Belajar dari masyarakat, mengenali potensi desa, hingga berbagi pengetahuan menjadi bagian dari semangat Dies Natalis ke-63 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Semangat tersebut diwujudkan melalui Srawung Desa 2026 bertema “Semai Karya, Cipta Berdaya” yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Dusun Gondoarum, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari FTP dan sejumlah fakultas lain di UGM dengan masyarakat Gondoarum dalam rangkaian aktivitas pemberdayaan, workshop, serta kegiatan sosial dan kebudayaan.
Ketua Dies Natalis FTP UGM 2026, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., mengatakan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kepekaan sosial dan memahami bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. “Salah satu yang kami harapkan adik-adik (mahasiswa UGM) berproses. Apa yang diharapkan? Kita punya kepekaan yang cukup tinggi. Oh, ternyata bermasyarakat itu tidak hanya satu arah ya, saya punya ilmunya nih di kampus, tapi juga ga harus dalam mengkomunikasikan merasa lebih tahu. Bapak-bapak ibu-ibu yang di sini itu pengalamannya lebih luar biasa. Jadi, kita akan belajar banyak di sini.”
Pesan tersebut menjadi salah satu landasan Srawung Desa 2026. Mahasiswa tidak ditempatkan semata-mata sebagai pihak yang membawa pengetahuan dari kampus, tetapi juga sebagai pembelajar yang membuka diri terhadap pengalaman, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat. Pertemuan dua arah tersebut diharapkan dapat membangun kepekaan sekaligus mendorong mahasiswa untuk melihat potensi dan persoalan desa dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua BEM FTP UGM, Erlangga Adi Setiawan menyampaikan bahwa Srawung Desa merupakan kegiatan di bawah naungan Kementerian Pengembangan Desa Mitra. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk “srawung” atau berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus menggali potensi yang dimiliki Padukuhan Gondoarum. “Tujuan kegiatan ini untuk ‘srawung’ dengan desa khususnya Padukuhan Gondoarum. Dan, nantinya kita akan coba untuk eksplor dan mencoba menginovasi apa keunggulan dari Gondoarum ini.” Ia menambahkan bahwa proses interaksi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan terhadap kehidupan desa, tetapi berkembang menjadi proses belajar dan pemberdayaan bersama. “Kegiatan Srawung Desa menjadi tempat belajar bersama untuk berinteraksi, berinovasi, dan juga memberdayakan masyarakat desa.”
Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mempertemukan keilmuan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui workshop yang melibatkan tiga departemen di FTP UGM. Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) memberikan materi pengolahan produk berbahan dasar pisang melalui praktik pembuatan brownies kering. Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP) mengenalkan pemanfaatan kemasan ramah lingkungan, termasuk biofoam. Sementara itu, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) memberikan materi mengenai pembuatan pupuk organik cair melalui rekayasa alat.
Dosen TPB FTP UGM, Dr. Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mempertemukan kebutuhan tersebut dengan pengetahuan dan narasumber yang relevan. “Mungkin di sini (Padukuhan Gondoarum) ada kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat terkait pengetahuan atau teknologi yang diperlukan. Di sini adik-adik (mahasiswa UGM) sudah mengklasifikasi, mempertemukan bapak-ibu di sini dengan narasumber-narasumber.”
Berbagai workshop tersebut dirancang secara interaktif agar masyarakat tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga dapat mengikuti proses praktik. Pendekatan ini sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dapat dikomunikasikan dan diterapkan sesuai dengan konteks serta kebutuhan masyarakat.
Proses belajar bersama juga berlangsung di luar sesi workshop. Para volunteer mengikuti aktivitas keseharian warga, termasuk berkebun dan pergi ke pasar. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat sekaligus memahami potensi lokal yang tidak selalu dapat ditemukan melalui kegiatan formal.
Nuansa kebersamaan semakin terasa melalui rangkaian kegiatan kebudayaan, seperti karawitan, malam puncak, dan jalan pagi bersama di lingkungan desa. Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi yang lebih cair antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus mempererat hubungan selama pelaksanaan Srawung Desa.
Srawung Desa 2026 melibatkan sekitar 25 warga Dusun Gondoarum, serta 29 panitia dan 24 volunteer yang berasal dari FTP maupun sejumlah fakultas lain di UGM. Keterlibatan lintas fakultas tersebut memperluas perspektif dalam kegiatan sekaligus menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai bidang keilmuan.
Melalui tema “Semai Karya, Cipta Berdaya”, Srawung Desa 2026 menjadi salah satu bentuk nyata semangat Dies Natalis ke-63 FTP UGM dalam menghadirkan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan bahwa kebermanfaatan lahir dari kesediaan untuk mendengar, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Dari Gondoarum, mahasiswa dan masyarakat dipertemukan dalam proses yang sama: berbagi pengetahuan, menggali potensi, dan menciptakan keberdayaan bersama.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penerapan pengetahuan di masyarakat, SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui penguatan potensi dan kehidupan komunitas desa, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam pengembangan desa.
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa PIONIR Agrophoria merupakan momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus memahami nilai-nilai yang akan menjadi bekal selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. “Tentu saja kegiatan Agrophoria ini selain pengenalan kampus juga pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an, budaya akademik, serta semangat belajar, dan bekal untuk berkembang di perguruan tinggi nantinya,” ujar Dekan FTP UGM.
Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai dunia akademik sekaligus tantangan yang akan mereka hadapi sebagai calon insan teknologi pertanian. Selain pengenalan lingkungan FTP UGM, mahasiswa mengikuti Career Exploration: Future Me, Development Class: Discovering Growth in Every Process, serta sesi fasilitator mengenai integritas akademik, manajemen waktu, literasi digital, dan pengembangan diri.
“Diplomasi yang baik dimulai dari perut. Karena itu, penguatan fondasi kuliner akan mempermudah pencapaian city branding Kota Semarang,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan FTP UGM, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di FTP UGM. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan awal dari proses pembentukan karakter, kemandirian, dan tanggung jawab yang akan menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. “Saya mengucapkan selamat dan selamat datang, serta terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan untuk mendampingi putra-putri Bapak dan Ibu menempuh pendidikan tinggi,” ujar Eni.
Sebagai bekal awal bagi orang tua dalam mendampingi putra-putrinya selama menjalani perkuliahan, Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FTP UGM, memaparkan sistem akademik, layanan kemahasiswaan, serta berbagai program pembinaan yang akan diterima mahasiswa. Melalui sesi tersebut, orang tua memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran, pendampingan akademik, hingga layanan yang tersedia untuk mendukung perkembangan mahasiswa selama menempuh studi di FTP UGM.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan pendidikan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan orang tua mahasiswa, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara fakultas, keluarga, dan sivitas akademika dalam mendukung keberhasilan pendidikan mahasiswa.