• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

FTP UGM dan Kementan–BRIN Bahas Teknologi Pascapanen untuk Perluas Hilirisasi Hortikultura

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 14 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Direktorat Hilirisasi Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membahas pemanfaatan teknologi freeze drying dan iradiasi fitosanitari untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka akses pasar ekspor komoditas hortikultura. Pembahasan berlangsung di Operation Room FTP UGM, Kamis (10/9/2026).

Freeze drying menjadi salah satu teknologi yang dapat mengubah komoditas segar menjadi produk dengan umur simpan lebih panjang dan nilai tambah lebih tinggi. Dr Joko Nugroho Wahyu Karyadi, dosen dan peneliti FTP UGM, menjelaskan bahwa teknologi tersebut telah dikembangkan untuk berbagai komoditas, seperti sirsak, alpukat, nangka, buah naga, mawar, dan bunga telang. Sistem manifold umumnya digunakan pada skala laboratorium, sedangkan sistem tray dapat dikembangkan untuk skala yang lebih besar sesuai kapasitas dan desain.

Peluang tersebut telah terlihat dari produk freeze dried yang dipasarkan ke luar negeri. Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan biaya produksi, investasi peralatan, harga bahan baku yang dipengaruhi musim, serta persyaratan pengujian dan pelabelan di negara tujuan. Karena itu, penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan komoditas, skala produksi, dan pasar yang dituju.

Di sisi lain, iradiasi fitosanitari dibahas sebagai salah satu teknologi untuk mendukung ekspor komoditas hortikultura segar. Bimo, peneliti Organisasi Riset Teknologi Nuklir BRIN, menjelaskan bahwa iradiasi dapat digunakan sebagai perlakuan karantina dengan merusak DNA organisme hidup pada komoditas. Indonesia saat ini memiliki fasilitas iradiasi berupa enam fasilitas gamma Cobalt-60, 12 electron beam hingga 10 MeV, dan satu fasilitas X-ray hingga 5 MeV.

Penerapan iradiasi fitosanitari untuk ekspor masih memerlukan kesiapan regulasi, fasilitas, dan protokol yang sesuai dengan persyaratan negara tujuan. Salah satu kebutuhan yang dibahas adalah penyusunan dokumen dan SOP bersama Badan Karantina Indonesia, termasuk pengujian electron beam menggunakan protokol IAEA dan penyesuaian dengan persyaratan USDA APHIS untuk pasar Amerika Serikat. Vietnam menjadi salah satu contoh negara yang telah menggunakan iradiasi fitosanitari dalam ekspor tujuh jenis buah pada 2022.

Dekan FTP UGM, Prof Eni Harmayani, menekankan pentingnya membangun sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan teknologi pascapanen tidak cukup hanya menghasilkan teknologi, tetapi perlu terhubung dengan ketersediaan bahan baku, mutu produk, regulasi, pengujian, hingga kebutuhan pasar. Freeze drying dapat menjadi salah satu alternatif ketika pemasaran produk segar menghadapi keterbatasan sekaligus menjawab kebutuhan produk yang praktis dan bernilai tambah.

Freddy Lumban Gaol, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, menyampaikan bahwa ketatnya persyaratan ekspor menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui penguatan teknologi dan sistem pascapanen. Karena itu, kolaborasi pemerintah, BRIN, perguruan tinggi, dan industri diperlukan untuk menentukan komoditas serta negara tujuan prioritas dan mengkaji kelayakannya dari aspek teknologi, ekonomi, regulasi, hingga pasar.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menghubungkan pengembangan teknologi pascapanen dengan kebutuhan nyata industri dan pasar ekspor. Kolaborasi lintas lembaga selanjutnya diarahkan pada pengembangan protokol, penguatan fasilitas, serta pemilihan komoditas dan negara tujuan yang paling potensial.

Menanam Harapan di Lahan Tadah Hujan Merauke, Dosen FTP UGM Pimpin Pengembangan Demplot Terpadu

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi LayakSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Senin, 14 September 2026

Di Kampung Boewer, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kawasan Transmigrasi (KT) Muting, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM yang diketuai oleh Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengembangkan demplot konservasi terpadu seluas 2.500 m² yang menggabungkan konservasi tanah dan air, tanaman pangan padi varietas Gamagora UGM, dan tanaman pakan ternak rumput Gama Umami.

Tidak hanya soal tanaman, demplot ini juga menjadi bagian dari upaya konservasi air melalui pemanfaatan air hujan dan pembangunan embung konservasi. Budidaya tanaman pangan padi Gamagora dilakukan dengan metode SRI (System of Rice Intensification), di mana pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman. Melalui integrasi tanaman pangan, pakan ternak, dan pengelolaan air, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan yang lebih optimal serta menjaga ketersediaan air di KT Muting dengan menerapkan konsep ekonomi hijau untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan dan air.

Pengembangan demplot konservasi terpadu tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan lahan di KT Muting yang masih mengandalkan curah hujan. Dalam kondisi tersebut, ketersediaan dan pengelolaan air menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan budidaya. Karena itu, demplot tidak hanya dirancang sebagai area budidaya, tetapi sebagai model yang mengintegrasikan pengelolaan air dengan pemanfaatan lahan untuk berbagai kebutuhan.

Salah satu komponen yang dikembangkan adalah embung konservasi sebagai bagian dari sistem pemanfaatan air hujan. Air yang tertampung kemudian dapat mendukung kebutuhan budidaya tanaman pada lahan demplot. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia sekaligus mengurangi ketergantungan kegiatan budidaya terhadap pola hujan.

Pengelolaan air pada tanaman padi Gamagora juga dilakukan dengan pendekatan berbasis kebutuhan tanaman melalui metode SRI. Pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman, sehingga pengelolaan air dapat disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan tanaman. Penerapan tersebut memperlihatkan bagaimana aspek pengelolaan sumber daya air dan teknologi budidaya dapat dipadukan dalam pengembangan pertanian di lahan tadah hujan.

Demplot juga mengintegrasikan tanaman pakan ternak berupa rumput Gama Umami. Kehadiran tanaman pakan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pemanfaatan lahan yang diarahkan untuk mendukung sistem pertanian dan peternakan masyarakat di KT Muting. Ketersediaan pakan menjadi salah satu tantangan bagi peternak setempat yang selama ini masih banyak mengandalkan sistem penggembalaan.

Potensi peternakan tersebut cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke, Distrik Elikobel memiliki populasi sapi potong sekitar 4.078 ekor pada 2024. Masyarakat umumnya memelihara sapi Bali secara individual dengan jumlah sekitar 3–4 ekor per peternak. Pola pemeliharaan yang masih didominasi sistem umbaran membuat ketersediaan hijauan di area penggembalaan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan usaha peternakan.

Untuk merespons kondisi tersebut, TEP 1 UGM melaksanakan penanaman rumput Gama Umami pada 2 September 2026 di Kampung Boewer. Penanaman dilakukan melalui demplot (demonstration plot) sebagai lokasi percontohan agar masyarakat dapat melihat secara langsung proses pengembangan sumber hijauan pakan yang dapat diterapkan pada lahan lain di sekitar kampung.

Gama Umami merupakan rumput unggul yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber hijauan pakan ternak dan dikembangkan oleh tim peneliti Fakultas Peternakan UGM yang diketuai Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Pengembangan tanaman ini selanjutnya diarahkan menuju konsep Bank Pakan Ternak sebagai sistem penyediaan dan penyimpanan cadangan pakan yang dapat dimanfaatkan ketika ketersediaan hijauan di lapangan menurun.

“Pengembangan Gama Umami tidak hanya diarahkan pada penanaman rumput, tetapi juga bagaimana pakan tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan dan mudah dimanfaatkan oleh peternak,” ujar Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc., anggota TEP 1 UGM yang berfokus pada bidang peternakan.

Integrasi embung konservasi, tanaman pangan, dan tanaman pakan dalam satu demplot menunjukkan pendekatan yang dikembangkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di KT Muting. Pengelolaan air menjadi penopang budidaya tanaman pangan, sementara pemanfaatan sebagian lahan untuk tanaman pakan mendukung kebutuhan peternakan. Dengan pendekatan tersebut, satu sistem lahan dapat memberikan manfaat bagi beberapa aktivitas masyarakat secara bersamaan.

Pendekatan terpadu ini didukung oleh keberagaman latar belakang keilmuan anggota TEP 1 UGM yang terdiri atas Tri Ariani, S.T.P., Khulaimi, S.P., Ilham Mubarok, S.T.P., Ariqonitahanif Putri Rahim, S.Si., dan Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc. Lintas keilmuan dalam tim mencakup pertanian, agronomi, sumber daya air, pemetaan wilayah, ekonomi, hingga peternakan, sehingga pengembangan program dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling berkaitan.

Bagi Chandra dan tim, demplot konservasi terpadu tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan model pengelolaan lahan yang sesuai dengan kondisi lokal. Pemanfaatan air hujan melalui embung, pengaturan air berdasarkan kebutuhan tanaman, budidaya padi Gamagora, serta penyediaan hijauan pakan dirancang untuk membangun sistem yang lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya lahan dan air.

Ke depan, pengembangan demplot diharapkan dapat menjadi model percontohan yang sederhana dan aplikatif bagi masyarakat KT Muting. Melalui pengelolaan lahan dan air secara terpadu, pendekatan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat penerapan konsep ekonomi hijau dalam pemanfaatan sumber daya di Kawasan Transmigrasi Muting, Merauke, Papua Selatan.

FTP UGM, Ada Apa Sih? Siswa MAN 1 Magetan Mengenal Dunia Perkuliahan, Program Studi, hingga Laboratorium FTP UGM

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 9 September 2026

Yogyakarta, 9 September 2026 — Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan 90 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Magetan pada Rabu (9/9) di Auditorium Kamarajani Soenjoto FTP UGM. Dalam kegiatan tersebut, Sri Markumningsih, S.T.P., M.Sc., Ph.D. hadir sebagai pembicara untuk mengenalkan Universitas Gadjah Mada dan FTP UGM, sekaligus memberikan gambaran mengenai dunia perkuliahan, bidang keilmuan teknologi pertanian, serta lingkungan akademik kepada para siswa.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Magetan, Dra. Anna Zuhrufiyah Nurany, M.Pd., menyampaikan antusiasme para siswa ketika pertama kali tiba di lingkungan UGM. “Kami masuk kampus paling tua di Indonesia, dan juga kualitasnya sudah teruji. Tadi baru datang anak-anak sudah teriak-teriak, ‘wah kita ketemu masa depan’, itu ada kakak-kakak kelas, nanti kita akan seperti mereka,” ujarnya.

Pengenalan mengenai FTP UGM kemudian diperkuat melalui sesi yang disampaikan Sri Markumningsih, S.T.P., M.Sc., Ph.D., serta Nur Cahyati Wahyuni, S.Ant., M.Sc. dan Hendra Muhamad Fajar, S.E. sebagai perwakilan bidang akademik FTP UGM. Para pembicara memberikan informasi mengenai UGM dan FTP, termasuk lingkungan akademik, karakteristik pendidikan, serta bidang keilmuan yang dapat dipelajari siswa ketika melanjutkan pendidikan tinggi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing bersama mahasiswa FTP UGM, yaitu Emanuel Bagus Armindo, Vincentia Lamdagati Kirana, dan Fadya Qais Amani. Ketiganya berbagi pengalaman mengenai kehidupan perkuliahan di UGM, tips mempersiapkan diri untuk masuk UGM, hingga gambaran prospek kerja setelah menempuh pendidikan di FTP UGM. Emanuel juga membagikan pengalamannya memperoleh beasiswa hingga mendapatkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), memberikan gambaran kepada peserta mengenai salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menempuh pendidikan di UGM.

Pemaparan dan sharing tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi interaktif antara siswa, pemateri, dan mahasiswa. Berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta mencakup perbedaan karakteristik FTP dengan Fakultas Pertanian (Faperta), bidang keilmuan Teknologi Industri Pertanian (TIP), Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB), serta Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP). Diskusi juga membahas kegiatan yang dilakukan selama kuliah, prospek karier setelah lulus, strategi mempersiapkan diri untuk masuk UGM, serta gambaran biaya pendidikan.

Setelah sesi pemaparan, sharing, dan diskusi, peserta diajak mengenal FTP UGM secara lebih dekat melalui kegiatan tour fakultas. Sebanyak 90 siswa dibagi menjadi tiga kelompok yang secara bergantian berkeliling di lingkungan FTP UGM dan mengunjungi sejumlah laboratorium yang terdapat di fakultas. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung fasilitas yang digunakan dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan keilmuan teknologi pertanian.

Bagi FTP UGM, penerimaan kunjungan siswa menjadi salah satu bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam memperluas akses pengetahuan dan pengalaman pendidikan kepada masyarakat.

Kontributor : Fadli Fitriandi

Pati Sagu Naik Kelas, FTP UGM Bersama Pertamina dan BRIN Kembangkan Drilling Starch Tahan Suhu Tinggi

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Selasa, 8 September 2026

Yogyakarta, 8 September 2026 — Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Technology Innovation Upstream & Low Carbon PT Pertamina (Persero) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pengembangan inovasi berbasis sumber daya hayati melalui riset High-Temperature Drilling Starch (HT Starch) berbasis pati sagu. Pengembangan tersebut dibahas dalam Workshop Termin I Riset dan Pengembangan High-Temperature Drilling Starch Berbasis Pati Sagu dengan Modifikasi Kimia untuk Aplikasi Fluid Loss Reducer, Selasa (8/9). Riset ini diketuai oleh Prof. Dr. Mohammad Affan Fajar Falah, S.T.P., M.Agr., dan melibatkan Yanuar Sigit Pramana, S.T., M.Si., mahasiswa Program Doktor Teknolog Industri Pertanian UGM.

Riset ini diarahkan untuk menghasilkan material berbasis pati yang dapat digunakan sebagai fluid loss reducer dalam formula lumpur untuk kebutuhan teknologi pengeboran, khususnya pada kondisi bersuhu tinggi. Pengembangan dilakukan melalui serangkaian proses penelitian dan pengujian untuk memperoleh karakteristik HT Starch yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi industri. Hasil pengembangan pada tahap awal ini selanjutnya menjadi dasar untuk menuju tahapan pengujian yang lebih luas.

Kolaborasi tersebut menjadi gambaran penerapan konsep triple helix, yaitu model kolaborasi dan sinergi antara tiga pilar utama—pemerintah (government), akademisi atau universitas (academia), dan industri (industry)—dalam mendorong inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan sosial. Dalam riset ini, FTP UGM merepresentasikan unsur akademisi, BRIN sebagai lembaga riset pemerintah, serta PT Pertamina (Persero) sebagai mitra industri yang membawa perspektif kebutuhan teknologi di lapangan.

Workshop Termin I menjadi ruang untuk melihat perkembangan riset sekaligus mempertemukan hasil pengembangan akademik dengan kebutuhan industri. Pembahasan mencakup perkembangan karakterisasi pati sagu, modifikasi bahan, karakterisasi HT Starch, hingga pengujian awal sebagai fluid loss reducer. Pertukaran perspektif antara peneliti dan pihak industri menjadi bagian penting untuk memastikan teknologi yang dikembangkan memiliki arah penerapan yang jelas.

Pengembangan HT Starch direncanakan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun, mulai dari pengembangan produk, produksi untuk kebutuhan field test, hingga pengujian lapangan. Tahapan tersebut menunjukkan bagaimana riset berbasis bahan hayati dapat diarahkan dari proses pengembangan di laboratorium menuju inovasi yang berpotensi menjawab kebutuhan teknologi industri.

Melalui pengembangan HT Starch berbasis pati sagu, FTP UGM bersama PT Pertamina (Persero) dan BRIN turut memperkuat kontribusi terhadap Sustainable Development Goal (SDG) 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui riset dan pengembangan inovasi teknologi untuk kebutuhan industri. Kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam riset ini juga mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset pemerintah, dan sektor industri dalam mendorong inovasi yang berkelanjutan.

Kontributor : Fadli Fitriandi

Beyond Curriculum 2026: Menyusun Arah Baru Keilmuan Teknologi Pertanian FTP UGM

Rilis BeritaSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 4 September 2026

Yogyakarta, 4 September 2026 — Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) meneguhkan komitmennya untuk memastikan keilmuan Teknologi Pertanian tetap relevan menghadapi perubahan zaman melalui Workshop Keilmuan Bidang Teknologi Pertanian “Beyond Curriculum 2026”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Senat FTP UGM di Operation Room FTP UGM, Jumat (4/9), ini mempertemukan pimpinan fakultas, senat, pimpinan departemen, dosen perwakilan bidang keilmuan, serta Tim Pengembang Kurikulum untuk bersama-sama memetakan arah keilmuan Teknologi Pertanian di masa depan.

Mengusung tema “Meneguhkan Arah Bidang Keilmuan Teknologi Pertanian untuk Masa Depan Sistem Pangan dan Agroindustri Indonesia yang Berkelanjutan”, workshop ini menjadi langkah awal untuk melihat kembali arah keilmuan yang telah dibangun FTP UGM. Dinamika teknologi yang semakin cepat menuntut pendidikan tinggi tidak hanya mempertahankan apa yang telah berjalan, tetapi juga mampu mengenali bidang-bidang baru yang perlu dikembangkan.

Diskusi dalam Beyond Curriculum 2026 diarahkan pada tiga pertanyaan utama: apa yang perlu dilanjutkan, diperkuat, atau dikembangkan dari arah keilmuan sebelumnya; bagaimana disruptive science and technology akan memengaruhi Teknologi Pertanian dan proses pembelajarannya; serta kompetensi apa yang perlu dimiliki lulusan FTP UGM agar future-ready.

Untuk menjawab tantangan tersebut, setiap departemen terlebih dahulu melakukan diskusi internal melalui tahap pre-workshop. Hasilnya kemudian dibawa ke forum tingkat fakultas untuk menemukan berbagai irisan, kekhasan, kesenjangan, serta isu strategis yang perlu menjadi perhatian bersama. Proses partisipatif ini menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk melihat perkembangan Teknologi Pertanian dari berbagai perspektif sekaligus menyusun prioritas pengembangan keilmuan.

Hasil dari Beyond Curriculum 2026 selanjutnya akan menjadi working document bagi Senat Fakultas dan Tim Pengembang Kurikulum untuk melanjutkan rangkaian tinjauan keilmuan. Proses tersebut tidak berhenti pada workshop ini, tetapi akan berlanjut melalui tahapan pendalaman body of knowledge, penyusunan roadmap keilmuan, penguatan kapasitas akademik, hingga penerjemahan arah keilmuan ke dalam kurikulum, riset, pengabdian, dan kolaborasi.

Melalui Beyond Curriculum 2026, FTP UGM turut memperkuat kontribusinya terhadap Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education, melalui upaya menghadirkan pendidikan Teknologi Pertanian yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang relevan untuk menghadapi kebutuhan masa depan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi pendidikan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi pada pembangunan sistem pangan dan agroindustri Indonesia yang berkelanjutan.

Kontributor : Fadli Fitriandi

123…62

Berita Terakhir

  • FTP UGM dan Kementan–BRIN Bahas Teknologi Pascapanen untuk Perluas Hilirisasi Hortikultura
  • Menanam Harapan di Lahan Tadah Hujan Merauke, Dosen FTP UGM Pimpin Pengembangan Demplot Terpadu
  • FTP UGM, Ada Apa Sih? Siswa MAN 1 Magetan Mengenal Dunia Perkuliahan, Program Studi, hingga Laboratorium FTP UGM
  • Pati Sagu Naik Kelas, FTP UGM Bersama Pertamina dan BRIN Kembangkan Drilling Starch Tahan Suhu Tinggi
  • Beyond Curriculum 2026: Menyusun Arah Baru Keilmuan Teknologi Pertanian FTP UGM

Berita UGM

  • Bantu UMKM Naik Kelas, Mahasiswa UGM Ciptakan Intoco untuk Tempering Cokelat 14 September 2026
  • UGM-UNTL Timor Leste Sepakat Perluas Kolaborasi Akademik 14 September 2026
  • RUU Reforma Agraria Dinilai Efektif Pangkas Ketimpangan Penguasaan Tanah 14 September 2026
  • Relasi Kuasa dan Budaya Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus 14 September 2026
  • Kemenyan Masih Diekspor Mentah, Dosen UGM Desak Pemerintah Lakukan Hilirisasi 14 September 2026

Agenda

  • 18Sep Alumni Gathering 2026
  • 20Sep Family Fun Day
  • 21Sep Rapat Terbuka Senat dan Puncak Dies Natalis Ke-63 FTP UGM
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju