• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDGs
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • hal. 2
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

100 Peserta dari 15 Negara Ramaikan Pembukaan Short Course FTP UGM 2026

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Selasa, 14 April 2026

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) resmi membuka kegiatan Short Course in Agri-Food Sector 2026 bertajuk “Nature X ScienceTech Innovation: Co-creating Sustainable Agro-Food Industry and Climate Solutions for Resilient Planet” pada 13 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 6–18 April 2026 ini menjadi ajang kolaborasi internasional yang istimewa karena diikuti oleh 100 peserta dari 15 negara, baik secara luring maupun daring, menghadirkan semangat bersama untuk membangun masa depan industri agro-pangan yang lebih berkelanjutan, inovatif, dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Peserta dari berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Burkina Faso, China, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Filipina, Singapura, Thailand, Sri Lanka, Vietnam, dan Timor-Leste hadir dalam satu forum yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan semangat kolaborasi global. Kehadiran peserta lintas negara ini menjadi bukti bahwa FTP UGM semakin dipercaya sebagai ruang belajar dan jejaring internasional dalam bidang agro-pangan dan solusi iklim.

Rangkaian pembukaan diawali dengan sambutan Ketua Panitia Short Course, Dr. nat. techn. Rizki Maftukhah, S.T.P., M.Sc., yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah bergabung dalam kegiatan ini. Ia mengapresiasi antusiasme peserta dari berbagai negara serta menekankan bahwa short course ini dirancang sebagai ruang belajar bersama, bertukar wawasan, dan membangun jejaring internasional untuk merespons tantangan global di sektor agro-pangan dan perubahan iklim.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., dalam sambutannya turut menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta internasional di FTP UGM. Ia menegaskan bahwa kehadiran peserta dari berbagai negara merupakan kehormatan sekaligus energi positif bagi FTP UGM untuk terus mengembangkan pendidikan, riset, dan kolaborasi global. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman akademik yang bermakna, membuka peluang kolaborasi jangka panjang, serta melahirkan gagasan inovatif bagi masa depan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, Dr. Tyas Ikhsan Hikmawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan peserta dan akademisi dari berbagai belahan dunia ini. Ia menyambut hangat seluruh peserta di UGM dan berharap short course ini tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama internasional, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan jejaring akademik yang lebih luas.

Dalam momentum ini, semangat yang diusung bukan sekadar penyelenggaraan kelas internasional, tetapi juga dorongan untuk melahirkan kerja sama nyata, pertukaran pengetahuan, dan inovasi lintas negara demi menjawab tantangan besar sektor pangan dunia.

Tak hanya menghadirkan peserta internasional, short course ini juga diperkuat oleh jajaran narasumber dari berbagai universitas dunia, seperti Kasetsart University Thailand, The Logistics Institute – Asia Pacific, National University of Singapore, Prince of Songkla University Thailand, Nanjing Agricultural University China, KU Leuven Belgia, National Kaohsiung University of Science and Technology Taiwan, Universitas Gadjah Mada Indonesia, BOKU University Austria, Millow AB Swedia, National Taiwan University Taiwan, King Saud University Arab Saudi, serta Wageningen University and Research Belanda. Kehadiran para pakar ini menjadikan short course bukan hanya forum akademik, tetapi juga panggung pertukaran perspektif global untuk merancang solusi masa depan sektor agro-pangan.

Partisipasi 100 peserta dari 15 negara semakin menegaskan bahwa isu agro-pangan dan perubahan iklim bukan lagi persoalan lokal, melainkan agenda dunia yang membutuhkan aksi kolektif. FTP UGM melalui program ini menunjukkan perannya sebagai jembatan kolaborasi internasional yang mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kepedulian terhadap masa depan planet yang lebih tangguh.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sektor pangan berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui dorongan inovasi agroindustri yang lebih bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan solusi atas tantangan perubahan iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan sebagai bentuk nyata kolaborasi global lintas negara dan institusi untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Mahasiswa FTP UGM Raih Empat Penghargaan di International Youth Innovation Summit 2026 di Malaysia

Rilis BeritaSDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang TangguhSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 27 Februari 2026

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Kylian Tulus Arrietta, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang International Youth Innovation Summit (IYIS) Batch 20 yang diselenggarakan oleh Global Youthpreneur Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 23–26 Februari 2026 di Cheras Youth Centre, Malaysia, dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah. Dalam kompetisi inovasi digital berbasis SDGs tersebut, Kylian berperan sebagai peserta sekaligus ketua tim bidang kesehatan dan berhasil meraih empat penghargaan bergengsi.

Dalam ajang ini, Kylian tergabung dalam tim 2A bidang kesehatan dan dipercaya sebagai team leader. Ia mengusung inovasi digital bernama NutriTrack MBG, sebuah aplikasi yang dirancang untuk mendukung monitoring aspek pangan dan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi ini berfokus pada penguatan sistem pemantauan gizi berbasis digital guna meningkatkan efektivitas intervensi pangan dan kesehatan masyarakat. Keunggulan ide tersebut mengantarkan timnya meraih sejumlah penghargaan, yaitu 1st Best Team Leader, 1st Best Digital Innovation, 1st Best Team, serta 2nd Best Presentation.

Program IYIS merupakan kompetisi inovasi digital yang berorientasi pada solusi nyata terhadap tantangan global, khususnya dalam bidang ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan. Peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman internasional melalui berbagai kegiatan seperti kunjungan industri ke pabrik cokelat di Malaysia serta kunjungan akademik ke Universiti Malaya dan Nanyang Technological University. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran lintas budaya sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi.

Keikutsertaan dan prestasi yang diraih mahasiswa FTP UGM dalam ajang ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong generasi muda untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan solusi inovatif berbasis riset dan teknologi. Inovasi NutriTrack MBG yang telah dipatenkan juga menunjukkan potensi keberlanjutan dan implementasi nyata dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan dan gizi.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui inovasi pemantauan gizi, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas dan pembelajaran global mahasiswa, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan kolaborasi dan kepemimpinan pemuda dalam inovasi.

FTP UGM Dorong Modernisasi Irigasi Berbasis Data di Banten melalui Implementasi SIPASI

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi LayakSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Selasa, 24 Februari 2026

Tim dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan survei lapangan dan diskusi teknis dalam rangka rencana implementasi Sistem Pengelolaan Irigasi (SIPASI) di Daerah Irigasi (DI) Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 23 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo, M.Eng.; Muhamad Khoiru Zaki, S.P., M.P., Ph.D.; Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D.; Hanggar Ganara Mawandha, S.T., M.Eng., Ph.D.; serta Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc. sebagai narasumber. Agenda ini merupakan kolaborasi antara Pusat Kajian Modernisasi Irigasi dan Pertanian (PKMIP) FTP UGM dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian dalam mendukung penguatan sistem irigasi berbasis data.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Nanggala ini difokuskan pada observasi langsung kondisi jaringan irigasi serta sistem operasional yang berjalan di lapangan. Tim melakukan identifikasi terhadap berbagai aspek teknis, termasuk distribusi air, kondisi infrastruktur, serta pola pengelolaan irigasi yang diterapkan oleh pemangku kepentingan setempat. Selain itu, dilakukan pula diskusi intensif bersama pihak BBWS C3 guna menyelaraskan kebutuhan teknis dan strategi implementasi SIPASI agar sesuai dengan karakteristik wilayah.

Melalui pendekatan berbasis teknologi, SIPASI dirancang sebagai sistem pengelolaan irigasi modern yang mengintegrasikan monitoring tinggi muka air dan debit secara real-time menggunakan sensor. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi pengambilan keputusan dalam pengelolaan air, sekaligus mendorong transparansi dan responsivitas dalam operasional jaringan irigasi. Implementasi SIPASI juga menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan perubahan iklim yang berdampak pada ketersediaan dan distribusi sumber daya air untuk sektor pertanian.

Kegiatan ini menegaskan peran FTP UGM dalam mendukung transformasi sistem pertanian yang berkelanjutan melalui inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pemerintah menjadi kunci dalam mempercepat adopsi sistem irigasi modern yang adaptif terhadap dinamika lingkungan dan kebutuhan petani di lapangan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas pertanian, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan sistem irigasi berbasis teknologi, SDG 13 (Climate Action) melalui adaptasi terhadap perubahan iklim, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara FTP UGM dan mitra pemerintah.

FTP UGM Sambut Peserta SUIJI–SLP 2026, Perkuat Kolaborasi Indonesia–Jepang

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Jumat, 20 Februari 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Direktorat Kemitraan & Relasi Global UGM, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Peternakan, menyambut kedatangan peserta dan dosen pendamping SUIJI–SLP (Six University Initiative Japan-Indonesia–Service Learning Program) dari Ehime University, Kagawa University, dan Kochi University pada Jumat, 20 Februari 2026 di FTP UGM.

Program SUIJI–SLP tahun ini dimulai 19 Februari hingga 6 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat (service learning) yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Jepang dalam kolaborasi lintas disiplin serta lintas budaya. Dalam pelaksanaannya, lima mahasiswa dari Jepang terdiri atas tiga mahasiswa dari Ehime University, satu mahasiswa dari Kagawa University, dan satu mahasiswa dari Kochi University akan berkolaborasi bersama 15 mahasiswa UGM dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Fakultas Pertanian (Faperta), dan Fakultas Peternakan (Fapet). Peserta diterjunkan di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, pada 21 Februari hingga 2 Maret 2026, untuk mengidentifikasi dan mencoba memecahkan permasalahan yang ada di lokasi. Selain itu, peserta yang tinggal di tengah-tengah masyarakat juga akan menjalani kehidupan seperti warga sekitar dan melakukan kegiatan seperti membatik, berlatih gamelan, memakai pakaian tradisional, membuat tempe, dan juga mengenalkan budaya Jepang.

Kegiatan penyambutan turut dihadiri oleh Dr. Kazuya Masuda, Associate Professor dari Kochi University, selaku dosen pendamping. Kerja sama yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade ini menjadi bukti eratnya hubungan antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam penguatan pendidikan tinggi dan pengabdian kepada masyarakat.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia berharap mahasiswa SUIJI–SLP dapat memperoleh pengalaman lintas budaya yang bermakna serta berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan di tingkat pedesaan hingga nasional dan global. Dekan juga menekankan bahwa para peserta merupakan calon future leaders yang diharapkan mampu membawa perubahan positif di masa mendatang.

Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., menyampaikan bahwa SUIJI–SLP merupakan inisiatif strategis yang tidak hanya memperkenalkan keberagaman budaya, tetapi juga mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik nyata di masyarakat. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang pembelajaran bersama serta membangun jejaring internasional yang berkelanjutan.

Pelaksanaan SUIJI–SLP sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek Quality Education, Decent Work and Economic Growth, Reduced Inequalities, serta Partnerships for the Goals. Melalui program ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pelurusan Istilah UPF Jadi Fokus FGD FTP UGM dan BGN, Akademisi Tekankan Pangan Aman, Bergizi, Halal, dan Sehat

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 13 Februari 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengoreksi Miskonsepsi tentang Sebutan Ultra Processed Food (UPF) dan Dampaknya pada Kebijakan Penyediaan Pangan Olahan dalam Menu MBG” pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Kegiatan ini menghadirkan akademisi lintas disiplin, pakar teknologi pangan, ahli gizi, perwakilan pemerintah, pelaku industri dan UMKM pangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membahas pelurusan miskonsepsi UPF sebagai salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pangan olahan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak awal diskusi, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Guru Besar FTP UGM menegaskan kekhawatiran akademisi terhadap penggunaan istilah UPF yang dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. “Yang kami khawatirkan, jika istilah UPF ini terus digunakan, publik tidak bisa membedakan secara jelas antara processed food dan ultra processed food. Akhirnya semua pangan olahan bisa dianggap UPF dan langsung dikonotasikan negatif terhadap kesehatan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam praktik penyediaan pangan skala besar, proses pengolahan justru menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan pangan, stabilitas mutu, dan kecukupan gizi. “Padahal pangan dalam jumlah besar tetap harus melalui pengolahan agar aman, bergizi, dan layak dikonsumsi. Karena itu kami menyarankan menggunakan istilah processed food atau pangan olahan yang tetap aman, bergizi, dan halal agar tidak menimbulkan keraguan dalam implementasi MBG,” tambahnya.

Prof. Sri juga menekankan bahwa penggunaan istilah yang kurang tepat berpotensi memunculkan stigma negatif terhadap teknologi pengolahan pangan dan menghambat pemahaman publik yang komprehensif. Ia mengingatkan bahwa teknologi pengolahan pangan merupakan bagian penting dari sistem pangan modern, terutama untuk menjamin distribusi pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat luas.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Dekan FTP UGM menyampaikan bahwa kolaborasi antara FTP UGM dan BGN merupakan bagian dari upaya akademik untuk meluruskan penggunaan istilah yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait konsep ultra processed food. Ia menjelaskan bahwa dalam bidang teknologi pangan terdapat terminologi yang lebih relevan, yaitu pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat. Menurutnya, istilah yang diadopsi dari luar tanpa penyesuaian konteks keilmuan nasional dapat menimbulkan miskonsepsi yang berdampak pada kebijakan maupun persepsi publik.

Ia juga menegaskan bahwa upaya pelurusan konsep ini telah dilakukan bahkan sebelum program MBG berjalan, sehingga bukan dimaksudkan untuk melegitimasi pangan tertentu, melainkan memastikan penggunaan istilah yang tepat secara ilmiah dan kontekstual. FTP UGM bahkan menyarankan agar istilah UPF tidak digunakan dalam kerangka kebijakan MBG karena berpotensi merancukan pemahaman antara pangan olahan secara umum dengan istilah yang memiliki konotasi negatif. Ia menekankan pentingnya kedaulatan keilmuan nasional dalam menggunakan istilah yang sesuai dengan prinsip pangan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai sudut pandang ilmiah dan praktis. Para peserta menyoroti pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam menilai kualitas pangan, bukan sekadar berdasarkan istilah atau persepsi umum. Beberapa narasumber juga menekankan bahwa klasifikasi pangan perlu dipahami secara kritis dengan mempertimbangkan komposisi zat gizi, metode pengolahan, tujuan teknologi, serta konteks konsumsi masyarakat.

Selain itu, forum membahas pentingnya strategi komunikasi publik dalam kebijakan pangan nasional. Penggunaan istilah yang kurang tepat dikhawatirkan dapat memicu stigma terhadap teknologi pangan, menghambat inovasi industri nasional, serta memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap pangan olahan yang sebenarnya aman dan bergizi. Oleh karena itu, edukasi publik dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan literasi pangan masyarakat.

Dari sisi implementasi MBG, diskusi menyoroti kebutuhan standarisasi proses produksi pangan, pengawasan keamanan pangan, serta pelibatan pelaku industri dan UMKM lokal dalam penyediaan menu bergizi. Para peserta juga menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi pangan dengan prinsip kesehatan masyarakat agar program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, hasil FGD akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kebijakan dan policy brief sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pangan MBG berbasis sains. Rekomendasi awal mencakup penggunaan istilah pangan yang kontekstual dan berbasis keilmuan, penguatan edukasi publik mengenai pengolahan pangan, serta pengembangan standar kebijakan yang mendukung penyediaan pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Melalui kegiatan ini, FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pangan nasional berbasis riset dan keilmuan, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan pembuat kebijakan dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

1234…25

Berita Terakhir

  • Student Exchange Support Program ke Yamagata University Japan FY 2026
  • Hampir 45 Ribu Peserta Ikuti UM UGM CBT 2026, Rektor Tinjau Pelaksanaan di FTP
  • FTP UGM Gelar Summer School bersama NUS dan FH Upper Austria
  • Gelar Produk Mahasiswa TPHP 2026 Hadirkan Inovasi Pangan Darurat
  • Mahasiswa FTP UGM Raih Juara II Nasional lewat Inovasi Smart Label Kesegaran Ikan

Berita UGM

  • Pasien Stroke Membutuhkan Perencanaan Perawatan Lanjutan  10 Juni 2026
  • Inovasi Agrovoltaic dari Peneliti UGM untuk Pengembangan Smart Farming 10 Juni 2026
  • Lonjakan Harga Pangan dan Ruang Fiskal Kian Terbatas, Ekonom UGM Desak Efisiensi Anggaran MBG    10 Juni 2026
  • UGM Raih Penghargaan Best Account Media Sosial di Ajang GSM Award 2026 10 Juni 2026
  • Patologi Anatomi Veteriner Jadi Jembatan Riset Biomedis 9 Juni 2026

Agenda

  • 17Jun Ziarah dan Anjangsana
  • 28Jul Workshop Sustainable Workspace: “Menuju Kantor Minim Jejak Karbon”
  • 13Agu Srawung Desa
  • 22Agu Expo Beasiswa
  • 27Agu The 10th International Conference – Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria and Gut Microbiota (ISLAB GM)
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju