SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Temanggal RT 4 RW 2, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, pada Selasa, 5 Agustus 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc., yang membawakan materi bertema “Pentingnya Diversifikasi Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.”
Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai penyusunan menu sehari-hari yang sesuai dengan prinsip B2SA. Dalam pemaparannya, Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc. menjelaskan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Diversifikasi pangan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan pokok serta memperluas variasi asupan gizi yang dibutuhkan tubuh.
Sosialisasi B2SA ini juga memberikan panduan praktis kepada peserta mengenai cara menyusun menu harian yang memanfaatkan potensi hasil pertanian setempat. Melalui pengolahan bahan pangan lokal yang tepat, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat gizi yang optimal, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan perekonomian daerah melalui pemberdayaan petani lokal. Dengan demikian, konsep B2SA bukan hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga mendorong keberlanjutan ekosistem pangan di tingkat desa.
Kegiatan ini selaras dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 1 No Poverty (Tanpa Kemiskinan) dengan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, SDG 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui ketersediaan dan keterjangkauan pangan, SDG 3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan peningkatan gizi seimbang, SDG 4 Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penyebaran pengetahuan gizi kepada masyarakat, serta SDG 8 Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui dukungan terhadap rantai nilai pangan lokal.
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berperan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aspek Teknis, Bisnis, dan Kelembagaan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DPKP DIY) pada Selasa (5/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Mawar, DPKP DIY, dengan menghadirkan Sri Markumningsih, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dosen FTP UGM, sebagai narasumber.
Dalam kegiatan ini, Sri Markumningsih, S.T.P., M.Sc., Ph.D. membawakan materi mengenai manajemen kelembagaan UPJA. Topik ini menekankan pentingnya tata kelola kelembagaan yang baik bagi UPJA agar dapat berfungsi optimal sebagai lembaga yang mendukung petani dalam pemanfaatan alat dan mesin pertanian. Melalui pemahaman manajemen kelembagaan, diharapkan para pengurus UPJA dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di DIY dapat meningkatkan profesionalisme, memperkuat sistem organisasi, serta mengembangkan strategi bisnis yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan mengenai manajemen UPJA kepada pengurus UPJA dan gapoktan di wilayah DIY. Dengan penguatan kapasitas tersebut, diharapkan UPJA dapat berperan lebih signifikan dalam mendukung modernisasi pertanian, meningkatkan efisiensi penggunaan alsintan, serta memperluas akses layanan bagi petani. Hal ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan daya saing sektor pertanian di Yogyakarta.
Selain memberikan wawasan mengenai aspek kelembagaan, kegiatan Bimtek ini juga menjadi sarana strategis bagi para pelaku UPJA untuk memperluas jaringan, memperdalam pemahaman mengenai peran bisnis UPJA, serta mengoptimalkan pemanfaatan alsintan. Dengan penguatan tersebut, diharapkan UPJA tidak hanya berfungsi sebagai penyedia jasa, tetapi juga dapat berkembang menjadi lembaga yang mandiri, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan petani.
Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dukungan terhadap SDG 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) diwujudkan melalui peningkatan kapasitas pengurus UPJA dalam mendukung produktivitas pertanian. SDG 8 Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) tercermin dari penguatan UPJA sebagai lembaga yang mampu menciptakan peluang kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian. Sementara itu, SDG 12 Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) diwujudkan melalui optimalisasi pemanfaatan alsintan secara efisien dan berkelanjutan. Dengan sinergi ini, kegiatan Bimtek diharapkan dapat memperkuat kemandirian dan keberlanjutan sektor pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan ke UKM Putri 21 pada Jumat, 11 Juli 2025, bertempat di Gunung Kidul. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Industri Mocaf UKM 21 ini menghadirkan dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM, yaitu Fiametta, Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D., dan Dian Anggraini, yang berperan dalam memberikan pendampingan dan wawasan akademik mengenai studi pengolahan tepung mocaf.
Dalam kegiatan ini, para dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM bersama mitra UKM melakukan pembahasan mendalam mengenai pengolahan tepung mocaf sebagai salah satu produk pangan berbasis singkong yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Melalui sesi brainstorming, kegiatan ini bertujuan menggali ide-ide inovatif terkait peningkatan kualitas produk mocaf, diversifikasi produk olahan, serta strategi pengembangan yang dapat mendukung daya saing UKM di tingkat lokal maupun nasional.
Kegiatan ini juga menjadi sarana kolaborasi antara akademisi dan pelaku industri untuk menjawab tantangan pengembangan produk pangan berbasis potensi lokal. Dengan keterlibatan aktif dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM, diharapkan UKM Putri 21 dapat memperoleh manfaat berupa peningkatan kapasitas produksi, pemahaman teknologi pengolahan pangan, serta dorongan dalam menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan.
Kegiatan kunjungan ini mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Zero Hunger/Tanpa Kelaparan) melalui pemanfaatan singkong sebagai sumber pangan alternatif, SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth/Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong pertumbuhan UKM melalui inovasi produk berbasis lokal, serta SDGs 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengembangan produk pangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, Fakultas Teknologi Pertanian UGM berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan industri pangan nasional.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di dua lokasi, yaitu Kalurahan Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY, dan Balai RT 013 RW 03 Ngadisuryan, Patehan, Kraton, Yogyakarta, pada Sabtu, 5 Juli 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Fiametta Ayu Purwandari, S.T.P., M.Sc., yang memaparkan materi terkait penyusunan menu berbasis diversifikasi bahan pangan lokal untuk mendukung pola makan B2SA.
Dalam paparannya, Dr. Fiametta Ayu Purwandari, S.T.P., M.Sc. menekankan pentingnya penerapan pola makan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya pangan lokal. Diversifikasi bahan pangan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan makanan pokok, sekaligus mendorong masyarakat untuk mengenal, mengolah, dan mengonsumsi produk pangan lokal yang sehat dan bergizi.
Peserta kegiatan mendapatkan penjelasan teknis terkait cara menyusun menu harian yang memenuhi prinsip B2SA dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan pangan di sekitar, nilai gizi, serta keamanan pangan. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga mempertimbangkan kemudahan penerapan di rumah tangga dan potensi pengembangan usaha berbasis pangan lokal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang beragam dan bergizi. Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat sekaligus berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan daerah.
Selain memberikan manfaat langsung bagi kesehatan, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 No Poverty (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan peluang usaha berbasis pangan lokal, SDG 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) dengan penyediaan akses pangan bergizi, SDG 3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pola makan yang tepat, SDG 4 Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan gizi dan keamanan pangan, serta SDG 8 Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong pengembangan industri pangan lokal.