FTP UGM dan YESSA Perkuat Kerja Sama untuk Pemberdayaan Lingkungan Desa Sambak
Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Jumat, 30 Agustus 2024
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui kolaborasi strategis bersama Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan model pembangunan berkelanjutan berbasis konsep zero waste dan ekonomi hijau yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di Desa Sambak, Kabupaten Magelang. Kolaborasi ini bertujuan menjadikan Desa Sambak sebagai desa mandiri yang adaptif terhadap perubahan iklim dan lingkungan, sekaligus memajukan perekonomian desa melalui agrowisata berbasis lingkungan.
Pada 30 Agustus 2024, YESSA menyerahkan sertifikat pendanaan tahun 2024 kepada FTP UGM, menandai tahun ketiga kerja sama ini. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Operating Room FTP UGM dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari tiga direktorat utama Universitas Gadjah Mada, instansi pemerintahan, serta Pemerintah Desa Sambak. Acara ini dipimpin oleh Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Eni Harmayani, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai keberlanjutan lingkungan.
Penandatanganan MoU ini memperkuat kemitraan antara FTP UGM dan YESSA, dengan tujuan utama menciptakan agrotourism berbasis zero waste di Desa Sambak. Tim dari FTP UGM yang dipimpin oleh Prof. Lilik Soetiarso memaparkan capaian program selama dua tahun terakhir, menunjukkan kemajuan yang signifikan berkat sinergi antar-pemangku kepentingan. Hiroyasu Yukino, Senior Officer dari YESSA, menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan Desa Sambak yang telah menjadi salah satu desa Proklim (Program Kampung Iklim) di Indonesia.
Acara ini mendapatkan respons positif dari para tamu undangan, terutama dari instansi pemerintahan, yang menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Kolaborasi yang terjalin erat antara universitas, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan dapat membawa perubahan yang nyata dalam pengelolaan lingkungan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sambak melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Kolaborasi antara FTP UGM dan YESSA sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Sumber : https://tpb.tp.ugm.ac.id/id/2024/09/04/tahun-ketiga-kerja-sama-dtpb-ftp-ugm-dan-yessa-untuk-desa-sambak-menuju-pembangunan-berkelanjutan.xhtml
Pertemuan tersebut diterima oleh Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., beserta jajaran pimpinan lainnya, termasuk Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng. (
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berperan dalam memajukan sektor pertanian dengan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mengenai pengembangan dan pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan). Dalam rangka mendukung pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan, Dr. Ir. Radi, S.T.P., M.Eng., IPU, ASEAN Eng., dosen dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM, memimpin sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Kegiatan ini menyasar kelompok tani (KT) di beberapa wilayah Bantul, yaitu KT Wirosutan di Srigading, KT Manunggal Karya di Petung, dan KT Tri Manunggal di Geblag, Bantul.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada 22 Agustus 2024 dan 28 Agustus 2024, dengan tujuan untuk mengedukasi para petani mengenai penggunaan alat mesin pertanian, khususnya hand traktor Impala. Dr. Radi memberikan pemahaman mendalam mengenai cara kerja, pemeliharaan, serta manfaat penggunaan traktor roda dua dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Peserta, yang merupakan anggota kelompok tani setempat, mendapatkan pelatihan langsung tentang bagaimana menggunakan alat ini secara efektif untuk mengolah lahan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan efisiensi waktu.