• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Bahas Penerapan Teknologi Pascapanen, Bappenas dan FTP UGM Dukung Penguatan Ekonomi Hijau

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa Kelaparan Senin, 31 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian PPN/Bappenas membahas rencana kajian penerapan teknologi pascapanen untuk mendukung penguatan ekonomi hijau di Indonesia. Diskusi yang berlangsung di FTP UGM, Kamis (27/8), tersebut membahas identifikasi teknologi alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sekaligus rencana penetapan tiga wilayah sebagai pilot project penerapan teknologi.

Koordinator Tim Ekonomi Hijau Direktorat Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik (P4T) Bappenas, Aropando Goklas Sibarani, mengatakan kajian akan dilakukan dengan melihat karakteristik masing-masing daerah atau desa. Pendekatan tersebut diperlukan agar teknologi yang direkomendasikan sesuai dengan kebutuhan wilayah dan dapat meningkatkan produktivitas.

“Identifikasi karakteristik masing-masing daerah atau desa diperlukan untuk merekomendasikan alat dan mesin pertanian yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas,” jelas Aropando.

Rencana kajian ini sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan susut pangan. Melalui penguatan sarana dan teknologi pascapanen, intervensi pemerintah diharapkan tidak hanya mengurangi kehilangan hasil pertanian, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani, menjaga stabilitas pasokan pangan, dan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.

Dalam diskusi tersebut, FTP UGM turut memaparkan kapasitas Laboratorium Teknologi Pangan dan Pascapanen (TPP) dalam pengujian serta pengembangan alat dan mesin pertanian. Laboratorium TPP telah ditunjuk Kementerian Pertanian sejak 2007 sebagai salah satu laboratorium pengujian alat dan mesin pertanian di Indonesia dan telah terakreditasi ISO 17025:2017. Kompetensi laboratorium mencakup pengujian alat pertanian dari tahap prapanen, pascapanen, hingga pengolahan pangan.

Berbagai alat telah menjadi bagian dari pengujian Laboratorium TPP, antara lain mesin pengering, combine harvester, mesin penepung kelapa, pengupas sabut kelapa, dan mesin perontok. Selain pengujian, FTP UGM juga memiliki kompetensi dalam pengembangan alat dan mesin pertanian dari tahap on farm hingga off farm.

Selanjutnya, kajian akan diawali dengan analisis sejumlah wilayah menggunakan data sekunder melalui scoring, pembobotan, pemetaan GIS, dan analisis spasial. Hasil analisis akan digunakan untuk menentukan wilayah prioritas yang selanjutnya dapat disurvei sebagai calon lokasi pilot project. Penetapan wilayah pilot project ditargetkan dapat dilakukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Melalui penjajakan ini, Bappenas dan FTP UGM diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi penerapan teknologi pascapanen yang sesuai dengan kebutuhan wilayah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penurunan susut pangan, peningkatan produktivitas petani, serta penguatan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Riset, ISLAB-GM ke-10 Hadirkan 178 Peserta dan 27 Invited Speakers

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Sabtu, 29 Agustus 2026

Sebanyak 178 peserta dan 27 invited speakers dari berbagai institusi mengikuti The 10th International Conference of the Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria and Gut Microbiota (ISLAB-GM) yang diselenggarakan di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis–Jumat (27–28/8/2026). Mengangkat tema “Advancing Innovation and Collaboration in Lactic Acid Bacteria Probiotics, Gut Microbiota, and Metabolomic for Sustainable Health”, konferensi dalam rangka Dies Natalis ke-63 FTP UGM ini menjadi tempat pertukaran pengetahuan dan pengembangan kolaborasi dalam riset bakteri asam laktat, probiotik, mikrobiota usus, dan metabolomik.

Diselenggarakan oleh Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) Probiotik UGM bersama FTP UGM, ISLAB-GM ke-10 mempertemukan peneliti, akademisi, mahasiswa, praktisi industri, dan berbagai institusi untuk membahas perkembangan penelitian sekaligus peluang penerapannya. Konferensi ini menghadirkan rangkaian plenary session, oral presentation, dan poster presentation sebagai ruang bagi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian dan bertukar gagasan.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa penyelenggaraan ISLAB-GM menjadi bagian penting dari perayaan Dies Natalis ke-63 FTP UGM. Menurutnya, perkembangan ilmu di bidang bakteri asam laktat, probiotik, dan mikrobiota usus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan keterhubungan antara penelitian dengan dunia industri.

“Konferensi ini membawa peneliti, akademisi, praktisi industri, dan ilmuwan muda dari berbagai latar belakang dan negara, menciptakan pertukaran akademik dan kolaborasi yang sangat kami hargai,” ujar Prof. Eni.

Ketua Panitia ISLAB-GM ke-10, Putrika Citta Pramesi, S.T.P., M.Sc., menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta juga terlihat dari minat terhadap sesi presentasi poster. Kuota poster bahkan telah diperluas sebanyak tiga kali karena tingginya permintaan dari peserta.

“Hal ini menunjukkan tidak hanya antusiasme peneliti untuk membagikan hasil penelitian mereka, tetapi juga kuatnya minat untuk menciptakan ruang tempat gagasan ilmiah dapat didiskusikan, dipertanyakan, dan dikembangkan bersama,” tutur Putrika.

Berbagai topik yang dibahas menunjukkan perkembangan kajian bakteri asam laktat dan mikrobiota usus yang semakin luas. Dalam salah satu sesi ilmiah, Prof. Dr. Agung Endro Nugroho dari UGM membahas potensi probiotik dalam pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular. Sementara itu, Prof. Dr. Lilis Nuraida dari IPB University membahas peluang dan tantangan biotics dalam produk pangan serta perbandingan kerangka regulasi nasional dan internasional.

Selain menjadi ruang presentasi penelitian, konferensi ini juga mempertemukan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan dan penerapan inovasi. Sejumlah mitra industri turut mendukung pelaksanaan ISLAB-GM ke-10, di antaranya PT Yakult Indonesia Persada, IKA Works (Asia) Sdn Bhd, PT Royal Medicalink Pharmalab, PT Sanghiang Perkasa, Morinaga Milk Industry Co. Ltd., dan DiPROX. Keterlibatan industri menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara penelitian, inovasi, dan penerapannya di masyarakat.

Bagi FTP UGM, kolaborasi menjadi bagian penting dari keberlanjutan forum ilmiah ini. Pertemuan antara peneliti dari berbagai institusi diharapkan tidak berhenti pada pertukaran hasil penelitian, tetapi berkembang menjadi jejaring dan kerja sama baru.

“Kadang-kadang, kolaborasi yang paling bermakna justru dimulai dari percakapan sederhana dalam sebuah konferensi,” ungkap Putrika.

Melalui ISLAB-GM ke-10, FTP UGM bersama PUI-PT Probiotik UGM berupaya memperkuat ruang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi dalam pengembangan riset bakteri asam laktat, probiotik, mikrobiota usus, dan metabolomik untuk mendukung kesehatan yang berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Setahun di Yogyakarta, Setahun di Melbourne: FTP UGM dan University of Melbourne Luncurkan Double Degree Program

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 26 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, resmi meluncurkan program double degree yang memungkinkan mahasiswa menempuh satu tahun studi di UGM dan satu tahun di University of Melbourne. Peluncuran program yang menjadi kolaborasi double degree pertama antara kedua institusi ini berlangsung melalui Research Talk Universitas Gadjah Mada-University of Melbourne Double Degree Program: Yogyakarta Campus Launch Event Master in Agro-Industrial Technology UGM and Master of Agricultural Science UoM di Operation Room FTP UGM, Rabu (26/8). Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan agroindustri melalui pengalaman akademik serta riset di Indonesia dan Australia.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., mengatakan program ini menjadi langkah penting dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui lingkungan pendidikan yang berbeda. Melalui skema 1+1, mahasiswa akan menjalani tahun pertama di Program Studi Magister Teknologi Industri Pertanian FTP UGM, kemudian melanjutkan tahun kedua di Program Studi Master of Agricultural Science (Specialization in Agribusiness or Food Sustainability), School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne dan menyelesaikan studi dengan memperoleh dua ijazah dan dua gelar dari kedua universitas.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan perspektif kepada para calon pemimpin masa depan untuk lebih memahami dan menghargai berbagai situasi di negara yang berbeda,” ujar Prof. Eni.

