FTP UGM dan PT Petrokimia Gresik Lanjutkan Kerja Sama dalam Pengembangan Sistem Monitoring Smart Farm
Rilis BeritaSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa Kelaparan Minggu, 2 Februari 2025
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Petrokimia Gresik lanjutkan kerja sama dalam pengembangan sistem monitoring smart farm di lahan teknologi dan edukasi PT Petrokimia Gresik. Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, dilakukan pemasangan alat sistem monitoring smart farm pada 1 Februari 2025 di Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan Dr. Radi, S.T.P., M.Eng., dan Sri Markumningsih, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dosen FTP UGM, serta mahasiswa yang turut berperan dalam implementasi teknologi pemantauan pertanian presisi.
Pemasangan sistem monitoring ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemantauan kondisi lahan secara real-time, mencakup pengukuran parameter penting seperti kelembapan tanah, suhu, dan kondisi lingkungan lainnya. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pertanian, mendukung praktik pertanian presisi, serta membantu petani dalam mengambil keputusan berbasis data. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam penerapan teknologi pertanian cerdas, memperkaya wawasan akademik, serta meningkatkan keterampilan mereka dalam bidang agriculture technology.
Kerja sama ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan dengan meningkatkan kesejahteraan petani melalui efisiensi pertanian berbasis teknologi, serta SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui optimalisasi produksi pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, dosen FTP UGM menyampaikan materi mengenai restorasi tanah pascatambang dengan pendekatan berbasis solusi alami (nature-based solutions). Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petani setempat tentang metode rehabilitasi lahan yang berkelanjutan serta teknik pengelolaan tanah yang dapat meningkatkan kesuburan dan hasil pertanian di lahan bekas tambang. Selain itu, pengambilan sampel tanah dan analisis pertumbuhan tanaman dilakukan untuk mengidentifikasi efektivitas metode restorasi yang diterapkan.
Dalam diskusi ini, sejumlah dosen FTP UGM turut memberikan materi dan pandangan strategis. Dr. Muhamad Khoiru Zaki, Prof. Sigit Supadmo, Dr. Andri Prima Nugroho, Dr. Hanggar Ganara Mawandha, Ardan Wiratmoko, M.Sc., dan Basuki, S.T.P., menyampaikan pentingnya penerapan teknologi modern dalam pengelolaan irigasi, termasuk tantangan teknis dan sosial yang harus dihadapi. Mereka juga menekankan bahwa modernisasi irigasi di DI Cibaliung dapat menjadi model untuk pengembangan irigasi berkelanjutan di wilayah lain.