Dr. Andika Sidar, S.T.P., M.Biotech., dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY pada 21 April 2026 di Griya Persada Convention Hotel & Resort, Kaliurang, Sleman.
Bagi banyak pelaku UMKM, mengajukan penerapan CPPOB kerap terasa rumit karena banyaknya persyaratan teknis yang harus dipenuhi. Melalui materi bertajuk “Identifikasi Persyaratan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik)”, Dr. Andika Sidar mengurai satu per satu aspek yang menjadi syarat penerapan CPPOB, mulai dari lokasi usaha, sarana produksi, bangunan, proses produksi, panduan mutu, deskripsi produk, hingga label kemasan, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik atau Good Manufacturing Practices.
Pembahasan yang disampaikan secara sistematis ini diharapkan dapat memudahkan pelaku UMKM memahami langkah demi langkah yang perlu dipersiapkan sebelum mengajukan penerapan CPPOB, sehingga produk pangan olahan yang mereka hasilkan tidak hanya laku di pasaran, tetapi juga terjamin mutu dan keamanannya sesuai standar yang berlaku secara nasional.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Sosialisasi menghadirkan Ir. Yakub Fahim Luckyarno, S.T., M.Eng., Ph.D., Yasir Abdulaziz, Muhammad Irfan Abdillah, dan Alif Hikmah Kumara Zhali sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa sistem timbangan IoT memungkinkan pencatatan timbulan sampah secara real time melalui dua kategori utama, yaitu sampah masuk dan sampah keluar. Sampah masuk merupakan seluruh sampah yang dihasilkan di lingkungan FTP UGM, sedangkan sampah keluar merupakan sampah yang telah dikirim ke fasilitas pengolahan di luar fakultas.