Kolaborasi tersebut tidak hanya menawarkan pengalaman belajar di dua negara, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas riset dalam lingkungan akademik internasional. Associate Professor Dorin Gupta, Director of Graduate Research School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, menjelaskan bahwa mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar dari dua lingkungan akademik sekaligus, termasuk kesempatan mengembangkan penelitian pada tahun kedua di Melbourne.

“Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan keahlian dan bimbingan dari kedua negara sekaligus memperluas kapasitas riset mereka,” tutur Dorin.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi penting karena tantangan pangan tidak mengenal batas negara. Indonesia dan Australia menghadapi sejumlah persoalan yang sama, seperti perubahan iklim, keberlanjutan produksi pangan, dan kebutuhan memastikan ketersediaan pangan bagi generasi mendatang. Namun, masing-masing negara juga memiliki keahlian dan tantangan yang berbeda.

“Ketika kita menggabungkan keahlian yang ada di masing-masing universitas, kita akan lebih siap menemukan solusi untuk mempertahankan produksi pangan dan memastikan ketersediaan pangan bagi semua orang, baik di Indonesia, Australia, maupun di seluruh dunia,” jelasnya.

Dorin juga melihat mahasiswa sebagai bagian penting dari keberlanjutan hubungan akademik kedua negara. Ia berharap lulusan program ini dapat membawa pengetahuan yang diperoleh di Melbourne kembali ke Indonesia sekaligus menjadi penghubung dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Australia.

“Saya ingin menyampaikan kepada mahasiswa Indonesia, datanglah ke Australia, datanglah ke Melbourne. Ini adalah kesempatan untuk berpikir lebih luas dan berkembang melampaui apa yang sudah kalian miliki di negara sendiri,” ungkap Dorin.

Program double degree ini direncanakan mulai berjalan pada 2027 dengan dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan pemerintah Australia. Pada angkatan pertama, program ditargetkan menerima 15 mahasiswa. Bidang yang dapat dikembangkan mencakup teknologi agroindustri, keberlanjutan, keamanan pangan, serta bidang terkait dalam kajian pertanian dan sistem pangan.

Peluncuran program kemudian dilengkapi dengan Research Talk yang menghadirkan peneliti dari School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne dan FTP UGM. Dorin Gupta membawakan topik Improving Food Security through Sustainable Agriculture and Global Partnerships, yang menekankan pentingnya kemitraan global dalam menjawab tantangan ketahanan pangan.

Sementara itu, Dr. Antanas Spokevicius, Director of Postgraduate Education School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, membahas Tropical Plantation Forestry and Wood Properties; A Long-Lived Crop. Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM, melengkapi sesi dengan pembahasan Logistics & Supply Chain in Indonesia: An Archipelagic State, yang mengangkat tantangan distribusi pangan dan hasil pertanian di Indonesia sebagai negara kepulauan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi yang melibatkan mahasiswa dan dosen FTP UGM. Pertanyaan yang muncul tidak hanya membahas topik riset, tetapi juga peluang penelitian dan mekanisme mengikuti program double degree. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kolaborasi ini membuka ruang baru bagi civitas akademika FTP UGM untuk mengembangkan studi, riset, dan jejaring akademik lintas negara.

Bagi kedua institusi, program ini menjadi pijakan untuk membangun kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang, termasuk peluang penelitian bersama, mobilitas mahasiswa, dan pengembangan program pendidikan kolaboratif. Bagi mahasiswa, pengalaman belajar di Yogyakarta dan Melbourne diharapkan tidak berhenti pada dua gelar, tetapi menjadi bekal untuk memahami persoalan pangan dari perspektif yang lebih luas dan menghadirkan solusi yang relevan bagi Indonesia maupun dunia.

Kolaborasi FTP UGM dan Faculty of Science, University of Melbourne ini sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 melalui penguatan riset ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, SDG 4 melalui perluasan akses pendidikan berkualitas berorientasi global, serta SDG 17 melalui penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia.

Dari Benih hingga Lahan, FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri Kembangkan Teknologi Pertanian Berbasis Data

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 26 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Sang Hyang Seri (Persero) menindaklanjuti kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi pertanian tanaman pangan melalui pembahasan pengembangan teknologi deteksi kualitas benih berbasis X-ray dan sistem pemetaan pertanian menggunakan drone dalam kunjungan kerja Direksi PT Sang Hyang Seri ke Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) FTP UGM, Rabu (26/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Departemen TPB tersebut menjadi forum untuk membahas progres dua proposal kerja sama sekaligus mengidentifikasi kebutuhan teknologi pertanian di lapangan.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, hadir bersama Prof. Dr. Inex Slamet-Loedin, Vice President Research Agustinus Budi S., serta jajaran PT Sang Hyang Seri. Rombongan diterima Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., bersama Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., serta tim peneliti FTP UGM.

Salah satu pembahasan utama adalah pengembangan alat evaluasi kualitas benih padi dan kedelai menggunakan teknologi X-ray. Dr. Bayu Nugraha memaparkan rancangan teknologi yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan PT Sang Hyang Seri terhadap laboratorium eksternal yang dapat mendeteksi kerusakan benih secara cepat. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat mendukung proses evaluasi kualitas benih secara lebih efektif.

Dari sisi budidaya, Dr. Andri Prima Nugroho memaparkan pengembangan drone untuk mendukung agrofarm PT Sang Hyang Seri. Data kondisi lahan yang diperoleh melalui teknologi tersebut akan diolah untuk menghasilkan peta rekomendasi pemupukan dan mendukung pengambilan keputusan dalam mekanisasi pertanian.

Pengembangan drone juga direncanakan melibatkan mahasiswa Program Profesi Insinyur FTP UGM melalui kegiatan kerja praktik di PT Sang Hyang Seri. Keterlibatan mahasiswa sekaligus diharapkan dapat memperkaya data lapangan untuk mendukung pengembangan teknologi. Dalam kerja sama tersebut, terdapat dua paket yang ditawarkan, yaitu manajemen agronomi dan mekanisasi pertanian, serta peluang pengembangan proposal lanjutan terkait teknologi mesin pengering.

Selain budidaya dan perbenihan, pembahasan turut menyoroti kondisi teknologi pascapanen di fasilitas PT Sang Hyang Seri. Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan Dr. Sri Rahayoe, ditemukan silo yang sudah tidak digunakan, bed dryer yang masih menggunakan sekam, serta rice milling unit (RMU) yang mengalami penurunan mutu hasil giling. FTP UGM mengusulkan peningkatan mekanisme pengukuran kadar air agar lebih presisi serta perbaikan tungku biomassa untuk mengurangi kebocoran panas.

Penguatan teknologi pertanian berbasis data juga berpotensi dikembangkan melalui sejumlah usulan dari PT Sang Hyang Seri, antara lain pengembangan sistem Alternate Wetting and Drying (AWD) berbasis satelit, pembangunan greenhouse di Jakarta, serta pengecekan sistem traceability produk. Sistem traceability sendiri sebelumnya telah dikembangkan oleh tim Departemen TPB FTP UGM melalui desain aplikasi untuk komoditas kopi dan kakao.

Berbagai pembahasan tersebut memperlihatkan ruang kolaborasi yang semakin luas antara FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri, mulai dari menjaga kualitas benih, memperoleh data kondisi lahan, mendukung keputusan budidaya, hingga meningkatkan proses pascapanen. Kerja sama ini diarahkan untuk menghasilkan teknologi pertanian yang tidak hanya berbasis riset, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui tindak lanjut kerja sama ini, FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri terus membuka peluang pengembangan riset dan teknologi yang aplikatif bagi sektor pertanian tanaman pangan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi dan data dalam meningkatkan efisiensi serta kualitas produksi pertanian.

PIONIR Agrophoria 2026 Ditutup, Agrotech Muda Siap Menapaki Dunia Perguruan Tinggi

Rilis BeritaSDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang TangguhSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Kamis, 6 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menutup rangkaian PIONIR Agrophoria 2026 pada Rabu (6/8) di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa baru memperoleh pembekalan mengenai kehidupan perguruan tinggi melalui pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an, budaya akademik, pengembangan karakter, serta berbagai kompetensi yang diperlukan untuk mendukung proses belajar dan pengembangan diri selama menempuh pendidikan di FTP UGM.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa PIONIR Agrophoria merupakan momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus memahami nilai-nilai yang akan menjadi bekal selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. “Tentu saja kegiatan Agrophoria ini selain pengenalan kampus juga pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an, budaya akademik, serta semangat belajar, dan bekal untuk berkembang di perguruan tinggi nantinya,” ujar Dekan FTP UGM.

Dalam sambutannya, Dekan FTP UGM juga mengingatkan mahasiswa baru untuk menjadikan Four C sebagai bekal selama menjalani perkuliahan, yaitu creativity, competence, character, dan compassion. Creativity menjadi kemampuan untuk terus melahirkan inovasi, competence untuk terus mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi diri, character diwujudkan melalui sikap jujur dan bertanggung jawab, sedangkan compassion mendorong mahasiswa untuk memiliki kepedulian serta mampu bekerja sama dengan orang lain. Keempat nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk lulusan FTP UGM yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas dan kepekaan sosial.

Semangat tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan yang diikuti mahasiswa baru pada hari kedua PIONIR Agrophoria 2026. Peserta memperoleh inspirasi melalui Talkshow Prestasi Mahasiswa serta Talkshow Cultivating Agrotechnovation yang mengangkat tema “Inovasi Pangan Sintesis dan Efisiensi Sumber Daya Alam demi Masa Depan yang Berkelanjutan”. Mahasiswa juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Resilience Food Strategy untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama, serta menyusun Mind Map: Build My Path sebagai rancangan pengembangan diri selama empat tahun masa studi di FTP UGM.

Selain pembekalan akademik, mahasiswa baru diperkenalkan lebih dekat dengan kehidupan kemahasiswaan melalui Expo Lembaga yang menghadirkan berbagai himpunan mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa di lingkungan FTP UGM. Pada kesempatan tersebut, peserta dapat mengenal beragam wadah pengembangan minat dan bakat, termasuk mencoba panjat tebing di stan Gitapala dengan pendampingan dan prosedur keselamatan yang telah disiapkan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mulai menentukan ruang aktualisasi diri selama menjalani kehidupan kampus.

Rangkaian PIONIR Agrophoria 2026 ditutup dengan arak-arakan seluruh gugus peserta yang berlangsung penuh semangat sebagai simbol kebersamaan Agrotech Muda. Suasana semakin semarak dengan hadirnya Ultras Tractor, kelompok pendukung mahasiswa FTP UGM, yang membangkitkan antusiasme peserta. Setelah itu, secara resmi menutup PIONIR Agrophoria 2026, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pengenalan mahasiswa baru tahun ini. Kemeriahan kemudian berlanjut melalui penampilan PSTP Band (Paguyuban Seni Teknologi Pertanian) yang mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama sebagai penutup kegiatan.

Melalui PIONIR Agrophoria 2026, FTP UGM berharap mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi, mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara seimbang, serta menjadi Agrotech Muda yang kreatif, kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa baru, SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan budaya akademik dan nilai integritas, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, dan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.

123…40

Berita Terakhir

  • Padukan Riset dan Praktik, TPHP FTP UGM Gelar Pelatihan Pembuatan Soft Sourdough
  • Susuri ‘Rute Kucing’ Sejauh 5 Km, TraktoRun 2026 Kembali Gelorakan Semangat Kebersamaan
  • Bahas Penerapan Teknologi Pascapanen, Bappenas dan FTP UGM Dukung Penguatan Ekonomi Hijau
  • Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Riset, ISLAB-GM ke-10 Hadirkan 178 Peserta dan 27 Invited Speakers
  • GROW • LEAD • SUSTAIN, Expo Produk Unggulan FTP UGM Tampilkan Inovasi untuk Pertanian Berkelanjutan

Berita UGM

  • Mahasiswa UGM Olah Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing Organik Antimikroba 2 September 2026
  • Mahasiswa Berhak Kritis, Jangan Benturkan dengan Warga 2 September 2026
  • Jardine Foundation Hadirkan Skema Beasiswa Bagi Mahasiswa Pascasarjana UGM 2 September 2026
  • Bantu Pengrajin Batik, Mahasiswa UGM Ciptakan Siprotex untuk Efisiensi Produksi 2 September 2026
  • Kia Nur Padilah Sabet Juara 3 Tunggal Putra Kejuaraan Bulu Tangkis UGM Cup 2 September 2026

Agenda

  • 04Sep Workshop Keilmuan Bidang Teknologi Pertanian
  • 06Sep Agropreneur Business Plan Competition 2026
  • 13Sep Final AGROPRENEUR 2026
  • 18Sep Alumni Gathering 2026
  • 20Sep Family Fun Day
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju