• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Program Double Degree
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Beasiswa Mahasiswa Internasional
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

luqlun.ma

Prof. Mirwan Ushada Terima Estafet Kepemimpinan FTP UGM, Usung Semangat “Bersama Kita Bisa, FTP Rumah Kita”

Rilis BeritaSDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang TangguhSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 30 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) memasuki babak baru kepemimpinan setelah Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc. dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dekan FTP UGM yang berlangsung di FTP UGM pada Rabu (30/9). Prosesi tersebut menandai dimulainya amanah Prof. Mirwan sebagai Dekan FTP UGM periode 2026–2031, setelah Prof. Eni menuntaskan dua periode kepemimpinan pada 2016–2021 dan 2021–2026.

Menerima amanah tersebut, Prof. Mirwan membawa gagasan kepemimpinan yang bertumpu pada kebersamaan melalui tagline “Bersama Kita Bisa, FTP Rumah Kita.” Bagi Prof. Mirwan, tagline tersebut bukan sekadar slogan, melainkan pijakan untuk membangun lingkungan FTP UGM yang memberikan ruang bagi seluruh sivitas akademika dan pemangku kepentingan untuk berkontribusi, bertumbuh, serta merasa memiliki fakultas.

“Waktu itu kami mengusulkan dalam presentasi dengan tagline berjudul ‘Bersama Kita Bisa, FTP Rumah Kita’,” ujar Prof. Mirwan dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Prof. Mirwan kemudian menguraikan gagasan tersebut melalui refleksi tentang manusia sebagai makhluk sosial. Menurutnya, setiap individu memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Perbedaan tersebut tidak semestinya menjadi penghalang, tetapi justru menjadi alasan untuk saling melengkapi.

“Kita sebagai manusia adalah makhluk yang paling tidak sempurna. Karena ketidaksempurnaan tersebut, kita punya kelebihan dan kekurangan. Karena itu, kita melengkapi sebagai makhluk sosial,” jelas Prof. Mirwan.

Ia menegaskan bahwa kekurangan tidak seharusnya ditempatkan sebagai sesuatu yang harus dihilangkan demi mencapai kesempurnaan. Sebaliknya, kekurangan dapat menjadi ruang bagi setiap orang untuk memberikan manfaat dan berkontribusi bagi lingkungan di sekitarnya.

“Kekurangan bukan merupakan kelemahan atau media untuk menuntut kesempurnaan. Tapi itu sebenarnya sebagai ladang amal ibadah, berdakwah, saling melengkapi. Inilah yang menjadikan FTP, setiap pemangku kepentingan, harapan kita ke depan makin memiliki ruang untuk berkontribusi dan tumbuh kembang dan juga merasa memiliki,” tuturnya.

Dalam kerangka tersebut, Prof. Mirwan memaknai FTP sebagai “rumah kita”, sebuah ruang bersama yang menaungi keberagaman sivitas akademika dan pemangku kepentingan. Perbedaan yang ada, menurutnya, tidak menghapus hubungan dan kebersamaan yang telah dibangun di lingkungan fakultas.

“Tentu kita hargai ketidaksempurnaannya, di mana adanya perbedaan. Namun, perbedaan tersebut tidak akan mengubah kita sebagai teman seumur hidup,” ungkap Prof. Mirwan.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. menandai berakhirnya masa kepemimpinan selama dua periode dengan refleksi atas perjalanan FTP UGM yang diwarnai berbagai tantangan, dinamika, kerja keras, dan pembelajaran. Ia menyampaikan bahwa berbagai capaian yang diraih FTP UGM selama masa kepemimpinannya tidak lahir dari kerja seorang dekan semata.

“Selama dua periode sejak 2016 hingga 2026, saya mendapatkan amanah dan kehormatan untuk memimpin Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Di mana banyak tantangan, dinamika, kerja keras, kebersamaan, dan tentu saja pembelajaran yang akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya,” ungkap Prof. Eni.

Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dalam membangun dan mengembangkan FTP UGM. Menurutnya, kepemimpinan fakultas tidak dapat dipisahkan dari kontribusi seluruh unsur yang bekerja bersama dalam menjalankan berbagai program dan menjaga keberlanjutan institusi.

“Saya menyadari sepenuhnya berbagai capaian FTP selama ini bukan hasil kerja seorang dekan, melainkan buah dari kerja kolektif, komitmen, dan kontribusi seluruh keluarga besar FTP UGM,” ujarnya.

Prof. Eni juga menyampaikan apresiasi kepada Senat Fakultas, para wakil dekan, kepala laboratorium, departemen, tenaga kependidikan, dosen, serta seluruh keluarga besar FTP UGM yang telah menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan merupakan hasil dari kerja bersama.

“Saya percaya keberhasilan dekan tidak pernah berdiri sendiri. Kepemimpinan adalah kerja tim. Saya sangat bersyukur menjalani perjalanan ini bersama Bapak dan Ibu,” tutur Prof. Eni.

Serah terima jabatan tersebut sekaligus mempertemukan dua pesan penting dalam keberlanjutan FTP UGM: refleksi atas kerja kolektif yang telah dibangun selama dua periode kepemimpinan Prof. Eni dan semangat kebersamaan yang dibawa Prof. Mirwan untuk periode 2026–2031. Estafet kepemimpinan tidak hanya menjadi pergantian figur, tetapi juga menjadi momentum untuk melanjutkan perjalanan FTP UGM dengan melibatkan seluruh keluarga besar fakultas.

Melalui semangat “Bersama Kita Bisa, FTP Rumah Kita,” Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc. mengemban amanah sebagai Dekan FTP UGM periode 2026–2031 dengan membawa gagasan tentang fakultas sebagai ruang bersama—tempat setiap unsur dapat berkontribusi, saling melengkapi, dan tumbuh bersama.

Kontributor : Luqlun Arghani

Tak Cukup Sekadar Berbagi Makanan: FTP UGM dan Foodbank of Indonesia Sepakat Hidupkan Lagi Lumbung Pangan Desa

Rilis Berita Sabtu, 26 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian UGM bersama dengan Yayasan Lumbung Pangan Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Gerakan Bangkitnya Lumbung Kami di Operation Room FTP UGM pada Jumat (25/9), untuk mengembangkan gerakan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Pertemuan ini dihadiri Dekan FTP UGM Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama, dan Alumni Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., serta jajaran pimpinan departemen dan dosen. Dari pihak yayasan hadir Ketua Dewan Pembina M. Hendro Utomo, S.S., MBA, Ketua Yayasan Wida Septarina, S.S., M.Si., serta pengurus Foodbank of Indonesia (FOI).

Dekan FTP UGM menyambut baik kedatangan Yayasan Lumbung Pangan Indonesia dengan adanya keberlanjutan dan pengembangan kerja sama yang dilakukan oleh FTP UGM dengan Yayasan Lumbung Pangan Indonesia.

“Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan bersama masyarakat dengan melibatkan akademisi serta yayasan atau lembaga lain yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap isu pangan” Ujar Eni.

Hendro Utomo menyampaikan bahwa pengalaman FOI selama sekitar 11 tahun menunjukkan pembagian makanan lebih tepat disebut solusi darurat (emergency response) yang belum menyelesaikan persoalan secara struktural. Karena itu, menurutnya organisasi kemanusiaan perlu mendorong masyarakat agar mampu menolong dan memberdayakan dirinya sendiri. Pandangan inilah yang melandasi Gerakan Bangkitnya Lumbung Kami, yakni menghidupkan kembali ekosistem pangan di desa.

