• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Langkah Karya, Jejak Makna 1 Dekade: Evolusi Ilmu Pangan Jadi Sorotan di Dies Natalis ke-63 FTP UGM

Dies NatalisRilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 21 September 2026

Perjalanan panjang pengabdian di bidang pangan dan agroindustri menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bagi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menjawab tantangan ketahanan pangan Indonesia. Refleksi tersebut diwujudkan melalui Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-63 FTP UGM, yang digelar Senin (21/9) di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM, mengangkat tema “FTP UGM untuk Masa Depan Sistem Pangan dan Agroindustri Indonesia yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini turut dihadiri oleh alumni, tenaga kependidikan, sesepuh dan pinisepuh, serta seluruh mitra FTP UGM.

Dalam satu dekade kepemimpinannya di FTP UGM yang sekaligus menjadi tahun terakhir masa jabatannya, Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menegaskan pentingnya menjaga semangat untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata. Perjalanan FTP UGM selama 63 tahun, menurutnya, bukan sekadar catatan capaian, melainkan pijakan untuk terus memperkuat peran fakultas dalam menjawab tantangan pangan dan agroindustri Indonesia, semangat yang diwujudkan melalui penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi agar FTP UGM mampu terus menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat dan masa depan.

“Mari kita terus membawa FTP UGM from locally excellence to globally respected solutions untuk berkontribusi bagi masa depan sistem pangan dan agroindustri Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Eni.

Sesi ini turut diisi laporan pelaksanaan kegiatan Dies Natalis ke-63 oleh Ketua Dies Natalis ke-63 FTP UGM, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., yang menegaskan bahwa tema besar perayaan tahun ini mencerminkan komitmen FTP UGM menjawab tantangan sistem pangan dan agroindustri melalui pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta penguatan jejaring lintas pihak.

Kemudian acara dilanjutkan dengan orasi ilmiah bertajuk “Evolusi Ilmu Pangan: Dari Mengatasi Kelaparan Menuju Mewujudkan Healthy Aging” yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Retno Indarti, M.Sc. Orasi ini mengangkat gagasan bahwa ilmu dan teknologi pangan tidak lagi berhenti pada upaya memenuhi kebutuhan pangan semata, melainkan terus berkembang untuk membangun sistem pangan yang sehat, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Menegaskan bahwa pergeseran fokus dari sekadar mengatasi kelaparan menuju mewujudkan healthy aging mencerminkan evolusi panjang ilmu pangan dalam menjawab kebutuhan manusia yang terus berkembang, dari sekadar bertahan hidup, menuju hidup yang berkualitas hingga usia lanjut. Gagasan ini menjadi pengingat bahwa peran FTP UGM tidak berhenti pada penyediaan pangan, tetapi turut hadir menjawab tantangan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang masyarakat Indonesia.

Rapat Terbuka Senat ini turut dihadiri Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., yang dalam sambutannya berharap FTP UGM dapat terus menjadi pusat pengembangan ilmu dan teknologi bagi sistem pangan dan agroindustri Indonesia.

“Semoga Fakultas Teknologi Pertanian senantiasa menjadi pusat pengembangan ilmu dan teknologi untuk mengembangkan sistem pangan dan agroindustri di Indonesia yang tangguh, mandiri, inovatif, serta berkelanjutan,” ujar Ova.

Perayaan Dies Natalis ke-63 ini turut menjadi ruang apresiasi bagi mereka yang telah mendedikasikan diri bagi FTP UGM. Penghargaan diberikan kepada tenaga kependidikan yang memasuki masa purna tugas, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang mereka, sekaligus kepada tenaga kependidikan dan mahasiswa berprestasi atas capaian yang telah mereka torehkan bagi fakultas.

Menutup hari itu, Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., meresmikan Gedung Agricultural Technology Graduate Study Program & Learning Center, menandai babak baru pengembangan fasilitas pendidikan dan riset di lingkungan FTP UGM.

Bagi FTP UGM, Dies Natalis ke-63 ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang fakultas, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjawab tantangan ketahanan pangan serta pembangunan sistem pangan dan agroindustri Indonesia yang berkelanjutan ke depan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui komitmen berkelanjutan FTP UGM dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui gagasan healthy aging yang diusung dalam orasi ilmiah, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peran FTP UGM sebagai pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan fasilitas pendidikan pangan. Dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dari berbagai pihak

Kontributor: Shella Herdanti

Kunjungan Perdana NUST Namibia ke FTP UGM Buka Inisiasi Kerja Sama Teknologi Pertanian

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 16 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan perdana Namibia University of Science and Technology (NUST) pada Rabu (16/9/2026) di Operation Room FTP UGM. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal inisiasi kerja sama kedua institusi dalam bidang teknologi pertanian, mencakup penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, hingga hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyambut baik kunjungan dan inisiasi kerja sama tersebut. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi FTP UGM dan NUST untuk saling mengenal bidang keahlian, pengalaman, serta kebutuhan masing-masing sebagai dasar untuk mengembangkan bentuk kolaborasi yang lebih konkret.

Deputy Vice-Chancellor for Teaching and Learning NUST, Ms. Teresia Kaulihowa, menyampaikan ketertarikan NUST untuk membangun hubungan dengan UGM. Kedua institusi dinilai memiliki perhatian yang serupa pada research, education, dan community engagement, khususnya dalam mendorong perguruan tinggi agar dapat memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., menjelaskan pengalaman UGM dalam membawa hasil penelitian agar dapat memberikan dampak kepada masyarakat. Menurutnya, hilirisasi hasil penelitian dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni komersialisasi dan pemanfaatan oleh masyarakat.

Salah satu bentuk pemanfaatan tersebut dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang memungkinkan mahasiswa mengidentifikasi persoalan nyata di masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan maupun prototipe hasil penelitian. UGM juga memiliki customized KKN yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tertentu, serta berbagai program pembelajaran yang dapat mendukung proses tersebut.

Pengalaman UGM dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat juga disampaikan oleh Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., yang mencontohkan kerja sama dengan NGO Kaleka dalam pengembangan komoditas kakao. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas biji kakao yang dihasilkan masyarakat.

Selain pengabdian, peluang kerja sama juga terbuka pada hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian. Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc. menjelaskan bahwa UGM memiliki pengalaman bekerja sama dengan industri untuk membawa hasil penelitian menuju pemanfaatan yang lebih luas. Salah satu contohnya adalah pengembangan produk MyCookies bersama perusahaan, sementara UGM juga memiliki holding company yang mendukung proses komersialisasi hasil penelitian.

Dari sisi NUST, sejumlah komoditas pertanian Namibia berpotensi menjadi bidang kolaborasi, seperti maize, mahangu (pearl millet), wheat, kentang, pisang, anggur, dan daging sapi. Sektor perikanan juga menjadi salah satu bidang penting di Namibia. Potensi tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengidentifikasi topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan kedua negara.

NUST juga menyampaikan kebutuhan kolaborasi dalam feasibility study yang direncanakan pada Oktober. Studi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai bidang dan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret dengan UGM.

Sebagai tindak lanjut awal, FTP UGM dan NUST membahas peluang pelaksanaan guest lecture, penelitian bersama berdasarkan kesamaan topik, serta pertukaran mahasiswa dan staf. Kedua institusi juga membuka peluang penyusunan collaboration agreement di tingkat fakultas sebagai landasan pengembangan kerja sama selanjutnya.

Kunjungan perdana NUST ke FTP UGM ini menjadi awal bagi kedua institusi untuk memetakan bidang yang memiliki kebutuhan dan kepentingan bersama. Dari pertemuan tersebut, kerja sama diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga menghasilkan teknologi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia maupun Namibia.

FTP UGM dan Kementan–BRIN Bahas Teknologi Pascapanen untuk Perluas Hilirisasi Hortikultura

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 14 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Direktorat Hilirisasi Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membahas pemanfaatan teknologi freeze drying dan iradiasi fitosanitari untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka akses pasar ekspor komoditas hortikultura. Pembahasan berlangsung di Operation Room FTP UGM, Kamis (10/9/2026).

Freeze drying menjadi salah satu teknologi yang dapat mengubah komoditas segar menjadi produk dengan umur simpan lebih panjang dan nilai tambah lebih tinggi. Dr Joko Nugroho Wahyu Karyadi, dosen dan peneliti FTP UGM, menjelaskan bahwa teknologi tersebut telah dikembangkan untuk berbagai komoditas, seperti sirsak, alpukat, nangka, buah naga, mawar, dan bunga telang. Sistem manifold umumnya digunakan pada skala laboratorium, sedangkan sistem tray dapat dikembangkan untuk skala yang lebih besar sesuai kapasitas dan desain.

Peluang tersebut telah terlihat dari produk freeze dried yang dipasarkan ke luar negeri. Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan biaya produksi, investasi peralatan, harga bahan baku yang dipengaruhi musim, serta persyaratan pengujian dan pelabelan di negara tujuan. Karena itu, penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan komoditas, skala produksi, dan pasar yang dituju.

Di sisi lain, iradiasi fitosanitari dibahas sebagai salah satu teknologi untuk mendukung ekspor komoditas hortikultura segar. Bimo, peneliti Organisasi Riset Teknologi Nuklir BRIN, menjelaskan bahwa iradiasi dapat digunakan sebagai perlakuan karantina dengan merusak DNA organisme hidup pada komoditas. Indonesia saat ini memiliki fasilitas iradiasi berupa enam fasilitas gamma Cobalt-60, 12 electron beam hingga 10 MeV, dan satu fasilitas X-ray hingga 5 MeV.

Penerapan iradiasi fitosanitari untuk ekspor masih memerlukan kesiapan regulasi, fasilitas, dan protokol yang sesuai dengan persyaratan negara tujuan. Salah satu kebutuhan yang dibahas adalah penyusunan dokumen dan SOP bersama Badan Karantina Indonesia, termasuk pengujian electron beam menggunakan protokol IAEA dan penyesuaian dengan persyaratan USDA APHIS untuk pasar Amerika Serikat. Vietnam menjadi salah satu contoh negara yang telah menggunakan iradiasi fitosanitari dalam ekspor tujuh jenis buah pada 2022.

Dekan FTP UGM, Prof Eni Harmayani, menekankan pentingnya membangun sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan teknologi pascapanen tidak cukup hanya menghasilkan teknologi, tetapi perlu terhubung dengan ketersediaan bahan baku, mutu produk, regulasi, pengujian, hingga kebutuhan pasar. Freeze drying dapat menjadi salah satu alternatif ketika pemasaran produk segar menghadapi keterbatasan sekaligus menjawab kebutuhan produk yang praktis dan bernilai tambah.

Freddy Lumban Gaol, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, menyampaikan bahwa ketatnya persyaratan ekspor menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui penguatan teknologi dan sistem pascapanen. Karena itu, kolaborasi pemerintah, BRIN, perguruan tinggi, dan industri diperlukan untuk menentukan komoditas serta negara tujuan prioritas dan mengkaji kelayakannya dari aspek teknologi, ekonomi, regulasi, hingga pasar.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menghubungkan pengembangan teknologi pascapanen dengan kebutuhan nyata industri dan pasar ekspor. Kolaborasi lintas lembaga selanjutnya diarahkan pada pengembangan protokol, penguatan fasilitas, serta pemilihan komoditas dan negara tujuan yang paling potensial.

Menanam Harapan di Lahan Tadah Hujan Merauke, Dosen FTP UGM Pimpin Pengembangan Demplot Terpadu

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi LayakSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Senin, 14 September 2026

Di Kampung Boewer, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kawasan Transmigrasi (KT) Muting, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM yang diketuai oleh Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengembangkan demplot konservasi terpadu seluas 2.500 m² yang menggabungkan konservasi tanah dan air, tanaman pangan padi varietas Gamagora UGM, dan tanaman pakan ternak rumput Gama Umami.

Tidak hanya soal tanaman, demplot ini juga menjadi bagian dari upaya konservasi air melalui pemanfaatan air hujan dan pembangunan embung konservasi. Budidaya tanaman pangan padi Gamagora dilakukan dengan metode SRI (System of Rice Intensification), di mana pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman. Melalui integrasi tanaman pangan, pakan ternak, dan pengelolaan air, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan yang lebih optimal serta menjaga ketersediaan air di KT Muting dengan menerapkan konsep ekonomi hijau untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan dan air.

Pengembangan demplot konservasi terpadu tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan lahan di KT Muting yang masih mengandalkan curah hujan. Dalam kondisi tersebut, ketersediaan dan pengelolaan air menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan budidaya. Karena itu, demplot tidak hanya dirancang sebagai area budidaya, tetapi sebagai model yang mengintegrasikan pengelolaan air dengan pemanfaatan lahan untuk berbagai kebutuhan.

Salah satu komponen yang dikembangkan adalah embung konservasi sebagai bagian dari sistem pemanfaatan air hujan. Air yang tertampung kemudian dapat mendukung kebutuhan budidaya tanaman pada lahan demplot. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia sekaligus mengurangi ketergantungan kegiatan budidaya terhadap pola hujan.

Pengelolaan air pada tanaman padi Gamagora juga dilakukan dengan pendekatan berbasis kebutuhan tanaman melalui metode SRI. Pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman, sehingga pengelolaan air dapat disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan tanaman. Penerapan tersebut memperlihatkan bagaimana aspek pengelolaan sumber daya air dan teknologi budidaya dapat dipadukan dalam pengembangan pertanian di lahan tadah hujan.

Demplot juga mengintegrasikan tanaman pakan ternak berupa rumput Gama Umami. Kehadiran tanaman pakan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pemanfaatan lahan yang diarahkan untuk mendukung sistem pertanian dan peternakan masyarakat di KT Muting. Ketersediaan pakan menjadi salah satu tantangan bagi peternak setempat yang selama ini masih banyak mengandalkan sistem penggembalaan.

Potensi peternakan tersebut cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke, Distrik Elikobel memiliki populasi sapi potong sekitar 4.078 ekor pada 2024. Masyarakat umumnya memelihara sapi Bali secara individual dengan jumlah sekitar 3–4 ekor per peternak. Pola pemeliharaan yang masih didominasi sistem umbaran membuat ketersediaan hijauan di area penggembalaan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan usaha peternakan.

Untuk merespons kondisi tersebut, TEP 1 UGM melaksanakan penanaman rumput Gama Umami pada 2 September 2026 di Kampung Boewer. Penanaman dilakukan melalui demplot (demonstration plot) sebagai lokasi percontohan agar masyarakat dapat melihat secara langsung proses pengembangan sumber hijauan pakan yang dapat diterapkan pada lahan lain di sekitar kampung.

Gama Umami merupakan rumput unggul yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber hijauan pakan ternak dan dikembangkan oleh tim peneliti Fakultas Peternakan UGM yang diketuai Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Pengembangan tanaman ini selanjutnya diarahkan menuju konsep Bank Pakan Ternak sebagai sistem penyediaan dan penyimpanan cadangan pakan yang dapat dimanfaatkan ketika ketersediaan hijauan di lapangan menurun.

“Pengembangan Gama Umami tidak hanya diarahkan pada penanaman rumput, tetapi juga bagaimana pakan tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan dan mudah dimanfaatkan oleh peternak,” ujar Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc., anggota TEP 1 UGM yang berfokus pada bidang peternakan.

Integrasi embung konservasi, tanaman pangan, dan tanaman pakan dalam satu demplot menunjukkan pendekatan yang dikembangkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di KT Muting. Pengelolaan air menjadi penopang budidaya tanaman pangan, sementara pemanfaatan sebagian lahan untuk tanaman pakan mendukung kebutuhan peternakan. Dengan pendekatan tersebut, satu sistem lahan dapat memberikan manfaat bagi beberapa aktivitas masyarakat secara bersamaan.

Pendekatan terpadu ini didukung oleh keberagaman latar belakang keilmuan anggota TEP 1 UGM yang terdiri atas Tri Ariani, S.T.P., Khulaimi, S.P., Ilham Mubarok, S.T.P., Ariqonitahanif Putri Rahim, S.Si., dan Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc. Lintas keilmuan dalam tim mencakup pertanian, agronomi, sumber daya air, pemetaan wilayah, ekonomi, hingga peternakan, sehingga pengembangan program dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling berkaitan.

Bagi Chandra dan tim, demplot konservasi terpadu tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan model pengelolaan lahan yang sesuai dengan kondisi lokal. Pemanfaatan air hujan melalui embung, pengaturan air berdasarkan kebutuhan tanaman, budidaya padi Gamagora, serta penyediaan hijauan pakan dirancang untuk membangun sistem yang lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya lahan dan air.

Ke depan, pengembangan demplot diharapkan dapat menjadi model percontohan yang sederhana dan aplikatif bagi masyarakat KT Muting. Melalui pengelolaan lahan dan air secara terpadu, pendekatan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat penerapan konsep ekonomi hijau dalam pemanfaatan sumber daya di Kawasan Transmigrasi Muting, Merauke, Papua Selatan.

Perkuat Riset Pertanian Cerdas, FTP UGM Jalani Staff Mobility di Wageningen University dan Research

PendidikanPenelitianRilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Minggu, 13 September 2026

Upaya memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi riset internasional membawa Dr. Andri Prima Nugroho, dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus peneliti Smart Agriculture Research Center (SARC), menjalani program staff mobility di Wageningen University & Research (WUR), Belanda, pada 1-12 September 2026, sebagai bagian dari International Joint Research Academy (IJRA).

Sepanjang kunjungan, digelar sejumlah diskusi untuk menjajaki peluang kerja sama antara UGM dan WUR, mulai dari penelitian kolaboratif, perencanaan publikasi bersama, hingga penyusunan proposal riset bersama. Diskusi turut melibatkan sejumlah mitra peneliti WUR, yaitu Dr. Joseph Peller di bidang spectral imaging for plant phenotyping, Prof. Dr. Gerrit Polder di bidang teknologi pencitraan spektral, serta Assoc. Prof. Gert Kootstra di bidang robotika pertanian. Salah satu fokus pembahasan mengarah pada pengembangan riset yang mengintegrasikan teknologi robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, pendekatan yang diharapkan mampu mendukung pengamatan karakteristik tanaman secara lebih objektif, cepat, dan akurat, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi pertanian cerdas yang sesuai dengan kondisi pertanian Indonesia.

Kunjungan ke Laboratorium Vision + Robotics WUR turut memberi wawasan langsung mengenai teknologi dan riset yang tengah dikembangkan di sana, termasuk diskusi bersama Arjan Vroegop mengenai simulasi plant phenotyping dan keterkaitannya dengan rencana penelitian kolaboratif ke depan. Di sela agenda staff mobility ini, turut dilakukan pendampingan terhadap pelaksanaan International Joint Supervision bagi salah satu mahasiswa magister UGM yang tengah menjalani praktik riset di laboratorium yang sama.

Dalam pertemuan dengan bagian kerja sama WUR, disampaikan usulan rencana penelitian bersama mengenai robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, sekaligus diidentifikasi peluang pendanaan dan langkah strategis agar gagasan tersebut dapat berkembang menjadi proposal riset bersama dan publikasi ilmiah kolaboratif.

Andri menilai kesempatan belajar dan berdiskusi langsung dengan para peneliti WUR menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menyaksikan kemajuan teknologi di bidang pencitraan spektral, plant phenotyping, dan robotika pertanian, kunjungan ini turut memberi pembelajaran dari etos kerja serta budaya belajar dan bekerja sama yang tumbuh di lingkungan penelitian WUR dari budaya diskusi terbuka, kerja kolaboratif lintas bidang, dan kedisiplinan dalam menjalankan penelitian menjadi kesan mendalam yang dibawa pulang dari kunjungan tersebut.

Bagi FTP UGM, kunjungan ini turut memberi pemahaman mengenai cara institusi riset membangun dan mengelola kerja sama dengan mitra industri, sekaligus menegaskan pentingnya membangun ekosistem inovasi agar hasil riset memberi manfaat yang lebih luas. Sebagai salah satu universitas terkemuka dunia di bidang pertanian, WUR diharapkan menjadi mitra strategis bagi pengembangan riset pertanian masa depan, dan kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih konkret antara UGM dan WUR, baik dalam penelitian, publikasi, penyusunan proposal bersama, maupun pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset pertanian cerdas yang relevan bagi pertanian tropis, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi robotika dan plant phenotyping, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi riset antara UGM dan Wageningen University & Research.

Penulis: Shella Herdanti

123…41

Berita Terakhir

  • Nggak Cuma Soal Enak, Pelatihan Roti FTP UGM Bongkar Fakta Gizi di Balik Setiap Gigitan
  • Langkah Karya, Jejak Makna 1 Dekade: Evolusi Ilmu Pangan Jadi Sorotan di Dies Natalis ke-63 FTP UGM
  • Apresiasi Prestasi Mahasiswa, FTP UGM Gelar Harfest 2026 di Penutup Dies Natalis ke-63
  • Satu Dekade Kerja Sama; FTP UGM dan Osaka Metropolitan University Gelar Student Exchange 2026
  • Rayakan Kebersamaan, FTP UGM Gelar Family Fun Day dalam Rangka Dies Natalis ke-63

Berita UGM

  • Kuliah Gratis PTN Digagas, Pakar UGM Minta Pemerintah Perhatikan Kesiapan Anggaran 28 September 2026
  • Mahasiswa UGM Terpilih Jadi Duta OJK PEDULI, Ajak Anak Muda Cerdas Finansial 28 September 2026
  • Pungli Resahkan Dunia Usaha, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Solusi  28 September 2026
  • Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank 28 September 2026
  • Masih Tertinggal di Asia, UGM Dorong Pengembangan Pendidikan dan Riset Neuropsikologi  28 September 2026

Agenda

  • 30Sep Kuliah Tamu Departemen TPHP UGM bersama Regis Machdy, M.Sc.
  • 29Okt Wisuda Pascasarjana
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju