Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada bersama Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan menggelar diskusi inisiasi kerja sama pengembangan kedelai nasional pada Senin (26/10) di FTP UGM. Kerja sama ini diarahkan untuk menjadikan Grobogan sentra benih dan lumbung kedelai nasional melalui inovasi pertanian cerdas (smart farming), sebagai langkah awal menuju penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Mewakili Dekan FTP UGM, Dr. Rahma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., menyatakan dukungan fakultas terhadap target swasembada kedelai pemerintah dengan melibatkan tiga departemen, yaitu Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, serta Teknik Pertanian dan Biosistem. “FTP UGM berkomitmen penuh mengerahkan potensi tiga departemen yang kami miliki untuk mendukung arahan pemerintah menjadikan Grobogan sebagai sentra benih kedelai nasional,” ujarnya.
Ketua Pengembang inovasi Smart Agriculture Enterprise (SAE) Kedelai FTP UGM, Dr. Atris Suyantohadi, S.T.P., M.T., menjelaskan bahwa kedelai nasional masih sangat bergantung pada impor. SAE Kedelai hadir sebagai solusi terpadu dari hulu ke hilir yang telah terbukti meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani pada lahan percontohan. “Kami menghadirkan ekosistem terpadu mulai dari benih unggul berdaya tumbuh di atas 80%, pendampingan teknologi, hingga kepastian offtaker pasar agar produktivitas dan pendapatan petani meningkat berlipat ganda,” kata Atris.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Wakid Mutowal, S.T.P., M. Sc, menyampaikan bahwa luas tanam kedelai di Grobogan menyusut dari 50.000 hektare pada era 1990-an menjadi sekitar 2.000 hektare saat ini. “Petani Grobogan memiliki potensi luar biasa, namun kendala utama kami adalah panen raya yang jatuh di puncak musim hujan pada Januari-Februari sehingga kedelai mudah rusak,” ujarnya. Dinas pun berharap FTP UGM dapat membantu petani lewat alat pengering dan penyortir hasil panen, serta pendampingan pola tanam tumpang sari jagung dan kedelai.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui upaya memperkuat ketersediaan kedelai dan ketahanan pangan nasional, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan inovasi pertanian cerdas dalam pengembangan kedelai, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama FTP UGM dan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan.
Kontributor : Fadli


Dalam satu dekade kepemimpinannya di FTP UGM yang sekaligus menjadi tahun terakhir masa jabatannya, Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menegaskan pentingnya menjaga semangat untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata. Perjalanan FTP UGM selama 63 tahun, menurutnya, bukan sekadar catatan capaian, melainkan pijakan untuk terus memperkuat peran fakultas dalam menjawab tantangan pangan dan agroindustri Indonesia, semangat yang diwujudkan melalui penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi agar FTP UGM mampu terus menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat dan masa depan.
Deputy Vice-Chancellor for Teaching and Learning NUST, Ms. Teresia Kaulihowa, menyampaikan ketertarikan NUST untuk membangun hubungan dengan UGM. Kedua institusi dinilai memiliki perhatian yang serupa pada research, education, dan community engagement, khususnya dalam mendorong perguruan tinggi agar dapat memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.