Dr. Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan riset eksperimental di Food Chemistry Laboratory, Division of Food and AgriLife Science, Graduate School of Integrated Science for Life, Hiroshima University, Jepang, mulai 6 April 2026. Riset ini merupakan bagian dari kolaborasi penelitian internasional bersama mitra dari Hiroshima University, Prof. Takuya Suzuki, yang didanai melalui skema Hibah EQUITY-UGM untuk mendukung peningkatan peringkat QS by Subject.
Di balik kelezatan tempe yang akrab di meja makan masyarakat Indonesia, ternyata tersimpan potensi ilmiah yang jauh lebih besar dari sekadar cita rasa. Melalui penelitian bertajuk “Eksplorasi Perubahan Senyawa Kimia dan Komponen Flavor pada Fermentasi Tempe Mixed Grain dan Koro Pedang Putih serta Aktivitas Anti-inflamasinya”, Dr. Bambang menelusuri bagaimana proses fermentasi tempe koro pedang putih dan tempe mixed grain dapat mengubah susunan senyawa kimia dan komponen volatil (flavor) di dalamnya. Tidak berhenti di situ, penelitian ini juga menguji sejauh mana produk fermentasi tersebut mampu menekan sekresi sitokin proinflamasi IL-6 dan IL-8 pada model sel Caco-2 sebuah langkah penting untuk membuktikan secara ilmiah potensi tempe sebagai pangan fungsional yang mendukung kesehatan tubuh.
Kolaborasi lintas negara ini bukan sekadar ajang tukar data laboratorium. Bagi Dr. Bambang, kesempatan meneliti langsung di Hiroshima University menjadi jembatan untuk memperkuat jejaring dan kapasitas riset internasional di bidang food chemistry dan functional food berbasis bahan pangan lokal Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah yang kokoh bagi pengembangan pangan fungsional dan gastronomi fungsional Indonesia yang berakar pada kearifan lokal (local wisdom), sekaligus memperkuat ekosistem riset yang mendukung academic excellence dalam program Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Gastronomi Indonesia.
Kegiatan riset ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya: SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, 4 tentang Pendidikan Berkualitas, dan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Dalam ajang ini, Kylian tergabung dalam tim 2A bidang kesehatan dan dipercaya sebagai team leader. Ia mengusung inovasi digital bernama NutriTrack MBG, sebuah aplikasi yang dirancang untuk mendukung monitoring aspek pangan dan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi ini berfokus pada penguatan sistem pemantauan gizi berbasis digital guna meningkatkan efektivitas intervensi pangan dan kesehatan masyarakat. Keunggulan ide tersebut mengantarkan timnya meraih sejumlah penghargaan, yaitu 1st Best Team Leader, 1st Best Digital Innovation, 1st Best Team, serta 2nd Best Presentation.