Intan Dewi Larasati, S.T.P., M.Sc., dosen dari Fakultas Teknologi (FTP) Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penanggung Jawab/Penjamah Makanan pada Usaha Hotel, Jasa Boga, Restoran, dan Rumah Makan di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Mei 2025, bertempat di kantor Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Pelatihan ini diikuti oleh para penanggung jawab dan penjamah makanan dari berbagai unit usaha jasa boga, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan yang sesuai standar. Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya menciptakan lingkungan konsumsi pangan yang aman dan sehat bagi masyarakat, sekaligus mendorong praktik pengolahan makanan yang higienis dalam industri makanan siap saji.
Dalam kesempatan tersebut, Intan Dewi Larasati, S.T.P., M.Sc., menyampaikan materi bertajuk Proses Pengolahan Pangan Sesuai Prinsip Higiene dan Sanitasi. Materi ini membahas secara rinci prinsip dasar keamanan pangan, termasuk praktik pengolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan yang tepat untuk mencegah kontaminasi mikrobiologis, kimiawi, dan fisik. Para peserta diberikan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan peralatan, lingkungan kerja, serta personal hygiene dalam seluruh rantai pengolahan makanan.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem pengawasan mutu pangan di Kota Yogyakarta serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan pangan dalam sektor jasa boga. Dengan peningkatan kapasitas penjamah makanan dan manajemen usaha makanan, diharapkan risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak aman dapat diminimalisir secara signifikan.
Pelatihan ini juga secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) dengan memastikan ketersediaan pangan yang aman dan bergizi; SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan keamanan pangan yang mendukung kesehatan masyarakat; serta SDG 6: Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dengan penerapan prinsip sanitasi yang baik dalam pengolahan makanan. Melalui pelatihan ini, FTP UGM turut memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam membangun ketahanan pangan berbasis kesehatan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat dan seimbang, berbasis potensi lokal. Pada kesempatan tersebut, Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc., menyampaikan materi dalam sesi ketiga dengan topik “Pentingnya Diversifikasi Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.”, melalui paparannya, disampaikan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal memiliki potensi besar dalam memperkaya pola makan keluarga serta mendukung kemandirian pangan masyarakat.
Tim Crowpala, yang merupakan akronim dari Community Grow with Pala, terdiri dari lima mahasiswa lintas disiplin, yaitu Devi Ramdani (Chief Executive Officer), Hanif Nur Wahid (Chief Marketing Officer), Michael Carlo Wicaksono (Chief Technology Officer), Bagus Dwi Putra Atmaja (Chief Operating Officer), yang semuanya berasal dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, serta Pamula Nur Krisnawardhani (Chief Financial Officer) dari Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya UGM. Tim ini berada di bawah bimbingan Bayu Nugraha, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dosen sekaligus peneliti dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, FTP UGM.
Benchmarking ini juga menjadi forum pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi lapangan, serta lembaga pengelola irigasi. Para peserta diharapkan memperoleh pembelajaran kontekstual yang dapat diaplikasikan di daerah irigasi lain. DI Manganti sendiri menjadi salah satu lokasi percontohan dalam implementasi sistem irigasi modern, yang menggabungkan elemen otomasi, sensor kelembapan tanah, dan sistem distribusi air berbasis kebutuhan tanaman.