• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • (Page 2)
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

FTP UGM dan Pemkot Semarang Perkuat Kolaborasi Kembangkan Urban Gastronomy Berbasis Riset

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Rabu, 5 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang  melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Kontrak Kerja Sama Swakelola yang dilanjutkan dengan diskusi tindak lanjut Kajian Potensi Pengembangan Urban Gastronomy di Kota Semarang pada Rabu (5/8) di Operation Room FTP UGM. Kolaborasi ini menjadi langkah awal penyusunan kajian berbasis riset untuk memperkuat produk unggulan gastronomi Kota Semarang sebagai bagian dari strategi city branding dan pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam diskusi, Kepala BRIDA Kota Semarang, Dr. Bagus Irawan, S.T., M.T., M.Eng. menyampaikan pengembangan gastronomi sebagai upaya strategis yang mendukung penguatan branding produk unggulan Kota Semarang dalam rangka akselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif. Selain itu,  Asdani Kindarto, S.Sos., M.Eng., Ph.D. sebagai kepala bidang penelitian dan pengembangan BRIDA Kota Semarang menekankan bahwa pengembangan gastronomi memerlukan pendekatan yang tidak hanya melihat produk kuliner, tetapi juga mengintegrasikan nilai budaya yang selama ini masih tersebar dalam berbagai narasi. Menurutnya, fondasi gastronomi yang kuat akan menjadi modal penting dalam membangun identitas kota.

“Diplomasi yang baik dimulai dari perut. Karena itu, penguatan fondasi kuliner akan mempermudah pencapaian city branding Kota Semarang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Gastronomi Indonesia (GI) UGM, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan urban gastronomy memerlukan standar yang mampu menjaga identitas sekaligus kualitas produk kuliner daerah. Menurutnya, proses tersebut tidak berhenti pada inventarisasi makanan khas, tetapi juga mencakup aspek keamanan pangan, pemasaran, dan keberlanjutan produk.

“Standarisasi resep berfungsi sebagai penegas identitas produk. Di samping variasi resep, faktor utama yang wajib diperhatikan adalah sanitasi, branding, dan umur simpan (shelf life),” jelas Bambang.

Ia menambahkan bahwa salah satu syarat sebuah kota untuk memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy adalah memiliki sedikitnya tiga produk kuliner unggulan, menyelenggarakan seminar secara berkala, serta menyusun laporan tahunan mengenai pengembangan produk dan kegiatan gastronomi. Menurutnya, kegiatan seperti seminar dan masterclass menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan FTP UGM, menyampaikan bahwa kajian yang akan dilakukan tidak hanya berorientasi pada identifikasi potensi kuliner, tetapi juga menghasilkan rekomendasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengembangan gastronomi. Kajian tersebut akan berfokus pada co-creation value dan kondisi eksisting, keragaman kuliner sebagai identitas daerah, serta sejarah dan akulturasi budaya yang membentuk kekayaan kuliner Kota Semarang.

Masukan terhadap pendekatan penelitian juga disampaikan oleh Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc., yang menilai pentingnya penyusunan instrumen survei yang komprehensif serta penggunaan metode analisis yang sesuai untuk mengolah data pada skala makro. Selain itu, dokumentasi kuliner yang terstruktur dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat identitas gastronomi daerah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan kuliner lokal.

Melalui kerja sama ini, FTP UGM bersama BRIDA dan Bappeda Kota Semarang berharap dapat menghasilkan kajian yang tidak hanya memperkuat identitas kuliner Kota Semarang, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis riset dalam pengembangan urban gastronomy. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan daya saing daerah melalui pelestarian warisan kuliner, penguatan ekonomi kreatif, serta pengembangan jejaring gastronomi di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan identitas kota berbasis warisan kuliner, SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis gastronomi, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset.

FTP UGM Sambut 338 Mahasiswa Baru, Perkuat Sinergi Bersama Orang Tua untuk Dukung Keberhasilan Studi

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Selasa, 4 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pertemuan dan Silaturahmi Orang Tua Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 pada Senin (3/8) di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Kegiatan ini dihadiri pimpinan fakultas, Persatuan Orang Tua Mahasiswa (POTM), serta orang tua mahasiswa baru sebagai upaya memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus membangun sinergi antara fakultas dan keluarga dalam mendukung keberhasilan studi mahasiswa. Pada tahun akademik 2026/2027, FTP UGM menerima 338 mahasiswa baru, yang terdiri atas 113 mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP), 105 mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian (TEP), dan 120 mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan FTP UGM, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di FTP UGM. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan awal dari proses pembentukan karakter, kemandirian, dan tanggung jawab yang akan menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. “Saya mengucapkan selamat dan selamat datang, serta terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan untuk mendampingi putra-putri Bapak dan Ibu menempuh pendidikan tinggi,” ujar Eni.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa akan memasuki fase kehidupan yang berbeda dari sebelumnya, di mana mereka dituntut untuk belajar mengambil keputusan secara mandiri. “Selama ini mereka bergantung pada keluarga, maka hari ini mereka akan belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, lebih bertanggung jawab, dan dewasa dalam mengambil keputusan. Sebagian mahasiswa baru akan tinggal jauh dari rumah untuk pertama kalinya, dan Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar yang nyaman, ramah untuk belajar, serta makanannya juga murah,” tuturnya yang disambut tawa para hadirin.

Kepercayaan terhadap FTP UGM juga disampaikan oleh Cahyo Hendro Atmoko, S.T.P., M.Sc., ayah dari Attar Muhammad Nurul Karim, yang mewakili orang tua mahasiswa baru. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang dimiliki FTP UGM memberikan keyakinan bahwa mahasiswa akan memperoleh pendampingan akademik yang optimal selama menjalani pendidikan. “Dalam konteks kami sebagai orang tua, kami berharap FTP UGM dapat membawa anak-anak kami menjadi lebih maju dan lebih baik lagi. Tadi juga disampaikan bahwa FTP memiliki 18 profesor, sekitar 104 dosen, dan sekitar 1.300 mahasiswa. Komposisi sekitar satu dosen untuk sepuluh mahasiswa ini menurut saya sangat baik karena memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dan mendapatkan pendampingan yang lebih intens dari dosen,” ungkapnya.

Sebagai bekal awal bagi orang tua dalam mendampingi putra-putrinya selama menjalani perkuliahan, Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FTP UGM, memaparkan sistem akademik, layanan kemahasiswaan, serta berbagai program pembinaan yang akan diterima mahasiswa. Melalui sesi tersebut, orang tua memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran, pendampingan akademik, hingga layanan yang tersedia untuk mendukung perkembangan mahasiswa selama menempuh studi di FTP UGM.

Turut hadir Herman Wahyu Dwi Maelana, S.Pd., M.M., selaku Pengurus Persatuan Orang Tua Mahasiswa (POTM) FTP UGM, yang memperkenalkan peran POTM sebagai mitra strategis fakultas dalam menjembatani komunikasi antara orang tua dan institusi. Sementara itu, Erlangga Adi Setiawan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP UGM Tahun 2026, memperkenalkan kehidupan kemahasiswaan di FTP UGM sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, organisasi, kreativitas, dan jejaring. Informasi mengenai layanan administrasi akademik juga disampaikan oleh Agung Wijayanto, S.E., M.Acc., Kepala Kantor Administrasi FTP UGM, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing departemen mengenai profil program studi, kurikulum, fasilitas, serta peluang pengembangan akademik yang dapat diikuti mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, FTP UGM berharap terjalin komunikasi dan kolaborasi yang erat antara fakultas, orang tua, dan mahasiswa sejak awal masa studi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga mahasiswa dapat berkembang menjadi lulusan yang unggul, berintegritas, adaptif, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan pendidikan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan orang tua mahasiswa, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara fakultas, keluarga, dan sivitas akademika dalam mendukung keberhasilan pendidikan mahasiswa.

ASEAN Cultural Exchange Programme Pertemukan Mahasiswa UPM, Malaysia, dengan FTP UGM

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Kamis, 30 Juli 2026

Belajar memainkan gamelan, membatik, hingga menarikan tari klasik Yogyakarta menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mahasiswa Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences, Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam UPM ASEAN Cultural Exchange – Indonesia Programme yang diselenggarakan bersama Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 27–28 Juli 2026, di Yogyakarta. Program ini mempertemukan 14 mahasiswa UPM yang tergabung dalam Student’s Associations of Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences UPM dan 14 mahasiswa FTP UGM dalam pertukaran akademik dan budaya yang bertujuan memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi komunikasi lintas budaya, serta mempererat persahabatan antar mahasiswa di kawasan ASEAN.

Program yang didampingi Dr. Fairolniza Mohd Shariff dan Mrs. Nurul Hidayah Samadi dari UPM ini juga menjadi langkah awal dalam menginisiasi kerja sama antara Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences UPM dengan FTP UGM, khususnya Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM. Melalui berbagai kegiatan akademik dan budaya, mahasiswa dari kedua universitas memperoleh ruang untuk saling bertukar pengalaman sekaligus membangun jejaring internasional.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P.  menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen kedua institusi dalam memperkuat kolaborasi akademik dan hubungan antar perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi lintas budaya yang semakin dibutuhkan di era global.

“ASEAN is more than a regional organization—it is a community built upon diversity, mutual respect, and shared aspirations. Through programmes such as this, we create opportunities for our young generation to appreciate different cultures, learn from one another, and develop the intercultural competencies that are essential in today’s interconnected world,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari kesan yang mereka bagikan setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satu mahasiswa UPM, Norhaikal Bin Norhaizad (Haikal), mengatakan bahwa program tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena memberinya kesempatan untuk bertemu dan menjalin persahabatan dengan mahasiswa UGM.

“It is a very fun programme between UPM and UGM. We can make friends with the UGM students. If I could describe this programme in one word, I would say it is an amazing programme,” ujarnya.

Bagi Nor Syameel Azraie Bin Nor Ezlie Azram (Syameel), pengalaman mengenal budaya Indonesia menjadi bagian yang paling menarik selama mengikuti program.

“I learned a lot about Indonesian culture, especially the gamelan, the food, and the people. If I had to describe this programme in one word, it would be fun,” katanya.

Sementara itu, Nur Irdina Rauqah Binti Nasrun (Dina) mengaku kunjungan pertamanya ke Yogyakarta memberikan pengalaman yang melampaui ekspektasinya.

“Everything is just fantastic about Jogja, the food, the environment, and also the people. I really enjoyed this programme,” ungkapnya.

Selain mengikuti sesi perkenalan dan presentasi mengenai profil universitas serta aktivitas kemahasiswaan, mahasiswa UPM juga diajak mengunjungi laboratorium di FTP UGM untuk mengenal fasilitas pendidikan dan penelitian yang dimiliki fakultas. Interaksi tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai kehidupan akademik di kedua perguruan tinggi sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa depan.

Pengalaman lintas budaya kemudian dilanjutkan melalui kunjungan ke Desa Wisata Pentingsari, Sleman. Di desa wisata tersebut, mahasiswa dari kedua universitas belajar memainkan gamelan, mencoba membatik, serta mempelajari tari klasik Yogyakarta sesuai pakem yang berlaku. 

Melalui UPM ASEAN Cultural Exchange – Indonesia Programme, FTP UGM terus memperkuat komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pengalaman belajar yang mengintegrasikan akademik dan budaya. Program ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara FTP UGM dan UPM, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun mobilitas mahasiswa, sehingga mampu melahirkan lulusan yang memiliki perspektif global sekaligus apresiasi terhadap keberagaman budaya.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pengalaman belajar internasional, SDG 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan) melalui peningkatan pemahaman lintas budaya, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN.

Workshop Sustainable Workspace Ajak Sivitas FTP UGM Wujudkan Kantor Minim Jejak Karbon

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Selasa, 28 Juli 2026

Mewujudkan lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan memerlukan perubahan budaya, bukan sekadar penerapan teknologi. Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Sustainable Workspace: Menuju Kantor Minim Jejak Karbon pada Selasa (28/7) sebagai salah satu rangkaian Dies Natalis ke-63 FTP UGM. Workshop yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan (tendik) ini menghadirkan Ir. Sentagi Sesotya Utami, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU. sebagai narasumber untuk membahas strategi membangun lingkungan kerja yang lebih ramah lingkungan.

Melalui workshop ini, peserta diajak memahami bahwa konsep sustainable workspace tidak hanya berkaitan dengan efisiensi penggunaan energi, tetapi juga mencakup perubahan perilaku sehari-hari di lingkungan kerja. Berbagai aspek, seperti pengurangan penggunaan kertas, pengelolaan limbah yang lebih baik, pemanfaatan sumber daya secara bijak, hingga kebiasaan bekerja yang mendukung pengurangan jejak karbon, menjadi bagian penting dalam mewujudkan kantor yang berkelanjutan.

Sebagai fakultas yang memiliki perhatian terhadap isu keberlanjutan, FTP UGM memandang bahwa penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan perlu dimulai dari lingkungan kerja internal. Oleh karena itu, workshop ini menjadi ruang diskusi bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk mengeksplorasi berbagai langkah nyata yang dapat diterapkan dalam aktivitas perkantoran sehari-hari.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan workshop secara interaktif untuk mengidentifikasi berbagai praktik yang berpotensi mendukung terciptanya kantor minim jejak karbon. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk saling bertukar gagasan dan merumuskan solusi yang relevan dengan kebutuhan lingkungan kerja di FTP UGM.

Penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari komitmen FTP UGM untuk terus mengembangkan budaya kerja yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Sejalan dengan tema Dies Natalis ke-63, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sivitas akademika bahwa setiap individu memiliki peran dalam mewujudkan lingkungan kampus yang lebih efisien, sehat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan praktik kerja yang lebih berkelanjutan, SDG 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya pengurangan jejak karbon di lingkungan perkantoran, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi sivitas akademika dalam membangun budaya kerja yang berkelanjutan.

Pertemuan Tim Asesor ASIIN dengan Pimpinan Fakultas Teknologi Pertanian UGM dan Pengurus Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem UGM, 4-5 Februari 2025

Tiga Program Studi DTPB FTP UGM Kantongi Akreditasi Internasional ASIIN hingga 2030

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Kamis, 23 Juli 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan capaian di tingkat internasional. Tiga program studi di Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), yaitu Program Studi Sarjana Teknik Pertanian, Program Studi Magister Teknik Pertanian, dan Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian, resmi memperoleh Akreditasi Internasional ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) secara penuh (fully accredited) dengan masa berlaku 17 Juni 2025 hingga 30 September 2030. Informasi tersebut disampaikan melalui surat Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM tertanggal 20 Juli 2026 yang menyatakan ketiga program studi telah memenuhi seluruh persyaratan (requirements) akreditasi internasional ASIIN.

Pencapaian tersebut merupakan hasil dari rangkaian proses asesmen yang telah dilaksanakan sejak visitasi tim asesor ASIIN pada 4–5 Februari 2025. Dalam proses tersebut, tim asesor yang terdiri atas akademisi dan perwakilan ASIIN melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan pendidikan pada Program Studi Sarjana Teknik Pertanian, Program Studi Magister Teknik Pertanian, dan Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian.

Selama visitasi, tim asesor berdiskusi dengan pimpinan Universitas Gadjah Mada, pimpinan Fakultas Teknologi Pertanian, pengelola Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra industri. Berbagai aspek menjadi fokus penilaian, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, tata kelola program studi, pengembangan sumber daya manusia, kerja sama dengan mitra, hingga keterlibatan alumni dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Selain melakukan diskusi, tim asesor juga meninjau berbagai fasilitas penunjang pembelajaran yang dimiliki UGM, termasuk fasilitas kesehatan, olahraga, layanan disabilitas, asrama mahasiswa, hingga Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK). Di lingkungan Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, asesor melakukan visitasi ke lima laboratorium, yaitu Laboratorium Teknik Sumberdaya Lahan dan Air, Laboratorium Energi dan Mesin Pertanian, Laboratorium Teknik Pangan dan Pascapanen, Laboratorium Fisika Hayati, serta Laboratorium Teknik Lingkungan Bangunan Pertanian untuk mengevaluasi kelengkapan sarana, kapabilitas laboratorium, dan aspek keselamatan kerja.

Dalam sesi penutupan visitasi, Ketua Tim Asesor ASIIN, Prof. Dr. Dieter Trautz dari Osnabrück University of Applied Sciences, menyampaikan apresiasi atas kesiapan ketiga program studi dalam menjalani proses asesmen. Rangkaian evaluasi tersebut mencerminkan komitmen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi sesuai standar internasional.

Diraihnya akreditasi internasional ASIIN menjadi pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM sekaligus memperkuat komitmen fakultas dalam menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat global. Capaian ini juga diharapkan semakin memperluas peluang kolaborasi internasional, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta pengembangan pendidikan dan penelitian yang berdaya saing.

Pencapaian ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi yang memenuhi standar internasional, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui peningkatan kualitas pendidikan teknik yang mendukung inovasi, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring dan pengakuan internasional dalam pengembangan pendidikan tinggi.

1234…33

Berita Terakhir

  • Setahun di Yogyakarta, Setahun di Melbourne: FTP UGM dan University of Melbourne Luncurkan Double Degree Program
  • Didi Widjanarko: Lulusan Teknologi Pertanian Harus Siap Beradaptasi di Era Digital
  • Srawung Desa 2026, Semai Karya dan Cipta Berdaya Bersama Masyarakat Gondoarum
  • ParagonCorp MT 2027
  • Tepat di Hari UMKM Nasional, 30 Pelaku Usaha Ramaikan Workshop Nasional UMKM

Berita UGM

  • UGM dan Pemda DIY Dorong Regenerasi Petani melalui Tandur Muda 28 Agustus 2026
  • Bantu Petani, Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Deteksi Cepat Penyakit Cabai 28 Agustus 2026
  • Telusuri Jejak Penyelam TNI AL, Dosen Sejarah UGM Raih Brevet Kehormatan 28 Agustus 2026
  • Gelanggang Expo Resmi Dibuka, Yuk Kenali Ragam UKM dan Komunitas Kampus 28 Agustus 2026
  • Sokong Laju Ekonomi, Peneliti UGM Petakan 3 Kategori UMKM Paling Potensial 28 Agustus 2026

Agenda

  • 30Agu TraktoRun 2026
  • 06Sep Agropreneur Business Plan Competition 2026
  • 13Sep Family Fun Day
  • 13Sep Final AGROPRENEUR 2026
  • 21Sep Rapat Terbuka Senat dan Puncak Dies Natalis Ke-63 FTP UGM
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju