Di tengah situasi yang serba tidak pasti, kemampuan merintis dan membesarkan usaha menjadi bekal penting bagi generasi muda. Bekal itu kembali disiapkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Bawa Indonesia Global (BIG) melalui kick off UGMPreneurs Batch V 2026 yang diikuti oleh 52 mahasiswa, bertempat di Operation Room FTP UGM, Jumat (2/10).

Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., bersama Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yudi menegaskan arah program ini. “Tujuan dari UGMPreneurs ini adalah bagaimana kita menghasilkan mahasiswa UGM yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti 52 mahasiswa program S1 dan S2 dari 14 fakultas di UGM. Selama mengikuti UGMPreneurs, mereka juga akan memperoleh sertifikat dan transkrip, serta bimbingan mentor selama tiga bulan.
Pada sesi materi, peserta belajar langsung dari pengalaman para entrepreneur. Prof. Em. Eka Sari Lorena, Founder & CEO PT Bawa Indonesia Global sekaligus Alibaba Netpreneur, membawakan materi Business Plan dalam rangkaian Entrepreneurship 101. Di hadapan peserta, ia berpesan, “Kalian bukan hanya belajar ilmu dan entrepreneurship saja, kalian juga diperluas network-nya. Gunakanlah kesempatan UGMPreneurs ini sebaik-baiknya.” Sementara itu, Haryo Damardono, S.H., Editor in Chief Harian Kompas, melengkapi sesi dengan materi The Knowledge and The Survivor KIT Tips as Entrepreneurs during Uncertainty.
Bagi FTP UGM, UGMPreneurs menjadi jembatan antara ruang kelas dan dunia usaha yang sesungguhnya bagi mahasiswa dari beragam latar bidang studi.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran langsung dari praktisi, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan jiwa wirausaha mahasiswa, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama FTP UGM dan BIG.
Kontributor : Shella

Dalam satu dekade kepemimpinannya di FTP UGM yang sekaligus menjadi tahun terakhir masa jabatannya, Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menegaskan pentingnya menjaga semangat untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata. Perjalanan FTP UGM selama 63 tahun, menurutnya, bukan sekadar catatan capaian, melainkan pijakan untuk terus memperkuat peran fakultas dalam menjawab tantangan pangan dan agroindustri Indonesia, semangat yang diwujudkan melalui penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi agar FTP UGM mampu terus menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat dan masa depan.
Sebagai penutup, Harfest 2026 menghadirkan penampilan spesial dari Olski, band lokal ternama asal Yogyakarta, yang turut membuka pintu acara bagi masyarakat umum, tidak hanya bagi mahasiswa FTP UGM. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang malam, menjadikan Harfest 2026 sebagai penutup yang meriah bagi rangkaian panjang Dies Natalis ke-63.
Program ini juga membawa mahasiswa belajar langsung dari pelaku industri lokal Yogyakarta pada 16 September, dengan mengunjungi tiga tempat yang menawarkan pengalaman berbeda. Di Bakpia Wong, salah satu produsen bakpia di Yogyakarta, mahasiswa tidak hanya menyaksikan proses produksi, tetapi juga turut mencoba membuat bakpia secara langsung. Kunjungan dilanjutkan ke Sweet Sundae, industri olahan susu Yogyakarta yang produknya telah menjangkau pasar mancanegara, di mana mahasiswa mempelajari proses produksi es krim dan produk olahan susu lainnya sekaligus mencicipi hasil produksinya. Kunjungan industri hari itu ditutup di Batik Pertiwi, salah satu produsen batik tulis dan cap di Bantul, tempat mahasiswa belajar membatik menggunakan canting, mengamati keseluruhan proses membatik yang merupakan pengalaman membatik pertama bagi mahasiswa Jepang.