• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Program Double Degree
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Beasiswa Mahasiswa Internasional
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Tekan Susut Pangan, FTP UGM dan Direktorat P4T Bappenas Jalin Kerja Sama Kajian Teknologi Pascapanen

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa Kelaparan Jumat, 9 Oktober 2026

Menekan susut pangan lewat teknologi pascapanen yang tepat sasaran menjadi tujuan bersama Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pemerintah pusat. Tujuan itu diwujudkan melalui rapat persiapan dan penandatanganan Kontrak Swakelola Tipe II antara FTP UGM dan Direktorat Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik (P4T) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang digelar Jumat (9/10) di Operation Room FTP UGM. Kontrak yang mencakup kajian penentuan lokasi prioritas dan pemilihan set teknologi pascapanen berbasis karakteristik wilayah ini ditandatangani oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FTP UGM, Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., dan Direktur P4T Bappenas, Uke Mohammad Hussein, S.Si., MPP.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., menyampaikan komitmen fakultas untuk melanjutkan program yang telah dirintis dekan periode sebelumnya, sembari mempertajam pelaksanaannya agar manfaatnya menjangkau lebih luas dan terarah sesuai dengan fokus utama FTP UGM terkait penguatan hilirisasi dengan kolaborasi agar memberikan dampak yang nyata.
“Kata kunci fokus utama FTP UGM adalah penguatan hilirisasi melalui ekosistem kolaborasi untuk dampak yang berkelanjutan,” ujar Mirwan.

Untuk mewujudkan arah tersebut, FTP UGM membawa modal laboratorium pengujian dan kapasitas penelitian yang dimiliki fakultas.Fakultas juga tengah menyusun prosedur agar pelaksanaan kerja sama berjalan lebih cepat, responsif, dan aman, dengan tetap memenuhi standar penjaminan mutu.
“FTP mempunyai kepakaran berbasis scientific yang siap untuk membantu pemerintah untuk memecahkan permasalahan di masyarakat sesuai dengan bidang kami,” kata Mirwan. 

Dari sisi pemerintah, Direktur P4T Bappenas memaparkan bahwa direktoratnya dibentuk pada 2025 sebagai bagian dari struktur organisasi dan tata kerja baru Bappenas. Dalam pengembangan kebijakan tematik, perhatian diarahkan pada ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi oranye. Swasembada pangan, termasuk penanganan persoalan pascapanen, menjadi salah satu fokus di bidang ekonomi hijau. Ia juga menyoroti perlunya pembinaan industri alat dan mesin pertanian nasional bersama Kementerian Perindustrian agar produknya memenuhi standar dan ketergantungan pada komponen impor dapat berkurang.

Direktur P4T Bappenas berharap kerja sama ini membawa hasil yang konkret bagi sektor pertanian.
“Semoga dengan adanya kerja sama ini dapat memberikan dampak yang nyata di sektor pertanian,” ujarnya.

Melalui kontrak swakelola ini, FTP UGM akan menyusun dua keluaran utama, yaitu rekomendasi penetapan lokasi prioritas yang dianalisis berdasarkan karakteristik wilayah dan tingkat susut pangan, serta rekomendasi set alat dan mesin pertanian nasional yang sesuai dengan karakteristik wilayah. FTP UGM juga akan menganalisis tingkat kejenuhan wilayah untuk mendukung penentuan kebutuhan dan penyaluran bantuan alsintan agar lebih tepat sasaran. Hasil kajian diharapkan menjadi rekomendasi kebijakan bagi penyediaan sarana dan prasarana pascapanen yang lebih tepat sasaran dan tepat guna.

Bagi FTP UGM, kerja sama ini diharapkan memberi manfaat berkelanjutan bagi pemerintah, industri, dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang pengembangan kompetensi mahasiswa dan alumni sebagai bagian dari proses bisnis utama fakultas.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui upaya menekan susut pangan, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui rekomendasi teknologi pascapanen yang tepat guna, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi FTP UGM dengan Bappenas.

Kontributor: Shella 

Tak Cukup Sekadar Berbagi Makanan: FTP UGM dan Foodbank of Indonesia Sepakat Hidupkan Lagi Lumbung Pangan Desa

Rilis Berita Sabtu, 26 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian UGM bersama dengan Yayasan Lumbung Pangan Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Gerakan Bangkitnya Lumbung Kami di Operation Room FTP UGM pada Jumat (25/9), untuk mengembangkan gerakan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Pertemuan ini dihadiri Dekan FTP UGM Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama, dan Alumni Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., serta jajaran pimpinan departemen dan dosen. Dari pihak yayasan hadir Ketua Dewan Pembina M. Hendro Utomo, S.S., MBA, Ketua Yayasan Wida Septarina, S.S., M.Si., serta pengurus Foodbank of Indonesia (FOI).

Dekan FTP UGM menyambut baik kedatangan Yayasan Lumbung Pangan Indonesia dengan adanya keberlanjutan dan pengembangan kerja sama yang dilakukan oleh FTP UGM dengan Yayasan Lumbung Pangan Indonesia.

“Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan bersama masyarakat dengan melibatkan akademisi serta yayasan atau lembaga lain yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap isu pangan” Ujar Eni.

Hendro Utomo menyampaikan bahwa pengalaman FOI selama sekitar 11 tahun menunjukkan pembagian makanan lebih tepat disebut solusi darurat (emergency response) yang belum menyelesaikan persoalan secara struktural. Karena itu, menurutnya organisasi kemanusiaan perlu mendorong masyarakat agar mampu menolong dan memberdayakan dirinya sendiri. Pandangan inilah yang melandasi Gerakan Bangkitnya Lumbung Kami, yakni menghidupkan kembali ekosistem pangan di desa.

Ruang lingkup PKS ini mencakup penelitian dan publikasi mengenai lumbung pangan, pangan lokal, dan budaya pertanian dari sudut pandang ilmu teknologi pertanian, serta hasil riset beragam varietas benih lokal. Kedua pihak juga akan mendampingi pengembangan Lumbung Mustikarasa di Dusun Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, dan menyusun buku bunga rampai “Bangkitnya Lumbung Kami”. Sebagai sarana kaderisasi dan pembelajaran bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa FTP UGM, akan digelar Rembug Pangan Orang Muda. Kerja sama ini turut mencakup inisiasi Pasar Rakyat Mustikarasa, yakni UMKM setempat menampilkan kreasi dan olahan pangan lokal sebagai pengenalan kuliner lokal di lingkungan universitas.

Pembahasan juga menyinggung rencana pendampingan petani muda di Sriharjo, Bantul, yang diusulkan menjadi lokasi pilot project. Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng., dan kelompok Taruna Tani yang mulai memanfaatkan teknologi. Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., menilai inisiatif ini berpeluang menjadi flagship program pemberdayaan masyarakat FTP UGM, dengan catatan dampaknya perlu diukur secara konkret pada satu lokasi yang sama dan dapat dikembangkan menjadi policy brief
.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

penulis : Shella Herdanti

Langkah Karya, Jejak Makna 1 Dekade: Evolusi Ilmu Pangan Jadi Sorotan di Dies Natalis ke-63 FTP UGM

Dies NatalisRilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 21 September 2026

Perjalanan panjang pengabdian di bidang pangan dan agroindustri menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bagi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menjawab tantangan ketahanan pangan Indonesia. Refleksi tersebut diwujudkan melalui Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-63 FTP UGM, yang digelar Senin (21/9) di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM, mengangkat tema “FTP UGM untuk Masa Depan Sistem Pangan dan Agroindustri Indonesia yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini turut dihadiri oleh alumni, tenaga kependidikan, sesepuh dan pinisepuh, serta seluruh mitra FTP UGM.

Dalam satu dekade kepemimpinannya di FTP UGM yang sekaligus menjadi tahun terakhir masa jabatannya, Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menegaskan pentingnya menjaga semangat untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata. Perjalanan FTP UGM selama 63 tahun, menurutnya, bukan sekadar catatan capaian, melainkan pijakan untuk terus memperkuat peran fakultas dalam menjawab tantangan pangan dan agroindustri Indonesia, semangat yang diwujudkan melalui penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi agar FTP UGM mampu terus menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat dan masa depan.

“Mari kita terus membawa FTP UGM from locally excellence to globally respected solutions untuk berkontribusi bagi masa depan sistem pangan dan agroindustri Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Eni.

Sesi ini turut diisi laporan pelaksanaan kegiatan Dies Natalis ke-63 oleh Ketua Dies Natalis ke-63 FTP UGM, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., yang menegaskan bahwa tema besar perayaan tahun ini mencerminkan komitmen FTP UGM menjawab tantangan sistem pangan dan agroindustri melalui pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta penguatan jejaring lintas pihak.

Kemudian acara dilanjutkan dengan orasi ilmiah bertajuk “Evolusi Ilmu Pangan: Dari Mengatasi Kelaparan Menuju Mewujudkan Healthy Aging” yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Retno Indarti, M.Sc. Orasi ini mengangkat gagasan bahwa ilmu dan teknologi pangan tidak lagi berhenti pada upaya memenuhi kebutuhan pangan semata, melainkan terus berkembang untuk membangun sistem pangan yang sehat, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Menegaskan bahwa pergeseran fokus dari sekadar mengatasi kelaparan menuju mewujudkan healthy aging mencerminkan evolusi panjang ilmu pangan dalam menjawab kebutuhan manusia yang terus berkembang, dari sekadar bertahan hidup, menuju hidup yang berkualitas hingga usia lanjut. Gagasan ini menjadi pengingat bahwa peran FTP UGM tidak berhenti pada penyediaan pangan, tetapi turut hadir menjawab tantangan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang masyarakat Indonesia.

Rapat Terbuka Senat ini turut dihadiri Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., yang dalam sambutannya berharap FTP UGM dapat terus menjadi pusat pengembangan ilmu dan teknologi bagi sistem pangan dan agroindustri Indonesia.

“Semoga Fakultas Teknologi Pertanian senantiasa menjadi pusat pengembangan ilmu dan teknologi untuk mengembangkan sistem pangan dan agroindustri di Indonesia yang tangguh, mandiri, inovatif, serta berkelanjutan,” ujar Ova.

Perayaan Dies Natalis ke-63 ini turut menjadi ruang apresiasi bagi mereka yang telah mendedikasikan diri bagi FTP UGM. Penghargaan diberikan kepada tenaga kependidikan yang memasuki masa purna tugas, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang mereka, sekaligus kepada tenaga kependidikan dan mahasiswa berprestasi atas capaian yang telah mereka torehkan bagi fakultas.

Menutup hari itu, Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., meresmikan Gedung Agricultural Technology Graduate Study Program & Learning Center, menandai babak baru pengembangan fasilitas pendidikan dan riset di lingkungan FTP UGM.

Bagi FTP UGM, Dies Natalis ke-63 ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang fakultas, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjawab tantangan ketahanan pangan serta pembangunan sistem pangan dan agroindustri Indonesia yang berkelanjutan ke depan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui komitmen berkelanjutan FTP UGM dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui gagasan healthy aging yang diusung dalam orasi ilmiah, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peran FTP UGM sebagai pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan fasilitas pendidikan pangan. Dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dari berbagai pihak

Kontributor: Shella Herdanti

Kunjungan Perdana NUST Namibia ke FTP UGM Buka Inisiasi Kerja Sama Teknologi Pertanian

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 16 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan perdana Namibia University of Science and Technology (NUST) pada Rabu (16/9/2026) di Operation Room FTP UGM. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal inisiasi kerja sama kedua institusi dalam bidang teknologi pertanian, mencakup penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, hingga hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyambut baik kunjungan dan inisiasi kerja sama tersebut. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi FTP UGM dan NUST untuk saling mengenal bidang keahlian, pengalaman, serta kebutuhan masing-masing sebagai dasar untuk mengembangkan bentuk kolaborasi yang lebih konkret.

Deputy Vice-Chancellor for Teaching and Learning NUST, Ms. Teresia Kaulihowa, menyampaikan ketertarikan NUST untuk membangun hubungan dengan UGM. Kedua institusi dinilai memiliki perhatian yang serupa pada research, education, dan community engagement, khususnya dalam mendorong perguruan tinggi agar dapat memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., menjelaskan pengalaman UGM dalam membawa hasil penelitian agar dapat memberikan dampak kepada masyarakat. Menurutnya, hilirisasi hasil penelitian dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni komersialisasi dan pemanfaatan oleh masyarakat.

Salah satu bentuk pemanfaatan tersebut dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang memungkinkan mahasiswa mengidentifikasi persoalan nyata di masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan maupun prototipe hasil penelitian. UGM juga memiliki customized KKN yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tertentu, serta berbagai program pembelajaran yang dapat mendukung proses tersebut.

Pengalaman UGM dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat juga disampaikan oleh Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., yang mencontohkan kerja sama dengan NGO Kaleka dalam pengembangan komoditas kakao. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas biji kakao yang dihasilkan masyarakat.

Selain pengabdian, peluang kerja sama juga terbuka pada hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian. Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc. menjelaskan bahwa UGM memiliki pengalaman bekerja sama dengan industri untuk membawa hasil penelitian menuju pemanfaatan yang lebih luas. Salah satu contohnya adalah pengembangan produk MyCookies bersama perusahaan, sementara UGM juga memiliki holding company yang mendukung proses komersialisasi hasil penelitian.

Dari sisi NUST, sejumlah komoditas pertanian Namibia berpotensi menjadi bidang kolaborasi, seperti maize, mahangu (pearl millet), wheat, kentang, pisang, anggur, dan daging sapi. Sektor perikanan juga menjadi salah satu bidang penting di Namibia. Potensi tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengidentifikasi topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan kedua negara.

NUST juga menyampaikan kebutuhan kolaborasi dalam feasibility study yang direncanakan pada Oktober. Studi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai bidang dan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret dengan UGM.

Sebagai tindak lanjut awal, FTP UGM dan NUST membahas peluang pelaksanaan guest lecture, penelitian bersama berdasarkan kesamaan topik, serta pertukaran mahasiswa dan staf. Kedua institusi juga membuka peluang penyusunan collaboration agreement di tingkat fakultas sebagai landasan pengembangan kerja sama selanjutnya.

Kunjungan perdana NUST ke FTP UGM ini menjadi awal bagi kedua institusi untuk memetakan bidang yang memiliki kebutuhan dan kepentingan bersama. Dari pertemuan tersebut, kerja sama diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga menghasilkan teknologi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia maupun Namibia.

FTP UGM dan Kementan–BRIN Bahas Teknologi Pascapanen untuk Perluas Hilirisasi Hortikultura

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 14 September 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Direktorat Hilirisasi Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membahas pemanfaatan teknologi freeze drying dan iradiasi fitosanitari untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka akses pasar ekspor komoditas hortikultura. Pembahasan berlangsung di Operation Room FTP UGM, Kamis (10/9/2026).

Freeze drying menjadi salah satu teknologi yang dapat mengubah komoditas segar menjadi produk dengan umur simpan lebih panjang dan nilai tambah lebih tinggi. Dr Joko Nugroho Wahyu Karyadi, dosen dan peneliti FTP UGM, menjelaskan bahwa teknologi tersebut telah dikembangkan untuk berbagai komoditas, seperti sirsak, alpukat, nangka, buah naga, mawar, dan bunga telang. Sistem manifold umumnya digunakan pada skala laboratorium, sedangkan sistem tray dapat dikembangkan untuk skala yang lebih besar sesuai kapasitas dan desain.

Peluang tersebut telah terlihat dari produk freeze dried yang dipasarkan ke luar negeri. Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan biaya produksi, investasi peralatan, harga bahan baku yang dipengaruhi musim, serta persyaratan pengujian dan pelabelan di negara tujuan. Karena itu, penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan komoditas, skala produksi, dan pasar yang dituju.

Di sisi lain, iradiasi fitosanitari dibahas sebagai salah satu teknologi untuk mendukung ekspor komoditas hortikultura segar. Bimo, peneliti Organisasi Riset Teknologi Nuklir BRIN, menjelaskan bahwa iradiasi dapat digunakan sebagai perlakuan karantina dengan merusak DNA organisme hidup pada komoditas. Indonesia saat ini memiliki fasilitas iradiasi berupa enam fasilitas gamma Cobalt-60, 12 electron beam hingga 10 MeV, dan satu fasilitas X-ray hingga 5 MeV.

Penerapan iradiasi fitosanitari untuk ekspor masih memerlukan kesiapan regulasi, fasilitas, dan protokol yang sesuai dengan persyaratan negara tujuan. Salah satu kebutuhan yang dibahas adalah penyusunan dokumen dan SOP bersama Badan Karantina Indonesia, termasuk pengujian electron beam menggunakan protokol IAEA dan penyesuaian dengan persyaratan USDA APHIS untuk pasar Amerika Serikat. Vietnam menjadi salah satu contoh negara yang telah menggunakan iradiasi fitosanitari dalam ekspor tujuh jenis buah pada 2022.

Dekan FTP UGM, Prof Eni Harmayani, menekankan pentingnya membangun sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan teknologi pascapanen tidak cukup hanya menghasilkan teknologi, tetapi perlu terhubung dengan ketersediaan bahan baku, mutu produk, regulasi, pengujian, hingga kebutuhan pasar. Freeze drying dapat menjadi salah satu alternatif ketika pemasaran produk segar menghadapi keterbatasan sekaligus menjawab kebutuhan produk yang praktis dan bernilai tambah.

Freddy Lumban Gaol, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, menyampaikan bahwa ketatnya persyaratan ekspor menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui penguatan teknologi dan sistem pascapanen. Karena itu, kolaborasi pemerintah, BRIN, perguruan tinggi, dan industri diperlukan untuk menentukan komoditas serta negara tujuan prioritas dan mengkaji kelayakannya dari aspek teknologi, ekonomi, regulasi, hingga pasar.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menghubungkan pengembangan teknologi pascapanen dengan kebutuhan nyata industri dan pasar ekspor. Kolaborasi lintas lembaga selanjutnya diarahkan pada pengembangan protokol, penguatan fasilitas, serta pemilihan komoditas dan negara tujuan yang paling potensial.

123…40

Berita Terakhir

  • Tekan Susut Pangan, FTP UGM dan Direktorat P4T Bappenas Jalin Kerja Sama Kajian Teknologi Pascapanen
  • FTP UGM dan BIG Gelar Kick Off UGMPreneurs Batch V 2026, Ajak Mahasiswa Belajar Merintis dan Membesarkan Usaha dari Para Praktisi
  • FTP UGM Terima Kunjungan Kemenko Perekonomian, Bahas Hilirisasi Komoditas Agro Khususnya Kelapa
  • Prof. Mirwan Ushada Terima Estafet Kepemimpinan FTP UGM, Usung Semangat “Bersama Kita Bisa, FTP Rumah Kita”
  • FTP UGM Sambut Antusiasme Ratusan Siswa SMA/SMK dalam Sesi Sosialisasi Perkuliahan 

Berita UGM

  • Atasi Kasus Gondok dan Abortus Kambing Perah di Jatinom, Tim FKH UGM Turun Tangan 16 Oktober 2026
  • Tingkatkan Produktivitas Petani Samigaluh, UGM dan FT Rewulu Serahkan 500 Bibit Kopi Robusta dan Mesin Giling 16 Oktober 2026
  • 43 Tim PKM UGM Siap Berlaga di PIMNAS Ke-39 16 Oktober 2026
  • Guru Besar UGM: RI Harus Inisiasi Perdamaian Yaman-Saudi Lewat OKI 16 Oktober 2026
  • Teliti Senyawa Kunyit, Mahasiswa UGM Ungkap Potensi Kurkumin Tangani Depresi 16 Oktober 2026

Agenda

  • 29Okt Wisuda Pascasarjana
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju