• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Program Double Degree
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Beasiswa Mahasiswa Internasional
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • (Page 2)
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Menanam Harapan di Lahan Tadah Hujan Merauke, Dosen FTP UGM Pimpin Pengembangan Demplot Terpadu

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi LayakSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Senin, 14 September 2026

Di Kampung Boewer, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kawasan Transmigrasi (KT) Muting, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM yang diketuai oleh Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengembangkan demplot konservasi terpadu seluas 2.500 m² yang menggabungkan konservasi tanah dan air, tanaman pangan padi varietas Gamagora UGM, dan tanaman pakan ternak rumput Gama Umami.

Tidak hanya soal tanaman, demplot ini juga menjadi bagian dari upaya konservasi air melalui pemanfaatan air hujan dan pembangunan embung konservasi. Budidaya tanaman pangan padi Gamagora dilakukan dengan metode SRI (System of Rice Intensification), di mana pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman. Melalui integrasi tanaman pangan, pakan ternak, dan pengelolaan air, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan yang lebih optimal serta menjaga ketersediaan air di KT Muting dengan menerapkan konsep ekonomi hijau untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan dan air.

Pengembangan demplot konservasi terpadu tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan lahan di KT Muting yang masih mengandalkan curah hujan. Dalam kondisi tersebut, ketersediaan dan pengelolaan air menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan budidaya. Karena itu, demplot tidak hanya dirancang sebagai area budidaya, tetapi sebagai model yang mengintegrasikan pengelolaan air dengan pemanfaatan lahan untuk berbagai kebutuhan.

Salah satu komponen yang dikembangkan adalah embung konservasi sebagai bagian dari sistem pemanfaatan air hujan. Air yang tertampung kemudian dapat mendukung kebutuhan budidaya tanaman pada lahan demplot. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia sekaligus mengurangi ketergantungan kegiatan budidaya terhadap pola hujan.

Pengelolaan air pada tanaman padi Gamagora juga dilakukan dengan pendekatan berbasis kebutuhan tanaman melalui metode SRI. Pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman, sehingga pengelolaan air dapat disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan tanaman. Penerapan tersebut memperlihatkan bagaimana aspek pengelolaan sumber daya air dan teknologi budidaya dapat dipadukan dalam pengembangan pertanian di lahan tadah hujan.

Demplot juga mengintegrasikan tanaman pakan ternak berupa rumput Gama Umami. Kehadiran tanaman pakan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pemanfaatan lahan yang diarahkan untuk mendukung sistem pertanian dan peternakan masyarakat di KT Muting. Ketersediaan pakan menjadi salah satu tantangan bagi peternak setempat yang selama ini masih banyak mengandalkan sistem penggembalaan.

Potensi peternakan tersebut cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke, Distrik Elikobel memiliki populasi sapi potong sekitar 4.078 ekor pada 2024. Masyarakat umumnya memelihara sapi Bali secara individual dengan jumlah sekitar 3–4 ekor per peternak. Pola pemeliharaan yang masih didominasi sistem umbaran membuat ketersediaan hijauan di area penggembalaan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan usaha peternakan.

Untuk merespons kondisi tersebut, TEP 1 UGM melaksanakan penanaman rumput Gama Umami pada 2 September 2026 di Kampung Boewer. Penanaman dilakukan melalui demplot (demonstration plot) sebagai lokasi percontohan agar masyarakat dapat melihat secara langsung proses pengembangan sumber hijauan pakan yang dapat diterapkan pada lahan lain di sekitar kampung.

Gama Umami merupakan rumput unggul yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber hijauan pakan ternak dan dikembangkan oleh tim peneliti Fakultas Peternakan UGM yang diketuai Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Pengembangan tanaman ini selanjutnya diarahkan menuju konsep Bank Pakan Ternak sebagai sistem penyediaan dan penyimpanan cadangan pakan yang dapat dimanfaatkan ketika ketersediaan hijauan di lapangan menurun.

“Pengembangan Gama Umami tidak hanya diarahkan pada penanaman rumput, tetapi juga bagaimana pakan tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan dan mudah dimanfaatkan oleh peternak,” ujar Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc., anggota TEP 1 UGM yang berfokus pada bidang peternakan.

Integrasi embung konservasi, tanaman pangan, dan tanaman pakan dalam satu demplot menunjukkan pendekatan yang dikembangkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di KT Muting. Pengelolaan air menjadi penopang budidaya tanaman pangan, sementara pemanfaatan sebagian lahan untuk tanaman pakan mendukung kebutuhan peternakan. Dengan pendekatan tersebut, satu sistem lahan dapat memberikan manfaat bagi beberapa aktivitas masyarakat secara bersamaan.

Pendekatan terpadu ini didukung oleh keberagaman latar belakang keilmuan anggota TEP 1 UGM yang terdiri atas Tri Ariani, S.T.P., Khulaimi, S.P., Ilham Mubarok, S.T.P., Ariqonitahanif Putri Rahim, S.Si., dan Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc. Lintas keilmuan dalam tim mencakup pertanian, agronomi, sumber daya air, pemetaan wilayah, ekonomi, hingga peternakan, sehingga pengembangan program dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling berkaitan.

Bagi Chandra dan tim, demplot konservasi terpadu tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan model pengelolaan lahan yang sesuai dengan kondisi lokal. Pemanfaatan air hujan melalui embung, pengaturan air berdasarkan kebutuhan tanaman, budidaya padi Gamagora, serta penyediaan hijauan pakan dirancang untuk membangun sistem yang lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya lahan dan air.

Ke depan, pengembangan demplot diharapkan dapat menjadi model percontohan yang sederhana dan aplikatif bagi masyarakat KT Muting. Melalui pengelolaan lahan dan air secara terpadu, pendekatan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat penerapan konsep ekonomi hijau dalam pemanfaatan sumber daya di Kawasan Transmigrasi Muting, Merauke, Papua Selatan.

Perkuat Riset Pertanian Cerdas, FTP UGM Jalani Staff Mobility di Wageningen University dan Research

PendidikanPenelitianRilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Minggu, 13 September 2026

Upaya memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi riset internasional membawa Dr. Andri Prima Nugroho, dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus peneliti Smart Agriculture Research Center (SARC), menjalani program staff mobility di Wageningen University & Research (WUR), Belanda, pada 1-12 September 2026, sebagai bagian dari International Joint Research Academy (IJRA).

Sepanjang kunjungan, digelar sejumlah diskusi untuk menjajaki peluang kerja sama antara UGM dan WUR, mulai dari penelitian kolaboratif, perencanaan publikasi bersama, hingga penyusunan proposal riset bersama. Diskusi turut melibatkan sejumlah mitra peneliti WUR, yaitu Dr. Joseph Peller di bidang spectral imaging for plant phenotyping, Prof. Dr. Gerrit Polder di bidang teknologi pencitraan spektral, serta Assoc. Prof. Gert Kootstra di bidang robotika pertanian. Salah satu fokus pembahasan mengarah pada pengembangan riset yang mengintegrasikan teknologi robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, pendekatan yang diharapkan mampu mendukung pengamatan karakteristik tanaman secara lebih objektif, cepat, dan akurat, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi pertanian cerdas yang sesuai dengan kondisi pertanian Indonesia.

Kunjungan ke Laboratorium Vision + Robotics WUR turut memberi wawasan langsung mengenai teknologi dan riset yang tengah dikembangkan di sana, termasuk diskusi bersama Arjan Vroegop mengenai simulasi plant phenotyping dan keterkaitannya dengan rencana penelitian kolaboratif ke depan. Di sela agenda staff mobility ini, turut dilakukan pendampingan terhadap pelaksanaan International Joint Supervision bagi salah satu mahasiswa magister UGM yang tengah menjalani praktik riset di laboratorium yang sama.

Dalam pertemuan dengan bagian kerja sama WUR, disampaikan usulan rencana penelitian bersama mengenai robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, sekaligus diidentifikasi peluang pendanaan dan langkah strategis agar gagasan tersebut dapat berkembang menjadi proposal riset bersama dan publikasi ilmiah kolaboratif.

Andri menilai kesempatan belajar dan berdiskusi langsung dengan para peneliti WUR menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menyaksikan kemajuan teknologi di bidang pencitraan spektral, plant phenotyping, dan robotika pertanian, kunjungan ini turut memberi pembelajaran dari etos kerja serta budaya belajar dan bekerja sama yang tumbuh di lingkungan penelitian WUR dari budaya diskusi terbuka, kerja kolaboratif lintas bidang, dan kedisiplinan dalam menjalankan penelitian menjadi kesan mendalam yang dibawa pulang dari kunjungan tersebut.

Bagi FTP UGM, kunjungan ini turut memberi pemahaman mengenai cara institusi riset membangun dan mengelola kerja sama dengan mitra industri, sekaligus menegaskan pentingnya membangun ekosistem inovasi agar hasil riset memberi manfaat yang lebih luas. Sebagai salah satu universitas terkemuka dunia di bidang pertanian, WUR diharapkan menjadi mitra strategis bagi pengembangan riset pertanian masa depan, dan kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih konkret antara UGM dan WUR, baik dalam penelitian, publikasi, penyusunan proposal bersama, maupun pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset pertanian cerdas yang relevan bagi pertanian tropis, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi robotika dan plant phenotyping, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi riset antara UGM dan Wageningen University & Research.

Penulis: Shella Herdanti

Bahas Penerapan Teknologi Pascapanen, Bappenas dan FTP UGM Dukung Penguatan Ekonomi Hijau

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa Kelaparan Senin, 31 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian PPN/Bappenas membahas rencana kajian penerapan teknologi pascapanen untuk mendukung penguatan ekonomi hijau di Indonesia. Diskusi yang berlangsung di FTP UGM, Kamis (27/8), tersebut membahas identifikasi teknologi alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sekaligus rencana penetapan tiga wilayah sebagai pilot project penerapan teknologi.

Koordinator Tim Ekonomi Hijau Direktorat Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik (P4T) Bappenas, Aropando Goklas Sibarani, mengatakan kajian akan dilakukan dengan melihat karakteristik masing-masing daerah atau desa. Pendekatan tersebut diperlukan agar teknologi yang direkomendasikan sesuai dengan kebutuhan wilayah dan dapat meningkatkan produktivitas.

“Identifikasi karakteristik masing-masing daerah atau desa diperlukan untuk merekomendasikan alat dan mesin pertanian yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas,” jelas Aropando.

Rencana kajian ini sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan susut pangan. Melalui penguatan sarana dan teknologi pascapanen, intervensi pemerintah diharapkan tidak hanya mengurangi kehilangan hasil pertanian, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani, menjaga stabilitas pasokan pangan, dan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.

Dalam diskusi tersebut, FTP UGM turut memaparkan kapasitas Laboratorium Teknologi Pangan dan Pascapanen (TPP) dalam pengujian serta pengembangan alat dan mesin pertanian. Laboratorium TPP telah ditunjuk Kementerian Pertanian sejak 2007 sebagai salah satu laboratorium pengujian alat dan mesin pertanian di Indonesia dan telah terakreditasi ISO 17025:2017. Kompetensi laboratorium mencakup pengujian alat pertanian dari tahap prapanen, pascapanen, hingga pengolahan pangan.

Berbagai alat telah menjadi bagian dari pengujian Laboratorium TPP, antara lain mesin pengering, combine harvester, mesin penepung kelapa, pengupas sabut kelapa, dan mesin perontok. Selain pengujian, FTP UGM juga memiliki kompetensi dalam pengembangan alat dan mesin pertanian dari tahap on farm hingga off farm.

Selanjutnya, kajian akan diawali dengan analisis sejumlah wilayah menggunakan data sekunder melalui scoring, pembobotan, pemetaan GIS, dan analisis spasial. Hasil analisis akan digunakan untuk menentukan wilayah prioritas yang selanjutnya dapat disurvei sebagai calon lokasi pilot project. Penetapan wilayah pilot project ditargetkan dapat dilakukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Melalui penjajakan ini, Bappenas dan FTP UGM diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi penerapan teknologi pascapanen yang sesuai dengan kebutuhan wilayah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penurunan susut pangan, peningkatan produktivitas petani, serta penguatan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Riset, ISLAB-GM ke-10 Hadirkan 178 Peserta dan 27 Invited Speakers

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Sabtu, 29 Agustus 2026

Sebanyak 178 peserta dan 27 invited speakers dari berbagai institusi mengikuti The 10th International Conference of the Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria and Gut Microbiota (ISLAB-GM) yang diselenggarakan di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis–Jumat (27–28/8/2026). Mengangkat tema “Advancing Innovation and Collaboration in Lactic Acid Bacteria Probiotics, Gut Microbiota, and Metabolomic for Sustainable Health”, konferensi dalam rangka Dies Natalis ke-63 FTP UGM ini menjadi tempat pertukaran pengetahuan dan pengembangan kolaborasi dalam riset bakteri asam laktat, probiotik, mikrobiota usus, dan metabolomik.

Diselenggarakan oleh Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) Probiotik UGM bersama FTP UGM, ISLAB-GM ke-10 mempertemukan peneliti, akademisi, mahasiswa, praktisi industri, dan berbagai institusi untuk membahas perkembangan penelitian sekaligus peluang penerapannya. Konferensi ini menghadirkan rangkaian plenary session, oral presentation, dan poster presentation sebagai ruang bagi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian dan bertukar gagasan.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa penyelenggaraan ISLAB-GM menjadi bagian penting dari perayaan Dies Natalis ke-63 FTP UGM. Menurutnya, perkembangan ilmu di bidang bakteri asam laktat, probiotik, dan mikrobiota usus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan keterhubungan antara penelitian dengan dunia industri.

“Konferensi ini membawa peneliti, akademisi, praktisi industri, dan ilmuwan muda dari berbagai latar belakang dan negara, menciptakan pertukaran akademik dan kolaborasi yang sangat kami hargai,” ujar Prof. Eni.

Ketua Panitia ISLAB-GM ke-10, Putrika Citta Pramesi, S.T.P., M.Sc., menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta juga terlihat dari minat terhadap sesi presentasi poster. Kuota poster bahkan telah diperluas sebanyak tiga kali karena tingginya permintaan dari peserta.

“Hal ini menunjukkan tidak hanya antusiasme peneliti untuk membagikan hasil penelitian mereka, tetapi juga kuatnya minat untuk menciptakan ruang tempat gagasan ilmiah dapat didiskusikan, dipertanyakan, dan dikembangkan bersama,” tutur Putrika.

Berbagai topik yang dibahas menunjukkan perkembangan kajian bakteri asam laktat dan mikrobiota usus yang semakin luas. Dalam salah satu sesi ilmiah, Prof. Dr. Agung Endro Nugroho dari UGM membahas potensi probiotik dalam pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular. Sementara itu, Prof. Dr. Lilis Nuraida dari IPB University membahas peluang dan tantangan biotics dalam produk pangan serta perbandingan kerangka regulasi nasional dan internasional.

Selain menjadi ruang presentasi penelitian, konferensi ini juga mempertemukan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan dan penerapan inovasi. Sejumlah mitra industri turut mendukung pelaksanaan ISLAB-GM ke-10, di antaranya PT Yakult Indonesia Persada, IKA Works (Asia) Sdn Bhd, PT Royal Medicalink Pharmalab, PT Sanghiang Perkasa, Morinaga Milk Industry Co. Ltd., dan DiPROX. Keterlibatan industri menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara penelitian, inovasi, dan penerapannya di masyarakat.

Bagi FTP UGM, kolaborasi menjadi bagian penting dari keberlanjutan forum ilmiah ini. Pertemuan antara peneliti dari berbagai institusi diharapkan tidak berhenti pada pertukaran hasil penelitian, tetapi berkembang menjadi jejaring dan kerja sama baru.

“Kadang-kadang, kolaborasi yang paling bermakna justru dimulai dari percakapan sederhana dalam sebuah konferensi,” ungkap Putrika.

Melalui ISLAB-GM ke-10, FTP UGM bersama PUI-PT Probiotik UGM berupaya memperkuat ruang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi dalam pengembangan riset bakteri asam laktat, probiotik, mikrobiota usus, dan metabolomik untuk mendukung kesehatan yang berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Setahun di Yogyakarta, Setahun di Melbourne: FTP UGM dan University of Melbourne Luncurkan Double Degree Program

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 26 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, resmi meluncurkan program double degree yang memungkinkan mahasiswa menempuh satu tahun studi di UGM dan satu tahun di University of Melbourne. Peluncuran program yang menjadi kolaborasi double degree pertama antara kedua institusi ini berlangsung melalui Research Talk Universitas Gadjah Mada-University of Melbourne Double Degree Program: Yogyakarta Campus Launch Event Master in Agro-Industrial Technology UGM and Master of Agricultural Science UoM di Operation Room FTP UGM, Rabu (26/8). Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan agroindustri melalui pengalaman akademik serta riset di Indonesia dan Australia.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., mengatakan program ini menjadi langkah penting dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui lingkungan pendidikan yang berbeda. Melalui skema 1+1, mahasiswa akan menjalani tahun pertama di Program Studi Magister Teknologi Industri Pertanian FTP UGM, kemudian melanjutkan tahun kedua di Program Studi Master of Agricultural Science (Specialization in Agribusiness or Food Sustainability), School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne dan menyelesaikan studi dengan memperoleh dua ijazah dan dua gelar dari kedua universitas.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan perspektif kepada para calon pemimpin masa depan untuk lebih memahami dan menghargai berbagai situasi di negara yang berbeda,” ujar Prof. Eni.

Kolaborasi tersebut tidak hanya menawarkan pengalaman belajar di dua negara, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas riset dalam lingkungan akademik internasional. Associate Professor Dorin Gupta, Director of Graduate Research School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, menjelaskan bahwa mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar dari dua lingkungan akademik sekaligus, termasuk kesempatan mengembangkan penelitian pada tahun kedua di Melbourne.

“Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan keahlian dan bimbingan dari kedua negara sekaligus memperluas kapasitas riset mereka,” tutur Dorin.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi penting karena tantangan pangan tidak mengenal batas negara. Indonesia dan Australia menghadapi sejumlah persoalan yang sama, seperti perubahan iklim, keberlanjutan produksi pangan, dan kebutuhan memastikan ketersediaan pangan bagi generasi mendatang. Namun, masing-masing negara juga memiliki keahlian dan tantangan yang berbeda.

“Ketika kita menggabungkan keahlian yang ada di masing-masing universitas, kita akan lebih siap menemukan solusi untuk mempertahankan produksi pangan dan memastikan ketersediaan pangan bagi semua orang, baik di Indonesia, Australia, maupun di seluruh dunia,” jelasnya.

Dorin juga melihat mahasiswa sebagai bagian penting dari keberlanjutan hubungan akademik kedua negara. Ia berharap lulusan program ini dapat membawa pengetahuan yang diperoleh di Melbourne kembali ke Indonesia sekaligus menjadi penghubung dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Australia.

“Saya ingin menyampaikan kepada mahasiswa Indonesia, datanglah ke Australia, datanglah ke Melbourne. Ini adalah kesempatan untuk berpikir lebih luas dan berkembang melampaui apa yang sudah kalian miliki di negara sendiri,” ungkap Dorin.

Program double degree ini direncanakan mulai berjalan pada 2027 dengan dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan pemerintah Australia. Pada angkatan pertama, program ditargetkan menerima 15 mahasiswa. Bidang yang dapat dikembangkan mencakup teknologi agroindustri, keberlanjutan, keamanan pangan, serta bidang terkait dalam kajian pertanian dan sistem pangan.

Peluncuran program kemudian dilengkapi dengan Research Talk yang menghadirkan peneliti dari School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne dan FTP UGM. Dorin Gupta membawakan topik Improving Food Security through Sustainable Agriculture and Global Partnerships, yang menekankan pentingnya kemitraan global dalam menjawab tantangan ketahanan pangan.

Sementara itu, Dr. Antanas Spokevicius, Director of Postgraduate Education School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, membahas Tropical Plantation Forestry and Wood Properties; A Long-Lived Crop. Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM, melengkapi sesi dengan pembahasan Logistics & Supply Chain in Indonesia: An Archipelagic State, yang mengangkat tantangan distribusi pangan dan hasil pertanian di Indonesia sebagai negara kepulauan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi yang melibatkan mahasiswa dan dosen FTP UGM. Pertanyaan yang muncul tidak hanya membahas topik riset, tetapi juga peluang penelitian dan mekanisme mengikuti program double degree. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kolaborasi ini membuka ruang baru bagi civitas akademika FTP UGM untuk mengembangkan studi, riset, dan jejaring akademik lintas negara.

Bagi kedua institusi, program ini menjadi pijakan untuk membangun kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang, termasuk peluang penelitian bersama, mobilitas mahasiswa, dan pengembangan program pendidikan kolaboratif. Bagi mahasiswa, pengalaman belajar di Yogyakarta dan Melbourne diharapkan tidak berhenti pada dua gelar, tetapi menjadi bekal untuk memahami persoalan pangan dari perspektif yang lebih luas dan menghadirkan solusi yang relevan bagi Indonesia maupun dunia.

Kolaborasi FTP UGM dan Faculty of Science, University of Melbourne ini sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 melalui penguatan riset ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, SDG 4 melalui perluasan akses pendidikan berkualitas berorientasi global, serta SDG 17 melalui penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia.

1234…40

Berita Terakhir

  • Tekan Susut Pangan, FTP UGM dan Direktorat P4T Bappenas Jalin Kerja Sama Kajian Teknologi Pascapanen
  • FTP UGM dan BIG Gelar Kick Off UGMPreneurs Batch V 2026, Ajak Mahasiswa Belajar Merintis dan Membesarkan Usaha dari Para Praktisi
  • FTP UGM Terima Kunjungan Kemenko Perekonomian, Bahas Hilirisasi Komoditas Agro Khususnya Kelapa
  • Prof. Mirwan Ushada Terima Estafet Kepemimpinan FTP UGM, Usung Semangat “Bersama Kita Bisa, FTP Rumah Kita”
  • FTP UGM Sambut Antusiasme Ratusan Siswa SMA/SMK dalam Sesi Sosialisasi Perkuliahan 

Berita UGM

  • Atasi Kasus Gondok dan Abortus Kambing Perah di Jatinom, Tim FKH UGM Turun Tangan 16 Oktober 2026
  • Tingkatkan Produktivitas Petani Samigaluh, UGM dan FT Rewulu Serahkan 500 Bibit Kopi Robusta dan Mesin Giling 16 Oktober 2026
  • 43 Tim PKM UGM Siap Berlaga di PIMNAS Ke-39 16 Oktober 2026
  • Guru Besar UGM: RI Harus Inisiasi Perdamaian Yaman-Saudi Lewat OKI 16 Oktober 2026
  • Teliti Senyawa Kunyit, Mahasiswa UGM Ungkap Potensi Kurkumin Tangani Depresi 16 Oktober 2026

Agenda

  • 29Okt Wisuda Pascasarjana
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju