Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Dr. Muhammad Prasetya Kurniawan, S.T.P., M.Sc., menjadi moderator dalam kegiatan Tata Kelola dan Strategi Pemasaran UMKM (UMKM Class Series #38) yang diselenggarakan oleh DPKM UGM bersama Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Mei 2026 di Mandala Saba Madya, Gedung Induk Lantai 3, Komplek Parasamya 1, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini membahas strategi penguatan daya saing UMKM melalui inovasi proses dan produk dengan memanfaatkan teknologi pengeringan dan pengemasan modern guna meningkatkan kualitas serta nilai tambah produk. Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya pembangunan sistem pengelolaan keuangan yang terintegrasi melalui pencatatan keuangan yang baik, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta digitalisasi usaha sebagai fondasi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai upaya menciptakan ketahanan operasional usaha melalui diversifikasi pemasok, pemanfaatan bahan baku lokal sebagai substitusi, serta penerapan efisiensi energi. Berbagai materi yang disampaikan juga diselaraskan dengan program pendampingan UMKM oleh Pemerintah Kabupaten Bantul, termasuk fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), sertifikasi PIRT/BPOM/halal, dan pelatihan digital marketing untuk memperluas akses pasar.
Kegiatan ini bertujuan mendorong inovasi proses dan produk UMKM, membangun sistem pengelolaan usaha yang lebih terintegrasi, serta memperkuat ketahanan operasional pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi dan pengembangan strategi pemasaran yang adaptif.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di Kabupaten Bantul sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 2 tentang tanpa kelaparan, tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas, tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.