Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan perdana Namibia University of Science and Technology (NUST) pada Rabu (16/9/2026) di Operation Room FTP UGM. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal inisiasi kerja sama kedua institusi dalam bidang teknologi pertanian, mencakup penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, hingga hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian.
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyambut baik kunjungan dan inisiasi kerja sama tersebut. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi FTP UGM dan NUST untuk saling mengenal bidang keahlian, pengalaman, serta kebutuhan masing-masing sebagai dasar untuk mengembangkan bentuk kolaborasi yang lebih konkret.
Deputy Vice-Chancellor for Teaching and Learning NUST, Ms. Teresia Kaulihowa, menyampaikan ketertarikan NUST untuk membangun hubungan dengan UGM. Kedua institusi dinilai memiliki perhatian yang serupa pada research, education, dan community engagement, khususnya dalam mendorong perguruan tinggi agar dapat memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., menjelaskan pengalaman UGM dalam membawa hasil penelitian agar dapat memberikan dampak kepada masyarakat. Menurutnya, hilirisasi hasil penelitian dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni komersialisasi dan pemanfaatan oleh masyarakat.
Salah satu bentuk pemanfaatan tersebut dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang memungkinkan mahasiswa mengidentifikasi persoalan nyata di masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan maupun prototipe hasil penelitian. UGM juga memiliki customized KKN yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tertentu, serta berbagai program pembelajaran yang dapat mendukung proses tersebut.
Pengalaman UGM dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat juga disampaikan oleh Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., yang mencontohkan kerja sama dengan NGO Kaleka dalam pengembangan komoditas kakao. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas biji kakao yang dihasilkan masyarakat.
Selain pengabdian, peluang kerja sama juga terbuka pada hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian. Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc. menjelaskan bahwa UGM memiliki pengalaman bekerja sama dengan industri untuk membawa hasil penelitian menuju pemanfaatan yang lebih luas. Salah satu contohnya adalah pengembangan produk MyCookies bersama perusahaan, sementara UGM juga memiliki holding company yang mendukung proses komersialisasi hasil penelitian.
Dari sisi NUST, sejumlah komoditas pertanian Namibia berpotensi menjadi bidang kolaborasi, seperti maize, mahangu (pearl millet), wheat, kentang, pisang, anggur, dan daging sapi. Sektor perikanan juga menjadi salah satu bidang penting di Namibia. Potensi tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengidentifikasi topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan kedua negara.
NUST juga menyampaikan kebutuhan kolaborasi dalam feasibility study yang direncanakan pada Oktober. Studi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai bidang dan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret dengan UGM.
Sebagai tindak lanjut awal, FTP UGM dan NUST membahas peluang pelaksanaan guest lecture, penelitian bersama berdasarkan kesamaan topik, serta pertukaran mahasiswa dan staf. Kedua institusi juga membuka peluang penyusunan collaboration agreement di tingkat fakultas sebagai landasan pengembangan kerja sama selanjutnya.
Kunjungan perdana NUST ke FTP UGM ini menjadi awal bagi kedua institusi untuk memetakan bidang yang memiliki kebutuhan dan kepentingan bersama. Dari pertemuan tersebut, kerja sama diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga menghasilkan teknologi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia maupun Namibia.
Pemaparan dan