Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Dr. Manikharda, S.TP., M.Agr., berperan sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penanggung Jawab/Penjamah Makanan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 21 November 2025, dengan tujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga keamanan pangan dalam proses pengolahan dan penyajian makanan siap saji.
Dalam pelatihan tersebut, Dr. Manikharda menyampaikan materi bertajuk Pencemaran Pangan yang mencakup pembahasan mengenai jenis-jenis pencemar pangan dan alergen, upaya pencegahan pencemaran pangan, serta standar kualitas terkait pencemaran pangan. Materi ini disampaikan secara komprehensif dan aplikatif, sehingga mudah dipahami oleh peserta yang berasal dari kalangan penanggung jawab dan penjamah makanan.
Kontribusi dosen FTP UGM dalam kegiatan ini menunjukkan peran aktif fakultas dalam mendukung peningkatan keamanan dan mutu pangan di masyarakat. Melalui penguatan pemahaman terkait potensi pencemaran pangan dan langkah-langkah pencegahannya, peserta diharapkan mampu menerapkan praktik penanganan pangan yang aman, higienis, dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.
Pelatihan ini juga menjadi wujud nyata implementasi keilmuan Teknologi Pertanian FTP UGM dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pendampingan kepada pelaku penyedia pangan. Sinergi antara FTP UGM dan Dinas Kesehatan Yogyakarta diharapkan dapat terus berlanjut dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan pangan.
Kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya perlindungan kesehatan konsumen, SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan penjamah makanan, serta SDG 6 (Clean Water and Sanitation) dengan mendorong praktik pengolahan pangan yang higienis dan sanitasi yang layak.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Murtiningrum memaparkan Strategi Peningkatan Kelembagaan Pengelola Irigasi. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sistem irigasi secara berkelanjutan, serta mendorong partisipasi aktif petani melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Pemberdayaan P3A dinilai krusial untuk memperkuat pengelolaan irigasi berbasis masyarakat. Topik ini berkontribusi pada pencapaian SDG no 2 Tanpa Kelaparan dan SDG no 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem ketahanan pangan nasional, di mana pengelolaan irigasi yang bersih dan terawat berperan penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Melalui pendekatan yang berbasis ekologi dan teknologi, sistem irigasi bersih dapat mengurangi pencemaran, meningkatkan efisiensi penggunaan air, serta menjaga keberlanjutan lingkungan pertanian. Upaya ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pertanian modern yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.