• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDGs
  • SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
Arsip:

SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan

Pelurusan Istilah UPF Jadi Fokus FGD FTP UGM dan BGN, Akademisi Tekankan Pangan Aman, Bergizi, Halal, dan Sehat

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 13 Februari 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengoreksi Miskonsepsi tentang Sebutan Ultra Processed Food (UPF) dan Dampaknya pada Kebijakan Penyediaan Pangan Olahan dalam Menu MBG” pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Kegiatan ini menghadirkan akademisi lintas disiplin, pakar teknologi pangan, ahli gizi, perwakilan pemerintah, pelaku industri dan UMKM pangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membahas pelurusan miskonsepsi UPF sebagai salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pangan olahan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak awal diskusi, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Guru Besar FTP UGM menegaskan kekhawatiran akademisi terhadap penggunaan istilah UPF yang dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. “Yang kami khawatirkan, jika istilah UPF ini terus digunakan, publik tidak bisa membedakan secara jelas antara processed food dan ultra processed food. Akhirnya semua pangan olahan bisa dianggap UPF dan langsung dikonotasikan negatif terhadap kesehatan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam praktik penyediaan pangan skala besar, proses pengolahan justru menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan pangan, stabilitas mutu, dan kecukupan gizi. “Padahal pangan dalam jumlah besar tetap harus melalui pengolahan agar aman, bergizi, dan layak dikonsumsi. Karena itu kami menyarankan menggunakan istilah processed food atau pangan olahan yang tetap aman, bergizi, dan halal agar tidak menimbulkan keraguan dalam implementasi MBG,” tambahnya.

Prof. Sri juga menekankan bahwa penggunaan istilah yang kurang tepat berpotensi memunculkan stigma negatif terhadap teknologi pengolahan pangan dan menghambat pemahaman publik yang komprehensif. Ia mengingatkan bahwa teknologi pengolahan pangan merupakan bagian penting dari sistem pangan modern, terutama untuk menjamin distribusi pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat luas.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Dekan FTP UGM menyampaikan bahwa kolaborasi antara FTP UGM dan BGN merupakan bagian dari upaya akademik untuk meluruskan penggunaan istilah yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait konsep ultra processed food. Ia menjelaskan bahwa dalam bidang teknologi pangan terdapat terminologi yang lebih relevan, yaitu pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat. Menurutnya, istilah yang diadopsi dari luar tanpa penyesuaian konteks keilmuan nasional dapat menimbulkan miskonsepsi yang berdampak pada kebijakan maupun persepsi publik.

Ia juga menegaskan bahwa upaya pelurusan konsep ini telah dilakukan bahkan sebelum program MBG berjalan, sehingga bukan dimaksudkan untuk melegitimasi pangan tertentu, melainkan memastikan penggunaan istilah yang tepat secara ilmiah dan kontekstual. FTP UGM bahkan menyarankan agar istilah UPF tidak digunakan dalam kerangka kebijakan MBG karena berpotensi merancukan pemahaman antara pangan olahan secara umum dengan istilah yang memiliki konotasi negatif. Ia menekankan pentingnya kedaulatan keilmuan nasional dalam menggunakan istilah yang sesuai dengan prinsip pangan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai sudut pandang ilmiah dan praktis. Para peserta menyoroti pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam menilai kualitas pangan, bukan sekadar berdasarkan istilah atau persepsi umum. Beberapa narasumber juga menekankan bahwa klasifikasi pangan perlu dipahami secara kritis dengan mempertimbangkan komposisi zat gizi, metode pengolahan, tujuan teknologi, serta konteks konsumsi masyarakat.

Selain itu, forum membahas pentingnya strategi komunikasi publik dalam kebijakan pangan nasional. Penggunaan istilah yang kurang tepat dikhawatirkan dapat memicu stigma terhadap teknologi pangan, menghambat inovasi industri nasional, serta memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap pangan olahan yang sebenarnya aman dan bergizi. Oleh karena itu, edukasi publik dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan literasi pangan masyarakat.

