Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan sosialisasi tentang Penanganan dan Pengolahan Limbah Rempah Produksi Wedang Uwuh di lokasi produksi UMKM Progress Jogja, Dusun Petir RT 01 Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta pada 27 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM mengenai cara pengelolaan limbah rempah yang efektif, agar limbah tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
Dalam sosialisasi ini, Prof. Dr. Ria Millati, S.T., M.T., dan Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech, Ph.D., dari FTP UGM, menjelaskan berbagai strategi pengolahan limbah rempah yang dapat diaplikasikan oleh UMKM. Mereka menyoroti pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, tidak hanya untuk mengurangi dampak lingkungan tetapi juga untuk membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, seperti pemanfaatan limbah menjadi bahan baku untuk produk lain.
Kegiatan ini disambut baik oleh para peserta yang sebagian besar adalah pengusaha UMKM dari wilayah sekitar. Mereka mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana limbah rempah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendukung keberlanjutan usaha kecil menengah di wilayah Yogyakarta.
Sosialisasi ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mempercepat tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama pada poin SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Kontributor : Zidan Adhim
Dalam kegiatan ini, Dr. Widiastuti Setyaningsih menyampaikan topik “Edible Flowers as Innovative Ingredients for Future Functional Food Products.”. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sosial seperti kepemimpinan, presentasi, kerjasama tim, dan komunikasi. Dr. Widiastuti Setyaningsih memaparkan berbagai manfaat dan potensi bunga edible sebagai bahan inovatif untuk produk pangan fungsional di masa depan, serta bagaimana penerapannya dapat meningkatkan kualitas dan keanekaragaman pangan.
Pada kegiatan ini, Dr. Lulum Leliana menyampaikan topik Hilirisasi Pertanian Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan. Peserta kegiatan, yang terdiri dari perwakilan klaster pangan dan pondok pesantren, diberikan wawasan mengenai pentingnya proses hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Selain itu, mereka juga mendapatkan penjelasan dan demonstrasi praktis tentang bagaimana menerapkan hilirisasi dalam kegiatan sehari-hari untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan.