Apresiasi terhadap prestasi mahasiswa di bidang seni dan olahraga mewarnai malam Harfest 2026, salah satu rangkaian penutup Dies Natalis ke-63 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), yang digelar Sabtu (19/9) di Halaman FTP UGM. Malam penganugerahan sekaligus pentas seni mahasiswa ini dihadiri mahasiswa dan tenaga kependidikan FTP UGM.
Sambutan dalam malam Harfest 2026 disampaikan Wakil Dekan Akademik FTP UGM, Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., disusul Ketua Dies Natalis ke-63 FTP UGM, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., serta Ketua BEM FTP UGM, Erlangga Adi Setiawan. Dalam sambutannya, Ketua Dies Natalis ke-63 menyampaikan bahwa Harfest 2026 menjadi bentuk apresiasi FTP UGM terhadap ruang berekspresi mahasiswa.
“Tentu ini merupakan apresiasi yang cukup besar bagi mahasiswa dan FTP UGM memberikan ruang yang terbuka untuk mengekspresikan segala hal yang berkaitan dengan olahraga, seni, maupun karya lainnya. Semoga ini memberikan semangat untuk bersama,” ujar Erma.
Malam itu turut dimeriahkan pentas seni dari mahasiswa FTP UGM lewat penampilan band dan dance, menghadirkan sisi lain dari mahasiswa di luar aktivitas akademik sehari-hari. Momen puncak malam ini hadir lewat penganugerahan bagi mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama FTP UGM, mulai dari bidang akademik hingga non akademik, sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras dan dedikasi mereka sepanjang tahun.
Kemeriahan Harfest 2026 turut didukung kehadiran sejumlah tenant kuliner yang menjadi mitra FTP UGM, menambah semarak suasana malam sekaligus memperkuat sinergi antara fakultas dengan para pelaku usaha kuliner. Malam ini juga menjadi penutup resmi bagi Sparcology 2026, rangkaian perlombaan olahraga, seni, dan e-sport yang sebelumnya dibuka lewat gelaran TraktoRun 2026, ditutup langsung oleh Ketua Pelaksana Sparcology 2026, Santiaji Putraning Tawang.
Sebagai penutup, Harfest 2026 menghadirkan penampilan spesial dari Olski, band lokal ternama asal Yogyakarta, yang turut membuka pintu acara bagi masyarakat umum, tidak hanya bagi mahasiswa FTP UGM. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang malam, menjadikan Harfest 2026 sebagai penutup yang meriah bagi rangkaian panjang Dies Natalis ke-63.
Bagi FTP UGM, Harfest 2026 menjadi ruang untuk merayakan capaian mahasiswa sekaligus mempererat kebersamaan antara sivitas akademika, mitra, dan masyarakat umum di penghujung perayaan 63 tahun perjalanan fakultas.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui apresiasi terhadap prestasi akademik dan non akademik mahasiswa, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi FTP UGM dengan mitra kuliner dan musisi lokal dalam menyemarakkan acara.
Kontributor : Shella Herdanti
Program ini juga membawa mahasiswa belajar langsung dari pelaku industri lokal Yogyakarta pada 16 September, dengan mengunjungi tiga tempat yang menawarkan pengalaman berbeda. Di Bakpia Wong, salah satu produsen bakpia di Yogyakarta, mahasiswa tidak hanya menyaksikan proses produksi, tetapi juga turut mencoba membuat bakpia secara langsung. Kunjungan dilanjutkan ke Sweet Sundae, industri olahan susu Yogyakarta yang produknya telah menjangkau pasar mancanegara, di mana mahasiswa mempelajari proses produksi es krim dan produk olahan susu lainnya sekaligus mencicipi hasil produksinya. Kunjungan industri hari itu ditutup di Batik Pertiwi, salah satu produsen batik tulis dan cap di Bantul, tempat mahasiswa belajar membatik menggunakan canting, mengamati keseluruhan proses membatik yang merupakan pengalaman membatik pertama bagi mahasiswa Jepang.
Summer Course kali ini melibatkan 20 pembicara (13 pembicara luar negeri dan 7 pembicara dalam negeri). Pembicara luar negeri yang diundang yaitu: Prof. Yu Pin Lin (National Taiwan University), Xiongzhe Han, Ph.D (Kangwon National University), Prof. Takashi Okayasu, Ph.D (Kyushu University), Asst. Prof. Ravipim Chaveesuk (Kasetsart University), Prof. Tsuyoshi Okayama (Ibaraki University College of Agriculture ), Dr. Nathdanai Harnkarnsujarit (Kasetsart University), Prof. Hitoshi Shirakawa (Tohoku University), Dr. Shivani Pathania. (Agriculture and Food Development Authority, Ireland), Prof. Miguel Palma (Universidad de Cádiz, Spain), Asst. Prof. Thanit Puthpongsiriporn, Ph.D (Kasetsart University), Assoc. Prof. Sastia Prama Putri (Osaka University), Prof. Christine Hung (Ghent University), Prof. Shabbir H. Gheewala (King Mongkut’s University of Technology Thonburi, Thailand).Sedangkan pembicara dalam negeri yang diundang yaitu: Prof. Lilik Sutiarso (UGM), Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D (UGM), Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., Ph.D. (UGM), Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc. (UGM), Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, M.S. (UGM), Dr. Atris Suyantohadi, S.T.P., MT. (UGM), Henri Suharja (Startup Retail Titip.ku).
Acara dilanjutkan dengan Talk show yang dimoderatori oleh Renno Meidi Akrommin, mahasiswa TPHP angkatan 2019, dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. (Dekan FTP UGM), Prof. Em. Eka Sari Lorena Soerbakti (Direktur PT. Eka Sari Lorena), Wednes Aria Yudha, S.T.P. (Co-Founder Coklat Ndalem), Fano Alfian Ardyansyah, S.T.P. (CEO Ailesh Power), dan Ellies Kiswoto (CEO Dusdusan).
Dilangsungkan pula kompetisi Pitching Product UGM-Preneurs yang diikuti oleh 5 kelompok peserta yang mempresentasikan produk masing-masing dan mendapatkan penilaian dari para juri di akhir sesi. Kompetisi dimenangkan oleh produk “Ichip” sebagai Juara 1, “Luegi” sebagai Juara 2, “Weirdough” sebagai Juara 3, “Foogie” sebagai juara Harapan 1, dan “Purple Pie” sebagai juara Harapan 2 . Diberikan pula penghargaan bagi peserta favorit dengan sistem voting dari audience baik yang hadir secara langsung maupun yang menyaksikan melalui aplikasi Zoom dan Youtube dan diraih oleh “Foogie”.