Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Pompa Hydrant pada Jumat (24/7) di Gedung Pascasarjana FTP UGM. Kegiatan yang menghadirkan PT Tiga Mas sebagai narasumber ini diikuti oleh Tim Kantor Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K5L) FTP UGM, Tim Aset, serta petugas cleaning service. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan sivitas pendukung dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya potensi kebakaran di lingkungan fakultas.
Pelatihan difokuskan pada pengenalan sistem hydrant yang tersedia di Gedung Pascasarjana FTP UGM serta tata cara pengoperasian pompa hydrant secara benar dan aman. Peserta memperoleh pemahaman mengenai fungsi setiap komponen sistem hydrant, prosedur pengaktifan pompa, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik penggunaan pompa hydrant secara langsung dengan didampingi narasumber. Melalui simulasi tersebut, peserta berkesempatan mempraktikkan prosedur pengoperasian peralatan sehingga lebih siap merespons apabila terjadi situasi darurat yang memerlukan penanganan awal kebakaran.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya FTP UGM dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan kampus. Peningkatan kapasitas personel yang terlibat dalam pengelolaan gedung dan fasilitas diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sekaligus meminimalkan risiko apabila terjadi keadaan darurat.
Melalui kegiatan ini, FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja melalui edukasi serta pelatihan yang berkelanjutan bagi tenaga kependidikan dan personel pendukung sebagai bagian dari pengelolaan fasilitas kampus yang andal.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan budaya keselamatan kerja, SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana di lingkungan kampus.
“Bagi para wisudawan, ini adalah tanda berakhirnya satu perjalanan akademik yang panjang. Perjalanan yang penuh kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan. Di balik ijazah yang tadi pagi saudara terima terdapat cerita perjuangan, doa, dukungan keluarga serta bimbingan para dosen hingga titik ini,” tutur Prof. Eni.
Kerja sama ini mendasari pelaksanaan joint supervision bagi mahasiswa magister di program studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, dan juga membuka peluang kerja sama di bidang lain seperti penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, serta pertukaran pengetahuan antara kedua institusi. Penandatanganan Joint Supervision Agreement diawali dengan sambutan dari Dekan FTP UGM yang menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kerja sama ini diharapkan menjadi awal bagi pengembangan berbagai program bersama, mulai dari pembimbingan mahasiswa, penelitian kolaboratif, hingga penguatan jejaring akademik antara FTP UGM dan Leiden University.