Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan Segar 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DPKP DIY). Acara ini dilaksanakan di Sumberjo RT 03, Prayan, Srimulyo, Piyungan, Bantul, pada Rabu (16/7/2025), dengan menghadirkan tiga dosen FTP UGM sebagai narasumber, yaitu Dian Anggraini Suroto, S.T.P., M.P., M.Eng., Ph.D., Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D., dan Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D.
Dalam kegiatan ini, para dosen FTP UGM menyampaikan materi terkait isu penting keamanan pangan segar. Topik yang diangkat meliputi kondisi keamanan pangan segar di Indonesia saat ini, sumber dan ancaman bahaya cemaran pada pangan segar, serta praktik pemilihan, penyimpanan, dan pengolahan pangan segar yang baik. Materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat maupun pelaku usaha pangan segar dalam upaya memastikan ketersediaan pangan yang aman, sehat, dan bermutu.
Sosialisasi ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dan pelaku usaha pangan segar mengenai kebijakan, regulasi, dan kaidah-kaidah keamanan pangan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya budaya keamanan pangan di setiap rantai pangan, mulai dari produksi hingga konsumsi. Peningkatan pemahaman ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya perilaku yang lebih bertanggung jawab dalam mengelola pangan segar, sekaligus memperkuat indeks keamanan pangan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha pangan segar untuk lebih berhati-hati dalam memilih bahan pangan, menerapkan praktik penyimpanan yang benar, serta mengolah pangan segar sesuai standar keamanan yang dianjurkan. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan ketahanan pangan yang tidak hanya menekankan pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada jaminan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan Segar 2025 juga memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dukungan terhadap SDG 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) diwujudkan dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan yang aman dan bergizi sebagai penunjang ketahanan pangan. SDG 3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) tercermin melalui upaya meminimalkan risiko penyakit akibat pangan yang tercemar. Sementara itu, SDG 4 Quality Education (Pendidikan Berkualitas) didukung melalui penyediaan edukasi yang sistematis dan berbasis keilmuan kepada masyarakat, sehingga tercipta peningkatan kapasitas pengetahuan di bidang keamanan pangan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesadaran individu, tetapi juga pada penguatan sistem keamanan pangan secara menyeluruh di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia Dies Natalis ke-62 FTP UGM, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D., yang menyampaikan pentingnya momentum Dies Natalis sebagai ajang refleksi atas perjalanan panjang FTP UGM selama lebih dari enam dekade. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ziarah dan anjangsana merupakan bentuk penghargaan FTP UGM terhadap nilai-nilai sejarah, dedikasi, dan perjuangan sivitas akademika terdahulu, yang menjadi fondasi bagi pertumbuhan dan kemajuan fakultas hingga saat ini. Tema besar yang diusung dalam Dies Natalis ke-62 FTP UGM, yakni “Teknologi Pertanian untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan: Mengukuhkan FTP UGM sebagai Flagship Pengembangan Teknologi Pertanian Indonesia”, menjadi arah strategis fakultas dalam memantapkan peran sebagai pelopor pengembangan teknologi pertanian di Indonesia.
Kegiatan ziarah dan anjangsana ini menjadi cerminan komitmen FTP UGM dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu, serta memperkuat hubungan antargenerasi sivitas akademika. Selain menjadi wujud implementasi nilai budaya akademik yang inklusif, kegiatan ini juga mengandung makna sosial dan spiritual yang tinggi dalam memperkuat solidaritas komunitas FTP UGM.