• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
Arsip:

SDG 1: Tanpa Kemiskinan

Pelurusan Istilah UPF Jadi Fokus FGD FTP UGM dan BGN, Akademisi Tekankan Pangan Aman, Bergizi, Halal, dan Sehat

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 13 Februari 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengoreksi Miskonsepsi tentang Sebutan Ultra Processed Food (UPF) dan Dampaknya pada Kebijakan Penyediaan Pangan Olahan dalam Menu MBG” pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Kegiatan ini menghadirkan akademisi lintas disiplin, pakar teknologi pangan, ahli gizi, perwakilan pemerintah, pelaku industri dan UMKM pangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membahas pelurusan miskonsepsi UPF sebagai salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pangan olahan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak awal diskusi, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Guru Besar FTP UGM menegaskan kekhawatiran akademisi terhadap penggunaan istilah UPF yang dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. “Yang kami khawatirkan, jika istilah UPF ini terus digunakan, publik tidak bisa membedakan secara jelas antara processed food dan ultra processed food. Akhirnya semua pangan olahan bisa dianggap UPF dan langsung dikonotasikan negatif terhadap kesehatan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam praktik penyediaan pangan skala besar, proses pengolahan justru menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan pangan, stabilitas mutu, dan kecukupan gizi. “Padahal pangan dalam jumlah besar tetap harus melalui pengolahan agar aman, bergizi, dan layak dikonsumsi. Karena itu kami menyarankan menggunakan istilah processed food atau pangan olahan yang tetap aman, bergizi, dan halal agar tidak menimbulkan keraguan dalam implementasi MBG,” tambahnya.

Prof. Sri juga menekankan bahwa penggunaan istilah yang kurang tepat berpotensi memunculkan stigma negatif terhadap teknologi pengolahan pangan dan menghambat pemahaman publik yang komprehensif. Ia mengingatkan bahwa teknologi pengolahan pangan merupakan bagian penting dari sistem pangan modern, terutama untuk menjamin distribusi pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat luas.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Dekan FTP UGM menyampaikan bahwa kolaborasi antara FTP UGM dan BGN merupakan bagian dari upaya akademik untuk meluruskan penggunaan istilah yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait konsep ultra processed food. Ia menjelaskan bahwa dalam bidang teknologi pangan terdapat terminologi yang lebih relevan, yaitu pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat. Menurutnya, istilah yang diadopsi dari luar tanpa penyesuaian konteks keilmuan nasional dapat menimbulkan miskonsepsi yang berdampak pada kebijakan maupun persepsi publik.

Ia juga menegaskan bahwa upaya pelurusan konsep ini telah dilakukan bahkan sebelum program MBG berjalan, sehingga bukan dimaksudkan untuk melegitimasi pangan tertentu, melainkan memastikan penggunaan istilah yang tepat secara ilmiah dan kontekstual. FTP UGM bahkan menyarankan agar istilah UPF tidak digunakan dalam kerangka kebijakan MBG karena berpotensi merancukan pemahaman antara pangan olahan secara umum dengan istilah yang memiliki konotasi negatif. Ia menekankan pentingnya kedaulatan keilmuan nasional dalam menggunakan istilah yang sesuai dengan prinsip pangan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai sudut pandang ilmiah dan praktis. Para peserta menyoroti pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam menilai kualitas pangan, bukan sekadar berdasarkan istilah atau persepsi umum. Beberapa narasumber juga menekankan bahwa klasifikasi pangan perlu dipahami secara kritis dengan mempertimbangkan komposisi zat gizi, metode pengolahan, tujuan teknologi, serta konteks konsumsi masyarakat.

Selain itu, forum membahas pentingnya strategi komunikasi publik dalam kebijakan pangan nasional. Penggunaan istilah yang kurang tepat dikhawatirkan dapat memicu stigma terhadap teknologi pangan, menghambat inovasi industri nasional, serta memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap pangan olahan yang sebenarnya aman dan bergizi. Oleh karena itu, edukasi publik dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan literasi pangan masyarakat.

Dari sisi implementasi MBG, diskusi menyoroti kebutuhan standarisasi proses produksi pangan, pengawasan keamanan pangan, serta pelibatan pelaku industri dan UMKM lokal dalam penyediaan menu bergizi. Para peserta juga menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi pangan dengan prinsip kesehatan masyarakat agar program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, hasil FGD akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kebijakan dan policy brief sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pangan MBG berbasis sains. Rekomendasi awal mencakup penggunaan istilah pangan yang kontekstual dan berbasis keilmuan, penguatan edukasi publik mengenai pengolahan pangan, serta pengembangan standar kebijakan yang mendukung penyediaan pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Melalui kegiatan ini, FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pangan nasional berbasis riset dan keilmuan, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan pembuat kebijakan dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

Dosen FTP UGM Jadi Narasumber Workshop Analisis Pola Pangan Harapan Provinsi DIY

Rilis BeritaSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Sabtu, 13 Desember 2025

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Yunika Mayangsari, S.Si., M.Biotech., Ph.D., berperan sebagai narasumber dalam kegiatan Workshop Hasil Penyusunan Analisis Pola Pangan Harapan (PPH) yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada 11 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan DPKP Provinsi DIY dan bertujuan untuk mengevaluasi hasil analisis PPH DIY tahun 2025 serta merumuskan rekomendasi tindak lanjut kebijakan pangan daerah.

Dalam workshop tersebut, Yunika Mayangsari memaparkan hasil telaah dan review analisis Pola Pangan Harapan Provinsi DIY tahun 2025 dari perspektif teknologi pangan. Paparan difokuskan pada upaya peningkatan skor PPH melalui penguatan diversifikasi pangan lokal, baik dari aspek kuantitas maupun kualitas konsumsi pangan masyarakat DIY.

Kontribusi dosen FTP UGM dalam kegiatan ini menegaskan peran strategis fakultas dalam mendukung perumusan kebijakan ketahanan pangan berbasis kajian ilmiah. Melalui pendekatan teknologi pangan, disampaikan berbagai rekomendasi untuk mendorong pemanfaatan pangan lokal yang lebih beragam, bergizi seimbang, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pola konsumsi masyarakat.

Workshop ini juga menjadi forum evaluasi bersama antara akademisi dan pemangku kepentingan daerah untuk meninjau capaian PPH DIY serta mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan pangan lokal. Rekomendasi yang disusun diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan program dan kebijakan pangan Provinsi DIY pada tahun-tahun mendatang.

Keterlibatan FTP UGM dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen fakultas dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi keilmuan dalam penguatan ketahanan pangan daerah. Sinergi antara FTP UGM dan DPKP DIY diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem pangan yang sehat, beragam, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat, SDG 2 (Zero Hunger) dengan peningkatan kualitas dan keberagaman konsumsi pangan, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui dukungan terhadap pola makan yang sehat dan bergizi seimbang.

Prof. Dr. Sri Raharjo Bahas Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta dalam FGD Bersama Dinas Pertanian dan Pangan

Rilis BeritaSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa Kelaparan Jumat, 7 November 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) berkontribusi dalam penguatan kebijakan pangan daerah melalui kehadiran Prof. Dr. Sri Raharjo sebagai narasumber pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan di Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta pada 6 November 2025 di Hotel Safir, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait penguatan struktur ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah perkotaan.

Dalam FGD tersebut, Prof. Dr. Sri Raharjo menyampaikan materi berjudul Evaluasi Ketahanan Pangan di Kota Yogyakarta: Ketersediaan, Keterjangkauan dan Pemanfaatan Pangan. Paparan ini mengulas kondisi ketahanan pangan Kota Yogyakarta berdasarkan tiga pilar utama, yaitu ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan oleh masyarakat, serta pemanfaatan pangan yang aman dan bergizi. Materi tersebut menjadi dasar diskusi untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam pengelolaan ketahanan pangan di tingkat kota.

Kegiatan FGD ini dirancang sebagai forum diskusi untuk memperoleh masukan substantif dari peserta mengenai kerangka dan struktur ketahanan pangan yang adaptif terhadap karakteristik wilayah perkotaan. Melalui diskusi tersebut, diharapkan dapat dirumuskan rekomendasi yang mendukung perencanaan dan pelaksanaan program ketahanan pangan Kota Yogyakarta secara berkelanjutan dan terintegrasi.

Keterlibatan Prof. Dr. Sri Raharjo dalam kegiatan ini mencerminkan peran aktif Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mendukung pembangunan pangan daerah melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif. Sinergi antara FTP UGM dan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menjadi bagian dari upaya memperkuat kebijakan berbasis data dan keilmuan di bidang pangan.

Pelaksanaan FGD Ketahanan Pangan ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 1 No Poverty (Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), serta SDGs 3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan sistem pangan perkotaan yang berkelanjutan, terjangkau, dan mendukung kesehatan masyarakat.

Dosen FTP UGM Isi Materi pada Akademi Pangan Banua 2025 di Banjarmasin

Uncategorized Sabtu, 18 Oktober 2025

Dr. Lulum Leliana, S.T.P., dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi pemateri dalam kegiatan Akademi Pangan Banua 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Selatan pada 17 September 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, serta pemangku kepentingan di sektor pangan daerah yang berfokus pada penguatan kapasitas dan wawasan dalam pengembangan industri pangan lokal.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Lulum Leliana, S.T.P., menyampaikan materi bertajuk “Penguatan Rantai Nilai Pangan Melalui Hilirisasi Pangan Bernilai Tambah.” Materi ini membahas pentingnya strategi hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal di pasar regional maupun nasional. Melalui pendekatan rantai nilai pangan, para pelaku usaha didorong untuk memahami proses pengolahan, inovasi produk, hingga strategi pemasaran yang berkelanjutan agar produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

Program Akademi Pangan Banua 2025 menjadi wadah kolaboratif antara akademisi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan dalam memperkuat ekosistem pangan yang tangguh dan berdaya saing. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh tentang konsep diversifikasi produk pangan, penerapan teknologi pascapanen, serta pengembangan industri berbasis potensi lokal yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Partisipasi Dr. Lulum Leliana, S.T.P., dalam kegiatan ini menegaskan komitmen Fakultas Teknologi Pertanian UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pangan dan pertanian di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty / Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Zero Hunger / Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Good Health and Well-being / Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Quality Education / Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth / Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure / Industri, Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals / Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas pelaku usaha pangan, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.

Prof. Dr. Sri Raharjo Ajak Masyarakat Kurangi Pemborosan Pangan melalui Podcast “Stop Boros Pangan”

Rilis BeritaSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDGs Sabtu, 27 September 2025

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan pangan yang berkelanjutan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Podcast “Stop Boros Pangan” pada Selasa, 24 September 2025, bertempat di Radio Star FM, Jalan A.M. Sangaji, Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Sri Raharjo, yang membahas topik “Gerakan Selamatkan Pangan untuk Mengurangi Food Waste.”

Podcast ini menjadi sarana edukatif untuk mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola bahan pangan agar tidak terbuang sia-sia. Dalam penyampaian materinya, Prof. Dr. Sri Raharjo menjelaskan berbagai aspek penting terkait permasalahan food waste, mulai dari penyebab utama terjadinya pemborosan pangan, dampaknya terhadap ketahanan pangan nasional, hingga langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan di tingkat rumah tangga maupun komunitas.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa isu pemborosan pangan tidak hanya berkaitan dengan perilaku konsumsi, tetapi juga memiliki implikasi besar terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Mengurangi food waste berarti turut menjaga ketersediaan sumber daya alam, menekan emisi gas rumah kaca dari sisa makanan, serta membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap pangan layak.

Selain memberikan wawasan ilmiah, podcast ini juga menekankan pentingnya gerakan kolektif “Selamatkan Pangan” sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Gerakan ini dapat dimulai dari langkah sederhana seperti membeli bahan pangan sesuai kebutuhan, mengolah bahan makanan sisa menjadi produk baru yang bernilai, hingga mendukung inisiatif berbagi makanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pelaksanaan Podcast “Stop Boros Pangan” ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi FTP UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty/Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Zero Hunger/Tanpa Kelaparan), dan SDG 3 (Good Health and Well-being/Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui partisipasi aktif dosen FTP UGM dalam kegiatan edukasi publik, fakultas terus berkomitmen untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam mewujudkan sistem pangan yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi pemborosan pangan di Indonesia.

123…13

Berita Terakhir

  • Pelurusan Istilah UPF Jadi Fokus FGD FTP UGM dan BGN, Akademisi Tekankan Pangan Aman, Bergizi, Halal, dan Sehat
  • FTP UGM Pertajam Persiapan Pembukaan Double Degree melalui Diskusi dengan Yamagata University Jepang
  • Dua Lulusan Raih IPK Sempurna, FTP UGM Lepas Wisudawan Pascasarjana Periode II TA 2025/2026
  • Serah Terima Jabatan Pengurus Departemen dan Program Studi FTP UGM Masa Jabatan 2026–2031
  • FTP UGM Dorong Kesadaran Cegah Food Waste Melalui Edukasi di Lingkungan Fakultas

Berita UGM

  • “Bapak KKN” itu Telah Berpulang 14 Februari 2026
  • Mendiktisaintek Tinjau GIK dan PIAT UGM 14 Februari 2026
  • Dies ke-80, Fakultas Hukum UGM Peringkat 1 di Indonesia dan 201-250 Dunia 13 Februari 2026
  • Istilah UPF di Menu MBG Timbulkan Kerancuan, Dosen UGM Usul Ganti dengan Sebutan Pangan Olahan 13 Februari 2026
  • UGM Kembali Raih Penghargaan Universitas Terproduktif untuk Publikasi 13 Februari 2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju