UGMPreneurs 2025 Batch IV: Hadirkan Penguatan Strategi Digital Marketing dan Ekspansi Jejaring Usaha
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali melaksanakan program UGMPreneurs 2025 Batch IV, yang pada Jumat, 24 Oktober 2025 digelar dengan format blended yang menggabungkan pertemuan luring di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada dan sesi daring melalui Zoom Meeting. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan praktis mengenai digital marketing dan strategi membangun jejaring usaha di era bisnis modern.
Kegiatan diikuti oleh 27 dari 30 peserta dari berbagai fakultas di UGM dan menghadirkan dua narasumber, yaitu Budi Thomas, CEO Jacquelle, yang membawakan materi “Scaling Up UKM: Marketing Digitalization”, dan Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, Dekan Sekolah Vokasi UGM, dengan materi “Building Networks for Market Expansion”.
Pada materi pertama, Budi Thomas memaparkan besarnya potensi pasar Indonesia, peluang pertumbuhan brand lokal, serta pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam membangun bisnis yang berdaya saing. Ia menekankan bahwa pelaku usaha perlu memahami perilaku konsumen modern dan memanfaatkan tiga pilar pemasaran digital (Attention, Power, dan Aspiration) sebagai strategi kunci untuk membangun brand yang relevan di tengah berkembangnya ekonomi kreator. Melalui contoh kasus dan pengalaman praktis, peserta mendapatkan gambaran nyata mengenai bagaimana brand lokal dapat tumbuh, berkolaborasi, dan menembus pasar yang semakin kompetitif.
Materi kedua yang disampaikan Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono berfokus pada pentingnya sistem dan networking dalam memperluas skala usaha. Ia menjelaskan bahwa entrepreneur yang sukses harus mampu melihat organisasi secara sistemik, memahami peran tiap elemen dalam ekosistem usaha, serta membangun jaringan kerja yang kuat, mulai dari personal, kelompok, hingga institusional. Networking menjadi fondasi untuk memperluas pasar dari tingkat lokal menuju regional hingga global, sehingga pelaku usaha dapat berkembang secara adaptif dan berkelanjutan di era globalisasi dan otonomi daerah.
Sesi diskusi berlangsung aktif. Pada sesi pertama, peserta mengajukan pertanyaan mengenai pemilihan platform pemasaran yang efisien, cara menentukan efektivitas tools digital, hingga penerapan konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dalam strategi bisnis. Narasumber memberikan panduan praktis mengenai pentingnya memahami target pasar, konsistensi konten, serta keberanian melakukan eksperimen digital untuk menemukan strategi paling efektif.
Pada sesi kedua, peserta terlibat dalam diskusi terkait peran networking dalam membangun usaha, termasuk bagaimana membangun hubungan yang saling menguntungkan, mengoptimalkan kerja sama, serta menjaga kepercayaan dalam jejaring sebagai bagian dari strategi ekspansi.
Kegiatan UGMPreneurs 2025 Batch IV pada 24 Oktober berlangsung dengan lancar, interaktif, dan memberikan wawasan praktis yang dapat diterapkan mahasiswa dalam perjalanan kewirausahaan mereka. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan usaha yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan, serta berkontribusi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan Indonesia.
Kontributor: Diva Humaira Nibra (Penulis)
Program UGMPreneurs diikuti oleh 30 peserta dari berbagai fakultas yaitu 4 mahasiswa dari Fakultas Filsafat; 2 mahasiswa Fakultas Geography; 2 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya; 3 mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; 1 mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; 1 Fakultas Pertanian; 2 Fakultas Teknik; 11 Fakultas Teknologi Pertanian; 2 Sekolah Pascasarjana; dan 2 Sekolah Vokasi. Program UGMPreneurs dirancang sebagai wadah pembelajaran kewirausahaan lintas fakultas di UGM, yang menggabungkan pendekatan akademik dan praktis. Berbeda dari kelas bisnis konvensional, UGMPreneurs menghadirkan pengajar dari kalangan pengusaha aktif agar peserta memperoleh wawasan terkini tentang praktik bisnis nyata, tantangan industri, serta tren ekonomi digital. Dalam paparannya, Prof. Eka Sari Lorena Surbakti menguraikan materi Entrepreneurship 101 yang menekankan pentingnya membangun mental adaptif, berpikir kreatif, dan memiliki kemampuan untuk melihat peluang di tengah perubahan ekonomi yang cepat. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi berbasis teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dalam menjaga daya saing generasi muda di era global.
Berangkat dari potensi ini, Tim PKM-PM Universitas Gadjah Mada bersama Karang Taruna Permadi 13 menginisiasi program JGrow+ (Jamblangan Grow+). Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah peternakan menjadi Pupuk Organik Plus (POP) dan Biofertilizer. Tidak hanya mengandalkan feses dan urin ternak, bahan tambahan lain seperti sisa sayuran rumah tangga dan tembakau dari puntung rokok turut digunakan untuk memperkaya kualitas produk. Lebih jauh, produk ini juga mengandung sembilan jenis mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Pencapaian ini lahir dari inovasi camilan sehat berbasis hasil samping pertanian. Produk B-Roll merupakan camilan egg roll berbahan dasar tepung batang pisang dan blondo, dua komoditas yang selama ini kurang dimanfaatkan. Dengan kandungan serat, protein, serta asam laurat yang tinggi, produk ini menawarkan camilan sehat, praktis, sekaligus bernilai ekonomi. Inovasi ini hadir sebagai solusi pengolahan limbah pertanian dengan mengusung konsep keberlanjutan (