• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDGs
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

100 Peserta dari 15 Negara Ramaikan Pembukaan Short Course FTP UGM 2026

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Selasa, 14 April 2026

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) resmi membuka kegiatan Short Course in Agri-Food Sector 2026 bertajuk “Nature X ScienceTech Innovation: Co-creating Sustainable Agro-Food Industry and Climate Solutions for Resilient Planet” pada 13 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 6–18 April 2026 ini menjadi ajang kolaborasi internasional yang istimewa karena diikuti oleh 100 peserta dari 15 negara, baik secara luring maupun daring, menghadirkan semangat bersama untuk membangun masa depan industri agro-pangan yang lebih berkelanjutan, inovatif, dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Peserta dari berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Burkina Faso, China, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Filipina, Singapura, Thailand, Sri Lanka, Vietnam, dan Timor-Leste hadir dalam satu forum yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan semangat kolaborasi global. Kehadiran peserta lintas negara ini menjadi bukti bahwa FTP UGM semakin dipercaya sebagai ruang belajar dan jejaring internasional dalam bidang agro-pangan dan solusi iklim.

Rangkaian pembukaan diawali dengan sambutan Ketua Panitia Short Course, Dr. nat. techn. Rizki Maftukhah, S.T.P., M.Sc., yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah bergabung dalam kegiatan ini. Ia mengapresiasi antusiasme peserta dari berbagai negara serta menekankan bahwa short course ini dirancang sebagai ruang belajar bersama, bertukar wawasan, dan membangun jejaring internasional untuk merespons tantangan global di sektor agro-pangan dan perubahan iklim.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., dalam sambutannya turut menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta internasional di FTP UGM. Ia menegaskan bahwa kehadiran peserta dari berbagai negara merupakan kehormatan sekaligus energi positif bagi FTP UGM untuk terus mengembangkan pendidikan, riset, dan kolaborasi global. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman akademik yang bermakna, membuka peluang kolaborasi jangka panjang, serta melahirkan gagasan inovatif bagi masa depan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, Dr. Tyas Ikhsan Hikmawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan peserta dan akademisi dari berbagai belahan dunia ini. Ia menyambut hangat seluruh peserta di UGM dan berharap short course ini tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama internasional, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan jejaring akademik yang lebih luas.

Dalam momentum ini, semangat yang diusung bukan sekadar penyelenggaraan kelas internasional, tetapi juga dorongan untuk melahirkan kerja sama nyata, pertukaran pengetahuan, dan inovasi lintas negara demi menjawab tantangan besar sektor pangan dunia.

Tak hanya menghadirkan peserta internasional, short course ini juga diperkuat oleh jajaran narasumber dari berbagai universitas dunia, seperti Kasetsart University Thailand, The Logistics Institute – Asia Pacific, National University of Singapore, Prince of Songkla University Thailand, Nanjing Agricultural University China, KU Leuven Belgia, National Kaohsiung University of Science and Technology Taiwan, Universitas Gadjah Mada Indonesia, BOKU University Austria, Millow AB Swedia, National Taiwan University Taiwan, King Saud University Arab Saudi, serta Wageningen University and Research Belanda. Kehadiran para pakar ini menjadikan short course bukan hanya forum akademik, tetapi juga panggung pertukaran perspektif global untuk merancang solusi masa depan sektor agro-pangan.

Partisipasi 100 peserta dari 15 negara semakin menegaskan bahwa isu agro-pangan dan perubahan iklim bukan lagi persoalan lokal, melainkan agenda dunia yang membutuhkan aksi kolektif. FTP UGM melalui program ini menunjukkan perannya sebagai jembatan kolaborasi internasional yang mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kepedulian terhadap masa depan planet yang lebih tangguh.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sektor pangan berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui dorongan inovasi agroindustri yang lebih bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan solusi atas tantangan perubahan iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan sebagai bentuk nyata kolaborasi global lintas negara dan institusi untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Pelurusan Istilah UPF Jadi Fokus FGD FTP UGM dan BGN, Akademisi Tekankan Pangan Aman, Bergizi, Halal, dan Sehat

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 13 Februari 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengoreksi Miskonsepsi tentang Sebutan Ultra Processed Food (UPF) dan Dampaknya pada Kebijakan Penyediaan Pangan Olahan dalam Menu MBG” pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Kegiatan ini menghadirkan akademisi lintas disiplin, pakar teknologi pangan, ahli gizi, perwakilan pemerintah, pelaku industri dan UMKM pangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membahas pelurusan miskonsepsi UPF sebagai salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pangan olahan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak awal diskusi, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Guru Besar FTP UGM menegaskan kekhawatiran akademisi terhadap penggunaan istilah UPF yang dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. “Yang kami khawatirkan, jika istilah UPF ini terus digunakan, publik tidak bisa membedakan secara jelas antara processed food dan ultra processed food. Akhirnya semua pangan olahan bisa dianggap UPF dan langsung dikonotasikan negatif terhadap kesehatan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam praktik penyediaan pangan skala besar, proses pengolahan justru menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan pangan, stabilitas mutu, dan kecukupan gizi. “Padahal pangan dalam jumlah besar tetap harus melalui pengolahan agar aman, bergizi, dan layak dikonsumsi. Karena itu kami menyarankan menggunakan istilah processed food atau pangan olahan yang tetap aman, bergizi, dan halal agar tidak menimbulkan keraguan dalam implementasi MBG,” tambahnya.

Prof. Sri juga menekankan bahwa penggunaan istilah yang kurang tepat berpotensi memunculkan stigma negatif terhadap teknologi pengolahan pangan dan menghambat pemahaman publik yang komprehensif. Ia mengingatkan bahwa teknologi pengolahan pangan merupakan bagian penting dari sistem pangan modern, terutama untuk menjamin distribusi pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat luas.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Dekan FTP UGM menyampaikan bahwa kolaborasi antara FTP UGM dan BGN merupakan bagian dari upaya akademik untuk meluruskan penggunaan istilah yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait konsep ultra processed food. Ia menjelaskan bahwa dalam bidang teknologi pangan terdapat terminologi yang lebih relevan, yaitu pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat. Menurutnya, istilah yang diadopsi dari luar tanpa penyesuaian konteks keilmuan nasional dapat menimbulkan miskonsepsi yang berdampak pada kebijakan maupun persepsi publik.

Ia juga menegaskan bahwa upaya pelurusan konsep ini telah dilakukan bahkan sebelum program MBG berjalan, sehingga bukan dimaksudkan untuk melegitimasi pangan tertentu, melainkan memastikan penggunaan istilah yang tepat secara ilmiah dan kontekstual. FTP UGM bahkan menyarankan agar istilah UPF tidak digunakan dalam kerangka kebijakan MBG karena berpotensi merancukan pemahaman antara pangan olahan secara umum dengan istilah yang memiliki konotasi negatif. Ia menekankan pentingnya kedaulatan keilmuan nasional dalam menggunakan istilah yang sesuai dengan prinsip pangan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai sudut pandang ilmiah dan praktis. Para peserta menyoroti pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam menilai kualitas pangan, bukan sekadar berdasarkan istilah atau persepsi umum. Beberapa narasumber juga menekankan bahwa klasifikasi pangan perlu dipahami secara kritis dengan mempertimbangkan komposisi zat gizi, metode pengolahan, tujuan teknologi, serta konteks konsumsi masyarakat.

Selain itu, forum membahas pentingnya strategi komunikasi publik dalam kebijakan pangan nasional. Penggunaan istilah yang kurang tepat dikhawatirkan dapat memicu stigma terhadap teknologi pangan, menghambat inovasi industri nasional, serta memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap pangan olahan yang sebenarnya aman dan bergizi. Oleh karena itu, edukasi publik dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan literasi pangan masyarakat.

Dari sisi implementasi MBG, diskusi menyoroti kebutuhan standarisasi proses produksi pangan, pengawasan keamanan pangan, serta pelibatan pelaku industri dan UMKM lokal dalam penyediaan menu bergizi. Para peserta juga menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi pangan dengan prinsip kesehatan masyarakat agar program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, hasil FGD akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kebijakan dan policy brief sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pangan MBG berbasis sains. Rekomendasi awal mencakup penggunaan istilah pangan yang kontekstual dan berbasis keilmuan, penguatan edukasi publik mengenai pengolahan pangan, serta pengembangan standar kebijakan yang mendukung penyediaan pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Melalui kegiatan ini, FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pangan nasional berbasis riset dan keilmuan, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan pembuat kebijakan dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

Basic Coffee Roasting & Cupping Training: Perkuat Kompetensi dan Inovasi Pengolahan Kopi di FTP UGM

Rilis BeritaSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Selasa, 10 Februari 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kompetensi sivitas akademika melalui kegiatan Basic Coffee Roasting & Cupping Training yang diselenggarakan pada 10 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Inkubator FTP UGM dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FTP UGM.

Pelatihan ini merupakan inisiatif Laboratorium Inkubator FTP UGM sebagai penyelenggara kegiatan. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat wawasan sekaligus keterampilan dasar peserta dalam proses coffee roasting (penyangraian kopi) dan cupping (uji cita rasa kopi). Melalui pendekatan praktik langsung, peserta diperkenalkan pada tahapan penting dalam menentukan profil sangrai, pengendalian suhu dan waktu, hingga teknik evaluasi sensori untuk mengidentifikasi karakteristik rasa, aroma, dan kualitas biji kopi.

Dari sisi what dan why, pelatihan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran aplikatif yang relevan dengan perkembangan inovasi dan pengolahan hasil pertanian, khususnya komoditas kopi yang memiliki nilai ekonomi strategis. Sementara dari sisi who dan where, kegiatan ini melibatkan sivitas akademika FTP UGM dan dilaksanakan di Laboratorium Inkubator FTP UGM sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dan hilirisasi produk pertanian. Adapun when, kegiatan berlangsung pada 10 Februari 2026 dengan antusiasme peserta yang tinggi sepanjang sesi pelatihan.

Secara how, kegiatan dilaksanakan melalui kombinasi pemaparan materi dasar dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman teknis dalam menyangrai dan melakukan uji cita rasa kopi secara sistematis. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi produk berbasis kopi serta memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang pengolahan hasil pertanian.

Melalui kegiatan ini, Laboratorium Inkubator FTP UGM turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sektor pertanian dan hilirisasi produk, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik dan peningkatan kompetensi, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan keterampilan yang berpotensi mendorong kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas kopi.A

Serah Terima Jabatan Pengurus Departemen dan Program Studi FTP UGM Masa Jabatan 2026–2031

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Kamis, 8 Januari 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menyelenggarakan prosesi serah terima jabatan Pengurus Departemen dan Program Studi di lingkungan FTP UGM untuk masa jabatan 2026–2031 pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di FTP UGM.

Acara pelantikan diawali dengan agenda resmi tingkat universitas yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Gadjah Mada, kemudian dilanjutkan dengan prosesi internal FTP UGM di Auditorium Kamarijani Soenjoto. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, para dosen, pejabat departemen dan program studi, serta sivitas akademika FTP UGM.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pejabat masa bakti sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah membawa FTP UGM meraih berbagai capaian akademik dan institusional. Tidak hanya itu, dekan juga mengajak para pengurus baru untuk meneruskan dan memperkuat capaian tersebut melalui inovasi pendidikan, penelitian aplikatif, serta pengabdian kepada masyarakat yang memberi dampak luas.

Pelantikan ini mencakup jajaran Ketua Departemen dan Sekretaris Departemen, Ketua Program Studi Magister dan Doktor, serta Sekretaris Program Studi yang akan mengemban amanah untuk lima tahun ke depan. Dengan komposisi kepemimpinan baru yang kuat dan beragam, FTP UGM optimis mampu memperkuat kontribusinya dalam pengembangan teknologi pangan, teknik pertanian, dan bioindustri yang berkelanjutan.

Selaras dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam memajukan pembangunan berkelanjutan, pengurus baru FTP UGM diharapkan dapat memperkuat kiprah fakultas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui kegiatan akademik dan inovasi riset unggulan, FTP UGM berperan aktif dalam mendorong tercapainya ketahanan pangan nasional (SDG 2), menyediakan pendidikan berkualitas dan pembelajaran sepanjang hayat (SDG 4), mengembangkan industri berbasis sains dan teknologi yang ramah lingkungan (SDG 9), serta mewujudkan sistem produksi pangan yang aman dan berkelanjutan (SDG 12). Selain itu, FTP UGM terus memperluas jejaring dan kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan institusi akademik nasional maupun internasional, sejalan dengan semangat kemitraan global dalam SDG 17.

Dengan semangat baru dan komitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat, Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengucapkan terima kasih kepada pengurus sebelumnya dan menyampaikan selamat mengemban amanah kepada jajaran pejabat baru masa jabatan 2026–2031. Semoga kepemimpinan yang lahir membawa keberlanjutan inovasi, kolaborasi, dan prestasi bagi FTP UGM, Indonesia, dan dunia.

FTP UGM Dorong Kesadaran Cegah Food Waste Melalui Edukasi di Lingkungan Fakultas

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa Kelaparan Senin, 29 Desember 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berkomitmen dalam mendukung upaya keberlanjutan dan ketahanan pangan melalui pelaksanaan edukasi mengenai food waste di lingkungan fakultas. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap isu pemborosan pangan yang berdampak pada lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan sumber daya.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, FTP UGM melaksanakan kampanye edukasi food waste yang menyasar sivitas akademika, khususnya di lingkungan kantin FTP UGM sebagai salah satu pusat aktivitas konsumsi makanan. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengertian food waste, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah pemborosan makanan.

Materi edukasi yang disiapkan memuat informasi tentang dampak food waste, antara lain meningkatnya timbulan limbah, potensi krisis pangan, peningkatan emisi gas rumah kaca, serta kerusakan lingkungan. Selain itu, disampaikan pula berbagai cara pencegahan food waste yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti perencanaan konsumsi, penyimpanan makanan yang tepat, dan pengolahan sisa makanan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen FTP UGM dalam membangun budaya sadar pangan di lingkungan kampus serta mendukung nilai-nilai keberlanjutan. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan sivitas akademika FTP UGM dapat berperan aktif dalam mengurangi food waste dan menerapkan perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Ke depan, FTP UGM akan terus mengembangkan berbagai program edukatif dan kampanye yang mendukung pengelolaan pangan berkelanjutan di lingkungan fakultas.

123…32

Berita Terakhir

  • 100 Peserta dari 15 Negara Ramaikan Pembukaan Short Course FTP UGM 2026
  • 34 Lulusan Siap Melangkah ke Dunia Profesional, FTP UGM Gelar Pelepasan Wisudawan Program Sarjana Periode II TA 2025/2026
  • FTP UGM Sambut Peserta SUIJI–SLP 2026, Perkuat Kolaborasi Indonesia–Jepang
  • Pelurusan Istilah UPF Jadi Fokus FGD FTP UGM dan BGN, Akademisi Tekankan Pangan Aman, Bergizi, Halal, dan Sehat
  • Bangun Mindset Positif di Awal Semester, FTP UGM Gelar Pembekalan “Yuk Kuliah: Semester Baru, Semangat Baru”

Berita UGM

  • Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Remaja Menurun 14 April 2026
  • Dosen FIB UGM Prof. Pujiharto Dikukuhkan Guru Besar Bidang Sastra Pascamodern  14 April 2026
  • Mahasiswa UGM Bikin Stiker Pintar dari Kulit Buah Naga untuk Pantau Kualitas Daging Ayam  14 April 2026
  • UGM Buka Pendaftaraan Ujian Mandiri CBT 14 April 2026
  • Fenomena Pengunduran Diri Pejabat Publik 14 April 2026

Agenda

  • 01Jun Summer School on Global Logistics and Supply Chain Management
  • 19Sep Rapat Terbuka Senat dan Puncak Dies Natalis Ke-63 FTP UGM
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju