Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kuliah tamu Mata Kuliah Public Governance bertajuk “Food Estate untuk Mendukung Kedaulatan Pangan”, pada Jum’at, 22 November 2024. Acara yang berlangsung di FISIPOL UGM ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, sebagai pembicara utama. Dalam sesi ini, Prof. Eni membahas peran strategis food estate sebagai model pertanian terpadu dalam mendukung ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan di Indonesia.
Prof. Eni menjelaskan bahwa kedaulatan pangan menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas ideologi, politik, dan ekonomi. Ia memaparkan konsep food estate sebagai kawasan pertanian terpadu berbasis teknologi modern, mencakup kombinasi tanaman, peternakan, dan perikanan. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan secara berkelanjutan. Contoh implementasi sukses food estate di negara lain, seperti Brasil, India, dan Belanda, turut dibahas sebagai referensi pengembangan di Indonesia.
Dalam paparannya, Prof. Eni juga memperkenalkan inovasi teknologi dari FTP UGM, seperti Smart Farming pada klaster padi, Sistem Pengelolaan Irigasi (SIPASI), hingga teknologi indoor farming. Inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor teknnologi pertanian. Ia juga menyoroti tantangan dalam implementasi food estate di Indonesia, seperti konversi lahan, resistensi masyarakat, dan kelayakan ekonomi program.
Kegiatan ini mendukung berbagai tujuan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti SDG 2 (Zero Hunger), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Dwiki Nugraha mendapatkan penghargaan Best Presenter dengan membawakan materi penelitian berjudul “Development of Thermal Camera-Based Crop Water Stress Index Monitoring System in Plant Factories.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem pemantauan stres air pada tanaman menggunakan kamera termal, yang bertujuan untuk mendeteksi stres air lebih dini. Dengan memantau indeks stres air, sistem ini dapat membantu budidaya tanaman di plant factory mengelola penggunaan air secara lebih efisien, yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tanaman dan produktivitas pertanian dalam ruangan. Penelitian ini dibawah supervisi Dr. Andri Prima Nugroho, Prof. Dr. Lilik Sutiarso, dan Dr. Muhammad Affan Fajar Falah di Smart Agriculture Research Center dan berkolaborasi dengan peneliti dari Jepang yaitu Prof. Takashi Okayasu (Kyushu University).