• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • (Page 2)
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Setahun di Yogyakarta, Setahun di Melbourne: FTP UGM dan University of Melbourne Luncurkan Double Degree Program

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Rabu, 26 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, resmi meluncurkan program double degree yang memungkinkan mahasiswa menempuh satu tahun studi di UGM dan satu tahun di University of Melbourne. Peluncuran program yang menjadi kolaborasi double degree pertama antara kedua institusi ini berlangsung melalui Research Talk Universitas Gadjah Mada-University of Melbourne Double Degree Program: Yogyakarta Campus Launch Event Master in Agro-Industrial Technology UGM and Master of Agricultural Science UoM di Operation Room FTP UGM, Rabu (26/8). Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan agroindustri melalui pengalaman akademik serta riset di Indonesia dan Australia.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., mengatakan program ini menjadi langkah penting dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui lingkungan pendidikan yang berbeda. Melalui skema 1+1, mahasiswa akan menjalani tahun pertama di Program Studi Magister Teknologi Industri Pertanian FTP UGM, kemudian melanjutkan tahun kedua di Program Studi Master of Agricultural Science (Specialization in Agribusiness or Food Sustainability), School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne dan menyelesaikan studi dengan memperoleh dua ijazah dan dua gelar dari kedua universitas.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan perspektif kepada para calon pemimpin masa depan untuk lebih memahami dan menghargai berbagai situasi di negara yang berbeda,” ujar Prof. Eni.

Kolaborasi tersebut tidak hanya menawarkan pengalaman belajar di dua negara, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas riset dalam lingkungan akademik internasional. Associate Professor Dorin Gupta, Director of Graduate Research School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, menjelaskan bahwa mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar dari dua lingkungan akademik sekaligus, termasuk kesempatan mengembangkan penelitian pada tahun kedua di Melbourne.

“Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan keahlian dan bimbingan dari kedua negara sekaligus memperluas kapasitas riset mereka,” tutur Dorin.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi penting karena tantangan pangan tidak mengenal batas negara. Indonesia dan Australia menghadapi sejumlah persoalan yang sama, seperti perubahan iklim, keberlanjutan produksi pangan, dan kebutuhan memastikan ketersediaan pangan bagi generasi mendatang. Namun, masing-masing negara juga memiliki keahlian dan tantangan yang berbeda.

“Ketika kita menggabungkan keahlian yang ada di masing-masing universitas, kita akan lebih siap menemukan solusi untuk mempertahankan produksi pangan dan memastikan ketersediaan pangan bagi semua orang, baik di Indonesia, Australia, maupun di seluruh dunia,” jelasnya.

Dorin juga melihat mahasiswa sebagai bagian penting dari keberlanjutan hubungan akademik kedua negara. Ia berharap lulusan program ini dapat membawa pengetahuan yang diperoleh di Melbourne kembali ke Indonesia sekaligus menjadi penghubung dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Australia.

“Saya ingin menyampaikan kepada mahasiswa Indonesia, datanglah ke Australia, datanglah ke Melbourne. Ini adalah kesempatan untuk berpikir lebih luas dan berkembang melampaui apa yang sudah kalian miliki di negara sendiri,” ungkap Dorin.

Program double degree ini direncanakan mulai berjalan pada 2027 dengan dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan pemerintah Australia. Pada angkatan pertama, program ditargetkan menerima 15 mahasiswa. Bidang yang dapat dikembangkan mencakup teknologi agroindustri, keberlanjutan, keamanan pangan, serta bidang terkait dalam kajian pertanian dan sistem pangan.

Peluncuran program kemudian dilengkapi dengan Research Talk yang menghadirkan peneliti dari School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne dan FTP UGM. Dorin Gupta membawakan topik Improving Food Security through Sustainable Agriculture and Global Partnerships, yang menekankan pentingnya kemitraan global dalam menjawab tantangan ketahanan pangan.

Sementara itu, Dr. Antanas Spokevicius, Director of Postgraduate Education School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, membahas Tropical Plantation Forestry and Wood Properties; A Long-Lived Crop. Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM, melengkapi sesi dengan pembahasan Logistics & Supply Chain in Indonesia: An Archipelagic State, yang mengangkat tantangan distribusi pangan dan hasil pertanian di Indonesia sebagai negara kepulauan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi yang melibatkan mahasiswa dan dosen FTP UGM. Pertanyaan yang muncul tidak hanya membahas topik riset, tetapi juga peluang penelitian dan mekanisme mengikuti program double degree. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kolaborasi ini membuka ruang baru bagi civitas akademika FTP UGM untuk mengembangkan studi, riset, dan jejaring akademik lintas negara.

Bagi kedua institusi, program ini menjadi pijakan untuk membangun kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang, termasuk peluang penelitian bersama, mobilitas mahasiswa, dan pengembangan program pendidikan kolaboratif. Bagi mahasiswa, pengalaman belajar di Yogyakarta dan Melbourne diharapkan tidak berhenti pada dua gelar, tetapi menjadi bekal untuk memahami persoalan pangan dari perspektif yang lebih luas dan menghadirkan solusi yang relevan bagi Indonesia maupun dunia.

Kolaborasi FTP UGM dan Faculty of Science, University of Melbourne ini sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 melalui penguatan riset ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, SDG 4 melalui perluasan akses pendidikan berkualitas berorientasi global, serta SDG 17 melalui penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia.

Dari Benih hingga Lahan, FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri Kembangkan Teknologi Pertanian Berbasis Data

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 26 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Sang Hyang Seri (Persero) menindaklanjuti kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi pertanian tanaman pangan melalui pembahasan pengembangan teknologi deteksi kualitas benih berbasis X-ray dan sistem pemetaan pertanian menggunakan drone dalam kunjungan kerja Direksi PT Sang Hyang Seri ke Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) FTP UGM, Rabu (26/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Departemen TPB tersebut menjadi forum untuk membahas progres dua proposal kerja sama sekaligus mengidentifikasi kebutuhan teknologi pertanian di lapangan.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, hadir bersama Prof. Dr. Inex Slamet-Loedin, Vice President Research Agustinus Budi S., serta jajaran PT Sang Hyang Seri. Rombongan diterima Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., bersama Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., serta tim peneliti FTP UGM.

Salah satu pembahasan utama adalah pengembangan alat evaluasi kualitas benih padi dan kedelai menggunakan teknologi X-ray. Dr. Bayu Nugraha memaparkan rancangan teknologi yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan PT Sang Hyang Seri terhadap laboratorium eksternal yang dapat mendeteksi kerusakan benih secara cepat. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat mendukung proses evaluasi kualitas benih secara lebih efektif.

Dari sisi budidaya, Dr. Andri Prima Nugroho memaparkan pengembangan drone untuk mendukung agrofarm PT Sang Hyang Seri. Data kondisi lahan yang diperoleh melalui teknologi tersebut akan diolah untuk menghasilkan peta rekomendasi pemupukan dan mendukung pengambilan keputusan dalam mekanisasi pertanian.

Pengembangan drone juga direncanakan melibatkan mahasiswa Program Profesi Insinyur FTP UGM melalui kegiatan kerja praktik di PT Sang Hyang Seri. Keterlibatan mahasiswa sekaligus diharapkan dapat memperkaya data lapangan untuk mendukung pengembangan teknologi. Dalam kerja sama tersebut, terdapat dua paket yang ditawarkan, yaitu manajemen agronomi dan mekanisasi pertanian, serta peluang pengembangan proposal lanjutan terkait teknologi mesin pengering.

Selain budidaya dan perbenihan, pembahasan turut menyoroti kondisi teknologi pascapanen di fasilitas PT Sang Hyang Seri. Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan Dr. Sri Rahayoe, ditemukan silo yang sudah tidak digunakan, bed dryer yang masih menggunakan sekam, serta rice milling unit (RMU) yang mengalami penurunan mutu hasil giling. FTP UGM mengusulkan peningkatan mekanisme pengukuran kadar air agar lebih presisi serta perbaikan tungku biomassa untuk mengurangi kebocoran panas.

Penguatan teknologi pertanian berbasis data juga berpotensi dikembangkan melalui sejumlah usulan dari PT Sang Hyang Seri, antara lain pengembangan sistem Alternate Wetting and Drying (AWD) berbasis satelit, pembangunan greenhouse di Jakarta, serta pengecekan sistem traceability produk. Sistem traceability sendiri sebelumnya telah dikembangkan oleh tim Departemen TPB FTP UGM melalui desain aplikasi untuk komoditas kopi dan kakao.

Berbagai pembahasan tersebut memperlihatkan ruang kolaborasi yang semakin luas antara FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri, mulai dari menjaga kualitas benih, memperoleh data kondisi lahan, mendukung keputusan budidaya, hingga meningkatkan proses pascapanen. Kerja sama ini diarahkan untuk menghasilkan teknologi pertanian yang tidak hanya berbasis riset, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui tindak lanjut kerja sama ini, FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri terus membuka peluang pengembangan riset dan teknologi yang aplikatif bagi sektor pertanian tanaman pangan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi dan data dalam meningkatkan efisiensi serta kualitas produksi pertanian.

PIONIR Agrophoria 2026 Ditutup, Agrotech Muda Siap Menapaki Dunia Perguruan Tinggi

Rilis BeritaSDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang TangguhSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Kamis, 6 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menutup rangkaian PIONIR Agrophoria 2026 pada Rabu (6/8) di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa baru memperoleh pembekalan mengenai kehidupan perguruan tinggi melalui pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an, budaya akademik, pengembangan karakter, serta berbagai kompetensi yang diperlukan untuk mendukung proses belajar dan pengembangan diri selama menempuh pendidikan di FTP UGM.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa PIONIR Agrophoria merupakan momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus memahami nilai-nilai yang akan menjadi bekal selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. “Tentu saja kegiatan Agrophoria ini selain pengenalan kampus juga pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an, budaya akademik, serta semangat belajar, dan bekal untuk berkembang di perguruan tinggi nantinya,” ujar Dekan FTP UGM.

Dalam sambutannya, Dekan FTP UGM juga mengingatkan mahasiswa baru untuk menjadikan Four C sebagai bekal selama menjalani perkuliahan, yaitu creativity, competence, character, dan compassion. Creativity menjadi kemampuan untuk terus melahirkan inovasi, competence untuk terus mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi diri, character diwujudkan melalui sikap jujur dan bertanggung jawab, sedangkan compassion mendorong mahasiswa untuk memiliki kepedulian serta mampu bekerja sama dengan orang lain. Keempat nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk lulusan FTP UGM yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas dan kepekaan sosial.

Semangat tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan yang diikuti mahasiswa baru pada hari kedua PIONIR Agrophoria 2026. Peserta memperoleh inspirasi melalui Talkshow Prestasi Mahasiswa serta Talkshow Cultivating Agrotechnovation yang mengangkat tema “Inovasi Pangan Sintesis dan Efisiensi Sumber Daya Alam demi Masa Depan yang Berkelanjutan”. Mahasiswa juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Resilience Food Strategy untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama, serta menyusun Mind Map: Build My Path sebagai rancangan pengembangan diri selama empat tahun masa studi di FTP UGM.

Selain pembekalan akademik, mahasiswa baru diperkenalkan lebih dekat dengan kehidupan kemahasiswaan melalui Expo Lembaga yang menghadirkan berbagai himpunan mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa di lingkungan FTP UGM. Pada kesempatan tersebut, peserta dapat mengenal beragam wadah pengembangan minat dan bakat, termasuk mencoba panjat tebing di stan Gitapala dengan pendampingan dan prosedur keselamatan yang telah disiapkan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mulai menentukan ruang aktualisasi diri selama menjalani kehidupan kampus.

Rangkaian PIONIR Agrophoria 2026 ditutup dengan arak-arakan seluruh gugus peserta yang berlangsung penuh semangat sebagai simbol kebersamaan Agrotech Muda. Suasana semakin semarak dengan hadirnya Ultras Tractor, kelompok pendukung mahasiswa FTP UGM, yang membangkitkan antusiasme peserta. Setelah itu, secara resmi menutup PIONIR Agrophoria 2026, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pengenalan mahasiswa baru tahun ini. Kemeriahan kemudian berlanjut melalui penampilan PSTP Band (Paguyuban Seni Teknologi Pertanian) yang mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama sebagai penutup kegiatan.

Melalui PIONIR Agrophoria 2026, FTP UGM berharap mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi, mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara seimbang, serta menjadi Agrotech Muda yang kreatif, kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa baru, SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan budaya akademik dan nilai integritas, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, dan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.

PIONIR Agrophoria 2026 Tanamkan Semangat Agroteknologi untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 5 Agustus 2026

Membangun kedaulatan pangan tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki integritas, kepedulian, dan kemampuan berkolaborasi. Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengusung tema “Nurturing Agrotechnology to Cultivate Food Sovereignty and Sustainable Future” dalam PIONIR Agrophoria 2026 yang resmi dibuka pada Selasa (5/8) di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, mahasiswa baru diajak memahami peran agroteknologi sebagai fondasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus membangun masa depan yang berkelanjutan.

Mengusung tagline “Berdaulat Pangan untuk Masa Depan, Kami Agrotech Muda,” PIONIR Agrophoria 2026 dirancang tidak hanya sebagai pengenalan kehidupan kampus, tetapi juga sebagai ruang pembentukan pola pikir mahasiswa baru agar mampu melihat tantangan pangan dari perspektif yang lebih luas. Mahasiswa didorong untuk menjadi generasi yang adaptif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi sektor pangan dan pertanian.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan FTP UGM, menekankan bahwa proses belajar di perguruan tinggi hendaknya tidak berhenti pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ada beberapa pesan sederhana yang ingin saya sampaikan. Pertama, milikilah rasa ingin tahu yang tinggi. Jangan belajar hanya untuk memperoleh nilai, tetapi belajarlah untuk memahami, menemukan solusi, dan memberi manfaat,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi mahasiswa selama menempuh pendidikan juga harus diimbangi dengan kemampuan mengelola waktu serta membangun karakter yang kuat. “Kuliah, organisasi, kemahasiswaan, penelitian, kompetisi, pengabdian, dan kehidupan pribadi harus berjalan seimbang. Kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kedisiplinan dan konsistensi,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap lulusan UGM. “Bangun karakter. Kejujuran, tanggung jawab, saling menghormati, dan kemampuan bekerja sama merupakan bekal yang sama pentingnya dengan ilmu pengetahuan. Integritas adalah modal utama seorang lulusan UGM,” tegasnya.

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai dunia akademik sekaligus tantangan yang akan mereka hadapi sebagai calon insan teknologi pertanian. Selain pengenalan lingkungan FTP UGM, mahasiswa mengikuti Career Exploration: Future Me, Development Class: Discovering Growth in Every Process, serta sesi fasilitator mengenai integritas akademik, manajemen waktu, literasi digital, dan pengembangan diri.

Selaras dengan tema besar PIONIR Agrophoria 2026, mahasiswa juga akan mengikuti Talkshow “Cultivating Agrotechnovation” yang mengangkat topik “Inovasi Pangan Sintesis dan Efisiensi Sumber Daya Alam demi Masa Depan yang Berkelanjutan.” Melalui sesi ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana inovasi teknologi pertanian dan pangan berperan dalam menjawab tantangan ketahanan pangan, efisiensi sumber daya alam, serta pembangunan berkelanjutan. Pemahaman tersebut kemudian diperdalam melalui Focus Group Discussion mengenai strategi ketahanan pangan dan penyusunan mind map pengembangan diri sebagai bekal menjalani perkuliahan selama empat tahun ke depan.

PIONIR Agrophoria 2026 dikoordinasikan oleh Fashna Iftirosyana dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem Angkatan 2024 sebagai Koordinator Umum dengan Moh. Wahyudin, S.T.P., M.Sc., Ph.D. sebagai Koordinator Gugus. Prosesi pembukaan ditandai dengan penyerahan dan pemasangan puzzle logo Agrophoria serta penyalaan instalasi lampu sebagai simbol dimulainya perjalanan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar FTP UGM.

Melalui PIONIR Agrophoria 2026, FTP UGM berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memiliki visi sebagai Agrotech Muda yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia serta masa depan yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan pemahaman mengenai ketahanan dan kedaulatan pangan, SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pembentukan karakter dan pembekalan mahasiswa baru, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengenalan inovasi agroteknologi, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi sivitas akademika dalam mencetak generasi penerus yang siap menghadapi tantangan global.

FTP UGM Gelar Guest Lecture EY4F Campaign, Dorong Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Sistem Pangan Berkelanjutan

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 10 Juli 2026


Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Guest Lecture and Coffee Chat with Students bertajuk Empower Youth for Food (EY4F) Campaign pada Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FTP UGM ini menghadirkan empat mahasiswa magister dari Erasmus University Rotterdam yang tergabung dalam International Research Project, yaitu Maaike van Rijs, Floor Vriesman, Daan Houweling, dan Leon Biesbroeck. Melalui diskusi interaktif, kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai peran generasi muda dalam membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi akademik internasional.

Mengusung tema Empower Youth for Food, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk melihat berbagai tantangan sistem pangan global dari perspektif yang lebih luas. Diskusi membahas pentingnya inovasi, kewirausahaan, serta kolaborasi lintas disiplin sebagai upaya menghasilkan solusi terhadap berbagai isu di sektor pertanian dan pangan. Kehadiran mahasiswa dari Erasmus University Rotterdam juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami pengalaman, pendekatan, dan praktik yang berkembang di tingkat internasional.

Suasana coffee chat berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa FTP UGM berkesempatan berdialog secara langsung mengenai berbagai isu, mulai dari inovasi di bidang pangan, peluang pengembangan kewirausahaan, hingga pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung transformasi sistem pangan yang berkelanjutan. Interaksi ini sekaligus menjadi ruang untuk memperluas jejaring akademik dan membangun pemahaman lintas budaya di antara peserta.

Melalui kegiatan ini, FTP UGM terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan lingkungan pembelajaran yang berorientasi global. Kolaborasi dengan mahasiswa internasional diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak bagi pengembangan sektor pertanian dan pangan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pembelajaran berbasis kolaborasi internasional, SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan kapasitas generasi muda dalam mendukung sistem pangan berkelanjutan, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi akademik antara FTP UGM dan mitra internasional

1234…39

Berita Terakhir

  • Kunjungan Perdana NUST Namibia ke FTP UGM Buka Inisiasi Kerja Sama Teknologi Pertanian
  • FTP UGM dan Kementan–BRIN Bahas Teknologi Pascapanen untuk Perluas Hilirisasi Hortikultura
  • Menanam Harapan di Lahan Tadah Hujan Merauke, Dosen FTP UGM Pimpin Pengembangan Demplot Terpadu
  • FTP UGM, Ada Apa Sih? Siswa MAN 1 Magetan Mengenal Dunia Perkuliahan, Program Studi, hingga Laboratorium FTP UGM
  • Pati Sagu Naik Kelas, FTP UGM Bersama Pertamina dan BRIN Kembangkan Drilling Starch Tahan Suhu Tinggi

Berita UGM

  • Menjaga Daya Kritis Warga dan Akademisi di Tengah Kemunduran Demokrasi 18 September 2026
  • Perkuat Sarana Pendidikan, Schneider Indonesia Hibahkan Panel Listrik ke UGM 18 September 2026
  • Waspada Dampak Abu Vulkanik pada Paru-Paru, Simak Tips Mencegahnya dari Dokter RSA UGM 18 September 2026
  • Ekonomi Global Berubah, Peneliti 11 Negara Rumuskan Transformasi Digital dan Pembangunan Berkelanjutan 18 September 2026
  • Kasus Korupsi HGB ATR/BPN, Guru Besar UGM Kritik Monopoli Kewenangan dan Lemahnya Sistem 18 September 2026

Agenda

  • 18Sep Alumni Gathering 2026
  • 20Sep Family Fun Day
  • 21Sep Rapat Terbuka Senat dan Puncak Dies Natalis Ke-63 FTP UGM
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju