Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Kurikulum 2026 pada Kamis (8/5) di Kimaya Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi seluruh program studi di lingkungan FTP UGM untuk menyusun dan menyelaraskan pengembangan kurikulum baru yang adaptif, transdisiplin, dan berdampak bagi masyarakat.
Workshop dihadiri pimpinan fakultas, senat fakultas, ketua departemen, ketua program studi, serta tim kurikulum program sarjana, magister, dan doktor. Agenda utama meliputi pembahasan arah kebijakan kurikulum terbaru sesuai Permendikbudristek dan Peraturan Rektor UGM, pemaparan rancangan kurikulum 2026 tiap program studi, hingga diskusi penguatan implementasi pendidikan berbasis Outcome Based Education (OBE).
Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan FTP UGM dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan kurikulum menjadi langkah penting dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan global yang berkembang sangat cepat, mulai dari disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, perubahan iklim, transformasi industri pangan, hingga isu keberlanjutan dan kedaulatan pangan.
“FTP UGM perlu memastikan bahwa kurikulum mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan transdisiplin, problem solving, kepemimpinan, entrepreneurship, serta sensitif terhadap persoalan bangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kurikulum tidak hanya dipandang sebagai susunan mata kuliah, tetapi juga sebagai desain pengalaman belajar yang mampu menghadirkan pembelajaran mendalam (deep learning), fleksibel, dan memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang melalui riset, kolaborasi, internasionalisasi, maupun penguatan soft skills.
Dalam sesi pengantar kurikulum, Prof. Dr. Ir. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P. menjelaskan bahwa penyusunan Kurikulum 2026 mengacu pada Permendikti No. 39 Tahun 2025 dan Peraturan Rektor UGM terbaru yang menekankan penguatan OBE, fleksibilitas pembelajaran, serta pengembangan pendidikan transdisiplin.
Ia menjelaskan bahwa kurikulum baru memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah lintas disiplin melalui berbagai skema pembelajaran, seperti second major, minor, hingga elective course. Selain itu, kurikulum UGM juga memuat mata kuliah penciri lulusan UGM, seperti digital humanities dan sustainability skills.
“Transdisciplinary education menjadi konteks optimalisasi kekayaan keahlian dan bidang ilmu di UGM dengan struktur kurikulum yang lebih ramping dan mudah diakses,” jelasnya.
Pada sesi pemaparan rancangan kurikulum, program studi sarjana di lingkungan FTP UGM memaparkan berbagai strategi pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan masing-masing. Program studi juga mulai mengintegrasikan penguatan literasi digital, sustainability, kewirausahaan, internasionalisasi, hingga experiential learning dalam struktur pembelajaran.
Sementara itu, pada jenjang pascasarjana, pembahasan difokuskan pada penguatan riset, fleksibilitas jalur reguler dan by research, peningkatan kualitas publikasi internasional, serta pengembangan inovasi berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.
Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., yang hadir sebagai narasumber, menekankan bahwa pendekatan transdisiplin menjadi bagian penting dalam menjawab persoalan kompleks di masyarakat.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak lagi cukup hanya berjalan pada pendekatan multidisiplin, tetapi perlu bergerak menuju kolaborasi lintas bidang yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam penyelesaian masalah nyata.
“Perguruan tinggi perlu menghadirkan pembelajaran yang memberi ruang mahasiswa untuk tumbuh sesuai minat dan talentanya, sekaligus memastikan ilmu yang dikembangkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui workshop ini, FTP UGM menargetkan finalisasi rancangan Kurikulum 2026 dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan untuk kemudian diterapkan pada Tahun Akademik 2026/2027. Selain penguatan struktur kurikulum, fakultas juga akan melanjutkan pembahasan terkait diferensiasi dan positioning keilmuan antarprogram studi agar selaras dengan visi FTP UGM sebagai center of excellence di bidang agroindustri.
Workshop ditutup dengan penyusunan tindak lanjut penyempurnaan dokumen kurikulum, harmonisasi capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta penguatan integrasi kurikulum dengan kebutuhan industri, masyarakat, dan perkembangan teknologi masa depan.