• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Nggak Cuma Soal Enak, Pelatihan Roti FTP UGM Bongkar Fakta Gizi di Balik Setiap Gigitan

Pengabdian kepada MasyarakatRilis BeritaSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Selasa, 22 September 2026

Ketertarikan masyarakat untuk membuat roti sendiri di rumah maupun mengembangkannya menjadi peluang usaha terus tumbuh, mendorong Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan wadah belajar yang memadukan keterampilan praktik dengan pemahaman ilmiah melalui “Pelatihan Pembuatan Roti” yang digelar Selasa (22/9) di Laboratorium Inkubator Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) FTP UGM, diikuti lima peserta dari luar FTP UGM.

Pelatihan ini dipandu langsung oleh Dr. Rini Yanti, S.T.P., M.P., dosen Laboratorium Rekayasa Proses, Program Studi S1 TPHP FTP UGM, dan diikuti peserta dengan latar belakang yang beragam mulai dari mereka yang baru pertama kali mencoba membuat roti, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memperdalam keterampilannya.

Alih-alih sekadar membagikan resep, pelatihan ini turut mengupas sisi ilmiah di balik roti yang dibuat, mulai dari proses yang terjadi selama pengolahan hingga kandungan gizi yang ada di dalamnya. Pendekatan ini memberi peserta pemahaman yang lebih utuh bukan hanya tahu cara membuat, tetapi juga memahami apa yang sebenarnya terjadi pada bahan-bahan yang diolah.

Sepanjang pelatihan, peserta mempraktekkan pembuatan beragam olahan roti dengan berbagai teknik pengolahan, mulai dari dipanggang, dikukus, hingga digoreng, menghasilkan aneka produk mulai dari donat dan roti tawar.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung, dengan sebagian di antaranya bahkan beberapa diantaranya menantikan pelatihan roti berikutnya untuk terus mengasah keterampilan mereka.

Bagi FTP UGM, pelatihan semacam ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran berbasis riset yang aplikatif bagi masyarakat umum, sekaligus membuka peluang pengembangan keterampilan yang dapat dimanfaatkan baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai kandungan gizi dalam roti, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan berbasis riset kepada masyarakat umum, serta SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan keterampilan bagi pelaku UMKM yang berpotensi memperluas peluang usaha.

Penulis: Shella Herdanti

Rayakan Kebersamaan, FTP UGM Gelar Family Fun Day dalam Rangka Dies Natalis ke-63

Dies NatalisSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Senin, 21 September 2026

Kebersamaan dan kehangatan mewarnai penghujung rangkaian Dies Natalis ke-63 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Family Fun Day yang digelar Minggu (20/9), pukul 06.00-11.00 WIB. Mengusung jalan sehat sebagai agenda utama, kegiatan ini diikuti sekitar 90 peserta dari dosen, tendik, dan keluarga, yang menyusuri rute dimulai dan berakhir di FTP UGM, mengelilingi kawasan sekitar kampus UGM. Suasana pagi yang cerah turut menambah semarak, dengan peserta yang tampak antusias menikmati jalannya kegiatan bersama keluarga masing-masing.

Acara dibuka langsung oleh Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., yang sekaligus menjadi tanda flag off dimulainya jalan sehat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dies Natalis ke-63 FTP UGM, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., turut menyampaikan makna kebersamaan yang ingin dibangun melalui kegiatan ini.

“Ini adalah momentum yang luar biasa, kemudian yang akan kita bangun adalah kebersamaan, tentu juga ada saling berbagi, dan ada suasana saling menjaganya,” ujar Erma.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FTP UGM turut menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang telah berperan aktif sepanjang rangkaian Dies Natalis ke-63.

“Terima kasih kepada dosen, tendik, dan keluarga besar FTP UGM atas kerja sama maupun kolaborasi yang telah dilakukan bersama-sama untuk memajukan FTP UGM,” ujar Eni.

Selain jalan sehat, Family Fun Day turut dimeriahkan dengan sesi bernyanyi bersama yang mempererat kebersamaan antara dosen dan tenaga kependidikan, serta sesi mendongeng yang secara khusus disiapkan bagi anak-anak dari dosen, tenaga kependidikan, dan karyawan FTP UGM.Kemudian ditutup dengan pembagian doorprize yang disponsori dari departemen TIP,TPHP dan TPB serta berbagai sponsor mitra Alumni, Industri, Bank dan lainnya, dengan hadiah utama berupa TV LED yang menambah semarak penutup Dies Natalis ke-63 FTP UGM.

Bagi FTP UGM, Family Fun Day menjadi penutup yang hangat bagi rangkaian panjang Dies Natalis ke-63, sekaligus pengingat bahwa di balik capaian akademik dan institusional, kebersamaan keluarga besar FTP UGM tetap menjadi pondasi penting yang terus dijaga.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui ajakan hidup aktif lewat jalan sehat, serta SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui perhatian FTP UGM terhadap kesejahteraan dan kebersamaan tenaga kependidikan beserta keluarga.

Kontributor : Shella Herdanti

Didi Widjanarko: Lulusan Teknologi Pertanian Harus Siap Beradaptasi di Era Digital

Rilis BeritaSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Selasa, 18 Agustus 2026

Menjelang kelulusan, calon wisudawan/wati Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dibekali wawasan untuk menghadapi dunia kerja yang terus berkembang melalui kegiatan “Beyond Graduation: Membangun Karier dan Kompetensi di Industri Smart Farming serta Menciptakan Multiple Income di Era Digital” pada Selasa (18/8) di FTP UGM. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempersiapkan langkah setelah menyelesaikan pendidikan sekaligus mengenali berbagai peluang karier dan pengembangan kompetensi di era digital.

Hadir sebagai narasumber, Didi Widjanarko, S.T.P., M.Sc., CTO PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa sekaligus alumni Teknologi Industri Pertanian (TIP) FTP UGM tahun 2009, membagikan pengalaman perjalanan kariernya sejak menjadi mahasiswa hingga berkecimpung dalam pengembangan teknologi smart farming. Menurutnya, dunia kerja tidak hanya melihat ijazah atau gelar akademik, tetapi lebih jauh pada kemampuan dan nilai yang dapat diberikan seseorang.

“Dunia kerja tidak hanya membayar ijazah. Perusahaan tidak membayar kita karena kita pernah kuliah. Perusahaan membayar value yang bisa kita berikan,” ujar Didi.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kompetensi yang perlu terus dikembangkan mahasiswa maupun lulusan, di antaranya problem solving, komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan lifelong learning. Kompetensi tersebut menjadi semakin penting karena kebutuhan industri terus berubah seiring perkembangan teknologi.

Didi juga mendorong calon lulusan untuk mulai membangun portofolio sebagai bukti keterampilan yang dimiliki. Menurutnya, pengalaman selama kuliah, baik melalui organisasi, kepanitiaan, kegiatan akademik, maupun proyek personal, dapat menjadi modal yang menunjukkan kemampuan kepada calon pemberi kerja.

“Kalau saya posisi yang hire orang, yang saya minta portofolio. IPK nomor sekian, ijazah juga nomor sekian,” ungkapnya.

Pengalaman Didi selama menjadi mahasiswa juga menjadi contoh bagaimana keterampilan dapat dikembangkan dari aktivitas sederhana. Ketertarikannya pada desain grafis membawanya mengerjakan berbagai proyek, mulai dari membuat desain hingga mengembangkan side hustle melalui penjualan karya digital. Ia juga pernah terlibat dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan berbagai aktivitas organisasi selama berkuliah.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses membangun keterampilan yang kemudian dapat digunakan dalam dunia kerja. Ia menekankan bahwa tidak semua usaha harus langsung berkembang menjadi bisnis besar. Hal yang lebih penting adalah keberanian untuk memulai dan belajar menjual keterampilan yang dimiliki.

“Tidak semua usaha harus langsung menjadi bisnis besar, yang penting adalah belajar menjual skill,” katanya.

Pengalaman di dunia teknologi juga mengantarkan Didi pada pengembangan drone hingga teknologi smart farming. Dari proses tersebut, ia menemukan bahwa berbagai pengetahuan yang diperoleh selama kuliah di FTP tetap relevan ketika diterapkan di dunia kerja.

Ia menjelaskan bahwa materi seperti sistem industri, proses, engineering, statistik, manajemen, teknologi pertanian, problem solving, hingga praktikum menjadi fondasi yang kemudian diterapkan dalam pekerjaan melalui system thinking, process improvement, product development, data-driven decision, team and project management, smart farming, troubleshooting, dan experimental mindset.

“Kampus memberikan pondasi, dunia kerja mengajarkan bagaimana menggunakannya,” jelasnya.

Di tengah perkembangan teknologi, Didi juga mengingatkan calon lulusan agar tidak hanya bergantung pada teknologi atau perangkat yang sedang populer. Menurutnya, teknologi dapat berubah dengan cepat, sementara kemampuan fundamental tetap menjadi fondasi yang harus dikuasai.

“Teknologi boleh berubah, fundamental tidak. AI digunakan sebagai tools. Manusia sebagai kontrol. Tools adalah cabang, bukan batang. Yang bertahan adalah mereka yang paham ‘mengapa’, bukan hanya ‘bagaimana’. Kuasai fundamentalnya, tools akan mengikuti,” tuturnya.

Selain membangun karier utama, Didi turut memperkenalkan konsep multiple income sebagai salah satu strategi pengembangan karier di era digital. Ia menjelaskan bahwa sumber pendapatan tidak harus berasal dari satu jalur saja. Karier utama dapat menjadi fondasi finansial dan pengalaman industri, sementara aset digital, bisnis, maupun investasi dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan lainnya.

Menurutnya, multiple income bukan sekadar bekerja lebih banyak, melainkan membangun aset yang dapat memberikan nilai dalam jangka panjang. Berbagai keterampilan digital seperti desain, video editing, pemrograman, copywriting, penerjemahan, analisis data, hingga digital marketing dapat menjadi peluang yang dikembangkan sesuai kemampuan masing-masing.

“Income dan career tidak harus berasal dari satu sumber,” ujarnya.

Lebih lanjut, Didi mengajak calon wisudawan/wati untuk tidak terlalu takut memulai dari bawah. Menurutnya, kesempatan dan posisi ideal tidak selalu datang sejak awal, tetapi dapat terbentuk setelah seseorang mulai membangun kemampuan dan pengalaman.

“Jangan takut memulai dari bawah, jangan terlalu cepat mengejar jabatan, bangun skill yang bisa dijual, bangun portofolio, jangan hanya mencari pekerjaan namun bangun value. Jangan menunggu pekerjaan ideal karena opportunity sering datang setelah kita mulai, bukan sebelum kita mulai,” pesannya.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan calon wisudawan/wati FTP UGM dalam memasuki fase setelah perguruan tinggi. Melalui pengalaman dan perspektif praktis dari alumni, mahasiswa diharapkan mampu melihat kelulusan bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan awal untuk menerapkan ilmu, membangun kompetensi, menciptakan peluang, serta terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Tepat di Hari UMKM Nasional, 30 Pelaku Usaha Ramaikan Workshop Nasional UMKM

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Rabu, 12 Agustus 2026

Hari UMKM Nasional yang diperingati setiap 12 Agustus menjadi momentum bagi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan usaha masyarakat. Momentum tersebut diwujudkan melalui Workshop Nasional UMKM 2026 yang diselenggarakan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM bekerja sama dengan FTP UGM pada Rabu (12/8) di Auditorium Kamarijani-Soenjoto FTP UGM. Bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-63 FTP UGM, kegiatan ini mempertemukan sekitar 30 pelaku UMKM melalui forum pembelajaran, berbagi pengalaman, serta pameran produk unggulan untuk mendorong penguatan ekosistem usaha berbasis potensi lokal.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FTP UGM, Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum pertemuan maupun pameran produk, tetapi mampu menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha. “Harapannya kegiatan ini tidak hanya sebatas pertemuan atau workshop ataupun juga gelar suatu product atau temu pelaku. Yang lebih jauh tentunya akan ada dampak yang significant, terutama bagi masyarakat, pelaku usaha secara luas dan nasional,” ujarnya.

Pandangan mengenai pentingnya keberadaan UMKM dalam perekonomian juga disampaikan Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. Menurutnya, keberhasilan UMKM memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan ekonomi secara lebih luas sehingga pengembangannya perlu mendapat perhatian dan dukungan. “UMKM sukses, saya punya keyakinan ekonomi kita akan besar. Tetapi apabila UMKM didiskriminasi dan tidak diberi perhatian, potensi merosot pasti akan terjadi,” tuturnya.

Mengusung gagasan sinergi lembaga ekonomi masyarakat melalui koperasi dan UMKM, workshop ini membahas berbagai strategi penguatan usaha berbasis potensi lokal. Koperasi dipandang dapat menjadi penggerak ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM, sementara UMKM menjadi bagian penting dari kegiatan ekonomi produktif yang memperkuat keberlanjutan koperasi.

Pembahasan tersebut diperkaya dengan berbagai success story dari pelaku usaha maupun akademisi. Amirrullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM membahas penguatan kelembagaan koperasi sebagai wadah pengembangan produk unggulan UMKM. Sementara itu, Dr. Ir. Muhsin Al Anas, S.Pt., IPP. membagikan pengalaman mengenai peluang bisnis ayam petelur bebas sangkar untuk menghasilkan telur omega-3 berbasis kelompok.

Dari sisi pengembangan produk berbasis kearifan lokal, Herdiana Dewi Utari dari CV Dewi Makmur membagikan pengalaman transformasi jamu menuju gaya hidup sehat sekaligus peluang bisnis. Pengalaman lain disampaikan Juni Noor Hastuti, pemilik Matahari Craft, melalui pemanfaatan limbah kulit jagung dan serat alam menjadi produk kerajinan bunga kering serta home decor bernilai ekonomi tinggi. Lenny Tursia Vishtrina dari Evanz Store turut membagikan pengalaman dalam mengembangkan ide kreatif untuk merebut peluang pasar.

Rangkaian materi dan pengalaman tersebut dipandu melalui sesi diskusi yang menghadirkan ruang bagi peserta untuk bertukar pandangan dengan narasumber. Bayu Nugraha, S.T.P., M.Sc., Ph.D. dari FTP UGM turut berperan sebagai moderator pada sesi kedua yang membahas pemilihan alat dan mesin produksi pendukung kegiatan lembaga ekonomi serta berbagai pengalaman pengembangan usaha.

FTP UGM juga berkontribusi secara langsung melalui materi mengenai pemilihan alat dan mesin produksi pendukung kegiatan lembaga ekonomi yang disampaikan Dr. Ir. Devi Yuni Susanti, S.T.P., M.Sc., IPU., ASEAN Eng. Pembahasan ini memperkuat perspektif bahwa pengembangan UMKM tidak hanya membutuhkan kreativitas dalam menghasilkan produk, tetapi juga dukungan teknologi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan kapasitas produksi.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63 FTP UGM, kegiatan ini juga tidak terlepas dari semangat perayaan dies natalis yang menguatkan kontribusi FTP UGM kepada masyarakat. Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., selaku Ketua Dies Natalis ke-63 FTP UGM, turut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan yang menghubungkan momentum dies natalis dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Tidak hanya berlangsung dalam bentuk workshop dan seminar, kegiatan juga menghadirkan pameran produk UMKM binaan di halaman Auditorium Kamarijani-Soenjoto FTP UGM. Sekitar 30 UMKM terlibat dengan menampilkan produk unggulan masing-masing. Pameran tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang interaksi dan jejaring dengan peserta maupun pihak lain yang hadir.

Beragam produk yang ditampilkan memperlihatkan bahwa potensi UMKM dapat tumbuh dari berbagai sumber daya lokal, mulai dari pangan, produk kesehatan berbasis kearifan lokal, hingga produk kerajinan. Pertemuan antara pengalaman pelaku usaha, perspektif akademik, dan dukungan kelembagaan diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan UMKM.

Bagi FTP UGM, keterlibatan dalam Workshop Nasional UMKM 2026 menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan kontribusi perguruan tinggi bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan Hari UMKM Nasional sekaligus rangkaian Dies Natalis ke-63 FTP UGM diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Melalui kolaborasi antara DPkM UGM, FTP UGM, akademisi, dan pelaku UMKM, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Lebih dari itu, sinergi yang terbangun diharapkan dapat mendorong UMKM untuk berkembang, berinovasi, dan naik kelas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas, inovasi, dan peluang pengembangan UMKM, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga masyarakat, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat.

FTP UGM dan Pemkot Semarang Perkuat Kolaborasi Kembangkan Urban Gastronomy Berbasis Riset

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Rabu, 5 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang  melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Kontrak Kerja Sama Swakelola yang dilanjutkan dengan diskusi tindak lanjut Kajian Potensi Pengembangan Urban Gastronomy di Kota Semarang pada Rabu (5/8) di Operation Room FTP UGM. Kolaborasi ini menjadi langkah awal penyusunan kajian berbasis riset untuk memperkuat produk unggulan gastronomi Kota Semarang sebagai bagian dari strategi city branding dan pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam diskusi, Kepala BRIDA Kota Semarang, Dr. Bagus Irawan, S.T., M.T., M.Eng. menyampaikan pengembangan gastronomi sebagai upaya strategis yang mendukung penguatan branding produk unggulan Kota Semarang dalam rangka akselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif. Selain itu,  Asdani Kindarto, S.Sos., M.Eng., Ph.D. sebagai kepala bidang penelitian dan pengembangan BRIDA Kota Semarang menekankan bahwa pengembangan gastronomi memerlukan pendekatan yang tidak hanya melihat produk kuliner, tetapi juga mengintegrasikan nilai budaya yang selama ini masih tersebar dalam berbagai narasi. Menurutnya, fondasi gastronomi yang kuat akan menjadi modal penting dalam membangun identitas kota.

“Diplomasi yang baik dimulai dari perut. Karena itu, penguatan fondasi kuliner akan mempermudah pencapaian city branding Kota Semarang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Gastronomi Indonesia (GI) UGM, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan urban gastronomy memerlukan standar yang mampu menjaga identitas sekaligus kualitas produk kuliner daerah. Menurutnya, proses tersebut tidak berhenti pada inventarisasi makanan khas, tetapi juga mencakup aspek keamanan pangan, pemasaran, dan keberlanjutan produk.

“Standarisasi resep berfungsi sebagai penegas identitas produk. Di samping variasi resep, faktor utama yang wajib diperhatikan adalah sanitasi, branding, dan umur simpan (shelf life),” jelas Bambang.

Ia menambahkan bahwa salah satu syarat sebuah kota untuk memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy adalah memiliki sedikitnya tiga produk kuliner unggulan, menyelenggarakan seminar secara berkala, serta menyusun laporan tahunan mengenai pengembangan produk dan kegiatan gastronomi. Menurutnya, kegiatan seperti seminar dan masterclass menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan FTP UGM, menyampaikan bahwa kajian yang akan dilakukan tidak hanya berorientasi pada identifikasi potensi kuliner, tetapi juga menghasilkan rekomendasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengembangan gastronomi. Kajian tersebut akan berfokus pada co-creation value dan kondisi eksisting, keragaman kuliner sebagai identitas daerah, serta sejarah dan akulturasi budaya yang membentuk kekayaan kuliner Kota Semarang.

Masukan terhadap pendekatan penelitian juga disampaikan oleh Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc., yang menilai pentingnya penyusunan instrumen survei yang komprehensif serta penggunaan metode analisis yang sesuai untuk mengolah data pada skala makro. Selain itu, dokumentasi kuliner yang terstruktur dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat identitas gastronomi daerah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan kuliner lokal.

Melalui kerja sama ini, FTP UGM bersama BRIDA dan Bappeda Kota Semarang berharap dapat menghasilkan kajian yang tidak hanya memperkuat identitas kuliner Kota Semarang, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis riset dalam pengembangan urban gastronomy. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan daya saing daerah melalui pelestarian warisan kuliner, penguatan ekonomi kreatif, serta pengembangan jejaring gastronomi di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan identitas kota berbasis warisan kuliner, SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis gastronomi, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset.

123…19

Berita Terakhir

  • Nggak Cuma Soal Enak, Pelatihan Roti FTP UGM Bongkar Fakta Gizi di Balik Setiap Gigitan
  • Langkah Karya, Jejak Makna 1 Dekade: Evolusi Ilmu Pangan Jadi Sorotan di Dies Natalis ke-63 FTP UGM
  • Apresiasi Prestasi Mahasiswa, FTP UGM Gelar Harfest 2026 di Penutup Dies Natalis ke-63
  • Satu Dekade Kerja Sama; FTP UGM dan Osaka Metropolitan University Gelar Student Exchange 2026
  • Rayakan Kebersamaan, FTP UGM Gelar Family Fun Day dalam Rangka Dies Natalis ke-63

Berita UGM

  • Gerus Ruang Fiskal, MBG dan KDMP Dinilai Para Ekonom Bebani Kesejahteraan Masyarakat  25 September 2026
  • Dorong Kemandirian Ekonomi Kulon Progo, UGM Inisiasi Program Ekonomi Sirkular Berkelanjutan 25 September 2026
  • Mandiri Finansial, Kampus Diimbau Gali Potensi Aset dan Riset 25 September 2026
  • Jawa Barat Dilanda Kekeringan, Pakar UGM Duga Ada Kerusakan Sistem DAS 25 September 2026
  • UGM Gandeng Blue Alliance Perkuat Pengabdian Pesisir dan Konservasi Ekosistem Laut 25 September 2026

Agenda

  • 30Sep Kuliah Tamu Departemen TPHP UGM bersama Regis Machdy, M.Sc.
  • 29Okt Wisuda Pascasarjana
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju