Di tengah pesatnya perkembangan industri halal global, kolaborasi lintas negara menjadi salah satu kunci dalam mendorong inovasi dan pembangunan ekosistem halal yang berkelanjutan. Semangat tersebut menjadi tema utama dalam International Halal Conference (IHC) Cairo 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di Kairo, Mesir. Mengusung tema “Halal Future Africa: Advancing Solidarity and Sustainability”, konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, lembaga halal, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Mesir, Nigeria, Inggris, Jepang, dan Brunei Darussalam.
Dalam forum internasional tersebut, dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian (DTIP), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Moh. Wahyudin, S.T.P., M.Sc., Ph.D., mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Do Muslims Have the Same Attitude toward Halal Food Consumption?”. Keikutsertaan Wahyudin merupakan bagian dari Program Equity World Class University (WCU) Tahun 2025/2026 yang mendukung peningkatan visibilitas internasional hasil penelitian serta penguatan jejaring akademik global.
Penelitian yang dipresentasikan mengungkap adanya perbedaan sikap konsumen Muslim terhadap konsumsi pangan halal pada berbagai konteks sosial dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Muslim yang hidup di lingkungan minoritas Muslim cenderung lebih mengandalkan pengetahuan dan pemahaman pribadi mengenai konsep halal dalam menentukan pilihan konsumsi. Sebaliknya, pada negara-negara mayoritas Muslim, sikap terhadap konsumsi halal lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan sosial, dukungan komunitas, serta keberadaan institusi keagamaan yang telah berkembang dengan baik.
Temuan tersebut memberikan perspektif baru dalam memahami perilaku konsumen halal di tingkat global sekaligus menegaskan bahwa pendekatan pengembangan literasi halal, strategi komunikasi, dan kebijakan pendukung industri halal perlu disesuaikan dengan karakteristik sosial dan budaya masyarakat di masing-masing negara. Hasil penelitian ini juga memperkaya kajian akademik mengenai perilaku konsumen Muslim di tengah semakin berkembangnya industri halal dunia.
Selain mempresentasikan hasil penelitian, Dr. Wahyudin juga berpartisipasi dalam Roundtable Discussion International Halal Fiqh Academy yang menghadirkan Grand Mufti Mesir bersama para ulama, akademisi, dan pemangku kepentingan internasional di bidang halal. Forum tersebut membahas penguatan tata kelola halal global, harmonisasi fatwa, pengembangan sumber daya manusia halal, serta peluang kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan dan dinamika industri halal di masa depan.
Partisipasi dalam IHC Cairo 2026 tidak hanya menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang kerja sama akademik yang semakin memperkuat jejaring internasional UGM di bidang halal. Keterlibatan aktif dalam forum ini memperluas ruang kolaborasi dengan berbagai institusi dan peneliti dari berbagai negara, sekaligus mempertegas kontribusi UGM dalam pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri halal global yang terus berkembang.
Salah satu tindak lanjut yang berhasil diwujudkan adalah inisiasi kolaborasi penelitian antara UGM dan International Islamic University Malaysia (IIUM). Komitmen kerja sama tersebut dituangkan dalam Joint Letter of Commitment yang ditandatangani oleh Dr. Moh. Wahyudin dan Dr. Mohammad Mahbubi Ali, Deputy Dean Institute of Islamic Banking and Finance (IIiBF), International Islamic University Malaysia.
Kolaborasi yang akan dikembangkan mengangkat tema “Collaborative Research on Halal Ecosystem, Consumer Behavior, and Sustainable Development in the Global Halal Industry”. Kerja sama ini mencakup pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, serta penguatan jejaring akademik pada bidang halal dan keberlanjutan. Inisiasi kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas antara UGM dan IIUM dalam mendukung kemajuan riset halal pada tingkat internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan dan peluang industri halal global di masa mendatang.