Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam penguatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Penguatan Kapasitas Kelompok Tani dan Petugas Penyuluh Lapangan Komoditas Hortikultura & Olahan Pangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tepatnya di wilayah Luwuk, dan diselenggarakan pada 13 Juni 2025 oleh PT Panca Amara Utama.
Dalam kegiatan ini, FTP UGM mengirimkan tim dosen yang berperan sebagai narasumber utama yang terdiri atas Dr. Muhammad Prasetya Kurniawan, S.T.P., M.Eng.; Dr.rer.nat. Ir. R. Wahyu Suparton ; dan Dr. Wagiman, S.T.P., M.Si. Materi yang disampaikan mengenai strategi penguatan kapasitas bagi kelompok tani serta petugas penyuluh lapangan (PPL) yang terlibat dalam pengembangan komoditas hortikultura dan produk olahan pangan lokal di wilayah Kabupaten Banggai.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari salah satu misi utama FTP UGM, yaitu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui forum ini, para dosen FTP UGM memberikan pelatihan berbasis ilmiah dan aplikatif guna meningkatkan kualitas produksi hortikultura dan pengolahan pangan di tingkat petani. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi wahana penguatan jejaring (networking) antara perguruan tinggi, sektor industri, dan masyarakat petani, khususnya dalam menciptakan sinergi berkelanjutan yang bermanfaat secara langsung di lapangan.
Pelatihan yang diberikan mencakup aspek teknis budidaya hortikultura, manajemen hasil panen, praktik pengolahan pascapanen yang efisien, serta strategi pengemasan dan pemasaran hasil pertanian secara inovatif. Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan dalam hal pembentukan kelembagaan tani yang kuat, penguatan peran penyuluh, serta perencanaan usaha tani yang berorientasi pasar dan keberlanjutan.
Secara strategis, kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sistem pertanian pangan lokal; SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan pelatihan teknis dan edukatif bagi petani dan penyuluh; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui pengenalan teknologi tepat guna di bidang hortikultura; serta SDG 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pemberdayaan kelompok tani di wilayah terpencil. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Kontributor : Febri Puji Astuti
Tiga dosen dari FTP UGM, yaitu Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng., Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., dan Dr. Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D., terlibat secara langsung dalam kegiatan ini. Mereka memberikan materi dan melakukan evaluasi terhadap kinerja mesin pengering padi tipe vertikal yang digunakan di wilayah tersebut. Fokus utama dari kegiatan ini adalah pada upaya pengujian dan penilaian efektivitas alat pascapanen dalam meningkatkan kualitas pengeringan padi serta mengurangi potensi kehilangan hasil akibat proses pengeringan dan penggilingan yang belum memenuhi standar teknis.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM Prof. Ir. Wiratni, ST., MT., Ph.D., IPM. yang mewakili dukungan institusional terhadap kolaborasi internasional antar perguruan tinggi.
Pada Selasa, 20 Mei 2025, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tuan rumah kegiatan
Setelah sesi kuliah, para mahasiswa dari NUS dan UGM dibagi ke dalam lima kelompok lintas institusi yang terdiri dari mahasiswa King Edward VII Hall NUS, FTP UGM, dan Fakultas Geografi UGM. Masing-masing kelompok menerima studi kasus yang berfokus pada strategi pengembangan rantai pasok buah salak untuk pasar internasional, khususnya ke Singapura. Topik diskusi masing-masing kelompok mencerminkan pendekatan strategis dan inovatif dalam pengolahan, distribusi, serta pemasaran salak sebagai komoditas unggulan dari Sleman, Yogyakarta. Kelima kelompok tersebut mempresentasikan ide dan solusi melalui berbagai tema seperti
Pelaksanaan kegiatan ini secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan akses pembelajaran lintas negara dan pengalaman interdisipliner yang setara; SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan membangun saling pengertian lintas budaya; serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan strategis antar institusi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.