai center of excellence untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat nasional dan internasional. Dalam kesempatan tersebut disampaikan roadmap, capaian kinerja, serta berbagai produk unggulan, termasuk Seri Pusaka Cita Rasa Indonesia yang telah diterbitkan dalam 16 buku, produk hilirisasi riset pangan fungsional berbasis kearifan lokal seperti olahan porang, serta kerja sama dengan berbagai mitra nasional dan internasional.
Narasumber ketiga, Chef Wira Hardiansyah, memaparkan peran chef dalam membangun identitas pusat gastronomi. Ia menjelaskan bahwa chef tidak hanya berperan dalam penciptaan menu, tetapi juga dalam promosi makanan daerah, pengelolaan bahan pangan lokal, serta menghadapi tantangan pasar dan ketersediaan bahan baku, khususnya bagi UMKM dan industri.