Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membawa kabar menggembirakan. Dalam ajang MAJU:ON Hackathon 2025 yang berlangsung di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta pada 7–8 November 2025, tim Mycomarine berhasil meraih Juara 1 kategori Student Track. Kompetisi ini diselenggarakan oleh UD Impact dengan dukungan SK Innovation E&S Korea Selatan.
Tim Mycomarine terdiri atas mahasiswa lintas disiplin, di antaranya berasal dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Felicia Jeanete Adelyn dan Brilliant Christalia Anjani, Gerson Lewis dari Departemen Perikanan, dan Viena Kurniawan dari Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi. Keempatnya menjalani proses kompetisi dengan dukungan dan bimbingan dari Mohammad Genta Mahardhika, S.E., M.B.A.
Sebagai inti dari inovasi mereka, Mycomarine mengembangkan Seathera, sebuah kemasan ramah lingkungan berbahan limbah pertanian dan miselium jamur tiram. Produk ini ditujukan sebagai alternatif pengganti styrofoam bagi pelaku usaha ikan hias, khususnya dalam kebutuhan pengiriman. Dengan pendekatan berbasis bioteknologi dan keberlanjutan, Seathera hadir sebagai upaya meminimalkan limbah plastik sekaligus menyediakan solusi yang aman, fungsional, dan berdaya guna.
Perjalanan Mycomarine dalam kompetisi dimulai sejak pertengahan September 2025, ketika mereka mengirimkan konsep awal inovasi. Setelah melalui tahap kurasi, tim dinyatakan lolos dan mengikuti rangkaian pembinaan intensif yang mencakup sesi pendampingan, penyusunan pitch deck, latihan pitching, hingga pengembangan prototype. Setelah berhasil melewati seleksi internal UGM pada akhir Oktober, mereka kemudian melaju sebagai perwakilan universitas di tingkat nasional.
Dalam pengembangan Seathera, tantangan terbesar terletak pada proses pengolahan miselium jamur tiram yang membutuhkan kondisi lingkungan lembap dan stabil serta waktu pertumbuhan yang tidak singkat. Sensitivitas organisme ini membuat setiap tahapan menuntut ketelitian. Tidak jarang pertumbuhan miselium tidak sesuai harapan, sehingga tim harus mengulang proses dari awal. Melalui rangkaian trial and error tersebut, Mycomarine mengasah ketekunan, kesabaran, serta kemampuan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah.
Lewat MAJU:ON Hackathon, tim memperoleh pengalaman berharga—mulai dari memperdalam pemahaman tentang inovasi berkelanjutan, membangun model bisnis dari nol, hingga melatih kemampuan pitching agar gagasan dapat tersampaikan secara kuat dan meyakinkan.
“Jangan takut untuk mulai mencoba dan berinovasi. Kadang ide terasa kecil atau belum sempurna, tetapi keberanian memulai adalah awal dari banyak kemungkinan. Tantangan akan selalu ada, namun dari sanalah kita belajar, tumbuh, dan menemukan arah baru,” ujar Felicia Jeanete Adelyn, salah satu anggota tim Mycomarine.
Keberhasilan Mycomarine dalam MAJU:ON Hackathon 2025 menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin dan ketekunan dalam proses dapat menghasilkan inovasi yang bermakna. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen mahasiswa FTP UGM untuk menghadirkan solusi kreatif yang relevan bagi masyarakat dan lingkungan.