Membangun kedaulatan pangan tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki integritas, kepedulian, dan kemampuan berkolaborasi. Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengusung tema “Nurturing Agrotechnology to Cultivate Food Sovereignty and Sustainable Future” dalam PIONIR Agrophoria 2026 yang resmi dibuka pada Selasa (5/8) di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, mahasiswa baru diajak memahami peran agroteknologi sebagai fondasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus membangun masa depan yang berkelanjutan.
Mengusung tagline “Berdaulat Pangan untuk Masa Depan, Kami Agrotech Muda,” PIONIR Agrophoria 2026 dirancang tidak hanya sebagai pengenalan kehidupan kampus, tetapi juga sebagai ruang pembentukan pola pikir mahasiswa baru agar mampu melihat tantangan pangan dari perspektif yang lebih luas. Mahasiswa didorong untuk menjadi generasi yang adaptif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi sektor pangan dan pertanian.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan FTP UGM, menekankan bahwa proses belajar di perguruan tinggi hendaknya tidak berhenti pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ada beberapa pesan sederhana yang ingin saya sampaikan. Pertama, milikilah rasa ingin tahu yang tinggi. Jangan belajar hanya untuk memperoleh nilai, tetapi belajarlah untuk memahami, menemukan solusi, dan memberi manfaat,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi mahasiswa selama menempuh pendidikan juga harus diimbangi dengan kemampuan mengelola waktu serta membangun karakter yang kuat. “Kuliah, organisasi, kemahasiswaan, penelitian, kompetisi, pengabdian, dan kehidupan pribadi harus berjalan seimbang. Kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kedisiplinan dan konsistensi,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap lulusan UGM. “Bangun karakter. Kejujuran, tanggung jawab, saling menghormati, dan kemampuan bekerja sama merupakan bekal yang sama pentingnya dengan ilmu pengetahuan. Integritas adalah modal utama seorang lulusan UGM,” tegasnya.
Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai dunia akademik sekaligus tantangan yang akan mereka hadapi sebagai calon insan teknologi pertanian. Selain pengenalan lingkungan FTP UGM, mahasiswa mengikuti Career Exploration: Future Me, Development Class: Discovering Growth in Every Process, serta sesi fasilitator mengenai integritas akademik, manajemen waktu, literasi digital, dan pengembangan diri.
Selaras dengan tema besar PIONIR Agrophoria 2026, mahasiswa juga akan mengikuti Talkshow “Cultivating Agrotechnovation” yang mengangkat topik “Inovasi Pangan Sintesis dan Efisiensi Sumber Daya Alam demi Masa Depan yang Berkelanjutan.” Melalui sesi ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana inovasi teknologi pertanian dan pangan berperan dalam menjawab tantangan ketahanan pangan, efisiensi sumber daya alam, serta pembangunan berkelanjutan. Pemahaman tersebut kemudian diperdalam melalui Focus Group Discussion mengenai strategi ketahanan pangan dan penyusunan mind map pengembangan diri sebagai bekal menjalani perkuliahan selama empat tahun ke depan.
PIONIR Agrophoria 2026 dikoordinasikan oleh Fashna Iftirosyana dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem Angkatan 2024 sebagai Koordinator Umum dengan Moh. Wahyudin, S.T.P., M.Sc., Ph.D. sebagai Koordinator Gugus. Prosesi pembukaan ditandai dengan penyerahan dan pemasangan puzzle logo Agrophoria serta penyalaan instalasi lampu sebagai simbol dimulainya perjalanan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar FTP UGM.
Melalui PIONIR Agrophoria 2026, FTP UGM berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memiliki visi sebagai Agrotech Muda yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia serta masa depan yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan pemahaman mengenai ketahanan dan kedaulatan pangan, SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pembentukan karakter dan pembekalan mahasiswa baru, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengenalan inovasi agroteknologi, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi sivitas akademika dalam mencetak generasi penerus yang siap menghadapi tantangan global.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan FTP UGM, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di FTP UGM. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan awal dari proses pembentukan karakter, kemandirian, dan tanggung jawab yang akan menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. “Saya mengucapkan selamat dan selamat datang, serta terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan untuk mendampingi putra-putri Bapak dan Ibu menempuh pendidikan tinggi,” ujar Eni.
Sebagai bekal awal bagi orang tua dalam mendampingi putra-putrinya selama menjalani perkuliahan, Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FTP UGM, memaparkan sistem akademik, layanan kemahasiswaan, serta berbagai program pembinaan yang akan diterima mahasiswa. Melalui sesi tersebut, orang tua memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran, pendampingan akademik, hingga layanan yang tersedia untuk mendukung perkembangan mahasiswa selama menempuh studi di FTP UGM.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan pendidikan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan orang tua mahasiswa, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara fakultas, keluarga, dan sivitas akademika dalam mendukung keberhasilan pendidikan mahasiswa.
Program yang didampingi Dr. Fairolniza Mohd Shariff dan Mrs. Nurul Hidayah Samadi dari UPM ini juga menjadi langkah awal dalam menginisiasi kerja sama antara Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences UPM dengan FTP UGM, khususnya Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM. Melalui berbagai kegiatan akademik dan budaya, mahasiswa dari kedua universitas memperoleh ruang untuk saling bertukar pengalaman sekaligus membangun jejaring internasional.
Pelatihan difokuskan pada pengenalan sistem hydrant yang tersedia di Gedung Pascasarjana FTP UGM serta tata cara pengoperasian pompa hydrant secara benar dan aman. Peserta memperoleh pemahaman mengenai fungsi setiap komponen sistem hydrant, prosedur pengaktifan pompa, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.