Kementerian Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Gerakan Peduli Lingkungan 2025”, sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi mahasiswa terhadap isu lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Laguna Pengklik, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada tahun 2025, Gerakan Peduli Lingkungan difokuskan pada upaya pemulihan dan konservasi ekosistem pesisir melalui kegiatan penanaman mangrove. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pantai dari abrasi, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial Masyarakat BEM FTP UGM dan pihak manajemen pengelola Laguna Pengklik. Program ini turut membuka kesempatan partisipasi bagi mahasiswa FTP, khususnya angkatan 2024 dan 2025, sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Pada hari pelaksanaan, para peserta bersama pihak pengelola melakukan penanaman mangrove secara langsung di wilayah pesisir Laguna Pengklik.
Kegiatan ini berhasil meninggalkan kesan positif karena berhasil menggabungkan aksi nyata dengan pembelajaran lingkungan yang aplikatif. Melalui Gerakan Peduli Lingkungan 2025, diharapkan mahasiswa dapat terlibat aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, sekaligus berkontribusi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. Kerja sama antara BEM FTP UGM dan pihak pengelola Laguna Pengklik juga diharapkan dapat terus terjalin dalam program-program berikutnya, sehingga upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkesinambungan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, 13 tentang penanganan perubahan iklim, dan 14 Ekosistem lautan.
Kontributor Penulis: BEM FTP UGM
Berangkat dari potensi ini, Tim PKM-PM Universitas Gadjah Mada bersama Karang Taruna Permadi 13 menginisiasi program JGrow+ (Jamblangan Grow+). Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah peternakan menjadi Pupuk Organik Plus (POP) dan Biofertilizer. Tidak hanya mengandalkan feses dan urin ternak, bahan tambahan lain seperti sisa sayuran rumah tangga dan tembakau dari puntung rokok turut digunakan untuk memperkaya kualitas produk. Lebih jauh, produk ini juga mengandung sembilan jenis mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bintek) bagi Petugas Operasi Bendung (POB) pada Rabu, 27 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh enam puluh orang POB di wilayah Sungai Serayu Opak serta kepala Unit Pengelola Irigasi (UPI). Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Rr. Vicky Ariyanti, ST., M.Sc., Ph.D., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran POB dalam pengelolaan jaringan irigasi.
Selain itu, forum KSTI 2025 juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi, baik akademisi, peneliti, praktisi, maupun pembuat kebijakan. Diskusi panel yang menghadirkan pakar dari berbagai bidang memberikan perspektif komprehensif tentang arah pengembangan riset dan inovasi yang berorientasi pada kemandirian bangsa. Dengan adanya kolaborasi tersebut, diharapkan lahir kebijakan dan strategi implementasi teknologi pertanian modern yang lebih inklusif dan berkelanjutan.