Dr. Lulum Leliana, S.T.P., dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi pemateri dalam kegiatan Akademi Pangan Banua 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Selatan pada 17 September 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, serta pemangku kepentingan di sektor pangan daerah yang berfokus pada penguatan kapasitas dan wawasan dalam pengembangan industri pangan lokal.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Lulum Leliana, S.T.P., menyampaikan materi bertajuk “Penguatan Rantai Nilai Pangan Melalui Hilirisasi Pangan Bernilai Tambah.” Materi ini membahas pentingnya strategi hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal di pasar regional maupun nasional. Melalui pendekatan rantai nilai pangan, para pelaku usaha didorong untuk memahami proses pengolahan, inovasi produk, hingga strategi pemasaran yang berkelanjutan agar produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
Program Akademi Pangan Banua 2025 menjadi wadah kolaboratif antara akademisi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan dalam memperkuat ekosistem pangan yang tangguh dan berdaya saing. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh tentang konsep diversifikasi produk pangan, penerapan teknologi pascapanen, serta pengembangan industri berbasis potensi lokal yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Partisipasi Dr. Lulum Leliana, S.T.P., dalam kegiatan ini menegaskan komitmen Fakultas Teknologi Pertanian UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pangan dan pertanian di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty / Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Zero Hunger / Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Good Health and Well-being / Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Quality Education / Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth / Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure / Industri, Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals / Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas pelaku usaha pangan, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.
Kegiatan kunjungan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama pimpinan fakultas, dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Dekan FTP UGM untuk membahas bentuk penguatan kerja sama ke depan. Kunjungan ini menegaskan komitmen FTP UGM dalam memperkuat jejaring internasional dan memperluas dampak riset strategis dalam bidang pertanian cerdas, serta mendorong kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu dan teknologi di kedua institusi.
Salah satu tujuan utama pelaksanaan PAKARFEST adalah membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik di FTP UGM dan memahami bagaimana mereka dapat mengoptimalkan pengalaman belajar melalui berbagai kegiatan yang menunjang kompetensi di bidang keinsinyuran pertanian. Kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan motivasi dan semangat mahasiswa agar lebih aktif, produktif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan perkuliahan dan perkembangan teknologi pertanian yang semakin dinamis. Dengan demikian, PAKARFEST berperan penting dalam membentuk generasi mahasiswa yang berdaya saing tinggi serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia pertanian berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mendalam tentang berbagai bentuk pencemaran pangan yang dapat terjadi selama proses pengolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan siap saji. Materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis kontaminasi pangan seperti biologis, kimia, dan fisik, serta strategi pencegahan untuk meminimalkan risiko bahaya pangan bagi konsumen. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan praktik terbaik (
Program UGMPreneurs diikuti oleh 30 peserta dari berbagai fakultas yaitu 4 mahasiswa dari Fakultas Filsafat; 2 mahasiswa Fakultas Geography; 2 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya; 3 mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; 1 mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; 1 Fakultas Pertanian; 2 Fakultas Teknik; 11 Fakultas Teknologi Pertanian; 2 Sekolah Pascasarjana; dan 2 Sekolah Vokasi. Program UGMPreneurs dirancang sebagai wadah pembelajaran kewirausahaan lintas fakultas di UGM, yang menggabungkan pendekatan akademik dan praktis. Berbeda dari kelas bisnis konvensional, UGMPreneurs menghadirkan pengajar dari kalangan pengusaha aktif agar peserta memperoleh wawasan terkini tentang praktik bisnis nyata, tantangan industri, serta tren ekonomi digital. Dalam paparannya, Prof. Eka Sari Lorena Surbakti menguraikan materi Entrepreneurship 101 yang menekankan pentingnya membangun mental adaptif, berpikir kreatif, dan memiliki kemampuan untuk melihat peluang di tengah perubahan ekonomi yang cepat. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi berbasis teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dalam menjaga daya saing generasi muda di era global.