Laboratorium Analisa Mutu dan Standardisasi FTP UGM Laksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Dusun Monggang, Bantul
Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak Selasa, 20 Mei 2025
Enam dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Laboratorium Analisa Mutu dan Standardisasi melaksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berlokasi di Dusun Monggang, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, pada 19 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Kelompok Tani Boga Lestari dan Perangkat Desa Srihardono, yang secara aktif mengembangkan pertanian ramah lingkungan di wilayah tersebut.
Dosen FTP UGM yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Dr. Wahyu Supartono, Dr. Atris Suyantohadi, Dr. Nafis Khuriyati, Dr. Mohammad Affan Fajar Falah, Dr. Muhammad Prasetya Kurniawan, dan Dr. Anggoro Cahyo Sukartiko. Dalam kegiatan ini, para dosen menyampaikan materi bertema “Optimalisasi Sertifikasi Organik Berkelanjutan dan Audit Mutu untuk Penguatan Sistem Pertanian Ramah Lingkungan”. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong transformasi tata kelola pertanian yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing, khususnya melalui penguatan kelembagaan kelompok tani serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sertifikasi dan mutu produk pertanian.
Beberapa poin strategis yang menjadi fokus kegiatan pengabdian ini meliputi identifikasi potensi lokal, perancangan label dan kemasan produk yang sesuai standar, pendampingan aspek legalitas produk, serta regenerasi kelembagaan kelompok tani. Selain itu, dilakukan pula pelatihan peningkatan tata kelola yang berkelanjutan dan penguatan kinerja pemasaran produk berbasis pertanian organik.
Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas kelompok tani dalam menghadapi tantangan pertanian modern sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Para peserta diberikan pembekalan secara teknis dan manajerial agar mampu mempertahankan keberlanjutan praktik pertanian yang ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan nilai jual produk melalui sertifikasi dan standar mutu yang terukur.
Implementasi kegiatan ini mendukung berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yakni SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sistem produksi pangan lokal; SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyediaan produk pertanian yang aman dan sehat; SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan dan pelatihan kepada masyarakat; serta SDG 6: Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dalam pengelolaan sumber daya air yang ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara akademisi, kelompok tani, dan pemerintah desa.
Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan bimbingan kepada petugas penyuluh lapangan di Kabupaten Grobogan dalam mengadopsi inovasi teknologi berbasis smart farming. Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian guna meningkatkan efisiensi produksi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta menghadapi tantangan perubahan iklim. Teknologi smart farming diharapkan mampu mendorong petani untuk beralih ke sistem pertanian presisi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, dosen FTP UGM menyampaikan materi mengenai restorasi tanah pascatambang dengan pendekatan berbasis solusi alami (nature-based solutions). Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petani setempat tentang metode rehabilitasi lahan yang berkelanjutan serta teknik pengelolaan tanah yang dapat meningkatkan kesuburan dan hasil pertanian di lahan bekas tambang. Selain itu, pengambilan sampel tanah dan analisis pertumbuhan tanaman dilakukan untuk mengidentifikasi efektivitas metode restorasi yang diterapkan.