Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan sosialisasi penggunaan timbangan sampah berbasis Internet of Things (IoT) pada Senin (27/7) di Ruang 102 FTP UGM. Kegiatan ini diikuti oleh Tim Satuan Tugas Pengelolaan Sampah, Tim Kerja Bidang Administrasi, Keuangan, dan Umum, Tim Aset, serta Tim Cleaning Service FTP UGM. Melalui sosialisasi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai mekanisme penimbangan sampah berbasis IoT untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih akurat, terdokumentasi, dan berbasis data.
Sosialisasi menghadirkan Ir. Yakub Fahim Luckyarno, S.T., M.Eng., Ph.D., Yasir Abdulaziz, Muhammad Irfan Abdillah, dan Alif Hikmah Kumara Zhali sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa sistem timbangan IoT memungkinkan pencatatan timbulan sampah secara real time melalui dua kategori utama, yaitu sampah masuk dan sampah keluar. Sampah masuk merupakan seluruh sampah yang dihasilkan di lingkungan FTP UGM, sedangkan sampah keluar merupakan sampah yang telah dikirim ke fasilitas pengolahan di luar fakultas.
Salah satu narasumber, Alif Hikmah Kumara Zhali, menjelaskan bahwa pencatatan kedua kategori tersebut penting agar data timbulan sampah yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Kalau memang ada sampah yang dihasilkan di FTP, maka harus dicatat sebagai sampah masuk terlebih dahulu. Jika kemudian sampah tersebut dibawa ke fasilitas pengolahan di luar FTP, barulah dicatat sebagai sampah keluar. Dengan begitu, data timbulan sampah akan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelas Alif.
Selain mekanisme pencatatan, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai prosedur penimbangan yang benar untuk menghasilkan data yang akurat. Posisi sampah harus berada tepat di tengah timbangan dengan permukaan yang datar agar hasil penimbangan tidak mengalami penyimpangan. Standar operasional tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas data yang dihasilkan oleh sistem.
Alif menambahkan bahwa seluruh data hasil penimbangan akan terhubung secara otomatis ke server universitas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan pengelolaan sampah.
“Nanti datanya langsung masuk ke server pusat UGM. Selanjutnya data tersebut dianalisis sebagai dasar penyusunan kebijakan maupun evaluasi pengelolaan sampah di lingkungan kampus,” ujarnya.
Penerapan timbangan sampah berbasis IoT di FTP UGM diharapkan mampu meningkatkan akurasi pencatatan timbulan sampah sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui pemanfaatan teknologi digital, fakultas terus berupaya memperkuat sistem pengelolaan lingkungan berbasis data sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan sistem pengelolaan sampah di lingkungan kampus, SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah yang lebih efektif, serta SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things dalam mendukung tata kelola lingkungan yang lebih modern.