Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kompetensi sivitas akademika melalui kegiatan Basic Coffee Roasting & Cupping Training yang diselenggarakan pada 10 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Inkubator FTP UGM dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FTP UGM.
Pelatihan ini merupakan inisiatif Laboratorium Inkubator FTP UGM sebagai penyelenggara kegiatan. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat wawasan sekaligus keterampilan dasar peserta dalam proses coffee roasting (penyangraian kopi) dan cupping (uji cita rasa kopi). Melalui pendekatan praktik langsung, peserta diperkenalkan pada tahapan penting dalam menentukan profil sangrai, pengendalian suhu dan waktu, hingga teknik evaluasi sensori untuk mengidentifikasi karakteristik rasa, aroma, dan kualitas biji kopi.
Dari sisi what dan why, pelatihan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran aplikatif yang relevan dengan perkembangan inovasi dan pengolahan hasil pertanian, khususnya komoditas kopi yang memiliki nilai ekonomi strategis. Sementara dari sisi who dan where, kegiatan ini melibatkan sivitas akademika FTP UGM dan dilaksanakan di Laboratorium Inkubator FTP UGM sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dan hilirisasi produk pertanian. Adapun when, kegiatan berlangsung pada 10 Februari 2026 dengan antusiasme peserta yang tinggi sepanjang sesi pelatihan.
Secara how, kegiatan dilaksanakan melalui kombinasi pemaparan materi dasar dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman teknis dalam menyangrai dan melakukan uji cita rasa kopi secara sistematis. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi produk berbasis kopi serta memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang pengolahan hasil pertanian.
Melalui kegiatan ini, Laboratorium Inkubator FTP UGM turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sektor pertanian dan hilirisasi produk, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik dan peningkatan kompetensi, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan keterampilan yang berpotensi mendorong kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas kopi.A
Pada sesi pemaparan materi, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua PUI-PT Gastronomi Indonesia menjelaskan bahwa PUI-PT Gastronomi Indonesia lahir dari Pusat Kajian Gastronomi Indonesia yang dibentuk sejak tahun 2020 sebagai bentuk keprihatinan sekaligus perhatian terhadap kekayaan sejarah, budaya, dan filosofi gastronomi Indonesia. PUI-PT Gastronomi Indonesia dikembangkan sebagai center of excellence untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat nasional dan internasional. Dalam kesempatan tersebut disampaikan roadmap, capaian kinerja, serta berbagai produk unggulan, termasuk Seri Pusaka Cita Rasa Indonesia yang telah diterbitkan dalam 16 buku, produk hilirisasi riset pangan fungsional berbasis kearifan lokal seperti olahan porang, serta kerja sama dengan berbagai mitra nasional dan internasional.
Narasumber ketiga, Chef Wira Hardiansyah, memaparkan peran chef dalam membangun identitas pusat gastronomi. Ia menjelaskan bahwa chef tidak hanya berperan dalam penciptaan menu, tetapi juga dalam promosi makanan daerah, pengelolaan bahan pangan lokal, serta menghadapi tantangan pasar dan ketersediaan bahan baku, khususnya bagi UMKM dan industri.