• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
Arsip:

SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Menanam Harapan di Lahan Tadah Hujan Merauke, Dosen FTP UGM Pimpin Pengembangan Demplot Terpadu

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi LayakSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Senin, 14 September 2026

Di Kampung Boewer, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kawasan Transmigrasi (KT) Muting, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM yang diketuai oleh Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengembangkan demplot konservasi terpadu seluas 2.500 m² yang menggabungkan konservasi tanah dan air, tanaman pangan padi varietas Gamagora UGM, dan tanaman pakan ternak rumput Gama Umami.

Tidak hanya soal tanaman, demplot ini juga menjadi bagian dari upaya konservasi air melalui pemanfaatan air hujan dan pembangunan embung konservasi. Budidaya tanaman pangan padi Gamagora dilakukan dengan metode SRI (System of Rice Intensification), di mana pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman. Melalui integrasi tanaman pangan, pakan ternak, dan pengelolaan air, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan yang lebih optimal serta menjaga ketersediaan air di KT Muting dengan menerapkan konsep ekonomi hijau untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan dan air.

Pengembangan demplot konservasi terpadu tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan lahan di KT Muting yang masih mengandalkan curah hujan. Dalam kondisi tersebut, ketersediaan dan pengelolaan air menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan budidaya. Karena itu, demplot tidak hanya dirancang sebagai area budidaya, tetapi sebagai model yang mengintegrasikan pengelolaan air dengan pemanfaatan lahan untuk berbagai kebutuhan.

Salah satu komponen yang dikembangkan adalah embung konservasi sebagai bagian dari sistem pemanfaatan air hujan. Air yang tertampung kemudian dapat mendukung kebutuhan budidaya tanaman pada lahan demplot. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia sekaligus mengurangi ketergantungan kegiatan budidaya terhadap pola hujan.

Pengelolaan air pada tanaman padi Gamagora juga dilakukan dengan pendekatan berbasis kebutuhan tanaman melalui metode SRI. Pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman, sehingga pengelolaan air dapat disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan tanaman. Penerapan tersebut memperlihatkan bagaimana aspek pengelolaan sumber daya air dan teknologi budidaya dapat dipadukan dalam pengembangan pertanian di lahan tadah hujan.

Demplot juga mengintegrasikan tanaman pakan ternak berupa rumput Gama Umami. Kehadiran tanaman pakan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pemanfaatan lahan yang diarahkan untuk mendukung sistem pertanian dan peternakan masyarakat di KT Muting. Ketersediaan pakan menjadi salah satu tantangan bagi peternak setempat yang selama ini masih banyak mengandalkan sistem penggembalaan.

Potensi peternakan tersebut cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke, Distrik Elikobel memiliki populasi sapi potong sekitar 4.078 ekor pada 2024. Masyarakat umumnya memelihara sapi Bali secara individual dengan jumlah sekitar 3–4 ekor per peternak. Pola pemeliharaan yang masih didominasi sistem umbaran membuat ketersediaan hijauan di area penggembalaan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan usaha peternakan.

Untuk merespons kondisi tersebut, TEP 1 UGM melaksanakan penanaman rumput Gama Umami pada 2 September 2026 di Kampung Boewer. Penanaman dilakukan melalui demplot (demonstration plot) sebagai lokasi percontohan agar masyarakat dapat melihat secara langsung proses pengembangan sumber hijauan pakan yang dapat diterapkan pada lahan lain di sekitar kampung.

Gama Umami merupakan rumput unggul yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber hijauan pakan ternak dan dikembangkan oleh tim peneliti Fakultas Peternakan UGM yang diketuai Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Pengembangan tanaman ini selanjutnya diarahkan menuju konsep Bank Pakan Ternak sebagai sistem penyediaan dan penyimpanan cadangan pakan yang dapat dimanfaatkan ketika ketersediaan hijauan di lapangan menurun.

“Pengembangan Gama Umami tidak hanya diarahkan pada penanaman rumput, tetapi juga bagaimana pakan tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan dan mudah dimanfaatkan oleh peternak,” ujar Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc., anggota TEP 1 UGM yang berfokus pada bidang peternakan.

