Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) berperan aktif dalam mendukung pelatihan mitigasi perubahan iklim yang diselenggarakan oleh UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (Balai PSDMP), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 April 2024, bertempat di UPTD Balai PSDMP, DI Yogyakarta. Dalam kesempatan ini, Muhamad Khoiru Zaki, S.P., M.P., Ph.D., dosen FTP UGM, diundang sebagai narasumber untuk memberikan materi pelatihan bertema Perubahan Iklim, Pengetahuan Lokal, dan Pranata Mangsa.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DI Yogyakarta dalam meningkatkan kapasitas para petani, penyuluh, serta pemangku kepentingan di sektor pertanian untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Dengan pendekatan yang mengintegrasikan pengetahuan lokal dan pranata mangsa kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat tani dalam menentukan pola tanam dan pengelolaan sumber daya secara lebih adaptif dan berkelanjutan.
Materi yang disampaikan oleh Dr. Muhamad Khoiru Zaki menekankan pentingnya pemahaman terhadap fenomena perubahan iklim global dan dampaknya pada pertanian lokal. Selain itu, pelatihan ini menjadi ruang dialog antar pelaku pertanian guna memperkuat jejaring dan berbagi pengalaman adaptasi yang relevan dengan kondisi agroklimat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Secara strategis, kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui perlindungan terhadap sistem pertanian dan produksi pangan; SDG 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mendorong aksi mitigasi berbasis pengetahuan lokal; SDG 15: Life on Land (Ekosistem Daratan) dengan upaya konservasi dan pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan; SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan memperkuat kapasitas institusi lokal; serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kegiatan ini menegaskan peran aktif FTP UGM dalam memperkuat sistem pertanian tangguh iklim yang berpihak pada masyarakat.
Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan bimbingan kepada petugas penyuluh lapangan di Kabupaten Grobogan dalam mengadopsi inovasi teknologi berbasis smart farming. Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian guna meningkatkan efisiensi produksi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta menghadapi tantangan perubahan iklim. Teknologi smart farming diharapkan mampu mendorong petani untuk beralih ke sistem pertanian presisi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Direktur Healthy Plate Yk, Pakartian Ayu Sugmana, S.T.P., MPH, menjelaskan bahwa Healthy Plate Yk merupakan katering sehat yang mengombinasikan formulasi menu dari ahli teknologi pangan, ahli gizi, dan koki profesional. Saat ini, Healthy Plate Yk telah melayani katering untuk rumah sakit dengan kapasitas 170 – 300 porsi per hari. Dengan adanya kerja sama ini, Healthy Plate Yk berharap dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan mendukung almamater dalam upaya edukasi pangan sehat. Selain itu, Healthy Plate Yk juga membuka peluang kolaborasi dalam berbagai program yang melibatkan interaksi dengan masyarakat, khususnya melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Mahasiswa Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (KMTPHP).
Delapan dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Dr. Priyanto Triwitono, Dr. FMC Sigit Setyabudi, Dr. Lulum Leliana, Dr. Luciantika Dhiantika Witasari, Dr. Arima Diah Setiowati, Dr. Zaki Utama, Dr. Wahyu Dwi Saputra, dan Dr. Rini Yanti. Mereka menyampaikan berbagai materi penting, antara lain teknologi pengolahan mangleng guna meningkatkan kualitas produk, teknologi pengeringan singkong menggunakan cabinet dryer, serta pengemasan dan regulasi label untuk produk olahan berbasis singkong.