Ruang lingkup PKS ini mencakup penelitian dan publikasi mengenai lumbung pangan, pangan lokal, dan budaya pertanian dari sudut pandang ilmu teknologi pertanian, serta hasil riset beragam varietas benih lokal. Kedua pihak juga akan mendampingi pengembangan Lumbung Mustikarasa di Dusun Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, dan menyusun buku bunga rampai “Bangkitnya Lumbung Kami”. Sebagai sarana kaderisasi dan pembelajaran bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa FTP UGM, akan digelar Rembug Pangan Orang Muda. Kerja sama ini turut mencakup inisiasi Pasar Rakyat Mustikarasa, yakni UMKM setempat menampilkan kreasi dan olahan pangan lokal sebagai pengenalan kuliner lokal di lingkungan universitas.

Pembahasan juga menyinggung rencana pendampingan petani muda di Sriharjo, Bantul, yang diusulkan menjadi lokasi pilot project. Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng., dan kelompok Taruna Tani yang mulai memanfaatkan teknologi. Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., menilai inisiatif ini berpeluang menjadi flagship program pemberdayaan masyarakat FTP UGM, dengan catatan dampaknya perlu diukur secara konkret pada satu lokasi yang sama dan dapat dikembangkan menjadi policy brief
.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

penulis : Shella Herdanti

Dari Memilih Biji hingga Secangkir Kopi: Belajar Meracik Kopi Langsung dari Praktisi di Lab Inkubator FTP UGM

Rilis BeritaSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Kamis, 24 September 2026

Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman, tapi juga rasa penasaran tentang bagaimana ia dibuat, bahkan peluang untuk memulai usaha. Rasa ingin tahu itu mengantar 5 peserta dari luar UGM ke Laboratorium Inkubator Fakultas Teknologi Pertanian UGM pada Kamis (24/9), untuk mengikuti pelatihan kopi yang diselenggarakan Unit Inkubator FTP UGM. Pelatihan ini dipandu Denny Neilment praktisi di bidang perkopian yang telah lama berkarir di bidangnya, memiliki usaha sendiri, dan bermitra dengan berbagai merek nasional.

Peserta datang dengan latar belakang yang berbeda. Ada yang sudah lama menyukai kopi dan ingin tahu proses di balik secangkir kopi, ada pula yang berencana memulai bisnis kopi. Di laboratorium, mereka diajak mengenali cara memilih biji kopi berkualitas serta mengamati perbedaan antara kopi arabica dan robusta. Dari sana, peserta melanjutkan ke praktik roasting dan brewing sendiri hingga kopi siap dinikmati.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Unit Inkubator FTP UGM membagikan ilmu dan pengalaman kepada masyarakat di luar kampus, sehingga pengetahuan tentang kopi tidak berhenti di ruang akademik. Selain praktik, sesi berbagi pengalaman dari sang praktisi memberi peserta gambaran nyata tentang seluk-beluk bisnis kopi. Suasana pelatihan terlihat hangat, peserta antusias mengikuti setiap sesi, dan sebagian bahkan menantikan pelatihan lanjutan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan keterampilan bagi masyarakat umum, serta SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembekalan bagi peserta yang ingin memulai usaha kopi.

Penulis : Shella Herdanti

Kunjungan Perdana NUST Namibia ke FTP UGM Buka Inisiasi Kerja Sama Teknologi Pertanian

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 16 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan perdana Namibia University of Science and Technology (NUST) pada Rabu (16/9/2026) di Operation Room FTP UGM. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal inisiasi kerja sama kedua institusi dalam bidang teknologi pertanian, mencakup penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, hingga hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyambut baik kunjungan dan inisiasi kerja sama tersebut. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi FTP UGM dan NUST untuk saling mengenal bidang keahlian, pengalaman, serta kebutuhan masing-masing sebagai dasar untuk mengembangkan bentuk kolaborasi yang lebih konkret.

Deputy Vice-Chancellor for Teaching and Learning NUST, Ms. Teresia Kaulihowa, menyampaikan ketertarikan NUST untuk membangun hubungan dengan UGM. Kedua institusi dinilai memiliki perhatian yang serupa pada research, education, dan community engagement, khususnya dalam mendorong perguruan tinggi agar dapat memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., menjelaskan pengalaman UGM dalam membawa hasil penelitian agar dapat memberikan dampak kepada masyarakat. Menurutnya, hilirisasi hasil penelitian dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni komersialisasi dan pemanfaatan oleh masyarakat.

Salah satu bentuk pemanfaatan tersebut dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang memungkinkan mahasiswa mengidentifikasi persoalan nyata di masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan maupun prototipe hasil penelitian. UGM juga memiliki customized KKN yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tertentu, serta berbagai program pembelajaran yang dapat mendukung proses tersebut.

Pengalaman UGM dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat juga disampaikan oleh Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., yang mencontohkan kerja sama dengan NGO Kaleka dalam pengembangan komoditas kakao. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas biji kakao yang dihasilkan masyarakat.

Selain pengabdian, peluang kerja sama juga terbuka pada hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian. Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc. menjelaskan bahwa UGM memiliki pengalaman bekerja sama dengan industri untuk membawa hasil penelitian menuju pemanfaatan yang lebih luas. Salah satu contohnya adalah pengembangan produk MyCookies bersama perusahaan, sementara UGM juga memiliki holding company yang mendukung proses komersialisasi hasil penelitian.

Dari sisi NUST, sejumlah komoditas pertanian Namibia berpotensi menjadi bidang kolaborasi, seperti maize, mahangu (pearl millet), wheat, kentang, pisang, anggur, dan daging sapi. Sektor perikanan juga menjadi salah satu bidang penting di Namibia. Potensi tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengidentifikasi topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan kedua negara.

NUST juga menyampaikan kebutuhan kolaborasi dalam feasibility study yang direncanakan pada Oktober. Studi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai bidang dan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret dengan UGM.

Sebagai tindak lanjut awal, FTP UGM dan NUST membahas peluang pelaksanaan guest lecture, penelitian bersama berdasarkan kesamaan topik, serta pertukaran mahasiswa dan staf. Kedua institusi juga membuka peluang penyusunan collaboration agreement di tingkat fakultas sebagai landasan pengembangan kerja sama selanjutnya.

Kunjungan perdana NUST ke FTP UGM ini menjadi awal bagi kedua institusi untuk memetakan bidang yang memiliki kebutuhan dan kepentingan bersama. Dari pertemuan tersebut, kerja sama diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga menghasilkan teknologi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia maupun Namibia.

FTP UGM dan Kementan–BRIN Bahas Teknologi Pascapanen untuk Perluas Hilirisasi Hortikultura

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 14 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Direktorat Hilirisasi Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membahas pemanfaatan teknologi freeze drying dan iradiasi fitosanitari untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka akses pasar ekspor komoditas hortikultura. Pembahasan berlangsung di Operation Room FTP UGM, Kamis (10/9/2026).

Freeze drying menjadi salah satu teknologi yang dapat mengubah komoditas segar menjadi produk dengan umur simpan lebih panjang dan nilai tambah lebih tinggi. Dr Joko Nugroho Wahyu Karyadi, dosen dan peneliti FTP UGM, menjelaskan bahwa teknologi tersebut telah dikembangkan untuk berbagai komoditas, seperti sirsak, alpukat, nangka, buah naga, mawar, dan bunga telang. Sistem manifold umumnya digunakan pada skala laboratorium, sedangkan sistem tray dapat dikembangkan untuk skala yang lebih besar sesuai kapasitas dan desain.

Peluang tersebut telah terlihat dari produk freeze dried yang dipasarkan ke luar negeri. Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan biaya produksi, investasi peralatan, harga bahan baku yang dipengaruhi musim, serta persyaratan pengujian dan pelabelan di negara tujuan. Karena itu, penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan komoditas, skala produksi, dan pasar yang dituju.

Di sisi lain, iradiasi fitosanitari dibahas sebagai salah satu teknologi untuk mendukung ekspor komoditas hortikultura segar. Bimo, peneliti Organisasi Riset Teknologi Nuklir BRIN, menjelaskan bahwa iradiasi dapat digunakan sebagai perlakuan karantina dengan merusak DNA organisme hidup pada komoditas. Indonesia saat ini memiliki fasilitas iradiasi berupa enam fasilitas gamma Cobalt-60, 12 electron beam hingga 10 MeV, dan satu fasilitas X-ray hingga 5 MeV.

Penerapan iradiasi fitosanitari untuk ekspor masih memerlukan kesiapan regulasi, fasilitas, dan protokol yang sesuai dengan persyaratan negara tujuan. Salah satu kebutuhan yang dibahas adalah penyusunan dokumen dan SOP bersama Badan Karantina Indonesia, termasuk pengujian electron beam menggunakan protokol IAEA dan penyesuaian dengan persyaratan USDA APHIS untuk pasar Amerika Serikat. Vietnam menjadi salah satu contoh negara yang telah menggunakan iradiasi fitosanitari dalam ekspor tujuh jenis buah pada 2022.

Dekan FTP UGM, Prof Eni Harmayani, menekankan pentingnya membangun sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan teknologi pascapanen tidak cukup hanya menghasilkan teknologi, tetapi perlu terhubung dengan ketersediaan bahan baku, mutu produk, regulasi, pengujian, hingga kebutuhan pasar. Freeze drying dapat menjadi salah satu alternatif ketika pemasaran produk segar menghadapi keterbatasan sekaligus menjawab kebutuhan produk yang praktis dan bernilai tambah.

Freddy Lumban Gaol, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, menyampaikan bahwa ketatnya persyaratan ekspor menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui penguatan teknologi dan sistem pascapanen. Karena itu, kolaborasi pemerintah, BRIN, perguruan tinggi, dan industri diperlukan untuk menentukan komoditas serta negara tujuan prioritas dan mengkaji kelayakannya dari aspek teknologi, ekonomi, regulasi, hingga pasar.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menghubungkan pengembangan teknologi pascapanen dengan kebutuhan nyata industri dan pasar ekspor. Kolaborasi lintas lembaga selanjutnya diarahkan pada pengembangan protokol, penguatan fasilitas, serta pemilihan komoditas dan negara tujuan yang paling potensial.

123…132

Berita Terakhir

  • Tekan Susut Pangan, FTP UGM dan Direktorat P4T Bappenas Jalin Kerja Sama Kajian Teknologi Pascapanen
  • FTP UGM dan BIG Gelar Kick Off UGMPreneurs Batch V 2026, Ajak Mahasiswa Belajar Merintis dan Membesarkan Usaha dari Para Praktisi
  • FTP UGM Terima Kunjungan Kemenko Perekonomian, Bahas Hilirisasi Komoditas Agro Khususnya Kelapa
  • Prof. Mirwan Ushada Terima Estafet Kepemimpinan FTP UGM, Usung Semangat “Bersama Kita Bisa, FTP Rumah Kita”
  • FTP UGM Sambut Antusiasme Ratusan Siswa SMA/SMK dalam Sesi Sosialisasi Perkuliahan 

Berita UGM

  • Ubah Limbah Jadi Peluang, TEP UGM Bekali Siswa di Halmahera Tengah Keterampilan Kewirausahaan        14 Oktober 2026
  • Karhutla Tak Kunjung Padam, Pakar UGM Beberkan Dua Faktor Utamanya 14 Oktober 2026
  • Riset UGM Sebut Pemotongan Komisi Ojol 8% Belum Efektif Tingkatkan Kesejahteraan Driver 14 Oktober 2026
  • Harga Beras dan Cabai Tinggi, Pakar UGM Dorong Perbaikan Rantai Pasok Pangan 13 Oktober 2026
  • Pakar UGM Ungkap Dua Penyebab Utama Rendahnya Keterwakilan Perempuan di DPR 13 Oktober 2026

Agenda

  • 29Okt Wisuda Pascasarjana
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju