Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada kembali memperluas jejaring kerja sama internasional melalui penandatanganan Research Agreement dengan Incanto International Institute pada 16 April 2026. Kegiatan ini melibatkan Dr. Manuel Vong selaku Deputy CEO dari pihak mitra, dengan fokus kolaborasi pada riset pengembangan pertanian terpadu dan pertanian cerdas (smart agriculture). Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan akademik lintas negara sekaligus mendorong inovasi sektor pertanian berbasis teknologi di kawasan Asia Tenggara.
Kerja sama ini mencakup sejumlah program unggulan yang dirancang secara kolaboratif antara kedua institusi. Salah satunya adalah pendirian Pusat Demonstrasi Smart Agriculture Terpadu dan Agri-Ekowisata, yang mengintegrasikan sistem pertanian modern dengan pengembangan rantai pasok berbasis pasar. Selain itu, kedua pihak juga berkomitmen dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, lokakarya teknis, serta pertukaran pengetahuan antar akademisi dan praktisi. Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan kapasitas, kerja sama ini juga menitikberatkan pada penelitian terapan dan pengembangan agribisnis. Melalui riset bersama, diharapkan dapat dihasilkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menciptakan produk bernilai tambah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan secara berkelanjutan. Seluruh kegiatan proyek akan dilaksanakan dengan arahan dan supervisi dari kedua belah pihak guna memastikan kualitas dan dampak yang optimal.
Kolaborasi internasional antara FTP UGM dan Incanto International Institute ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, khususnya pada aspek ketahanan pangan (SDG 2), pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta inovasi dan infrastruktur (SDG 9). Dengan sinergi lintas negara ini, diharapkan tercipta solusi pertanian yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global.
Dalam ajang ini, Kylian tergabung dalam tim 2A bidang kesehatan dan dipercaya sebagai team leader. Ia mengusung inovasi digital bernama NutriTrack MBG, sebuah aplikasi yang dirancang untuk mendukung monitoring aspek pangan dan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi ini berfokus pada penguatan sistem pemantauan gizi berbasis digital guna meningkatkan efektivitas intervensi pangan dan kesehatan masyarakat. Keunggulan ide tersebut mengantarkan timnya meraih sejumlah penghargaan, yaitu 1st Best Team Leader, 1st Best Digital Innovation, 1st Best Team, serta 2nd Best Presentation.