Pengajian dan Doa Bersama dalam rangka Dies Natalis FTP UGM ke-58 dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Juli 2021 dengan mengambil tema “Menata Diri agar Sukses di Masa Pandemi”. Acara diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan FTP UGM secara daring. Dalam sambutannya di awal acara, Ketua Takmir Masjid Al Fitrah FTP UGM, Ir. Suharno, M.Eng., M.Eng.Sc., menyampaikan harapan dengan adanya pandemi agar dapat diambil hikmahnya agar menjadi lebih baik. Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., juga menyampaikan bahwa dalam masa pandemi ini agar bisa instropeksi diri, bersikap optimis, dan mengurangi mobilitas agar terhindar dari virus Covid-19.
Tausiyah disampaikan oleh Dr. dr. Probosuseno, SP.PD., K-Ger., FINASIM, S.E., M.M. yang membahas bagaimana menjaga diri dan bersikap di masa pandemi. “Secara umum yang diinginkan manusia adalah kuat agama-akhlak, raga-jiwa, ilmu dan keterampilan. Namun untuk menggapai harapan itu ada halangan-halangannya yaitu sakit, miskin, dan bodoh”, ungkapnya. Imbuhnya lagi, pandemi ini bisa berdampak pada aspek psikologis, dan ekonomi. Pandemi Covid-19 juga punya dampak pada fisik yang berakibat menurunnya psikis dan berpengaruh pada stigma sosial. Yang dapat bertahan di masa pandemi adalah pribadi yang hatinya tenang, selalu ikhtiar, dan gaya hidup sehat dengan menjaga kebersihan, senang, dan beraktivitas social.
Cara menjadi orang yang baik agar sehat secara psikologis yaitu dengan bermanfaat, menjalankan agama, menimba ilmu, dan konsisten. Yang tak kalah penting yaitu untuk tetap bersabar dan bersyukur karena jika diuji oleh Allah dengan musibah ini merupakan salah satu sarana meraih pahala. Covid-19 bisa pergi dengan memakai masker, menjaga kebersihan, menjaga jarak, berdoa, olahraga secara teratur, makanan dan minum yang halal dan bergizi, penanganan secara medis, dan mempunyai hobi.
Webinar tersebut membedah buku karya salah satu sivitas akademika Fakultas Teknologi Pertanian UGM, yaitu Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc. yang merupakan Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM yang berjudul ‘Nasi Goreng Indonesia, Cita Rasa Mendunia’. Sebagai pembahas adalah Dr. Endang Suraningsih, M.M., M.Psi, Wakil Direktur Bidang Pelatihan, Pendidikan dan Penelitian IGC (Indonesian Gastronomy Community). Webinar diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Stream yang dimoderatori oleh Aulia Ardhi, S.T.P., M.Sc., Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM.
Dr. Endang Suraningsih, M.M., Psi. membahas buku Nasi Goreng Indonesia, Cita Rasa Mendunia dari segi tampilan, penyajian isi, isi buku, dan juga penutup. Bu Endang, sapaan akrab Dr. Endang Suraningsih, M.M., Psi., memberikan poin-poin positif untuk buku ini misalnya penampilan buku yang menarik dengan cover dan isi yang berwarna, pembahasan yang komprehensif namun tidak terlalu berat bagi pembacanya, serta proses penulisannya yang “menggunakan hati” dan melibatkan penulis lintas generasi dan lintas profesi. Kesan yang baik ini menjadikan buku Nasi Goreng Indonesia, Cita Rasa Mendunia direkomendasikan untuk dimiliki oleh setiap pecinta nasi goreng. Beliau juga menambahkan bahwa diperlukan suatu roadmap kuliner dengan konsep yang jelas untuk dapat menjawab tantangan menjadikan nasi goreng Indonesia dengan cita rasa mendunia yang tidak hanya dikenal dan dicintai oleh bangsa Indonesia sendiri, namun juga dapat dikenal dan dicintai oleh seluruh dunia. Untuk menyukseskan hal ini, diperlukan kerja sama dari semua pihak karena menyangkut berbagai aspek. Lebih daripada itu, nasi goreng merupakan makanan yang adaptif dan dapat menyesuaikan diri dimana dia berada sehingga nasi goreng dapat dikembangkan dengan mudah namun tetap harus menjunjung tinggi jati dirinya sebagai makanan khas Indonesia.
Selanjutnya pada sesi ke-2, disajikan pemaparan materi dari Prof. Lilik Sutiarso tentang “Sustainable Agriculture: a case study in Sriharjo Village”. Dalam pemaparannya, Prof. Lilik menjelaskan tentang konsep ekonomi bio-circular-green (BCG). Pada konsep circular economy, green economy, dan bio-economy diintegrasikan guna menyelaraskan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Konsep ini sudah dikembangkan sejak lama untuk membuka peluang kerjasama antara industri, pemerintah, dan penduduk dalam suatu sistem yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Pada sesi terakhir yang dipandu oleh Dr. Ngadisih, dilakukan presentasi hasil brainstorming dari tiap kelompok tentang kelebihan dan kekurangan dari penerapan Agro-ekowisata dan pemanfaatan mesin-mesin pertanian dari video yang telah diputar pada sesi pagi hari.

