Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (BEM FTP UGM) melalui Kementerian Hubungan Masyarakat, Kabinet Vassa Adhika, kembali menyelenggarakan program kerja unggulan bertajuk FTP Goes to School. Program ini dirancang untuk mendekatkan dunia pendidikan tinggi, khususnya di bidang pertanian dan pangan, kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, BEM FTP UGM berkomitmen menghadirkan suasana belajar yang inspiratif sekaligus memberikan gambaran nyata tentang kehidupan perkuliahan di universitas.
Pada tahun 2025, FTP Goes to School dilaksanakan di beberapa sekolah di wilayah Yogyakarta dan Bantul. Rangkaian kegiatan dimulai pada Senin, 15 September 2025 di SMAN 3 Yogyakarta sebagai bagian dari Expo Fakultas tahunan yang difasilitasi oleh pihak sekolah. Selanjutnya, pada Jumat, 19 September 2025, tim mahasiswa mengunjungi empat sekolah sekaligus, yaitu SMAN 2 Bantul, MAN 1 Yogyakarta, SMAN 5 Yogyakarta, dan SMAN 7 Yogyakarta.
Kegiatan ini diisi oleh mahasiswa FTP UGM yang bertindak sebagai pemateri sekaligus representasi dari himpunan mahasiswa yang ada di FTP UGM, yaitu Keluarga Mahasiswa Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (KMTPHP), Perhimpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (PERMATETA), dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIPA). Di SMAN 2 Bantul, materi disampaikan oleh Nafilleo Atta Mahesa Fawwaz dan Fahrul Pratama. Sementara itu, di MAN 1 Yogyakarta hadir Halsa Rosmadani Jaizati Rasyida, Yayan Zalzabila Fahlevi, serta Annisa Ramadhani. Kegiatan di SMAN 5 Yogyakarta dibawakan oleh Nasywaa Aulia Rachma, Thalita Raissa Vasti, dan Radith Jatinindra Muhtadin Genth. Adapun di SMAN 7 Yogyakarta, pemateri terdiri dari Anindia Niwang Ayu Salindri dan Lana Dina Zein. Sedangkan untuk SMAN 3 Yogyakarta, presentasi diisi oleh Dorkas Pradhanika Gupita, Alesandro Candra, dan Rafazya Chandra Utami.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa FTP UGM memperkenalkan profil fakultas, program studi, serta prospek karier lulusan di bidang pertanian dan pangan. Para presenter berasal dari perwakilan himpunan mahasiswa yang ada di FTP, yaitu HIMATIPA, KMTPHP, dan PERMATETA. Siswa diajak mengenal lebih dekat tiga departemen yang ada di FTP UGM melalui presentasi dan sesi tanya jawab langsung. Salah satu siswa bertanya, “Hal apa yang akan dipelajari kalau masuk ke TPHP?” Para presenter kemudian menjelaskan bahwa di Teknologi Pangan, mahasiswa akan mempelajari pengolahan bahan pangan, inovasi produk makanan, hingga keamanan dan gizi. Mereka juga menambahkan bahwa setiap mahasiswa baru akan mendapat pendamping berupa buddy dari kakak tingkat yang siap menjadi tempat bertanya dan membimbing adaptasi awal. Selain itu, sejak semester pertama mahasiswa sudah mengikuti praktikum umum, seperti praktikum kimia, dan mulai semester kedua praktikum akan lebih menjurus ke bidang khusus TPHP.
Pertanyaan lain muncul dari peserta, “Berapa skor yang harus ditempuh untuk masuk ke FTP?” Menanggapi hal ini, para presenter menerangkan bahwa persyaratan skor bergantung pada jalur penerimaan mahasiswa baru. Lebih lanjut, mereka juga membagikan pengalaman pribadi dengan menyebutkan jalur masuk dan skor yang mereka tempuh saat mendaftar di FTP UGM. Hal ini disampaikan untuk memberi gambaran sekaligus motivasi kepada para siswa bahwa peluang untuk bergabung di FTP UGM tetap terbuka luas dengan persiapan yang baik dan tekad yang kuat. Kehadiran mahasiswa sebagai presenter membuat suasana terasa lebih dekat dan komunikatif, sehingga informasi dapat diterima dengan ringan sekaligus inspiratif. Untuk menjaga semangat para peserta, rangkaian acara juga dilengkapi dengan sesi ice breaking dan kuis interaktif yang dirancang seru dan menyenangkan.
Ketua BEM FTP UGM, Muhammad Tegar Prakoso, menyampaikan bahwa harapannya, setelah terlaksananya kegiatan FTP Goes to School, BEM FTP mampu memberikan pemahaman yang lebih luas kepada siswa-siswi mengenai Fakultas Teknologi Pertanian, baik dari segi program studi, prospek keilmuan, maupun peluang karir di masa depan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan FTP UGM sebagai fakultas yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman, tetapi juga dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk melanjutkan studi di FTP UGM. Selain itu, melalui program ini diharapkan terjalin hubungan baik antara FTP dengan sekolah-sekolah sehingga tercipta sinergi dalam menghasilkan calon mahasiswa yang berkualitas, berwawasan teknologi, dan peduli terhadap pertanian serta lingkungan.
Seminar ini menghadirkan Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Menteri Pertanian Republik Indonesia, secara daring sebagai Keynote Speaker utama. Andi Amran didampingi oleh Dr. Sam Herodian, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Pangan, yang hadir secara luring, untuk membahas arah kebijakan dan strategi nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi pertanian 4.0. Sesi Keynote Speaker yang sangat dinantikan ini diperkirakan dihadiri oleh sekitar 300 peserta secara luring, menunjukkan antusiasme tinggi dari akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai institusi di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian integral dari rangkaian acara, Grand Final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional 2025 yang didukung oleh Agrinas Pangan Nusantara telah sukses diselenggarakan pada Selasa, 2 September 2025, di Ruang 384 FTP UGM. Lomba ini menjaring ide-ide segar dan inovatif dari generasi muda, dengan 10 tim terbaik mempresentasikan karyanya di hadapan juri Prof. Nursigit Bintoro (UGM), Dr. Andreas Wahyu (PERTETA – INSTIPER), dan Kolonel Blasius Popylus (Agrinas Pangan Nusantara). Pengumuman juara menjadi salah satu puncak acara Seminar Nasional.
Inovasi yang ditawarkan oleh tim PKM-K adalah STIVALUTION yaitu produk bahan bakar industri yang ramah lingkungan berbentuk biopelet dengan bahan baku sampah plastik kategori Low Density Polyethylene (LDPE) dan sekam padi. Penggunaan kedua bahan baku ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang menumpuk di Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta serta sekam padi yang jarang dimanfaatkan. “Kami memanfaatkan sampah plastik LDPE seperti kantong plastik dan sekam padi yang terbuang begitu saja menjadi bahan bakar ramah lingkungan agar dapat memiliki nilai jual,” jelas Gayuh.