Integrasi embung konservasi, tanaman pangan, dan tanaman pakan dalam satu demplot menunjukkan pendekatan yang dikembangkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di KT Muting. Pengelolaan air menjadi penopang budidaya tanaman pangan, sementara pemanfaatan sebagian lahan untuk tanaman pakan mendukung kebutuhan peternakan. Dengan pendekatan tersebut, satu sistem lahan dapat memberikan manfaat bagi beberapa aktivitas masyarakat secara bersamaan.

Pendekatan terpadu ini didukung oleh keberagaman latar belakang keilmuan anggota TEP 1 UGM yang terdiri atas Tri Ariani, S.T.P., Khulaimi, S.P., Ilham Mubarok, S.T.P., Ariqonitahanif Putri Rahim, S.Si., dan Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc. Lintas keilmuan dalam tim mencakup pertanian, agronomi, sumber daya air, pemetaan wilayah, ekonomi, hingga peternakan, sehingga pengembangan program dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling berkaitan.

Bagi Chandra dan tim, demplot konservasi terpadu tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan model pengelolaan lahan yang sesuai dengan kondisi lokal. Pemanfaatan air hujan melalui embung, pengaturan air berdasarkan kebutuhan tanaman, budidaya padi Gamagora, serta penyediaan hijauan pakan dirancang untuk membangun sistem yang lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya lahan dan air.

Ke depan, pengembangan demplot diharapkan dapat menjadi model percontohan yang sederhana dan aplikatif bagi masyarakat KT Muting. Melalui pengelolaan lahan dan air secara terpadu, pendekatan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat penerapan konsep ekonomi hijau dalam pemanfaatan sumber daya di Kawasan Transmigrasi Muting, Merauke, Papua Selatan.

Perdalam Riset di Wageningen, Mahasiswa Magister Teknik Pertanian UGM Ikuti International Joint Supervision Program

MahasiswaPendidikanPenelitianRilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Minggu, 13 September 2026

Kesempatan mengasah kemampuan riset di perguruan tinggi mitra internasional turut membuka wawasan akademik lintas negara bagi mahasiswa Magister Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kesempatan tersebut dijalani Muhammad Athala Fawwaz Dzaky, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Pertanian FTP UGM sekaligus bagian dari Smart Agriculture Research Center (SARC), Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM, melalui kegiatan student mobility di Wageningen University & Research (WUR), Belanda, yang berlangsung pada 1-12 September 2026 sebagai bagian dari International Joint Supervision Program (IJSP) program pembimbingan bersama yang memberi mahasiswa kesempatan memperoleh pengalaman akademik dan penelitian di perguruan tinggi mitra internasional.

Selama program berlangsung, Athala memperoleh pembimbingan dari Dr. Andri Prima Nugroho sebagai pembimbing dari UGM, yang turut mendampingi langsung pelaksanaan kegiatan di Wageningen, serta Dr. Joseph Peller sebagai pembimbing dari WUR. Ia juga berkesempatan berkonsultasi dengan Prof. Gerrit Polder mengenai teknologi spectral imaging dan penerapannya dalam penelitian pertanian. Rangkaian pembimbingan penelitian, praktik laboratorium, diskusi ilmiah, hingga pendampingan penulisan manuskrip untuk jurnal internasional dirancang untuk memperkuat kualitas riset Athala sekaligus memberi pengalaman menjalankan penelitian sesuai standar akademik level global.

Di Laboratorium Vision + Robotics WUR, Athala mempelajari teknologi spectral imaging dan penerapannya untuk plant phenotyping, memanfaatkan peralatan dan sistem yang tersedia untuk memahami langsung cara mengamati karakteristik tanaman secara objektif dan akurat teknologi yang dinilai berpotensi besar mendukung pengembangan pertanian presisi dan sistem pertanian cerdas. Sesi supervisi bersama turut menjadi ruang baginya mendiskusikan perkembangan penelitian, meninjau metode yang digunakan, serta memperbaiki cara menyajikan hasil riset secara ilmiah, sementara pendampingan penulisan manuskrip membantunya menyusun hasil riset lebih sistematis sebagai persiapan publikasi jurnal internasional.

Di luar kegiatan akademik dan penelitian, Athala turut merasakan langsung kehidupan sebagai mahasiswa di WUR dengan mempelajari lingkungan kampus, fasilitas pendidikan dan penelitian, budaya akademik, hingga pola interaksi antara mahasiswa dan peneliti, yang memberinya gambaran langsung mengenai ekosistem pembelajaran dan penelitian di salah satu universitas terkemuka dunia di bidang pertanian.

Kesempatan belajar di WUR merupakan salah satu impian Athala, mengingat WUR dinilai berada di garis depan pengembangan pertanian modern, khususnya indoor farming yang didukung teknologi mutakhir. Pembimbingan langsung dari para peneliti profesional, baik dalam praktik penelitian di laboratorium maupun proses penulisan ilmiah yang sistematis, turut memberikan kesan mendalam sepanjang program berlangsung.

Bagi FTP UGM, pelaksanaan IJSP ini memperkuat kerjasama akademik dengan WUR, khususnya di bidang teknologi pertanian, spectral imaging, dan plant phenotyping, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa membangun jejaring internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah, dan memperluas wawasan pendidikan serta penelitian di tingkat global. Keikutsertaan Athala diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Teknik Pertanian UGM lainnya untuk aktif mencari pengalaman akademik internasional dan mempersiapkan diri melanjutkan studi di perguruan tinggi terkemuka dunia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui perluasan pengalaman akademik dan riset internasional bagi mahasiswa, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi pertanian presisi seperti spectral imaging dan plant phenotyping, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama akademik antara UGM dan Wageningen University & Research.

Penulis: Shella Herdanti

Perkuat Riset Pertanian Cerdas, FTP UGM Jalani Staff Mobility di Wageningen University dan Research

PendidikanPenelitianRilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Minggu, 13 September 2026

Upaya memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi riset internasional membawa Dr. Andri Prima Nugroho, dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus peneliti Smart Agriculture Research Center (SARC), menjalani program staff mobility di Wageningen University & Research (WUR), Belanda, pada 1-12 September 2026, sebagai bagian dari International Joint Research Academy (IJRA).

Sepanjang kunjungan, digelar sejumlah diskusi untuk menjajaki peluang kerja sama antara UGM dan WUR, mulai dari penelitian kolaboratif, perencanaan publikasi bersama, hingga penyusunan proposal riset bersama. Diskusi turut melibatkan sejumlah mitra peneliti WUR, yaitu Dr. Joseph Peller di bidang spectral imaging for plant phenotyping, Prof. Dr. Gerrit Polder di bidang teknologi pencitraan spektral, serta Assoc. Prof. Gert Kootstra di bidang robotika pertanian. Salah satu fokus pembahasan mengarah pada pengembangan riset yang mengintegrasikan teknologi robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, pendekatan yang diharapkan mampu mendukung pengamatan karakteristik tanaman secara lebih objektif, cepat, dan akurat, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi pertanian cerdas yang sesuai dengan kondisi pertanian Indonesia.

Kunjungan ke Laboratorium Vision + Robotics WUR turut memberi wawasan langsung mengenai teknologi dan riset yang tengah dikembangkan di sana, termasuk diskusi bersama Arjan Vroegop mengenai simulasi plant phenotyping dan keterkaitannya dengan rencana penelitian kolaboratif ke depan. Di sela agenda staff mobility ini, turut dilakukan pendampingan terhadap pelaksanaan International Joint Supervision bagi salah satu mahasiswa magister UGM yang tengah menjalani praktik riset di laboratorium yang sama.

Dalam pertemuan dengan bagian kerja sama WUR, disampaikan usulan rencana penelitian bersama mengenai robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, sekaligus diidentifikasi peluang pendanaan dan langkah strategis agar gagasan tersebut dapat berkembang menjadi proposal riset bersama dan publikasi ilmiah kolaboratif.

Andri menilai kesempatan belajar dan berdiskusi langsung dengan para peneliti WUR menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menyaksikan kemajuan teknologi di bidang pencitraan spektral, plant phenotyping, dan robotika pertanian, kunjungan ini turut memberi pembelajaran dari etos kerja serta budaya belajar dan bekerja sama yang tumbuh di lingkungan penelitian WUR dari budaya diskusi terbuka, kerja kolaboratif lintas bidang, dan kedisiplinan dalam menjalankan penelitian menjadi kesan mendalam yang dibawa pulang dari kunjungan tersebut.

Bagi FTP UGM, kunjungan ini turut memberi pemahaman mengenai cara institusi riset membangun dan mengelola kerja sama dengan mitra industri, sekaligus menegaskan pentingnya membangun ekosistem inovasi agar hasil riset memberi manfaat yang lebih luas. Sebagai salah satu universitas terkemuka dunia di bidang pertanian, WUR diharapkan menjadi mitra strategis bagi pengembangan riset pertanian masa depan, dan kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih konkret antara UGM dan WUR, baik dalam penelitian, publikasi, penyusunan proposal bersama, maupun pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset pertanian cerdas yang relevan bagi pertanian tropis, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi robotika dan plant phenotyping, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi riset antara UGM dan Wageningen University & Research.

Penulis: Shella Herdanti

Pati Sagu Naik Kelas, FTP UGM Bersama Pertamina dan BRIN Kembangkan Drilling Starch Tahan Suhu Tinggi

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Selasa, 8 September 2026

Yogyakarta, 8 September 2026 — Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Technology Innovation Upstream & Low Carbon PT Pertamina (Persero) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pengembangan inovasi berbasis sumber daya hayati melalui riset High-Temperature Drilling Starch (HT Starch) berbasis pati sagu. Pengembangan tersebut dibahas dalam Workshop Termin I Riset dan Pengembangan High-Temperature Drilling Starch Berbasis Pati Sagu dengan Modifikasi Kimia untuk Aplikasi Fluid Loss Reducer, Selasa (8/9). Riset ini diketuai oleh Prof. Dr. Mohammad Affan Fajar Falah, S.T.P., M.Agr., dan melibatkan Yanuar Sigit Pramana, S.T., M.Si., mahasiswa Program Doktor Teknolog Industri Pertanian UGM.

Riset ini diarahkan untuk menghasilkan material berbasis pati yang dapat digunakan sebagai fluid loss reducer dalam formula lumpur untuk kebutuhan teknologi pengeboran, khususnya pada kondisi bersuhu tinggi. Pengembangan dilakukan melalui serangkaian proses penelitian dan pengujian untuk memperoleh karakteristik HT Starch yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi industri. Hasil pengembangan pada tahap awal ini selanjutnya menjadi dasar untuk menuju tahapan pengujian yang lebih luas.

Kolaborasi tersebut menjadi gambaran penerapan konsep triple helix, yaitu model kolaborasi dan sinergi antara tiga pilar utama—pemerintah (government), akademisi atau universitas (academia), dan industri (industry)—dalam mendorong inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan sosial. Dalam riset ini, FTP UGM merepresentasikan unsur akademisi, BRIN sebagai lembaga riset pemerintah, serta PT Pertamina (Persero) sebagai mitra industri yang membawa perspektif kebutuhan teknologi di lapangan.

Workshop Termin I menjadi ruang untuk melihat perkembangan riset sekaligus mempertemukan hasil pengembangan akademik dengan kebutuhan industri. Pembahasan mencakup perkembangan karakterisasi pati sagu, modifikasi bahan, karakterisasi HT Starch, hingga pengujian awal sebagai fluid loss reducer. Pertukaran perspektif antara peneliti dan pihak industri menjadi bagian penting untuk memastikan teknologi yang dikembangkan memiliki arah penerapan yang jelas.

Pengembangan HT Starch direncanakan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun, mulai dari pengembangan produk, produksi untuk kebutuhan field test, hingga pengujian lapangan. Tahapan tersebut menunjukkan bagaimana riset berbasis bahan hayati dapat diarahkan dari proses pengembangan di laboratorium menuju inovasi yang berpotensi menjawab kebutuhan teknologi industri.

Melalui pengembangan HT Starch berbasis pati sagu, FTP UGM bersama PT Pertamina (Persero) dan BRIN turut memperkuat kontribusi terhadap Sustainable Development Goal (SDG) 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui riset dan pengembangan inovasi teknologi untuk kebutuhan industri. Kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam riset ini juga mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset pemerintah, dan sektor industri dalam mendorong inovasi yang berkelanjutan.

Kontributor : Fadli Fitriandi

Padukan Riset dan Praktik, TPHP FTP UGM Gelar Pelatihan Pembuatan Soft Sourdough

Rilis BeritaSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 2 September 2026

Di tengah tren roti sourdough yang belakangan digemari masyarakat karena nilai jual tinggi sekaligus manfaat kesehatannya, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) menghadirkan cara membuat roti tersebut secara lebih mendalam melalui “Pelatihan Pembuatan Soft Sourdough” yang digelar pada 1-2 September 2026 di Laboratorium Inkubator FTP UGM, yang diikuti lima peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga hingga pelaku usaha yang tengah merintis bisnis di bidang bakery. 

Didampingi langsung oleh Dr. Rini Yanti, S.T.P., M.P., dosen Laboratorium Rekayasa Proses, Program Studi S1 TPHP FTP UGM, yang menghadirkan pendekatan berbeda dari pelatihan roti pada umumnya. Alih-alih sekadar membekali peserta dengan resep, pelatihan ini turut mengulik proses fermentasi dan kandungan yang ada di dalam soft sourdough. 

“Tidak hanya belajar membuat, tetapi kita juga mempelajari apa sih yang terjadi. Jadi sambil kita belajar membuat roti sourdoughnya kita juga mengedukasi peserta ciri-ciri sourdough dan mana roti yang bisa kita klaim sebagai roti sourdough,” ujar Rini. 

Pemilihan soft sourdough sebagai materi pelatihan bukan tanpa alasan. Selain sedang digemari dan memiliki nilai jual tinggi di kalangan masyarakat menengah ke atas dan menjadikannya peluang bisnis yang menjanjikan bagi peserta yang tengah merintis usaha. Sourdough juga turut dikenal sebagai produk ini dinilai lebih ramah bagi pencernaan dan tidak mudah membuat perut kembung. 

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Sebagian peserta bahkan baru pertama kali mencoba membuat roti sourdough, sehingga rasa penasaran turut mewarnai jalannya pelatihan. Meski begitu, proses pembuatan soft sourdough menyimpan tantangan tersendiri, terutama dalam hal waktu yang menuntut kesabaran, sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran mengenai karakter unik sourdough itu sendiri. 

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai manfaat kesehatan dari proses fermentasi pangan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan berbasis riset kepada masyarakat umum, serta SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi produk pangan yang berpotensi menjadi peluang usaha baru. 

 

Penulis: Shella Herdanti

123…27

Berita Terakhir

  • Rayakan Kebersamaan, FTP UGM Gelar Family Fun Day dalam Rangka Dies Natalis ke-63
  • Kunjungan Perdana NUST Namibia ke FTP UGM Buka Inisiasi Kerja Sama Teknologi Pertanian
  • FTP UGM dan Kementan–BRIN Bahas Teknologi Pascapanen untuk Perluas Hilirisasi Hortikultura
  • Menanam Harapan di Lahan Tadah Hujan Merauke, Dosen FTP UGM Pimpin Pengembangan Demplot Terpadu
  • Perdalam Riset di Wageningen, Mahasiswa Magister Teknik Pertanian UGM Ikuti International Joint Supervision Program

Berita UGM

  • Wakili RI di Forum Kesiapsiagaan Pandemi Global, Dekan FK-KMK UGM Soroti Perlindungan Kelompok Rentan 23 September 2026
  • Bukan Sekadar Menara Gading, Kampus Diajak Ciptakan Inovasi Nyata untuk Rakyat 23 September 2026
  • Menjembatani Inovator dengan Dunia Industri 23 September 2026
  • Tim Ekspedisi Patriot UGM Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Distrik Ulilin Merauke 22 September 2026
  • Serangga Tularkan 70% Virus Tumbuhan yang Memicu Gagal Panen 22 September 2026

Agenda

  • 30Sep Kuliah Tamu Departemen TPHP UGM bersama Regis Machdy, M.Sc.
  • 29Okt Wisuda Pascasarjana
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju