• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Gelar Produk Mahasiswa TPHP 2026 Hadirkan Inovasi Pangan Darurat

Rilis BeritaSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 29 Mei 2026

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Gelar Produk 2026 sebagai ajang tahunan yang menampilkan karya inovatif mahasiswa dalam pengembangan produk pangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026, di lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian UGM sebagai bagian dari praktikum Mata Kuliah Pengembangan Produk dan Proses Departemen TPHP.

Pada tahun ini, Gelar Produk mengusung tema “Pangan Darurat” yang berfokus pada pengembangan produk pangan praktis, bergizi, aman, dan siap konsumsi untuk mendukung kebutuhan pada situasi bencana maupun kondisi darurat lainnya. Melalui tema tersebut, mahasiswa ditantang untuk menghadirkan inovasi pangan yang tidak hanya memperhatikan aspek gizi dan keamanan pangan, tetapi juga efisiensi distribusi, daya simpan, serta kemudahan konsumsi.

Sebanyak 15 produk inovatif hasil karya mahasiswa S1 TPHP angkatan 2023 dipamerkan dalam kegiatan ini. Beragam produk yang ditampilkan menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengolah bahan pangan menjadi solusi pangan darurat yang aplikatif dan bernilai tambah. Setiap kelompok menghadirkan konsep produk yang unik dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen serta potensi penerapannya di masyarakat.

Luna Azahara, asisten praktikum sekaligus mahasiswa TPHP angkatan 2022, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan secara matang sejak beberapa bulan sebelumnya. “Persiapan dilakukan dengan sangat matang, mengingat perencanaan gelar produk ini sudah dari beberapa bulan yang lalu, dimulai dari research ide dan develop produk hingga akhirnya produk bisa dijual di pasaran sehingga kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi untuk mahasiswa yang mengikuti praktikum Pengembangan Produk dan Proses,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Nabiila Nahda, asisten praktikum TPHP angkatan 2022. Menurutnya, proses persiapan kegiatan memerlukan koordinasi yang panjang karena praktikan dilatih untuk mengembangkan ide hingga menjadi produk pangan yang siap dipasarkan.

“Persiapannya dimulai dengan tahap decide and discover untuk mencari permasalahan dan peluang inovasi produk dengan tema ‘Pangan Darurat Steril’. Setelah itu, mereka masuk ke tahap define untuk menentukan konsep produk, formulasi, target konsumen, hingga keunggulan produknya,” jelas Nabiila.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahap develop, praktikan melakukan berbagai uji coba dan evaluasi untuk menghasilkan produk terbaik yang sesuai dengan konsep pangan darurat, seperti praktis, aman, bergizi, dan memiliki daya simpan yang baik. Selain itu, para asisten praktikum turut melakukan pendampingan selama proses pengembangan produk hingga mempersiapkan kegiatan puncak berupa Gelar Produk di Selasar Lantai 1 FTP UGM.

Sementara itu, Gladys Patricia, asisten praktikum TPHP angkatan 2022, menilai bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami proses pengembangan produk pangan secara menyeluruh.

“Praktikan tidak hanya belajar mengenai formulasi dan proses produksi pangan, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, berpikir kreatif dan inovatif, serta memahami aspek pemasaran produk. Dengan tema pangan darurat steril, kegiatan ini juga memiliki nilai sosial karena produk yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi alternatif pangan praktis yang bermanfaat dalam kondisi darurat, seperti saat terjadi bencana alam,” ungkapnya.

Gelar Produk 2026 juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan teknis dan keterampilan kewirausahaan, mulai dari perancangan konsep produk, formulasi, proses produksi, hingga strategi pemasaran. Antusiasme pengunjung terhadap berbagai produk yang dipamerkan turut menambah semarak kegiatan dan menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Departemen TPHP FTP UGM berharap mahasiswa dapat semakin terdorong untuk menghasilkan inovasi pangan yang solutif, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kompetensi mereka dalam menjawab tantangan industri pangan dan kebutuhan masyarakat di masa depan.

Mahasiswa FTP UGM Raih Juara II Nasional lewat Inovasi Smart Label Kesegaran Ikan

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Selasa, 26 Mei 2026

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim BioMaggot-ColorSense dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem berhasil meraih Juara II Nasional pada ajang National Excellence Competition (NEC) Chapter Lombok 2026 yang diselenggarakan di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 8–10 Mei 2026.

Tim yang beranggotakan Salma Amalia dan Yusuf Leonardi tersebut berhasil memperoleh penghargaan utama 2nd Place Winner, dan mendapatkan  penghargaan dari kategori Gold Medal Final, Best Team, dan Best Idea pada cabang Essay Competition subbidang Pertanian, Pangan, dan Peternakan. Kompetisi ini diikuti lebih dari 149 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Mengusung karya berjudul “BioMaggot-ColorSense: Inovasi Smart Label Indikator Kesegaran Ikan Berbasis Kitosan-Antosianin dari Hasil Samping Maggot BSF sebagai Solusi Pengurangan Limbah Organik dan Deteksi Pembusukan Ikan Secara Real Time”, tim FTP UGM menghadirkan inovasi smart packaging ramah lingkungan berbasis ekonomi sirkular.

BioMaggot-ColorSense dikembangkan menggunakan kitosan dari hasil samping maggot Black Soldier Fly (BSF) dan antosianin bunga rosella sebagai indikator perubahan kualitas ikan secara real time melalui perubahan warna. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi pengurangan limbah organik sekaligus meningkatkan keamanan pangan masyarakat.

Pada tahap semifinal, peserta menjalani presentasi privat bersama dewan juri berdasarkan subbidang masing-masing. Tim FTP UGM kemudian berhasil lolos ke babak final dan melakukan presentasi terbuka di Gedung Dome Universitas Mataram untuk memperebutkan juara umum.

Salma Amalia menyampaikan bahwa kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus kesempatan memperluas wawasan bersama mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. “Kegiatan ini memberikan banyak pengalaman baru, mulai dari proses kompetisi, presentasi karya ilmiah di hadapan dewan juri, hingga belajar bagaimana menyampaikan ide agar lebih aplikatif dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Salma.

Ia juga menambahkan bahwa inovasi yang mereka kembangkan berangkat dari persoalan nyata mengenai limbah organik dan keamanan pangan. “Tidak hanya tentang perlombaan, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi melalui riset dan inovasi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Prestasi ini menjadi bukti semangat inovasi mahasiswa FTP UGM dalam menghadirkan solusi kreatif dan berkelanjutan bagi masyarakat melalui pengembangan teknologi pangan dan pertanian.

Belajar Rantai Pasok Pangan di Indonesia, Mahasiswa NUS Kunjungi FTP UGM

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 22 Mei 2026

Sebanyak 44 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada dan National University of Singapore (NUS) mengikuti kegiatan Southeast Asia Friendship Initiative yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026. Melalui program ini, mahasiswa diajak mempelajari rantai pasok pangan dan pengembangan industri lokal melalui diskusi potensi salak pondoh di hari pertama dan kunjungan ke industri jamur dan cokelat di Yogyakarta di hari kedua.

Kegiatan yang diinisiasi oleh King Edward VII Hall NUS tersebut menjadi wadah pertukaran wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa UGM dan NUS dalam memahami sistem pangan berkelanjutan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Selain mengikuti sesi diskusi dan pemaparan materi di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melihat proses produksi dan pengolahan pangan di industri lokal.

Pada hari pertama, 21 Mei 2026, peserta mengikuti pemaparan materi mengenai Fresh Agricultural Supply Chain Management yang disampaikan oleh dosen FTP UGM, Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng. Materi tersebut membahas pengelolaan rantai pasok pangan segar agar kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke konsumen. Setelahnya, mahasiswa NUS & UGM dibagi dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan potensi salak pondoh untuk dapat dipasarkan di Singapura, tentunya dengan mengacu pada pengelolaan rantai pasok pangan segar dan basis pengetahuan lintas disiplin yang dimiliki masing-masing mahasiswa.

Selanjutnya pada hari kedua, 22 Mei 2026, peserta mengunjungi industri jamur untuk mempelajari proses budidaya, pengolahan, hingga distribusi produk pangan berbasis jamur. Sementara pada industri cokelat, mahasiswa dikenalkan pada proses pengolahan kakao menjadi produk siap konsumsi serta pengembangan bisnis berbasis potensi lokal.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa terkait tantangan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

“Tantangan terkait ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga pertanian berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas negara dan keterlibatan aktif perguruan tinggi sebagai pusat pengetahuan dan inovasi,” ujarnya saat pembukaan kegiatan di FTP UGM, Kamis (21/5).

Menurut Eni, pengalaman belajar langsung di lapangan penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai sistem pangan, mulai dari produksi hingga distribusi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya gagasan inovatif untuk mendukung sistem pangan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Kepala Kantor Urusan Internasional UGM, Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D., menilai kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi mahasiswa lintas negara untuk memahami isu Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedua tentang Zero Hunger.

“Solusi global membutuhkan persahabatan global,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan King Edward VII Hall NUS, Dr. Giuseppe Timperio, menyampaikan bahwa Southeast Asia Friendship Initiative pertama kali diselenggarakan pada tahun 2023 untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap isu kesejahteraan dan keberlanjutan di Asia Tenggara.

“UGM merupakan mitra strategis bagi NUS. Saya sangat senang mengetahui bahwa UGM, seperti NUS, juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UGM dan NUS diharapkan dapat memperluas wawasan global, memahami pengembangan industri pangan lokal, serta membangun jejaring kolaborasi antar mahasiswa Asia Tenggara.

Program Doktor Ilmu Teknik Pertanian FTP UGM Raih Akreditasi Unggul 2026–2031

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Kamis, 7 Mei 2026

Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada resmi meraih predikat Akreditasi Unggul untuk periode 2026–2031 dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan LAM Teknik Nomor: 0078/SK/LAM Teknik/AD/IV/2026 tentang Akreditasi Program Studi Ilmu Teknik Pertanian pada Program Doktor Universitas Gadjah Mada, Sleman. Capaian ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, serta pengembangan akademik yang dijalankan secara konsisten oleh DTPB FTP UGM.

Perolehan Akreditasi Unggul mencerminkan komitmen Program Doktor Ilmu Teknik Pertanian dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi, khususnya pada bidang teknik pertanian dan biosistem. Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek strategis, mulai dari kurikulum, kualitas sumber daya manusia, tata kelola program studi, hingga capaian luaran riset dan kontribusi akademik terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Capaian ini juga menunjukkan keberhasilan DTPB FTP UGM dalam mengintegrasikan pendidikan berbasis riset dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, program doktoral tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi yang relevan dalam menjawab tantangan sektor pertanian modern.

Sebagai salah satu program studi unggulan di FTP UGM, Program Doktor Ilmu Teknik Pertanian terus mendorong pengembangan inovasi pada berbagai bidang strategis, seperti rekayasa pertanian, pengelolaan sumber daya air, teknologi pascapanen, hingga sistem pertanian berkelanjutan. Penguatan kapasitas akademik dan riset tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan, efisiensi sumber daya, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.

Pencapaian Akreditasi Unggul ini sekaligus memperkuat posisi FTP UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan riset berdaya saing global. Selain menjadi indikator mutu akademik, capaian ini juga diharapkan dapat memperluas kolaborasi riset dan jejaring internasional dalam pengembangan ilmu dan teknologi pertanian berbasis rekayasa.

Capaian ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan doktoral berkualitas, SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan inovasi teknologi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi teknologi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik dan riset

Dari Diskusi hingga Kuliah Tamu, Prof. John Morrissey Menginisiasi Kolaborasi CSEFS UCC dengan FTP UGM

Rilis BeritaSDG 14: Ekosistem LautanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa Kelaparan Selasa, 21 April 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi College of Science, Engineering, and Food Science (CSEFS), University College Cork, Irlandia, yang diwakili oleh Prof. John Morrissey dari School of Microbiology. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus menjajaki peluang kolaborasi strategis di bidang pendidikan dan riset.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan resmi di ruang Operation Room (OR) FTP UGM yang berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Pada kesempatan tersebut, pimpinan fakultas bersama jajaran dosen berdiskusi langsung dengan Prof. Morrissey mengenai potensi kerja sama, khususnya dalam penguatan riset, pertukaran akademik, serta pengembangan inovasi untuk sektor pangan. Diskusi ini menjadi langkah awal dalam menginisiasi kolaborasi antara FTP UGM dan CSEFS UCC.

Selain agenda diskusi, Prof. Morrissey juga mengunjungi beberapa laboratorium di lingkungan FTP UGM. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai fasilitas riset yang dimiliki, sekaligus membuka ruang interaksi dengan peneliti dan mahasiswa terkait berbagai topik seperti fermentasi, bioproses, dan pengembangan teknologi pangan berkelanjutan.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan sesi Guest Lecture bertajuk “Engineering Yeast for a Dairy Biorefinery” yang diikuti oleh mahasiswa sarjana dan pascasarjana FTP UGM. Dalam kuliahnya, Prof. Morrissey mengulas pendekatan rekayasa yeast sebagai bagian dari konsep biorefinery untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan berbasis susu menjadi produk bernilai tambah. Ia juga menekankan pentingnya inovasi bioteknologi dalam menjawab tantangan keberlanjutan di industri pangan global.

Sesi kuliah tamu berlangsung interaktif dari peserta, terutama dalam diskusi dan tanya jawab. Melalui kegiatan ini, FTP UGM tidak hanya menghadirkan forum berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat langkah konkret menuju kolaborasi internasional yang berkelanjutan dengan CSEFS UCC.

123…33

Berita Terakhir

  • Gelar Produk Mahasiswa TPHP 2026 Hadirkan Inovasi Pangan Darurat
  • Mahasiswa FTP UGM Raih Juara II Nasional lewat Inovasi Smart Label Kesegaran Ikan
  • Belajar Rantai Pasok Pangan di Indonesia, Mahasiswa NUS Kunjungi FTP UGM
  • Dari Praktikum hingga Tugas Akhir, Wisudawan FTP UGM Rayakan Perjuangan
  • Fajar Santoso Dorong Wisudawan FTP UGM Jadi Pribadi Adaptif dan Kompetitif

Berita UGM

  • UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional  2 Juni 2026
  • Mahasiswa UGM Ikut Konferensi Keamanan Siber Nuklir di Austria, Sampaikan Hasil Riset Standarisasi Keamanan Komputer dalam Pengembangan PLTN 2 Juni 2026
  • Dikukuhkan jadi Guru Besar UGM, Mohammad Affan Fajar Falah Dorong Pengembangan Agroindustri Berkelanjutan 2 Juni 2026
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, UGM Teguhkan Komitmen pada Persatuan dan Inklusivitas 2 Juni 2026
  • Muncul Titik Api di Rumah Warga, UGM Terjunkan Tim Pakar 2 Juni 2026

Agenda

  • 10Jun Ziarah dan Anjangsana
  • 28Jul Workshop Sustainable Workspace: “Menuju Kantor Minim Jejak Karbon”
  • 13Agu Srawung Desa
  • 22Agu Expo Beasiswa
  • 27Agu The 10th International Conference – Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria and Gut Microbiota (ISLAB GM)
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju