Membahas perkembangan dan tantangan hilirisasi komoditas agro, khususnya kelapa, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui forum diskusi di Operation Room, Lt. 2 FTP UGM, Jumat (2/10).
Kunjungan ini dihadiri oleh jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, antara lain Asisten Deputi Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Eripson M.H. Sinaga, S.ST, MM. Dari FTP UGM, hadir Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., bersama jajaran dekanat, perwakilan departemen di lingkungan FTP UGM, serta perwakilan dosen.

Diskusi mengangkat dua materi utama. Pertama, perkembangan dan tantangan hilirisasi komoditas agro, khususnya komoditas kelapa. Kedua, model kemitraan untuk mendukung suplai bahan baku industri pengolahan, khususnya industri pengolahan kelapa.
Dalam kesempatan tersebut, Eripson menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus. “Kami melihat bahwa keberhasilan hilirisasi ini ditentukan oleh kegiatan on farm di hulu, mulai dari kebun dan juga pengolahan di pabriknya, dan yang tidak kalah penting yaitu kebutuhan pasar itu seperti apa,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dua arah dengan melibatkan seluruh peserta. Berbagai pandangan dipertukarkan, mulai dari kesiapan bahan baku di tingkat hulu, proses pengolahan, hingga keterhubungan antara pelaku usaha dan kebutuhan pasar. Masukan dari para dosen dan perwakilan departemen turut memperkaya pembahasan dari sisi keilmuan dan kajian akademik.
Sementara itu, Prof. Mirwan menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa menjadi hal terpenting dalam kerja sama semacam ini. “Namun yang terpenting bagi kami itu keterlibatan mahasiswa, karena kami intinya pengembangan sumber daya. Jadi dengan adanya kerja sama ini, adik-adik mahasiswa dapat feel experience,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, FTP UGM berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan hilirisasi komoditas agro di Indonesia melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, sekaligus membuka ruang belajar nyata bagi mahasiswa.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Kontributor : Fadli
Kesempatan mengasah kemampuan riset di perguruan tinggi mitra internasional turut membuka wawasan akademik lintas negara bagi mahasiswa Magister Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kesempatan tersebut dijalani Muhammad Athala Fawwaz Dzaky, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Pertanian FTP UGM sekaligus bagian dari Smart Agriculture Research Center (SARC), Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM, melalui kegiatan student mobility di Wageningen University & Research (WUR), Belanda, yang berlangsung pada 1-12 September 2026 sebagai bagian dari International Joint Supervision Program (IJSP) program pembimbingan bersama yang memberi mahasiswa kesempatan memperoleh pengalaman akademik dan penelitian di perguruan tinggi mitra internasional.
Di Laboratorium Vision + Robotics WUR, Athala mempelajari teknologi spectral imaging dan penerapannya untuk plant phenotyping, memanfaatkan peralatan dan sistem yang tersedia untuk memahami langsung cara mengamati karakteristik tanaman secara objektif dan akurat teknologi yang dinilai berpotensi besar mendukung pengembangan pertanian presisi dan sistem pertanian cerdas. Sesi supervisi bersama turut menjadi ruang baginya mendiskusikan perkembangan penelitian, meninjau metode yang digunakan, serta memperbaiki cara menyajikan hasil riset secara ilmiah, sementara pendampingan penulisan manuskrip membantunya menyusun hasil riset lebih sistematis sebagai persiapan publikasi jurnal internasional.
Kesempatan belajar di WUR merupakan salah satu impian Athala, mengingat WUR dinilai berada di garis depan pengembangan pertanian modern, khususnya indoor farming yang didukung teknologi mutakhir. Pembimbingan langsung dari para peneliti profesional, baik dalam praktik penelitian di laboratorium maupun proses penulisan ilmiah yang sistematis, turut memberikan kesan mendalam sepanjang program berlangsung.
Sepanjang kunjungan, digelar sejumlah diskusi untuk menjajaki peluang kerja sama antara UGM dan WUR, mulai dari penelitian kolaboratif, perencanaan publikasi bersama, hingga penyusunan proposal riset bersama. Diskusi turut melibatkan sejumlah mitra peneliti WUR, yaitu Dr. Joseph Peller di bidang spectral imaging for plant phenotyping, Prof. Dr. Gerrit Polder di bidang teknologi pencitraan spektral, serta Assoc. Prof. Gert Kootstra di bidang robotika pertanian. Salah satu fokus pembahasan mengarah pada pengembangan riset yang mengintegrasikan teknologi robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, pendekatan yang diharapkan mampu mendukung pengamatan karakteristik tanaman secara lebih objektif, cepat, dan akurat, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi pertanian cerdas yang sesuai dengan kondisi pertanian Indonesia.
Dalam pertemuan dengan bagian kerja sama WUR, disampaikan usulan rencana penelitian bersama mengenai robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, sekaligus diidentifikasi peluang pendanaan dan langkah strategis agar gagasan tersebut dapat berkembang menjadi proposal riset bersama dan publikasi ilmiah kolaboratif.
iatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset pertanian cerdas yang relevan bagi pertanian tropis, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi robotika dan plant phenotyping, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi riset antara UGM dan Wageningen University & Research.