FTP UGM Pertajam Persiapan Pembukaan Double Degree melalui Diskusi dengan Yamagata University Jepang
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Faculty of Agriculture, Yamagata University, Jepang, dalam kegiatan Diskusi dan Sesi Informasi Program Double Degree Jenjang Magister pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FTP UGM ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat kerja sama internasional serta mendorong internasionalisasi pendidikan pascasarjana.
Faculty of Agriculture, Yamagata University diwakili oleh Prof. Keitaro Tawaraya dan Prof. Yoshihito Shiono. Kunjungan ini dimanfaatkan untuk membahas secara mendalam skema pelaksanaan program double degree magister, penyelarasan kalender akademik kedua universitas, serta peluang kolaborasi akademik yang lebih luas, termasuk mobilitas mahasiswa dan dosen.
Dalam diskusi program double degree, kedua institusi membahas skema umum pelaksanaan program, mekanisme mobilitas mahasiswa, serta prinsip penyelarasan akademik yang mendukung kelancaran studi lintas negara. Pembahasan difokuskan pada perancangan alur studi yang fleksibel dan adaptif guna memastikan mahasiswa dapat menjalani proses akademik dan penelitian secara optimal di kedua universitas mitra.
Dalam sesi sosialisasi, dijelaskan bahwa program studi yang terlibat dari FTP UGM meliputi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Magister Teknologi Hasil Pertanian, Magister Teknik Pertanian, dan Magister Teknologi Industri Pertanian. Sementara itu, program dari Yamagata University mencakup Master Program of Agricultural Science, Bio-Production Science, Bio-Resource Science, dan Bio-Environmental Science. Bahasa pengantar resmi dalam pembelajaran dan evaluasi akademik adalah bahasa Inggris, dengan persyaratan kemampuan bahasa minimal level B2 berdasarkan CEFR.
Selain skema akademik, diskusi juga membahas peluang pendanaan bagi mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan program internasional, termasuk skema beasiswa dan dukungan mobilitas yang tersedia melalui berbagai jalur kerja sama. Pembahasan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa FTP UGM untuk mengikuti program double degree dan memperoleh pengalaman akademik global.
Sesi Informasi menjadi ruang klarifikasi bagi peserta terkait pelaksanaan Program Double Degree Magister antara FTP UGM dan Yamagata University. Pada sesi ini dibahas berbagai pertanyaan seputar mekanisme pendaftaran, persyaratan akademik, serta peluang bagi mahasiswa dengan latar belakang dan jalur masuk yang berbeda untuk mengikuti program tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, FTP UGM dan Yamagata University menegaskan komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan pascasarjana berstandar internasional, memperkuat kolaborasi riset, serta membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik global dan gelar ganda dari dua universitas bereputasi. Direncanakan bahwa mulai Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, Program Double Degree Magister ini akan mulai dijalankan.
Kegiatan diskusi dan sosialisasi program double degree ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4 (Quality Education) melalui penguatan akses pendidikan tinggi berkualitas dan berstandar internasional, SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi lintas negara, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan global antara institusi pendidikan tinggi.
Acara pelantikan diawali dengan agenda resmi tingkat universitas yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Gadjah Mada, kemudian dilanjutkan dengan prosesi internal FTP UGM di Auditorium Kamarijani Soenjoto. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, para dosen, pejabat departemen dan program studi, serta sivitas akademika FTP UGM.
KTK AKM juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain koordinasi tindak lanjut nonklinis, keterbatasan waktu mahasiswa, serta perlunya alur rujukan yang jelas bagi kasus berisiko tinggi. Oleh karena itu, diusulkan penguatan layanan promotif dan preventif dengan melibatkan dosen konselor, peer counselor, Dosen Pembimbing Akademik (DPA), dan dosen pembimbing skripsi, serta penyusunan manajemen kasus mahasiswa yang terintegrasi.