Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim BioMaggot-ColorSense dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem berhasil meraih Juara II Nasional pada ajang National Excellence Competition (NEC) Chapter Lombok 2026 yang diselenggarakan di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 8–10 Mei 2026.
Tim yang beranggotakan Salma Amalia dan Yusuf Leonardi tersebut berhasil memperoleh penghargaan utama 2nd Place Winner, dan mendapatkan penghargaan dari kategori Gold Medal Final, Best Team, dan Best Idea pada cabang Essay Competition subbidang Pertanian, Pangan, dan Peternakan. Kompetisi ini diikuti lebih dari 149 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Mengusung karya berjudul “BioMaggot-ColorSense: Inovasi Smart Label Indikator Kesegaran Ikan Berbasis Kitosan-Antosianin dari Hasil Samping Maggot BSF sebagai Solusi Pengurangan Limbah Organik dan Deteksi Pembusukan Ikan Secara Real Time”, tim FTP UGM menghadirkan inovasi smart packaging ramah lingkungan berbasis ekonomi sirkular.
BioMaggot-ColorSense dikembangkan menggunakan kitosan dari hasil samping maggot Black Soldier Fly (BSF) dan antosianin bunga rosella sebagai indikator perubahan kualitas ikan secara real time melalui perubahan warna. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi pengurangan limbah organik sekaligus meningkatkan keamanan pangan masyarakat.
Pada tahap semifinal, peserta menjalani presentasi privat bersama dewan juri berdasarkan subbidang masing-masing. Tim FTP UGM kemudian berhasil lolos ke babak final dan melakukan presentasi terbuka di Gedung Dome Universitas Mataram untuk memperebutkan juara umum.
Salma Amalia menyampaikan bahwa kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus kesempatan memperluas wawasan bersama mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. “Kegiatan ini memberikan banyak pengalaman baru, mulai dari proses kompetisi, presentasi karya ilmiah di hadapan dewan juri, hingga belajar bagaimana menyampaikan ide agar lebih aplikatif dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Salma.
Ia juga menambahkan bahwa inovasi yang mereka kembangkan berangkat dari persoalan nyata mengenai limbah organik dan keamanan pangan. “Tidak hanya tentang perlombaan, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi melalui riset dan inovasi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Prestasi ini menjadi bukti semangat inovasi mahasiswa FTP UGM dalam menghadirkan solusi kreatif dan berkelanjutan bagi masyarakat melalui pengembangan teknologi pangan dan pertanian.