• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
    • KAGAMA TP
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDGs
  • SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
  • hal. 2
Arsip:

SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan

TraktoRun 2025 Dorong Gaya Hidup Sehat Sivitas Akademika FTP UGM

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Sabtu, 30 Agustus 2025

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) melalui Kementerian Pengembangan Olahraga dan Seni BEM FTP UGM kembali menyelenggarakan kegiatan olahraga tahunan TraktoRun 2025 pada Sabtu, 30 Agustus 2025, bertempat di lingkungan FTP UGM. Kegiatan fun run ini mengusung tema “Langkah Sehat Menuju Generasi Sehat” dan melibatkan dosen FTP UGM, salah satunya Dr. Makbul Hajad, S.T.P., M.Eng., Ph.D., serta diikuti oleh mahasiswa, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum.

TraktoRun 2025 menjadi salah satu agenda unggulan FTP UGM dalam mendorong gaya hidup sehat dan aktif di kalangan sivitas akademika. Acara dimulai sejak pukul 05.45 WIB dengan rute lari sejauh 5 kilometer yang mengelilingi kawasan kampus UGM. Lebih dari 100 peserta turut ambil bagian, baik sebagai pelari kompetitif maupun peserta yang menikmati lari santai sambil merasakan suasana pagi di lingkungan kampus.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. TraktoRun tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang kebersamaan yang inklusif, di mana mahasiswa, dosen, karyawan, dan masyarakat umum dapat berinteraksi dalam suasana yang sehat dan menyenangkan. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas serta solidaritas antarpeserta lintas latar belakang.

Usai menyelesaikan rute lari, peserta disambut dengan area bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk lokal, mulai dari makanan dan minuman hingga kerajinan tangan. Kehadiran bazar UMKM ini menjadi nilai tambah TraktoRun 2025 karena tidak hanya menyemarakkan acara, tetapi juga mendukung pelaku usaha lokal dalam mempromosikan produknya kepada sivitas akademika FTP UGM dan pengunjung.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan hiburan musik dari guest star yang menghidupkan suasana pagi. Peserta tampak menikmati hiburan sambil beristirahat, bersantai, dan mempererat kebersamaan. Rangkaian kegiatan TraktoRun 2025 resmi ditutup pada pukul 10.00 WIB dengan suasana penuh energi dan kepuasan dari para peserta.

Melalui TraktoRun 2025, FTP UGM menunjukkan komitmennya dalam mendukung keseimbangan antara kegiatan akademik dan non-akademik, khususnya dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, aktif, dan berdaya saing. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui promosi gaya hidup aktif, serta SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan pemanfaatan ruang kampus sebagai lingkungan yang sehat, inklusif, dan ramah bagi masyarakat.

Kontributor: Sabrina Aleshia

FTP UGM Dukung Pencanangan Gerakan Irigasi Bersih untuk Swasembada Pangan Nasional

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak Rabu, 13 Agustus 2025

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak menyelenggarakan Pencanangan Gerakan Irigasi Bersih untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional pada Selasa, 12 Agustus 2025, di Dusun Tangkisan, Desa Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diwakili oleh Prof. Dr. Sigit Supadmo, Guru Besar dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi mengenai pentingnya Gerakan Irigasi Bersih sebagai bagian dari dukungan program prioritas Pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem ketahanan pangan nasional, di mana pengelolaan irigasi yang bersih dan terawat berperan penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Melalui pendekatan yang berbasis ekologi dan teknologi, sistem irigasi bersih dapat mengurangi pencemaran, meningkatkan efisiensi penggunaan air, serta menjaga keberlanjutan lingkungan pertanian. Upaya ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pertanian modern yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.

Peran serta masyarakat lokal, khususnya para petani di Dusun Tangkisan, juga sangat penting dalam gerakan ini. Dengan keterlibatan aktif dalam menjaga dan merawat saluran irigasi, masyarakat tidak hanya mendukung peningkatan hasil produksi pertanian, tetapi juga memastikan keberlangsungan fungsi jaringan irigasi untuk generasi berikutnya. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam pembangunan pertanian di wilayah pedesaan.

Pencanangan Gerakan Irigasi Bersih ini sejalan dengan komitmen Fakultas Teknologi Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini mendukung SDGs 2 (Zero Hunger/Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketersediaan pangan dengan sistem pertanian berkelanjutan, SDGs 6 (Clean Water and Sanitation/Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pengelolaan irigasi yang menjaga kualitas air, SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities/Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dengan memperkuat kemandirian masyarakat desa berbasis pertanian, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan demikian, FTP UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Gerakan Irigasi Bersih Dicanangkan di Karanganyar, Dosen Fakultas Teknologi Pertanian dan Biosistem turut Menjadi Narasumber Dialog

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak Selasa, 12 Agustus 2025

Karanganyar, 12 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan acara Gerakan Irigasi Bersih sebagai bagian dari upaya mendukung program prioritas Pemerintah menuju swasembada pangan.

Acara ini berlangsung di Kantor Lapangan Unit Pengelola Irigasi (UPI) Colo, yang secara administratif terletak di Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sistem irigasi nasional.

Dalam acara ini dilakukan Dialog Inspiratif Irigasi Bersih dan Terpelihara. Salah satu sorotan utama acara sesi dialog ini menghadirkan Dr. Murtiningrum, dosen dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada.

Dalam paparannya, Dr. Murtiningrum menekankan pentingnya peran aktif Perhimpunan Petani Pemakai Air (P3A) dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan jaringan irigasi. Irigasi bersih bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal pemberdayaan. Ketika P3A diberdayakan, maka partisipasi mereka dalam pemeliharaan irigasi akan tumbuh secara alami dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan ini, dilakukan penyerahan peralatan kebersihan secara simbolis kepada perwakilan petani dan pengelola irigasi. Kegiatan dilanjutkan dengan aksi pembersihan jaringan irigasi di Saluran Colo Timur, yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi terkait.

Gerakan Irigasi Bersih ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem irigasi yang lebih efisien, bersih, dan berkelanjutan—sebagai fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Kegiatan Gerakan Irigasi Bersih ini memiliki keterkaitan langsung dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pertama, SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui upaya menjaga kebersihan dan kelancaran irigasi yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Kedua, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, dengan memastikan kualitas dan distribusi air irigasi yang lebih baik bagi lahan pertanian. Ketiga, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena pelestarian jaringan irigasi di kawasan cagar budaya seperti Buk Renteng ikut menjaga keberlanjutan lingkungan dan warisan budaya. Keempat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang tercermin dari sinergi antara pemerintah, akademisi, petani, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan air yang berkelanjutan.

SUIJI-SLP : Kolaborasi Mahasiswa Indonesia dan Jepang Presentasikan Strategi Mitigasi Bencana untuk Selopamioro

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 5 Maret 2025

Tim mahasiswa dari program Six University Initiative Japan-Indonesia – Service Learning Program (SUIJI-SLP) telah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, yang berlangsung sejak 21 Februari hingga 1 Maret 2025. Dalam presentasi akhir pada 5 Maret 2025, mereka memaparkan hasil observasi serta rekomendasi mitigasi bencana yang dapat diterapkan di wilayah tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh 12 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), 5 mahasiswa dari Ehime University, dan 1 mahasiswa dari Kochi University, dengan pendampingan dari Dr. Kazuya Masuda, Associate Professor di Kochi University, dan Dr. Masaki Oda, Assistant Professor di Kochi University.

Melalui observasi lapangan, tim SUIJI mengidentifikasi bahwa Selopamioro memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi akibat kondisi topografi yang curam. Data ini menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, terjadi 2.223 laporan gempa bumi di Kabupaten Bantul dan 24 kejadian tanah longsor di Selopamioro. Dari hasil wawancara dengan warga setempat, ditemukan bahwa peta bahaya hanya tersedia di kantor desa, sosialisasi kebencanaan bagi masyarakat masih terbatas dan hanya dilakukan setahun sekali, serta belum adanya edukasi mitigasi bencana bagi anak-anak sekolah dasar.

Sebagai tindak lanjut, tim SUIJI melaksanakan berbagai program edukasi, termasuk kelas mitigasi bencana di sekolah dasar yang dikemas dalam sesi presentasi, poster edukatif, permainan interaktif, serta simulasi identifikasi area berbahaya di lingkungan sekolah. Mereka juga memberikan materi terkait tindakan preventif yang dapat dilakukan warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Selain itu, tim SUIJI membandingkan sistem mitigasi bencana di Indonesia dan Jepang, di mana di Jepang peta bahaya dapat diakses di berbagai tempat seperti sekolah dan kantor pemerintahan, serta terdapat simulasi gempa yang dilakukan secara rutin melalui kendaraan khusus yang disediakan oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, peserta SUIJI-SLP juga melakukan berbagai aktivitas berbasis community service dan pertukaran budaya, seperti belajar gamelan, membuat ecoprint, mengikuti kenduri (sadranan), mencoba pakaian tradisional, membatik, berlatih Gejog Lesung, eksplorasi Goa Cerme, berpartisipasi dalam Japan Expo, serta Tour de Yogyakarta.

Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, pada diskusi presentasi menekankan pentingnya keberlanjutan program ini, ia menyampaikan “I guess this experience will be beneficial during the study, back home, and after graduation.”.

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., juga mengapresiasi kerja keras dan komitmen para peserta dalam program ini. 

“Your hard work, enthusiasm, and also commitment have embodied the spirit of SUIJI between Indonesia and Japan through academic and cultural exchange. As you return to your respective universities, let’s continue fostering collaboration and implementing the lessons and solutions you identified in Selopamioro. I think the objective of this program is to shape our future leaders with a sense of sustainability and collaboration.” ungkap Dekan FTP.

Program SUIJI-SLP ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, dan  SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui pendekatan berbasis akademik dan pertukaran budaya, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta membangun sistem mitigasi bencana yang lebih efektif dan berkelanjutan di Selopamioro.

FTP UGM Berkontribusi dalam Workshop Hygiene Sanitasi di Pasar Prawirotaman Yogyakarta

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi LayakSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Kamis, 13 Februari 2025

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menggelar Workshop Hygiene Sanitasi pada Rabu (12/2/2025) di Ruang Seminar Studio 103, Pasar Prawirotaman, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai narasumber, yakni Dr. Fiametta Ayu Purwandari, S.T.P., M.Sc., Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D., Dian Anggraini Suroto, S.T.P., M.P., M.Eng., Ph.D., serta Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pedagang serta pengunjung pasar mengenai pentingnya hygiene dan sanitasi guna menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan sehat.

Materi yang disampaikan dalam workshop ini mencakup berbagai aspek hygiene sanitasi, seperti standar kebersihan lokasi, bangunan, peralatan, personal hygiene, penggunaan air bersih, serta pengendalian hama. Melalui sesi ini, peserta memperoleh wawasan praktis tentang cara menjaga kebersihan pasar serta langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku menuju pasar yang lebih higienis dan nyaman bagi masyarakat.

Workshop ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pengelolaan air bersih dan sanitasi di lingkungan pasar, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan menciptakan kondisi kerja yang lebih layak bagi para pedagang, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dalam pengelolaan fasilitas pasar yang lebih inovatif, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) guna mendukung pembangunan pasar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

1234

Berita Terakhir

  • FTP UGM Dorong Kesadaran Cegah Food Waste Melalui Edukasi di Lingkungan Fakultas
  • FTP UGM Gelar Workshop Tim Kesehatan Mental untuk Perkuat Sistem Kampus Sejahtera
  • Kick-Off PUI-PT Gastronomi Indonesia, FTP UGM Dorong Gastronomi sebagai Soft Power dan Penggerak Ekonomi Kreatif
  • Dosen FTP UGM Jadi Narasumber Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Makanan
  • Dr. Andika Sidar Bahas Pemanfaatan Limbah Lignoselulosa sebagai Bioenergi dalam EVIDENT Founding Dialogue 2025

Berita UGM

  • Antisipasi Banjir Susulan, Tim UGM Pasang Alat Deteksi Banjir di Bener Meriah 9 Januari 2026
  • UGM dan Pemprov Maluku Utara Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM 9 Januari 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Diminta Berkontribusi dalam Penanganan Kesehatan Mental Generasi Muda  9 Januari 2026
  • Waspada Virus Varian Superflu, Pakar UGM Sebut Bisa Berakibat Fatal Bagi yang Rentan 9 Januari 2026
  • Marak Konten Seksual Palsu, Dosen UGM Minta Masyarakat Tidak Ikut Menyebarkan  9 Januari 2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju