TraktoRun 2025 Dorong Gaya Hidup Sehat Sivitas Akademika FTP UGM
Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Sabtu, 30 Agustus 2025
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) melalui Kementerian Pengembangan Olahraga dan Seni BEM FTP UGM kembali menyelenggarakan kegiatan olahraga tahunan TraktoRun 2025 pada Sabtu, 30 Agustus 2025, bertempat di lingkungan FTP UGM. Kegiatan fun run ini mengusung tema “Langkah Sehat Menuju Generasi Sehat” dan melibatkan dosen FTP UGM, salah satunya Dr. Makbul Hajad, S.T.P., M.Eng., Ph.D., serta diikuti oleh mahasiswa, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum.
TraktoRun 2025 menjadi salah satu agenda unggulan FTP UGM dalam mendorong gaya hidup sehat dan aktif di kalangan sivitas akademika. Acara dimulai sejak pukul 05.45 WIB dengan rute lari sejauh 5 kilometer yang mengelilingi kawasan kampus UGM. Lebih dari 100 peserta turut ambil bagian, baik sebagai pelari kompetitif maupun peserta yang menikmati lari santai sambil merasakan suasana pagi di lingkungan kampus.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. TraktoRun tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang kebersamaan yang inklusif, di mana mahasiswa, dosen, karyawan, dan masyarakat umum dapat berinteraksi dalam suasana yang sehat dan menyenangkan. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas serta solidaritas antarpeserta lintas latar belakang.
Usai menyelesaikan rute lari, peserta disambut dengan area bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk lokal, mulai dari makanan dan minuman hingga kerajinan tangan. Kehadiran bazar UMKM ini menjadi nilai tambah TraktoRun 2025 karena tidak hanya menyemarakkan acara, tetapi juga mendukung pelaku usaha lokal dalam mempromosikan produknya kepada sivitas akademika FTP UGM dan pengunjung.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan hiburan musik dari guest star yang menghidupkan suasana pagi. Peserta tampak menikmati hiburan sambil beristirahat, bersantai, dan mempererat kebersamaan. Rangkaian kegiatan TraktoRun 2025 resmi ditutup pada pukul 10.00 WIB dengan suasana penuh energi dan kepuasan dari para peserta.
Melalui TraktoRun 2025, FTP UGM menunjukkan komitmennya dalam mendukung keseimbangan antara kegiatan akademik dan non-akademik, khususnya dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, aktif, dan berdaya saing. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui promosi gaya hidup aktif, serta SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan pemanfaatan ruang kampus sebagai lingkungan yang sehat, inklusif, dan ramah bagi masyarakat.
Kontributor: Sabrina Aleshia
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem ketahanan pangan nasional, di mana pengelolaan irigasi yang bersih dan terawat berperan penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Melalui pendekatan yang berbasis ekologi dan teknologi, sistem irigasi bersih dapat mengurangi pencemaran, meningkatkan efisiensi penggunaan air, serta menjaga keberlanjutan lingkungan pertanian. Upaya ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pertanian modern yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.
Melalui observasi lapangan, tim SUIJI mengidentifikasi bahwa Selopamioro memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi akibat kondisi topografi yang curam. Data ini menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, terjadi 2.223 laporan gempa bumi di Kabupaten Bantul dan 24 kejadian tanah longsor di Selopamioro. Dari hasil wawancara dengan warga setempat, ditemukan bahwa peta bahaya hanya tersedia di kantor desa, sosialisasi kebencanaan bagi masyarakat masih terbatas dan hanya dilakukan setahun sekali, serta belum adanya edukasi mitigasi bencana bagi anak-anak sekolah dasar.
Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, pada diskusi presentasi menekankan pentingnya keberlanjutan program ini, ia menyampaikan “I guess this experience will be beneficial during the study, back home, and after graduation.”.