Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menutup rangkaian PIONIR Agrophoria 2026 pada Rabu (6/8) di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa baru memperoleh pembekalan mengenai kehidupan perguruan tinggi melalui pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an, budaya akademik, pengembangan karakter, serta berbagai kompetensi yang diperlukan untuk mendukung proses belajar dan pengembangan diri selama menempuh pendidikan di FTP UGM.
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa PIONIR Agrophoria merupakan momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus memahami nilai-nilai yang akan menjadi bekal selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. “Tentu saja kegiatan Agrophoria ini selain pengenalan kampus juga pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an, budaya akademik, serta semangat belajar, dan bekal untuk berkembang di perguruan tinggi nantinya,” ujar Dekan FTP UGM.
Dalam sambutannya, Dekan FTP UGM juga mengingatkan mahasiswa baru untuk menjadikan Four C sebagai bekal selama menjalani perkuliahan, yaitu creativity, competence, character, dan compassion. Creativity menjadi kemampuan untuk terus melahirkan inovasi, competence untuk terus mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi diri, character diwujudkan melalui sikap jujur dan bertanggung jawab, sedangkan compassion mendorong mahasiswa untuk memiliki kepedulian serta mampu bekerja sama dengan orang lain. Keempat nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk lulusan FTP UGM yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas dan kepekaan sosial.
Semangat tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan yang diikuti mahasiswa baru pada hari kedua PIONIR Agrophoria 2026. Peserta memperoleh inspirasi melalui Talkshow Prestasi Mahasiswa serta Talkshow Cultivating Agrotechnovation yang mengangkat tema “Inovasi Pangan Sintesis dan Efisiensi Sumber Daya Alam demi Masa Depan yang Berkelanjutan”. Mahasiswa juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Resilience Food Strategy untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama, serta menyusun Mind Map: Build My Path sebagai rancangan pengembangan diri selama empat tahun masa studi di FTP UGM.
Selain pembekalan akademik, mahasiswa baru diperkenalkan lebih dekat dengan kehidupan kemahasiswaan melalui Expo Lembaga yang menghadirkan berbagai himpunan mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa di lingkungan FTP UGM. Pada kesempatan tersebut, peserta dapat mengenal beragam wadah pengembangan minat dan bakat, termasuk mencoba panjat tebing di stan Gitapala dengan pendampingan dan prosedur keselamatan yang telah disiapkan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mulai menentukan ruang aktualisasi diri selama menjalani kehidupan kampus.
Rangkaian PIONIR Agrophoria 2026 ditutup dengan arak-arakan seluruh gugus peserta yang berlangsung penuh semangat sebagai simbol kebersamaan Agrotech Muda. Suasana semakin semarak dengan hadirnya Ultras Tractor, kelompok pendukung mahasiswa FTP UGM, yang membangkitkan antusiasme peserta. Setelah itu, secara resmi menutup PIONIR Agrophoria 2026, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pengenalan mahasiswa baru tahun ini. Kemeriahan kemudian berlanjut melalui penampilan PSTP Band (Paguyuban Seni Teknologi Pertanian) yang mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama sebagai penutup kegiatan.
Melalui PIONIR Agrophoria 2026, FTP UGM berharap mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi, mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara seimbang, serta menjadi Agrotech Muda yang kreatif, kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa baru, SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan budaya akademik dan nilai integritas, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, dan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.
Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai dunia akademik sekaligus tantangan yang akan mereka hadapi sebagai calon insan teknologi pertanian. Selain pengenalan lingkungan FTP UGM, mahasiswa mengikuti Career Exploration: Future Me, Development Class: Discovering Growth in Every Process, serta sesi fasilitator mengenai integritas akademik, manajemen waktu, literasi digital, dan pengembangan diri.
Mengusung tema Empower Youth for Food, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk melihat berbagai tantangan sistem pangan global dari perspektif yang lebih luas. Diskusi membahas pentingnya inovasi, kewirausahaan, serta kolaborasi lintas disiplin sebagai upaya menghasilkan solusi terhadap berbagai isu di sektor pertanian dan pangan. Kehadiran mahasiswa dari Erasmus University Rotterdam juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami pengalaman, pendekatan, dan praktik yang berkembang di tingkat internasional.
Dalam kegiatan tersebut, Bambang menyampaikan pentingnya pengembangan gastronomi dan kuliner hijau yang tidak hanya berfokus pada aspek cita rasa, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal.