• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Program Double Degree
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Beasiswa Mahasiswa Internasional
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • (Page 4)
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

GROW • LEAD • SUSTAIN, Expo Produk Unggulan FTP UGM Tampilkan Inovasi untuk Pertanian Berkelanjutan

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Sabtu, 29 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menampilkan beragam hasil riset dan inovasi teknologi pertanian melalui Expo Produk Unggulan FTP yang berlangsung di Selasar FTP UGM, 27–28 Agustus 2026. Mengusung tema “GROW • LEAD • SUSTAIN”, expo menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana riset di tiga departemen FTP dikembangkan menjadi inovasi yang aplikatif sekaligus memiliki peluang untuk dihilirkan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Berbagai produk riset dari Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP), Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), serta Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) ditampilkan dalam bentuk poster ilmiah, prototype, media audiovisual, serta profil dan roadmap laboratorium. Keragaman tersebut memperlihatkan spektrum inovasi FTP, mulai dari pengembangan teknologi hingga hasil riset yang berpotensi diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut.

Tema “GROW • LEAD • SUSTAIN” menjadi semangat yang mendasari penyelenggaraan expo. Grow merepresentasikan pertumbuhan pengetahuan, riset, dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan FTP. Lead mencerminkan kontribusi FTP dalam menghasilkan gagasan dan teknologi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat. Sementara itu, sustain menegaskan pentingnya memastikan inovasi dapat terus memberikan manfaat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Tidak berhenti pada menampilkan hasil penelitian, expo juga dirancang sebagai ruang untuk mempertemukan inovasi dengan peluang pengembangan lebih lanjut. Interaksi antara sivitas akademika, mitra, dan pengunjung membuka kesempatan untuk membangun jejaring, mengembangkan kolaborasi riset, serta mendorong proses hilirisasi produk dan teknologi yang dihasilkan FTP UGM.

Keterlibatan mahasiswa turut memperkuat karakter expo sebagai ruang pembelajaran. Mahasiswa terlibat sebagai booth ambassador yang menjelaskan produk, riset, dan konten yang ditampilkan di masing-masing booth. Peran tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengomunikasikan hasil riset sekaligus berinteraksi langsung dengan berbagai kalangan.

Expo Produk Unggulan FTP menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63 FTP UGM. Melalui kegiatan ini, capaian riset dari berbagai laboratorium dan departemen tidak hanya ditampilkan sebagai hasil akademik, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan FTP untuk terus grow, lead, dan sustain dalam menghasilkan inovasi yang relevan bagi masyarakat, industri, dan pembangunan berkelanjutan.

FTP UGM dan Faperta UMMAT Jajaki Kolaborasi Tridarma

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 28 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (Faperta UMMAT) menjajaki pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia melalui diskusi di Operation Room FTP UGM, Jumat (28/8). Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kolaborasi, mulai dari KKN-PPM, penelitian komoditas unggulan, kompetisi mahasiswa, hingga pengembangan program akademik dan joint research.

Dekan Faperta UMMAT, Syiril Ihromi, S.P., M.P., menyampaikan bahwa hubungan antara kedua fakultas sebelumnya telah terjalin melalui beberapa kegiatan, antara lain dosen tamu dan narasumber. Melalui penjajakan ini, Faperta UMMAT berharap kerja sama dapat dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas.

“Harapannya bisa dibangun kerja sama yang lebih luas bidangnya,” ujar Syiril.

Salah satu peluang yang dibahas adalah kolaborasi KKN-PPM antara UGM dan perguruan tinggi setempat. Program tersebut dapat diselaraskan dengan kegiatan yang telah dimiliki Faperta UMMAT sehingga pelaksanaannya dapat menyesuaikan kebutuhan dan potensi wilayah Nusa Tenggara Barat. Kolaborasi dengan industri juga dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung program melalui pemanfaatan fasilitas, akomodasi, maupun dukungan pendanaan.

Di bidang penelitian, komoditas kakao menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan bersama. FTP UGM sebelumnya telah melaksanakan kegiatan pelatihan sumber daya manusia bidang kakao pada 19–21 Agustus 2026. Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu pijakan untuk mengembangkan penelitian maupun program lain yang berkaitan dengan komoditas unggulan daerah.

Peluang kerja sama juga terbuka melalui kegiatan kemahasiswaan dan pendidikan. Untuk pengembangan sumber daya manusia, dosen Faperta UMMAT yang akan melanjutkan studi doktoral juga berpeluang mengembangkan penelitian melalui skema by research bersama dosen FTP UGM. Dalam jangka lebih panjang, kerja sama dapat diarahkan pada joint research untuk penelitian dalam maupun luar negeri.

Dekan Faperta UMMAT menyampaikan bahwa penguatan jejaring menjadi salah satu kebutuhan institusinya, khususnya dalam memperoleh akses informasi serta memperluas kerja sama internasional di bidang penelitian dan kemahasiswaan. Faperta UMMAT saat ini memiliki Program Studi Teknik Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian serta tengah merencanakan pembukaan program studi baru.

Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi kedua fakultas untuk mengidentifikasi bidang yang memiliki kepentingan bersama dan menyiapkan peluang kolaborasi yang lebih konkret. Ke depan, kerja sama dapat diarahkan pada penyusunan proposal bersama, penetapan komoditas unggulan sebagai fokus penelitian, serta penguatan jejaring dengan industri dan pemerintah daerah.

Melalui penjajakan ini, FTP UGM dan Faperta UMMAT diharapkan dapat memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kolaborasi akademik dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan jejaring kerja sama antarlembaga.

Setahun di Yogyakarta, Setahun di Melbourne: FTP UGM dan University of Melbourne Luncurkan Double Degree Program

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 26 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, resmi meluncurkan program double degree yang memungkinkan mahasiswa menempuh satu tahun studi di UGM dan satu tahun di University of Melbourne. Peluncuran program yang menjadi kolaborasi double degree pertama antara kedua institusi ini berlangsung melalui Research Talk Universitas Gadjah Mada-University of Melbourne Double Degree Program: Yogyakarta Campus Launch Event Master in Agro-Industrial Technology UGM and Master of Agricultural Science UoM di Operation Room FTP UGM, Rabu (26/8). Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan agroindustri melalui pengalaman akademik serta riset di Indonesia dan Australia.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., mengatakan program ini menjadi langkah penting dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui lingkungan pendidikan yang berbeda. Melalui skema 1+1, mahasiswa akan menjalani tahun pertama di Program Studi Magister Teknologi Industri Pertanian FTP UGM, kemudian melanjutkan tahun kedua di Program Studi Master of Agricultural Science (Specialization in Agribusiness or Food Sustainability), School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne dan menyelesaikan studi dengan memperoleh dua ijazah dan dua gelar dari kedua universitas.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan perspektif kepada para calon pemimpin masa depan untuk lebih memahami dan menghargai berbagai situasi di negara yang berbeda,” ujar Prof. Eni.

Kolaborasi tersebut tidak hanya menawarkan pengalaman belajar di dua negara, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas riset dalam lingkungan akademik internasional. Associate Professor Dorin Gupta, Director of Graduate Research School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, menjelaskan bahwa mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar dari dua lingkungan akademik sekaligus, termasuk kesempatan mengembangkan penelitian pada tahun kedua di Melbourne.

“Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan keahlian dan bimbingan dari kedua negara sekaligus memperluas kapasitas riset mereka,” tutur Dorin.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi penting karena tantangan pangan tidak mengenal batas negara. Indonesia dan Australia menghadapi sejumlah persoalan yang sama, seperti perubahan iklim, keberlanjutan produksi pangan, dan kebutuhan memastikan ketersediaan pangan bagi generasi mendatang. Namun, masing-masing negara juga memiliki keahlian dan tantangan yang berbeda.

“Ketika kita menggabungkan keahlian yang ada di masing-masing universitas, kita akan lebih siap menemukan solusi untuk mempertahankan produksi pangan dan memastikan ketersediaan pangan bagi semua orang, baik di Indonesia, Australia, maupun di seluruh dunia,” jelasnya.

Dorin juga melihat mahasiswa sebagai bagian penting dari keberlanjutan hubungan akademik kedua negara. Ia berharap lulusan program ini dapat membawa pengetahuan yang diperoleh di Melbourne kembali ke Indonesia sekaligus menjadi penghubung dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Australia.

“Saya ingin menyampaikan kepada mahasiswa Indonesia, datanglah ke Australia, datanglah ke Melbourne. Ini adalah kesempatan untuk berpikir lebih luas dan berkembang melampaui apa yang sudah kalian miliki di negara sendiri,” ungkap Dorin.

Program double degree ini direncanakan mulai berjalan pada 2027 dengan dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan pemerintah Australia. Pada angkatan pertama, program ditargetkan menerima 15 mahasiswa. Bidang yang dapat dikembangkan mencakup teknologi agroindustri, keberlanjutan, keamanan pangan, serta bidang terkait dalam kajian pertanian dan sistem pangan.

Peluncuran program kemudian dilengkapi dengan Research Talk yang menghadirkan peneliti dari School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne dan FTP UGM. Dorin Gupta membawakan topik Improving Food Security through Sustainable Agriculture and Global Partnerships, yang menekankan pentingnya kemitraan global dalam menjawab tantangan ketahanan pangan.

Sementara itu, Dr. Antanas Spokevicius, Director of Postgraduate Education School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, membahas Tropical Plantation Forestry and Wood Properties; A Long-Lived Crop. Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM, melengkapi sesi dengan pembahasan Logistics & Supply Chain in Indonesia: An Archipelagic State, yang mengangkat tantangan distribusi pangan dan hasil pertanian di Indonesia sebagai negara kepulauan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi yang melibatkan mahasiswa dan dosen FTP UGM. Pertanyaan yang muncul tidak hanya membahas topik riset, tetapi juga peluang penelitian dan mekanisme mengikuti program double degree. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kolaborasi ini membuka ruang baru bagi civitas akademika FTP UGM untuk mengembangkan studi, riset, dan jejaring akademik lintas negara.

Bagi kedua institusi, program ini menjadi pijakan untuk membangun kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang, termasuk peluang penelitian bersama, mobilitas mahasiswa, dan pengembangan program pendidikan kolaboratif. Bagi mahasiswa, pengalaman belajar di Yogyakarta dan Melbourne diharapkan tidak berhenti pada dua gelar, tetapi menjadi bekal untuk memahami persoalan pangan dari perspektif yang lebih luas dan menghadirkan solusi yang relevan bagi Indonesia maupun dunia.

Kolaborasi FTP UGM dan Faculty of Science, University of Melbourne ini sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 melalui penguatan riset ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, SDG 4 melalui perluasan akses pendidikan berkualitas berorientasi global, serta SDG 17 melalui penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia.

Dari Benih hingga Lahan, FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri Kembangkan Teknologi Pertanian Berbasis Data

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 26 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Sang Hyang Seri (Persero) menindaklanjuti kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi pertanian tanaman pangan melalui pembahasan pengembangan teknologi deteksi kualitas benih berbasis X-ray dan sistem pemetaan pertanian menggunakan drone dalam kunjungan kerja Direksi PT Sang Hyang Seri ke Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) FTP UGM, Rabu (26/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Departemen TPB tersebut menjadi forum untuk membahas progres dua proposal kerja sama sekaligus mengidentifikasi kebutuhan teknologi pertanian di lapangan.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, hadir bersama Prof. Dr. Inex Slamet-Loedin, Vice President Research Agustinus Budi S., serta jajaran PT Sang Hyang Seri. Rombongan diterima Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., bersama Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., serta tim peneliti FTP UGM.

Salah satu pembahasan utama adalah pengembangan alat evaluasi kualitas benih padi dan kedelai menggunakan teknologi X-ray. Dr. Bayu Nugraha memaparkan rancangan teknologi yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan PT Sang Hyang Seri terhadap laboratorium eksternal yang dapat mendeteksi kerusakan benih secara cepat. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat mendukung proses evaluasi kualitas benih secara lebih efektif.

Dari sisi budidaya, Dr. Andri Prima Nugroho memaparkan pengembangan drone untuk mendukung agrofarm PT Sang Hyang Seri. Data kondisi lahan yang diperoleh melalui teknologi tersebut akan diolah untuk menghasilkan peta rekomendasi pemupukan dan mendukung pengambilan keputusan dalam mekanisasi pertanian.

Pengembangan drone juga direncanakan melibatkan mahasiswa Program Profesi Insinyur FTP UGM melalui kegiatan kerja praktik di PT Sang Hyang Seri. Keterlibatan mahasiswa sekaligus diharapkan dapat memperkaya data lapangan untuk mendukung pengembangan teknologi. Dalam kerja sama tersebut, terdapat dua paket yang ditawarkan, yaitu manajemen agronomi dan mekanisasi pertanian, serta peluang pengembangan proposal lanjutan terkait teknologi mesin pengering.

Selain budidaya dan perbenihan, pembahasan turut menyoroti kondisi teknologi pascapanen di fasilitas PT Sang Hyang Seri. Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan Dr. Sri Rahayoe, ditemukan silo yang sudah tidak digunakan, bed dryer yang masih menggunakan sekam, serta rice milling unit (RMU) yang mengalami penurunan mutu hasil giling. FTP UGM mengusulkan peningkatan mekanisme pengukuran kadar air agar lebih presisi serta perbaikan tungku biomassa untuk mengurangi kebocoran panas.

Penguatan teknologi pertanian berbasis data juga berpotensi dikembangkan melalui sejumlah usulan dari PT Sang Hyang Seri, antara lain pengembangan sistem Alternate Wetting and Drying (AWD) berbasis satelit, pembangunan greenhouse di Jakarta, serta pengecekan sistem traceability produk. Sistem traceability sendiri sebelumnya telah dikembangkan oleh tim Departemen TPB FTP UGM melalui desain aplikasi untuk komoditas kopi dan kakao.

Berbagai pembahasan tersebut memperlihatkan ruang kolaborasi yang semakin luas antara FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri, mulai dari menjaga kualitas benih, memperoleh data kondisi lahan, mendukung keputusan budidaya, hingga meningkatkan proses pascapanen. Kerja sama ini diarahkan untuk menghasilkan teknologi pertanian yang tidak hanya berbasis riset, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui tindak lanjut kerja sama ini, FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri terus membuka peluang pengembangan riset dan teknologi yang aplikatif bagi sektor pertanian tanaman pangan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi dan data dalam meningkatkan efisiensi serta kualitas produksi pertanian.

Srawung Desa 2026, Semai Karya dan Cipta Berdaya Bersama Masyarakat Gondoarum

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Sabtu, 15 Agustus 2026

Belajar dari masyarakat, mengenali potensi desa, hingga berbagi pengetahuan menjadi bagian dari semangat Dies Natalis ke-63 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Semangat tersebut diwujudkan melalui Srawung Desa 2026 bertema “Semai Karya, Cipta Berdaya” yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Dusun Gondoarum, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari FTP dan sejumlah fakultas lain di UGM dengan masyarakat Gondoarum dalam rangkaian aktivitas pemberdayaan, workshop, serta kegiatan sosial dan kebudayaan.

Ketua Dies Natalis FTP UGM 2026, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., mengatakan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kepekaan sosial dan memahami bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. “Salah satu yang kami harapkan adik-adik (mahasiswa UGM) berproses. Apa yang diharapkan? Kita punya kepekaan yang cukup tinggi. Oh, ternyata bermasyarakat itu tidak hanya satu arah ya, saya punya ilmunya nih di kampus, tapi juga ga harus dalam mengkomunikasikan merasa lebih tahu. Bapak-bapak ibu-ibu yang di sini itu pengalamannya lebih luar biasa. Jadi, kita akan belajar banyak di sini.”

Pesan tersebut menjadi salah satu landasan Srawung Desa 2026. Mahasiswa tidak ditempatkan semata-mata sebagai pihak yang membawa pengetahuan dari kampus, tetapi juga sebagai pembelajar yang membuka diri terhadap pengalaman, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat. Pertemuan dua arah tersebut diharapkan dapat membangun kepekaan sekaligus mendorong mahasiswa untuk melihat potensi dan persoalan desa dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ketua BEM FTP UGM, Erlangga Adi Setiawan menyampaikan bahwa Srawung Desa merupakan kegiatan di bawah naungan Kementerian Pengembangan Desa Mitra. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk “srawung” atau berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus menggali potensi yang dimiliki Padukuhan Gondoarum. “Tujuan kegiatan ini untuk ‘srawung’ dengan desa khususnya Padukuhan Gondoarum. Dan, nantinya kita akan coba untuk eksplor dan mencoba menginovasi apa keunggulan dari Gondoarum ini.” Ia menambahkan bahwa proses interaksi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan terhadap kehidupan desa, tetapi berkembang menjadi proses belajar dan pemberdayaan bersama. “Kegiatan Srawung Desa menjadi tempat belajar bersama untuk berinteraksi, berinovasi, dan juga memberdayakan masyarakat desa.”

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mempertemukan keilmuan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui workshop yang melibatkan tiga departemen di FTP UGM. Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) memberikan materi pengolahan produk berbahan dasar pisang melalui praktik pembuatan brownies kering. Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP) mengenalkan pemanfaatan kemasan ramah lingkungan, termasuk biofoam. Sementara itu, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) memberikan materi mengenai pembuatan pupuk organik cair melalui rekayasa alat.

Dosen TPB FTP UGM, Dr. Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mempertemukan kebutuhan tersebut dengan pengetahuan dan narasumber yang relevan. “Mungkin di sini (Padukuhan Gondoarum) ada kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat terkait pengetahuan atau teknologi yang diperlukan. Di sini adik-adik (mahasiswa UGM) sudah mengklasifikasi, mempertemukan bapak-ibu di sini dengan narasumber-narasumber.”

Berbagai workshop tersebut dirancang secara interaktif agar masyarakat tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga dapat mengikuti proses praktik. Pendekatan ini sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dapat dikomunikasikan dan diterapkan sesuai dengan konteks serta kebutuhan masyarakat.

Proses belajar bersama juga berlangsung di luar sesi workshop. Para volunteer mengikuti aktivitas keseharian warga, termasuk berkebun dan pergi ke pasar. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat sekaligus memahami potensi lokal yang tidak selalu dapat ditemukan melalui kegiatan formal.

Nuansa kebersamaan semakin terasa melalui rangkaian kegiatan kebudayaan, seperti karawitan, malam puncak, dan jalan pagi bersama di lingkungan desa. Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi yang lebih cair antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus mempererat hubungan selama pelaksanaan Srawung Desa.

Srawung Desa 2026 melibatkan sekitar 25 warga Dusun Gondoarum, serta 29 panitia dan 24 volunteer yang berasal dari FTP maupun sejumlah fakultas lain di UGM. Keterlibatan lintas fakultas tersebut memperluas perspektif dalam kegiatan sekaligus menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai bidang keilmuan.

Melalui tema “Semai Karya, Cipta Berdaya”, Srawung Desa 2026 menjadi salah satu bentuk nyata semangat Dies Natalis ke-63 FTP UGM dalam menghadirkan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan bahwa kebermanfaatan lahir dari kesediaan untuk mendengar, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Dari Gondoarum, mahasiswa dan masyarakat dipertemukan dalam proses yang sama: berbagi pengetahuan, menggali potensi, dan menciptakan keberdayaan bersama.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penerapan pengetahuan di masyarakat, SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui penguatan potensi dan kehidupan komunitas desa, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam pengembangan desa.

123456…36

Berita Terakhir

  • Tekan Susut Pangan, FTP UGM dan Direktorat P4T Bappenas Jalin Kerja Sama Kajian Teknologi Pascapanen
  • FTP UGM dan BIG Gelar Kick Off UGMPreneurs Batch V 2026, Ajak Mahasiswa Belajar Merintis dan Membesarkan Usaha dari Para Praktisi
  • FTP UGM Terima Kunjungan Kemenko Perekonomian, Bahas Hilirisasi Komoditas Agro Khususnya Kelapa
  • Prof. Mirwan Ushada Terima Estafet Kepemimpinan FTP UGM, Usung Semangat “Bersama Kita Bisa, FTP Rumah Kita”
  • FTP UGM Sambut Antusiasme Ratusan Siswa SMA/SMK dalam Sesi Sosialisasi Perkuliahan 

Berita UGM

  • Teliti Pergerakan Air di Luar Angkasa, Tim Mahasiswa UGM Siap Uji Eksperimen di Jerman 19 Oktober 2026
  • Usung Semangat Kebersamaan, 4.556 Mahasiswa Siap Berlaga di Ajang Porsenigama 19 Oktober 2026
  • 130 Peserta Ramaikan Tenis Kagama Cup, Jadi Ajang Reuni sekaligus Unjuk Kebolehan 19 Oktober 2026
  • Ide Saja Tidak Cukup, Eksekusi jadi Penentu Utama Keberhasilan Bisnis 19 Oktober 2026
  • UGM Kembali Sabet Predikat Tertinggi Five Star Plus Kampus Sehat ASEAN 19 Oktober 2026

Agenda

  • 29Okt Wisuda Pascasarjana
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju