Lima dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ria Millati, S.T., M.T.; Dr. Fiametta Ayu Purwandari, S.T.P., M.Sc.; Dr. Andika Sidar, S.T.P., M.Biotech.; Dr. nat. techn. Aulia Ardhi, S.T.P., M.Sc.; dan Dr. rer. nat. Lucia Dhiantika Witasari, S.Farm., Apt., M.Biotech, menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin, 20 April 2026, bertempat di Griya Persada Kaliurang, Sleman.
Bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), memenuhi standar keamanan pangan seringkali menjadi tantangan tersendiri di tengah keterbatasan pengetahuan teknis dan regulasi yang berlaku. Menjawab kebutuhan tersebut, kelima dosen FTP UGM menyampaikan delapan materi yang saling melengkapi, mulai dari kebijakan keamanan pangan, bahan tambahan pangan dan bahan penolong, izin penerapan CPPOB, identifikasi persyaratan CPPOB, dokumentasi penerapan persyaratan, registrasi pangan olahan, label pangan olahan, hingga aplikasi keamanan pangan.
Rangkaian materi yang komprehensif ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku UKM mengenai prinsip dan penerapan CPPOB, sekaligus mendorong mereka menerapkan standar keamanan pangan, higienitas, dan sanitasi dalam seluruh tahapan proses produksi. Melalui bimtek ini, kualitas dan keamanan produk pangan olahan UKM diharapkan dapat semakin sesuai dengan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sekaligus mempersiapkan UKM dalam memenuhi persyaratan sertifikasi CPPOB sebagai bagian dari proses perolehan izin edar (MD).
Lebih jauh, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk pangan olahan UKM di DIY, sekaligus mendukung penguatan usaha UKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan berorientasi pada perluasan pasar.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Dalam kegiatan tersebut, Bambang menyampaikan pentingnya pengembangan gastronomi dan kuliner hijau yang tidak hanya berfokus pada aspek cita rasa, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber menyampaikan materi mengenai “Regulasi dan Standardisasi Alat Mesin Pertanian”. Materi ini membahas pentingnya penerapan regulasi, standar mutu, serta pengendalian kualitas dalam pengembangan dan produksi alat mesin pertanian (alsintan).
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk
Selain itu, forum membahas pentingnya strategi komunikasi publik dalam kebijakan pangan nasional. Penggunaan istilah yang kurang tepat dikhawatirkan dapat memicu stigma terhadap teknologi pangan, menghambat inovasi industri nasional, serta memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap pangan olahan yang sebenarnya aman dan bergizi. Oleh karena itu, edukasi publik dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan literasi pangan masyarakat.