Dari sisi implementasi MBG, diskusi menyoroti kebutuhan standarisasi proses produksi pangan, pengawasan keamanan pangan, serta pelibatan pelaku industri dan UMKM lokal dalam penyediaan menu bergizi. Para peserta juga menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi pangan dengan prinsip kesehatan masyarakat agar program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, hasil FGD akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kebijakan dan policy brief sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pangan MBG berbasis sains. Rekomendasi awal mencakup penggunaan istilah pangan yang kontekstual dan berbasis keilmuan, penguatan edukasi publik mengenai pengolahan pangan, serta pengembangan standar kebijakan yang mendukung penyediaan pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Melalui kegiatan ini, FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pangan nasional berbasis riset dan keilmuan, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan pembuat kebijakan dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

FTP UGM Gelar Workshop Tim Kesehatan Mental untuk Perkuat Sistem Kampus Sejahtera

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang TangguhSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Rabu, 24 Desember 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Tim Kesehatan Mental FTP UGM pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di FTP UGM. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman, koordinasi, serta tindak lanjut layanan kesehatan mental bagi sivitas akademika di lingkungan FTP UGM.

Workshop diikuti oleh perwakilan dosen, tenaga kependidikan, pengelola akademik dan kemahasiswaan, serta tim lintas departemen. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Koordinator Tim Kesehatan (KTK) AKM, yang memaparkan perjalanan dan pengembangan layanan kesehatan mental di FTP UGM sejak tahun 2019 hingga rencana penguatan sistem pada tahun 2025.

Dalam paparannya disampaikan bahwa layanan kesehatan mental di FTP UGM telah berkembang mulai dari pendampingan mahasiswa terdampak pandemi, pelatihan Psychological First Aid (PFA), pembentukan PIC Kesehatan Mental, hingga peluncuran sistem informasi skrining lanjutan. FTP UGM saat ini mengadopsi model dosen konselor, dengan harapan mampu menjangkau mahasiswa secara lebih dekat dan berkelanjutan.

KTK AKM juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain koordinasi tindak lanjut nonklinis, keterbatasan waktu mahasiswa, serta perlunya alur rujukan yang jelas bagi kasus berisiko tinggi. Oleh karena itu, diusulkan penguatan layanan promotif dan preventif dengan melibatkan dosen konselor, peer counselor, Dosen Pembimbing Akademik (DPA), dan dosen pembimbing skripsi, serta penyusunan manajemen kasus mahasiswa yang terintegrasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Diana Setiyawati dari Center for Public Mental Health (CPMH) UGM, yang menekankan bahwa tujuan utama kesehatan mental di fakultas bukan hanya menangani individu yang melapor, tetapi menyehatkan seluruh sivitas akademika. Ia menjelaskan konsep kesehatan jiwa sebagai kondisi sejahtera yang memungkinkan individu mengenali potensi diri, mampu menghadapi tekanan hidup, produktif, dan berkontribusi bagi lingkungan.

Dalam paparannya, Ibu Diana menjelaskan bahwa stres bukanlah gangguan jiwa, melainkan respons alami yang dapat menjadi masalah ketika bertemu dengan kerentanan individu. Oleh karena itu, kampus perlu membangun lingkungan yang suportif dan berwelas asih (compassionate), serta memiliki sistem mitigasi yang jelas melalui pendekatan look, listen, and link dalam PFA.

Workshop juga membahas pentingnya alur rujukan yang sistematis, peran DPA dan psikolog dalam penyusunan safety plan, serta perlunya program promotif dan preventif seperti kelas regulasi emosi, konseling kelompok, dan penguatan keterampilan koping. Selain itu, dibahas pula gagasan pembentukan peer counselor berbasis sukarela, serta penguatan peran keluarga melalui program outreach dan parenting.

Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dan pengalaman dari dosen terkait pendampingan mahasiswa, tantangan generasi saat ini, serta peran institusi dalam membangun ketangguhan mental mahasiswa. Diskusi menegaskan bahwa layanan kesehatan mental tidak hanya berfokus pada kurasi dan rehabilitasi, tetapi juga pada promosi dan pencegahan agar seluruh mahasiswa memperoleh hak atas kesehatan mental yang optimal.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar hasil workshop dapat ditindaklanjuti melalui program konkret pada tahun mendatang, dengan dukungan penuh dari departemen, fakultas, dan psikolog, guna mewujudkan FTP UGM sebagai kampus yang sehat, aman, dan menyejahterakan.

FTP UGM Selenggarakan “Teman Cerita: Talk & Touch 2025” untuk Dukung Kesehatan Mental Mahasiswa

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Minggu, 19 Oktober 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Teman Cerita: Talk & Touch 2025 pada 18 Oktober 2025 bertempat di Ruang Kelas 102 FTP UGM. Kegiatan ini merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM FTP UGM melalui komunitas Teman Cerita FTP, dengan menghadirkan narasumber Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M.A. dari Fakultas Psikologi UGM. Mengusung format seminar dan workshop dengan tajuk “MindFuel: How Self-Awareness Powers Your Energy”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan refleksi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran diri serta mengelola kesejahteraan mental dalam dinamika aktivitas akademik sehari-hari.

Kegiatan Teman Cerita: Talk & Touch 2025 hadir sebagai upaya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk sejenak beristirahat dari tekanan akademik melalui aktivitas yang santai, bermakna, dan menenangkan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep self-awareness dan manajemen energi sebagai keterampilan penting dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan studi, aktivitas organisasi, dan kebutuhan pribadi. Dengan meningkatnya beban akademik dan tantangan kehidupan kampus, kebutuhan akan ruang suportif yang mampu mengakomodasi kesehatan mental menjadi semakin relevan bagi mahasiswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya mengenali diri sendiri, pola reaksi emosional, serta cara mempertahankan energi positif dalam menghadapi dinamika kehidupan kampus. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi diri dan berbagi pengalaman antar peserta, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk saling mendukung dan membangun rasa kebersamaan. Sebagai penutup, peserta mengikuti workshop berbasis art therapy sederhana yang mendorong ekspresi diri melalui aktivitas kreatif. Pendekatan ini memberikan pengalaman praktis yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mahasiswa lebih peka terhadap kondisi emosional diri.

Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian FTP UGM terhadap isu kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa. Kegiatan ini bukan hanya menjadi forum edukasi, tetapi juga wadah interaksi yang mendorong dukungan sosial antar mahasiswa, sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih sehat, inklusif, dan saling menghargai. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran komunitas Teman Cerita sebagai ruang aman (safe space) bagi mahasiswa untuk berbagi cerita, mendapatkan pendampingan awal, serta mengakses informasi mengenai kesehatan mental secara tepat.

Pelaksanaan Teman Cerita: Talk & Touch 2025 mendukung pencapaian beberapa indikator Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental; SDG 4 (Quality Education) melalui pemberian akses pembelajaran holistik yang menunjang keberlanjutan studi; SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan menyediakan ruang yang inklusif dan mudah diakses bagi seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi; serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi organisasi mahasiswa dan akademisi dalam menciptakan program yang berdampak positif bagi kesejahteraan siswa dan sivitas akademika.

FTP UGM Ikuti Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2025 untuk Pengembangan Kawasan Transmigrasi

SDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Selasa, 23 September 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Gadjah Mada (UGM) turut serta dalam kegiatan pembekalan dan pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia pada 24–25 Agustus 2025 di Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan berbagai dosen dan mahasiswa lintas fakultas yang tergabung dalam tim dengan penugasan di sejumlah daerah, antara lain Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, dan Kalimantan Tengah. Kehadiran dosen dan mahasiswa FTP UGM menunjukkan komitmen fakultas dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan partisipatif.

Dalam kegiatan ini, FTP UGM mengirimkan perwakilan dosen dan mahasiswa dalam berbagai tim. Untuk lokasi Lewa, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tim pertama dipimpin oleh Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P. dengan anggota Figo Djordhi Syahputra, S.T.P., Hilda Maya Sintia Dewi, S.T.P., M.Sc., Ridwan Adnan Saputro (Fakultas Geografi), serta Shifa Anisya Aulia. Tim kedua di lokasi yang sama diketuai oleh Dr. Ir. Priyanto Triwitono, M.P. dengan anggota Enrico Garciano Sahrani, Putra Alfiansyah, Roisatu Khurin Ain, serta Umi Hapsari, S.T.P., M.Sc.

Untuk lokasi Paleleh, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, tim pertama dipimpin oleh Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng. dengan anggota Intan Dewi Larasati, S.T.P., M.Sc., Muhammad Khairul Amal, Odam Asdi Artosa, S.Sos., M.A. (FISIPOL), serta Pitaloka Ainun Yasmin (FISIPOL). Tim kedua di lokasi Paleleh diketuai oleh Dr. Muhammad Prasetya Kurniawan, S.T.P., M.Sc. dengan anggota Abdur Rahman Khidzir, Kartika Ratna Sari, Luqman Faqihuddin, serta Nabila Ayu Arista Putri.

Selanjutnya, untuk lokasi Ranah Balingka Bernas, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, tim dipimpin oleh Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D. dengan anggota Fadhel Munelson, Ir. Pujo Saroyo, M.Eng.Sc., Tri Ariani, serta Wahyu Duwi Santoso. Sementara itu, untuk lokasi Tumbang Jutuh–Bereng Belawan, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, tim pertama dipimpin oleh Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D. dengan anggota Adelia Shafa (Fakultas Kehutanan), Agus Indiyanto, S.Sos., M.Si. (Fakultas Ilmu Budaya), Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc., serta Ravidianto Nur Prasetyo (Fakultas Ilmu Budaya). Tim kedua di lokasi yang sama dipimpin oleh Dr.nat.techn. Aulia Ardhi, S.T.P., M.Sc. dengan anggota Hafidz Ebril Perdana, S.T.P., Laura Kusumawati, Muhammad Asy’ari Firnanda, serta Mumtaz Hatta Niha’i Sipayung.

Program Ekspedisi Patriot bertujuan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi sebagai pusat ekonomi baru melalui pendekatan multidisiplin. Dalam pelaksanaannya, tim ditugaskan untuk mengidentifikasi potensi lokal, merumuskan strategi pengembangan kawasan, mendorong industrialisasi dan investasi, serta menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa, dosen, dan pemangku kepentingan setempat.

Keterlibatan FTP UGM dalam kegiatan ini juga menegaskan kontribusi fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini sejalan dengan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pengembangan potensi lokal yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan akademik kepada masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui dorongan industrialisasi dan investasi di kawasan transmigrasi, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan pemerataan pembangunan antardaerah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

FTP UGM Ikuti Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2025 untuk Pengembangan Kawasan Transmigrasi

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Selasa, 26 Agustus 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) turut serta dalam kegiatan pembekalan dan pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia pada 24–25 Agustus 2025 di Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan berbagai dosen dan mahasiswa lintas fakultas yang tergabung dalam tim dengan penugasan di sejumlah daerah, antara lain Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, dan Kalimantan Tengah. Kehadiran dosen dan mahasiswa FTP UGM menunjukkan komitmen fakultas dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan partisipatif.

Dalam kegiatan ini, FTP UGM mengirimkan perwakilan dosen dan mahasiswa dalam berbagai tim. Untuk lokasi Lewa, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tim pertama dipimpin oleh Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P. dengan anggota Figo Djordhi Syahputra, S.T.P., Hilda Maya Sintia Dewi, S.T.P., M.Sc., Ridwan Adnan Saputro (Fakultas Geografi), serta Shifa Anisya Aulia. Tim kedua di lokasi yang sama diketuai oleh Dr. Ir. Priyanto Triwitono, M.P. dengan anggota Enrico Garciano Sahrani, Putra Alfiansyah, Roisatu Khurin Ain, serta Umi Hapsari, S.T.P., M.Sc.

Untuk lokasi Paleleh, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, tim pertama dipimpin oleh Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng. dengan anggota Intan Dewi Larasati, S.T.P., M.Sc., Muhammad Khairul Amal, Odam Asdi Artosa, S.Sos., M.A. (FISIPOL), serta Pitaloka Ainun Yasmin (FISIPOL). Tim kedua di lokasi Paleleh diketuai oleh Dr. Muhammad Prasetya Kurniawan, S.T.P., M.Sc. dengan anggota Abdur Rahman Khidzir, Kartika Ratna Sari, Luqman Faqihuddin, serta Nabila Ayu Arista Putri.

Selanjutnya, untuk lokasi Ranah Balingka Bernas, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, tim dipimpin oleh Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D. dengan anggota Fadhel Munelson, Ir. Pujo Saroyo, M.Eng.Sc., Tri Ariani, serta Wahyu Duwi Santoso. Sementara itu, untuk lokasi Tumbang Jutuh–Bereng Belawan, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, tim pertama dipimpin oleh Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D. dengan anggota Adelia Shafa (Fakultas Kehutanan), Agus Indiyanto, S.Sos., M.Si. (Fakultas Ilmu Budaya), Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc., serta Ravidianto Nur Prasetyo (Fakultas Ilmu Budaya). Tim kedua di lokasi yang sama dipimpin oleh Dr.nat.techn. Aulia Ardhi, S.T.P., M.Sc. dengan anggota Hafidz Ebril Perdana, S.T.P., Laura Kusumawati, Muhammad Asy’ari Firnanda, serta Mumtaz Hatta Niha’i Sipayung.

Program Ekspedisi Patriot bertujuan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi sebagai pusat ekonomi baru melalui pendekatan multidisiplin. Dalam pelaksanaannya, tim ditugaskan untuk mengidentifikasi potensi lokal, merumuskan strategi pengembangan kawasan, mendorong industrialisasi dan investasi, serta menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa, dosen, dan pemangku kepentingan setempat.

Keterlibatan FTP UGM dalam kegiatan ini juga menegaskan kontribusi fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini sejalan dengan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pengembangan potensi lokal yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan akademik kepada masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui dorongan industrialisasi dan investasi di kawasan transmigrasi, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan pemerataan pembangunan antardaerah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

123…5

Berita Terakhir

  • Pelurusan Istilah UPF Jadi Fokus FGD FTP UGM dan BGN, Akademisi Tekankan Pangan Aman, Bergizi, Halal, dan Sehat
  • FTP UGM Pertajam Persiapan Pembukaan Double Degree melalui Diskusi dengan Yamagata University Jepang
  • Dua Lulusan Raih IPK Sempurna, FTP UGM Lepas Wisudawan Pascasarjana Periode II TA 2025/2026
  • Serah Terima Jabatan Pengurus Departemen dan Program Studi FTP UGM Masa Jabatan 2026–2031
  • FTP UGM Dorong Kesadaran Cegah Food Waste Melalui Edukasi di Lingkungan Fakultas

Berita UGM

  • Kisah Herdiana, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Berbisnis Teh Herbal Celup 20 Februari 2026
  • Sinkhole Muncul di Sumbar dan Gunungkidul, Ketahui Penyebab dan Tanda Alam Menyertainya  20 Februari 2026
  • Kapasitas PLTS Atap Pribadi Naik, Dosen UGM Desak Pemerintah Kejar Target Bauran Energi  20 Februari 2026
  • FIB UGM dan UNTL Timor Leste Kerja Sama Pendidikan dan Riset  20 Februari 2026
  • Ahli Gizi RSA UGM Bagikan Tips Cegah Kenaikan Berat Badan Saat Puasa Ramadhan 20 Februari 2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju