• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDGs
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Dosen FTP UGM Ikuti Konferensi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia 2026 di Solo

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Selasa, 16 Juni 2026

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Dr. Bambang Dwi Wijatniko, mengikuti Konferensi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia (KGKHI) ke-3 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia (ANGGReK Hijau Indonesia). Kegiatan berlangsung pada 12–15 Juni 2026 di Hotel Asia, Surakarta, Jawa Tengah.

Konferensi ini menjadi wadah pengembangan literasi gastronomi berkelanjutan sekaligus memperkuat promosi dan pengembangan kuliner hijau di Indonesia berbasis implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Selain sesi konferensi, kegiatan juga dirangkaikan dengan penerimaan penghargaan ANGGReK Hijau Indonesia Awards.

KGKHI 2026 mengangkat berbagai isu strategis terkait gastronomi berkelanjutan, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan pariwisata berbasis kuliner, pelestarian lingkungan, hingga dukungan terhadap program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kegiatan tersebut, Bambang menyampaikan pentingnya pengembangan gastronomi dan kuliner hijau yang tidak hanya berfokus pada aspek cita rasa, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Gastronomi berkelanjutan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat potensi pangan lokal dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Melalui partisipasi dalam konferensi ini, FTP UGM turut mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan sistem pangan berkelanjutan yang relevan dengan berbagai tujuan SDGs, khususnya SDG 1 No Poverty (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), SDG 3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 12 Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Dosen DTIP UGM Presentasikan Riset Perilaku Konsumen Muslim dan Inisiasi Kolaborasi Riset Internasional di Mesir

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 5 Juni 2026

Di tengah pesatnya perkembangan industri halal global, kolaborasi lintas negara menjadi salah satu kunci dalam mendorong inovasi dan pembangunan ekosistem halal yang berkelanjutan. Semangat tersebut menjadi tema utama dalam International Halal Conference (IHC) Cairo 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di Kairo, Mesir. Mengusung tema “Halal Future Africa: Advancing Solidarity and Sustainability”, konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, lembaga halal, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Mesir, Nigeria, Inggris, Jepang, dan Brunei Darussalam.

Dalam forum internasional tersebut, dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian (DTIP), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Moh. Wahyudin, S.T.P., M.Sc., Ph.D., mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Do Muslims Have the Same Attitude toward Halal Food Consumption?”. Keikutsertaan Wahyudin merupakan bagian dari Program Equity World Class University (WCU) Tahun 2025/2026 yang mendukung peningkatan visibilitas internasional hasil penelitian serta penguatan jejaring akademik global.

Penelitian yang dipresentasikan mengungkap adanya perbedaan sikap konsumen Muslim terhadap konsumsi pangan halal pada berbagai konteks sosial dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Muslim yang hidup di lingkungan minoritas Muslim cenderung lebih mengandalkan pengetahuan dan pemahaman pribadi mengenai konsep halal dalam menentukan pilihan konsumsi. Sebaliknya, pada negara-negara mayoritas Muslim, sikap terhadap konsumsi halal lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan sosial, dukungan komunitas, serta keberadaan institusi keagamaan yang telah berkembang dengan baik.

Temuan tersebut memberikan perspektif baru dalam memahami perilaku konsumen halal di tingkat global sekaligus menegaskan bahwa pendekatan pengembangan literasi halal, strategi komunikasi, dan kebijakan pendukung industri halal perlu disesuaikan dengan karakteristik sosial dan budaya masyarakat di masing-masing negara. Hasil penelitian ini juga memperkaya kajian akademik mengenai perilaku konsumen Muslim di tengah semakin berkembangnya industri halal dunia.

Selain mempresentasikan hasil penelitian, Dr. Wahyudin juga berpartisipasi dalam Roundtable Discussion International Halal Fiqh Academy yang menghadirkan Grand Mufti Mesir bersama para ulama, akademisi, dan pemangku kepentingan internasional di bidang halal. Forum tersebut membahas penguatan tata kelola halal global, harmonisasi fatwa, pengembangan sumber daya manusia halal, serta peluang kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan dan dinamika industri halal di masa depan.

Partisipasi dalam IHC Cairo 2026 tidak hanya menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang kerja sama akademik yang semakin memperkuat jejaring internasional UGM di bidang halal. Keterlibatan aktif dalam forum ini memperluas ruang kolaborasi dengan berbagai institusi dan peneliti dari berbagai negara, sekaligus mempertegas kontribusi UGM dalam pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri halal global yang terus berkembang.

Salah satu tindak lanjut yang berhasil diwujudkan adalah inisiasi kolaborasi penelitian antara UGM dan International Islamic University Malaysia (IIUM). Komitmen kerja sama tersebut dituangkan dalam Joint Letter of Commitment yang ditandatangani oleh Dr. Moh. Wahyudin dan Dr. Mohammad Mahbubi Ali, Deputy Dean Institute of Islamic Banking and Finance (IIiBF), International Islamic University Malaysia.

Kolaborasi yang akan dikembangkan mengangkat tema “Collaborative Research on Halal Ecosystem, Consumer Behavior, and Sustainable Development in the Global Halal Industry”. Kerja sama ini mencakup pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, serta penguatan jejaring akademik pada bidang halal dan keberlanjutan. Inisiasi kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas antara UGM dan IIUM dalam mendukung kemajuan riset halal pada tingkat internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan dan peluang industri halal global di masa mendatang.

FTP UGM Gelar Summer School bersama NUS dan FH Upper Austria

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 3 Juni 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama The Logistics Institute – Asia Pacific National University of Singapore (TLIAP-NUS) dan School of Business and Management, University of Applied Sciences Upper Austria resmi membuka program Summer School Global Logistics and Supply Chain Management 2026 pada Senin (2/6) di Operation Room Lantai 2 Gedung Baru FTP UGM. Program internasional ini akan berlangsung selama dua minggu hingga 12 Juni 2026.

Sebanyak 36 mahasiswa dari tiga institusi turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri dari 16 mahasiswa National University of Singapore (NUS), 10 mahasiswa FH Upper Austria, dan 10 mahasiswa FTP UGM.

Kegiatan summer school menjadi bentuk kolaborasi akademik lintas negara yang menghadirkan perspektif global dalam bidang logistik dan manajemen rantai pasok. Program ini melibatkan dosen, praktisi, dan peserta dari berbagai institusi untuk berdiskusi mengenai tantangan logistik global, perdagangan internasional, hingga keberlanjutan industri dan sistem pangan.

Dalam sambutannya, Dekan FTP UGM Prof. Eni Harmayani menyampaikan bahwa kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya dalam menghadapi tantangan global di bidang logistik, rantai pasok, dan sistem pangan.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa seperti ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring akademik dan profesional bagi mahasiswa maupun dosen,” ujarnya.

Executive Director of The Logistics Institute Asia Pacific NUS, Dr. Robert de Souza, menekankan bahwa isu logistik dan supply chain management saat ini semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas negara dan lintas disiplin.

Sementara itu, perwakilan University of Applied Sciences Upper Austria menyampaikan bahwa program summer school ini menjadi ruang pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antara institusi pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan industri global.

Selain kuliah pakar dan diskusi interaktif, peserta juga akan mengikuti studi kasus lapangan dan berbagai kegiatan kolaboratif yang dirancang untuk mengintegrasikan perspektif akademik dan industri secara langsung.

Opening ceremony dihadiri oleh Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc.; Kepala Office of International Affairs (OIA) UGM, Dr. Tyas Ikhsan Hikmawan; Executive Director of The Logistics Institute Asia Pacific National University of Singapore, Dr. Robert de Souza; serta perwakilan University of Applied Sciences Upper Austria, FH-Prof. DI. Dr. Franz Staberhofer dan.

Melalui program ini, FTP UGM berharap kolaborasi internasional di bidang logistik dan manajemen rantai pasok dapat terus berkembang sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan industri global yang semakin dinamis.

Belajar Rantai Pasok Pangan di Indonesia, Mahasiswa NUS Kunjungi FTP UGM

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 22 Mei 2026

Sebanyak 44 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada dan National University of Singapore (NUS) mengikuti kegiatan Southeast Asia Friendship Initiative yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026. Melalui program ini, mahasiswa diajak mempelajari rantai pasok pangan dan pengembangan industri lokal melalui diskusi potensi salak pondoh di hari pertama dan kunjungan ke industri jamur dan cokelat di Yogyakarta di hari kedua.

Kegiatan yang diinisiasi oleh King Edward VII Hall NUS tersebut menjadi wadah pertukaran wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa UGM dan NUS dalam memahami sistem pangan berkelanjutan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Selain mengikuti sesi diskusi dan pemaparan materi di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melihat proses produksi dan pengolahan pangan di industri lokal.

Pada hari pertama, 21 Mei 2026, peserta mengikuti pemaparan materi mengenai Fresh Agricultural Supply Chain Management yang disampaikan oleh dosen FTP UGM, Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng. Materi tersebut membahas pengelolaan rantai pasok pangan segar agar kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke konsumen. Setelahnya, mahasiswa NUS & UGM dibagi dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan potensi salak pondoh untuk dapat dipasarkan di Singapura, tentunya dengan mengacu pada pengelolaan rantai pasok pangan segar dan basis pengetahuan lintas disiplin yang dimiliki masing-masing mahasiswa.

Selanjutnya pada hari kedua, 22 Mei 2026, peserta mengunjungi industri jamur untuk mempelajari proses budidaya, pengolahan, hingga distribusi produk pangan berbasis jamur. Sementara pada industri cokelat, mahasiswa dikenalkan pada proses pengolahan kakao menjadi produk siap konsumsi serta pengembangan bisnis berbasis potensi lokal.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa terkait tantangan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

“Tantangan terkait ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga pertanian berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas negara dan keterlibatan aktif perguruan tinggi sebagai pusat pengetahuan dan inovasi,” ujarnya saat pembukaan kegiatan di FTP UGM, Kamis (21/5).

Menurut Eni, pengalaman belajar langsung di lapangan penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai sistem pangan, mulai dari produksi hingga distribusi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya gagasan inovatif untuk mendukung sistem pangan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Kepala Kantor Urusan Internasional UGM, Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D., menilai kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi mahasiswa lintas negara untuk memahami isu Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedua tentang Zero Hunger.

“Solusi global membutuhkan persahabatan global,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan King Edward VII Hall NUS, Dr. Giuseppe Timperio, menyampaikan bahwa Southeast Asia Friendship Initiative pertama kali diselenggarakan pada tahun 2023 untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap isu kesejahteraan dan keberlanjutan di Asia Tenggara.

“UGM merupakan mitra strategis bagi NUS. Saya sangat senang mengetahui bahwa UGM, seperti NUS, juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UGM dan NUS diharapkan dapat memperluas wawasan global, memahami pengembangan industri pangan lokal, serta membangun jejaring kolaborasi antar mahasiswa Asia Tenggara.

Dosen FTP UGM Jadi Moderator Diskusi Tata Kelola dan Strategi Pemasaran UMKM di Bantul

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Jumat, 22 Mei 2026

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Dr. Muhammad Prasetya Kurniawan, S.T.P., M.Sc., menjadi moderator dalam kegiatan Tata Kelola dan Strategi Pemasaran UMKM (UMKM Class Series #38) yang diselenggarakan oleh DPKM UGM bersama Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Mei 2026 di Mandala Saba Madya, Gedung Induk Lantai 3, Komplek Parasamya 1, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini membahas strategi penguatan daya saing UMKM melalui inovasi proses dan produk dengan memanfaatkan teknologi pengeringan dan pengemasan modern guna meningkatkan kualitas serta nilai tambah produk. Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya pembangunan sistem pengelolaan keuangan yang terintegrasi melalui pencatatan keuangan yang baik, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta digitalisasi usaha sebagai fondasi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai upaya menciptakan ketahanan operasional usaha melalui diversifikasi pemasok, pemanfaatan bahan baku lokal sebagai substitusi, serta penerapan efisiensi energi. Berbagai materi yang disampaikan juga diselaraskan dengan program pendampingan UMKM oleh Pemerintah Kabupaten Bantul, termasuk fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), sertifikasi PIRT/BPOM/halal, dan pelatihan digital marketing untuk memperluas akses pasar.

Kegiatan ini bertujuan mendorong inovasi proses dan produk UMKM, membangun sistem pengelolaan usaha yang lebih terintegrasi, serta memperkuat ketahanan operasional pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi dan pengembangan strategi pemasaran yang adaptif.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di Kabupaten Bantul sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 2 tentang tanpa kelaparan, tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas, tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

123…26

Berita Terakhir

  • Pelatihan Kopi Terpadu
  • Pelatihan Produksi Soft Sourdough
  • Pelatihan Produksi Roti
  • Sertijab Ketua dan Sekretaris Senat FTP UGM Tandai Estafet Kepemimpinan Fakultas
  • Dosen FTP UGM Ikuti Konferensi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia 2026 di Solo

Berita UGM

  • Bikin Camilan Anti Gangguan Kecemasan, Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional  1 Juli 2026
  • Kisah Fathan, Bantu Ibu Berjualan di Kantin Sekolah dan Wujudkan Mimpi Kuliah Gratis di UGM 1 Juli 2026
  • Prof. Retno Sunarminingsih Berpulang 30 Juni 2026
  • Perbaikan Tata Kelola MBG, Guru Besar UGM Minta Penerima Manfaat Lebih Tepat Sasaran 30 Juni 2026
  • Dorong Swasembada Pangan, Kementan RI Siap Borong Hasil Riset Inovasi UGM 30 Juni 2026

Agenda

  • 06Jul Pelatihan SDM (Tendik dan Dosen): The Power of Working with Emotional Intelligence and Creative Problem Solving
  • 28Jul Workshop Sustainable Workspace: “Menuju Kantor Minim Jejak Karbon”
  • 13Agu Srawung Desa
  • 22Agu Expo Beasiswa
  • 27Agu The 10th International Conference – Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria and Gut Microbiota (ISLAB GM)
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju